Wednesday, 28 October 2015

Nikmati Berkah Hujan



Kemarin walkot Bogor menghimbau siswa SMA Bogor yang muslim mengadakan sholat ististisqo.
Kepengen banget siapin kamera untuk dokumentasikan kegiatan langka demi saudara-sudara yang terkena musibah. Tapi karna waktunya belum bisa dipastikan dan liat wajah putri kayaknya setengah keberatan emaknya cetrak cetrek sendirian di pinggir lapangan, jadi saya urungkan niat menggebu itu.

Syukurlah, kegalauan saya terbayar dengan turunnya gerimis di Kota Hujan yang rindu hujan ini.
Group WA yang wilayahnya turun gerimis, langsung bikin status menggembirakan.

Hari yang sama, tv lokal menyangkan gambar sholat jamaah di Palangkaraya. Belum usai sholat tiba-tiba turun hujan. Mereka basah dalam sholat, seiring basahnya mata penuh syukur dan haru.
Dan hari ini ... Via medsos FB, sahabat  Nika Dhieniqa berbagi gambar, warga Kalimantan Timur keluar rumah menikmati derasnya hujan.

Musibah asap karna kesalahan tangan manusia yang tamak, bodoh, lemah berhukum, dan tak pandai mensyukuri nikmat alam . Semoga ini cukup jadi peringatan. Lain kali harus lebih cinta dan ihlas merawat alam, lalu biasakan lidah kita tak mencaci cuaca apa pun yang Allah beri. Kesemuanya adalah rahmat yang harus disyukuri, bukan?










2 comments:

  1. waktu masih di Siak dan kena asap,kalo denger suara rintik hujan rasanya senenggg banget,terharu gitu mbak ^^

    ReplyDelete
  2. Subahanallah... hikmahnya musibah ya, kita jd lebih bersyukur...:)

    ReplyDelete