Sunday, 4 October 2015

Jika Hati Yang Bicara






Apa yang dirasa, bila di tengah kesibukan tiba tiba ingat teman baik yg sudah 1 bulan tak jumpa.  Dengan rasa kangen kita sms, tapi tak ada balasan?

Dan tak lama ... Datang kabar bahwa ia sedang dirawat  setelah operasi sedot darah karna pecah pembuluh  di otak.

Perasaan bercampur aduk waktu mau ke rumahnya.  Teman lain yang sudah menjenguk bilang,  dia tak mengenal siapa pun! Efek operasi membuat syaraf memory dan menelannya tak berfungsi.

Bagaimana ia akan mengerti  permintaan maaf saya karna tak berkunjung selagi sehat? Apa ia akan tau, yang datang adalah sahabatnya yang sama sama suka pertengkaran kecil dengan dialek Betawi, saling menyalahkan bila sama sama sibuk sampai lupa bertandang?

Akh... rindu dengan ketawanya yg khas, omelannya, sampai permohonannya yg berulangkali minta ngobrol tentang  pandangan hidup di  rumahnya.

Membuka grendel pintu kamarnya bikin dada berdegup, masih kenalkah? Apa nanti saya siap menerima tatapan kosongnya?

Air mata tak terbendung lagi, di remang lampu terlihat ia begitu  lemah, berkepala licin, dengan selang di hidung dan tenggorokan. Baru sebulan lalu kami masih bercanda seru di jalan. Namun catatan nasib memang tak butuh hitungan waktu. Ia datang memutus cerita dan cita cita...

Begitu pandangan tertuju ke saya, langsung dahinya berkerut keras, seketika air matanya mengalir diiringi senyum getir, dia kenal !! Masya Allah...Rupanya hati kami yang saling sapa. Kasih tulus bisa menghancurkan sekat apa saja!

Ia banyak cerita meski dengan berbisik dan tak runut. Sesekali tanya kabar orang orang yang sudah meninggal. Bikin ciut sebenarnya, tapi saya timpali dengan cerita pengalaman lucu kami, dan tentang semua kebaikannya.

Banyak yang ia lupa, tapi saat minta maaf dan mohon didoakan, kedengaran tegas dan jelas. Meninggalkan sahabat dalam keadaan saling memaafkan, sangat bahagia dan haru. Dari senyumnya yang tak lagi segar, saya tau ia punya rasa yang sama.

Jika hati yang bicara, kata kata tak perlu lagi,bukan?
Syafakillah,Teteh Fida sayang...Tak ada yang mustahil bagi Allah. Anaa hubbuki lillah ( Aku mencintaimu karna Allah)











5 comments:

  1. Subhaanallah, merinding bacanya Mak. Semoga sahabatnya segera diberi kesembuhan seperti sedia kala, aamiin.

    ReplyDelete
  2. Amiiin ya Rabb, terimakasih doanya Mbak Vhoy..

    ReplyDelete
  3. diam tanpa kata tapi hati yg bicara itu pastilah mengena banget dan akdang mata juag berbicara krn pancaran mata itu bisa mengungkap kata hati

    ReplyDelete
  4. sedih bacanya mbak, semoga sahabatnya segera sembuh, amin..

    salam kenal

    ReplyDelete