Saturday, 14 November 2015

Aku Dan Tanya




Sepuluh ribu tahun silam
Tidak ada tulisan manusia

Sekarang kita bangga dengan
Hasil kemajuan  manusia
Bayangkan dengan jernih
Bagaimana tahun sepuluh ribu nanti?

Boleh saja kita menepuk dada
Namun peradaban kita akan menjadi kuno
Apa arti peradaban sekarang?

Alam terlalu luas
Manusia tak mengenal 
Apa bagaimana hakikat waktu


Persoalannya manusia mati

Sesudah mati, bagaimana nanti?
Peradaban ini untuk apa?


***********





Rumput bergoyang memancing tanya
Daun melambai rindu jawaban

Aku pun sedang bertanya,
tentang asal  kejadian
Siapa diriku dan selain diriku?
Rupa warna selalu berubah
Ruang waktu membuahkan masalah

Akhh...
Jawaban semakin samar
Membuat gelap meluas
Aku dan daun sama tak mengenal diri
Bagaimana mungkin mencari jawaban?

 Pada yang lain ... ?

Rumput tetap bergoyang
Menggeleng dan mengejek

***********


Aku tak berharap
burung memberiku sayap
Sejak dahulu hingga sekarang
tidak henti aku terbang

Aku tak menimbang
akan kebagian gemerlapan bintang
karna kami sama gemilang

Akulah sayap tak henti mi'raj
Kemilau diriku bertambah di dalam ihram
Ketika wujudku sujud menyerahkan diri
Hanya nur Allah yang Maha Ada



*Hamsa 





Friday, 13 November 2015

Resep Dan Manfaat Si Manis Kolang Kaling


Dok : Pribadi



Di Jakarta dan sekitarnya sudah biasa lihat kolang kaling waktu ramadhan. Dia bisa jadi teman es campur, temannya kolak, atau dia sendirian terendam dalam air syrup, tetap enak!
Syrup tanpa ada yang dikunyah-kunyah rasanya kok kurang komplit!

Tak disangka, si pelengkap yang orang Belanda sebut  Glibbertjes ini mengandung air 93% , protein sebesar 0,69 % dan  karbohidrat 4%, selain itu ada zat besi, potasium, gelatin, Kalsium, Vit A,B,C
Kandungan banyak tentu banyak pula khasiatnya, antara lain;

- Pencegah dan mengobati sakit tulang ( Osteoporosis)
- Memperlancar proses metabolisme yang bikin badan jadi segar
- Gelatinnya menimbulkan rasa kenyang, cocok buat yang diet
- Memperkuat tulang
- Obat radang sendi
- Menyembuhkan sembelit karna seratnya cukup tinggi
- Menghaluskan kulit wajah dari vitamin A dan C nya



Dok: Pribadi




Cukup 1 hari 10 butir, dimakan rutin bagi yang berniat menjadikannya obat, tanpa pemanis dan pewarna. Kalau penikmat seperti saya, boleh laah !
Teman saya banyak beranggapan, tak ada ramadhan tak ada  kolang kaling. Padahal nggak tuh!
Selama masih ada penjual es campur atau es teller, si buah Atep ini pasti ada.

Memang cuma 2 orang yang jual, tapi 1 penjual punya 10 baskom. Duh! sampe pegel deh, pilah pilih yang bagus sambil berdiri.
Paling asik ketemu  penjual kolang kaling yang punya inisiatif, kreatif, seperti di Pasar Bogor.
Sambil tunggu pembeli dia sudah pisahkan kolang kaling berkwalitas. Jadi tanpa pegel dan tanpa berlama-lama kita sudah bisa tenteng bawa pulang.



Manisan kolang kaling bikinnya mudah dan pasti pas buat hidangan tamu di musim panas. Karna stok saya banyak di kulkas dan sudah dalam kemasan, jadi siap bawa untuk menjenguk yang sakit, atau bikin suprise buat tetangga atau teman yang sedang puasa senin kamis.

Seperti  teman saya ini! Saking senangnya dapat kejutan jelang magrib, dia kirimkan foto ini. Hehe...  kolang kaling yang beda rasa itu  dia campur jadi satu. Kayak apa rasanya ya?





RESEP MANISAN KOLANG KALING PRAKTIS


Bahan :

-  1  Kg Kolang Kaling
-   225  mg syrup rasa buah apa saja.

Cara Membuat:

- Pilih kolang kaling yang baik. Tidak tipis, berukuran sedang dan sama besar, empuk, warna putih susu lebih baik dari pada yang bening, tak ada titik putih, terendam dalam air yang masih bening ( Tak berlendir)

- Kolang kaling dicuci bersih lalu rendam dalam air cucian beras selama 2 jam supaya kolang kaling  kenyal dan tidak berlendir. Orang Betawi punya cara lain , yaitu mencuci kolang kaling bersamaan dengan daun bambu.

-  Masak Air hingga mendidih lalu masukkan kolang kaling. Sesekali saja diaduk. Bila sudah mendidih diangkat.

-  Setelah kolang kaling disaring dan didiamkan hingga hilang panasnya, masukkan syrup lalu aduk rata. Beri air es secukupnya saja, tak melebihi permukaan kolang kaling. Lalu masukkan dalam kulkas.

- Kira kira 2 hari, baru warna dan rasa sirup menyerap. Makin lama didiamkan makin enak.1 bulan pun masih bagus. Tapi kolang kaling akan menipis bila terlalu lama. Karna ia mengandung air juga,bukan?

- Jika terlalu manis, atau lebih suka kolang kaling yang berkuah, maka bisa ditambahkan air es sebelum kita makan.


RESEP MANISAN KOLANG KALING ORIGINAL

Caranya sama dengan yang di atas. Cuma kolang kaling asli seperti orang-orang tua jaman dulu bikin ini memakai bahan yang lebih alami dan murah.

Bahan :

- 1 kg Kolang Kaling
- 125 gram gula pasir
- 1/2 sdt pewarna
- 1/2 butir biji pala
- 1 ruas ibu jari Kayu Manis
- 4 lembar daun pandan

(Tanpa biji pala dan kayu manis pun tidak apa-apa, jika berniat memberi esens buah)

Cara Membuat:

- Setelah di cuci, kolang kaling dimasak 1/2 matang, sekedar hilangkan bau dan sisa air rendaman saat di pasar.

- Setelah ditiriskan, masak kembali bersama rempah-rempah dan daun pandan hingga mendidih

- Angkat, diamkan hingga hilang panas, lalu masukkan dalam lemari es.





*SELAMAT MENCOBA!



























Monday, 9 November 2015

Bazaar Tulip - Erasmus Huis


Dulu sering datang ke gedung ini. Erasmus Huis, yang letaknya di Jalan Kuningan - Jakarta ini punya banyak suguhan gratis pagi,siang maupun malam, hampir setiap minggu.
Kalau jam pulang kuliah biasanya ada pertunjukan teater, dance, ansamble musik klasik Eropa yang punya kesan khusus sampai sekarang.

Jadi ceritanya pulang kuliah hanya pakai jeans dan t-shirt bertuliskan GUESS WHAT langsung ke sini. Kan biasanya tidak masalah kalau pas acaranya nonton bareng film-film Eropa. Diluar dugaan, jadwal hari itu ternyata ansamble gitar klasik! Penontonnya rombongan Duta Besar Belanda beserta para staff. Waduh, pakaian mereka formil berjas, dan yang wanita bergaun feminin.

Seorang bapak senyum-senyum baca tulisan T-shirt,  tentu saya balas senyumnya.
Setelah acara usai ... Eh, ketemu lagi di belakang pentas dekat ruang ganti, waktu saya menemani teman minta partitur gitar klasik dan tanda tangan musikusnya. Dia senyum lagi sambil sigap meminjamkan pulpen dari balik jas nya. Duuuh...baik sekali Pak Kompeni ini, saya kan pulang kuliah, pulpen pasti punya dong!

Di Pintu gerbang saat mau pulang, saya tidak bisa senyum lagi, tapi terperangah! Ternyata bapak tadi Dubes yang dapat pengawalan khusus. Woow!!

Tanggal 30 Oktober kamarin saya kembali dengan moment lain, Bazaar Tulip!
Katanya sih, ini gaweannya pensiunan orang Indonesia yang pernah bekerja di Holland sana. Ada jual pernak pernik craft, makanan, souvenir, dan pakaian khas Holland.

Kami beli  Erwten Soep, yang kaya hijau sayuran, disiram ke sosis dan irisan roti kering. Ada juga Vermicelli Soup, mirip-mirip sup soun.





Sovenir khas hanya beberapa meja saja, mayoritas tetap sandang pangan khas Indonesia seperti batik, sepatu bordir, kain tenun dan jajanan kue kering.
Stan khas Holland jadi kelihatan sangat menonjol dan menarik, baik yang sudah berkunjung ke Negeri Oranye sana , apalagi yang belum pernah.
Paling naksir keramik-keramik pajangan dan quilt yang dominan warna biru putih.
Glek! *Harus rela telan ludah. 

Sejenak berlalu dari halaman yang padat, saya ke lantai atas mengingat lagi masa lalu. Banyak keluarga sedang menanti giliran foto bersama mengenakan baju tradisional Belanda.
Good idea! Jadi tak perlu menunggu ke sana baru punya fotonya. Tapi sekali "Klik!" 100 Ribuuu!
Haha ... pakek itungan Euro, kali yaa...:)














STAND CEMILAN INDONESIA

Walaupun tidak ada yang baru dan unik, tapi kwalitas bahan dan rasanya Te O Pe, deh!
Tidak pakai penyedap rasa, dan kemasannya menarik! Bisa kita pakai lagi untuk tempat permen atau cemilan yang berbeda buat suguhan. 

Salut ya, zaman ekonomi susah kayak gini, bangsa kita tetap semangat berusaha, mau mencoba dan sedia bersaing. Siapa tau ada yang mau buka stand juga? Tinggal hubungi saja nomornya. Kata yang jaga, harga di luar apalagi untuk di jual , tentu ada kompromi harga !

Saya cicipi minuman sehat yang segerrr!! dan Rendang daging suwir renyah gurih. Ada juga rendang telur, teri, singkong dan rendang  belut. Wow!

Entah kapan ada Bazaar Tulip lagi? Semoga standnya lebih banyak yang unik-unik khas Holland








Saturday, 7 November 2015

Ruang Kantor Yang Hangat




Saya tak pernah tau asas-asas, persyaratan, dan standard lay out tata ruang kantor. Hehe, karna saya bukan orang kantoran! Dulu pernah merasakan ruang kantor saat aktif mengajar di Universitas Jakarta, satu ruang yang kaku terdiri dari meja panjang, berderet kursi seperti berderetnya jadwal dosen di dinding, dan di sudut ada tempat untuk ambil air minum. Sudah!

Dirancang sederhana mungkin  karna para dosen hanya sebentar duduk, lalu ruangan kembali sepi setelah masing-masing masuk ruang kuliah.
Saat duduk sendiri, saya merasakan kekakuan suasana, lalu menghayal berada di ruang kantor yang hangat, nyaman berkomunikasi, dan ada tempat yang bisa rilex  duduk sendiri.

Dan ... suasana itu saya temui beberapa tahun kemudian, saat berkunjung ke kantor putra ke dua saya, sungguh tak disengaja, tanpa direncanakan!

*Saya jadi makin yakin bahwa, doa /harapan apa saja dikabulkan, entah datang langsung pada kita, atau pada  anak cucu. So, jangan malu, malas apalagi minder dalam berhayal, berdoa, atau sekedar ucapan. Bukankah ucapan juga doa?

Kantor ini kerjanya mendisain lampu-lampu jalan, hotel, hingga cafe besar. Sebab setiap pijaran/pantulan cahaya punya efek tertentu yang menumbuhkan kesan, formil, romantis, dingin, hangat, ceria, de el el. Maka waktu baru masuk saja sudah dihibur oleh permainan efek cahaya.

Koridor Masuk






Ruang Kerja

Dibuat natural dengan lantai kayu. Dinding pesan tidak kaku, bisa tumbuh tanaman rambat di sana merangkap tempat penerangan dan pajangan kecil-kecil.  Tirai bahan blacu ada beberapa menggantung sederhana.
Untuk menyerap energy alam kita memang membutuhkan kehadiran materi kayu, tumbuhan, kain, batu, kericik air, dalam ruang. Apalagi kalau ada lilin dalam gelas aroma teraphy, sempurna deh!







Pojok Buat Ngopi...

Tetap terkesan alami, meski cuma rumput plastik menutupi loker.




Diseberang sudut ngopi ada ruang makan plus lemari tempat perlengkapan makan dan minum.



Ruang Makan





Pemandangan Dari Ruang Sholat


Waktu mau pulang,  eit! ketemu ini ... mungkin AC terlalu dingin bagi pemiliknya yaa...:)
Tapi bikin ruang kantor makin terasa hommy!