Friday, 29 January 2016

Kenapa Takut Bicara Mati?


Ini resume dari buku "Hidup Sesudah Mati"   yang sahabat saya (Milly) kirim untuk saya. Semoga bermanfaat dan jadi ladang amalnya. Tulisannya ada di sini

****

Ketika Rasulullah ditanya tentang mati dan kehebatannya, maka Rasululah menjawab:

"Seringan-ringannya mati adalah seperti duri yang melekat pada lembaran kain wol. Apabila duri itu dicabut, pasti wolnya terbawa"

Sekali waktu pernah ngobrol dengan teman-teman  sebaya tentang orang orang yang sudah meninggal, lalu  merambatlah ke soal kematian. Salah seorang tiba tiba complain

"Udah dong, ganti topik. Jangan ngobrolin soal mati!"

Kenapa orang takut membicarakan kematian?

Menurut  Bey Arifin, pertama karna kurang atau tidak adanya ilmu pengetahuan tentang mati. Seolah kematian adalah kegelapan.  Padahal di depan kematian, itulah kehidupan yang sesungguhnya. Baru terasa dunia cuma permainan menggoda.

Kedua, karna sudah terlanjur asik dengan dosa/maksiat. Berpisah dari kegembiraan adalah kesengsaraan. Selain itu bashirahnya tak bisa berdusta, di alam yang baru harus bertanggung jawab atas kenikmatan semu.

Ketiga, boleh jadi ia masih asing dengan khaliqnya. Enggan bertemu dengan khaliknya lewat sholat. Maka  hatinya sudah merasa bahwa Allah pun enggan bertemu dengannya.

Bagi orang berilmu dan yakin akan hidup sesudah mati, perbekalan mati sudah disiapkan. Letihnya  menahan nafsu, Sabar ujian hidup, ingin segera ia petik hasilnya. Tak takut mati bila Allah mengambilnya dalam keadaan rindu, pasrah, tetap dalam iman.

Sebagaimana  doa yang Allah ajarkan kepada Nabi Yusuf

"Ya Tuhan Pencipta Langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku  dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang orang shaleh" 
(QS Yusuf 101)

Bila mati dikatakan suatu peristiwa yang paling hebat dan pasti terjadi pada setiap diri manusia,  maka melupakan mati adalah satu kebodohan.
Mengingat kematian amat perlu, supaya kita tak buang buang jatah umur, mau  berbuat baik untuk anak istri, dan semangat membela ummat /agama.

Ada cara agar mudah mengingat mati. Sering seringlah menjenguk karib kerabat yang sakit, mengusrus jenazah, mengantarnya ke kubur, dan rajin mendoakan mereka.

Kehidupan Setelah Mati

Menurut ajaran Islam terbagi ke dalam 5 periode

1. Periode menunggu, yaitu masa sesudah meninggal dunia sampai terjadinya kiamat besar. Semua mahluk Allah binasa, kematian total! Periode menunggu ini dinamai Alam Barzakh atau alam kubur.

2. Periode Peralihan, yaitu berakhirnya dunia ini lalu berganti dengan akhirat. Kejadian ini dinamakan Qiyamat Akbar, kiyamat besar. Sunyi sepi selama 40 tahun lamanya. Tak ada bunyi, tak ada suara, tak ada yang bergerak, tak ada hembusan angin.

3. Periode Kebangkitan, semua yang telah mati tadi dihidupkan kembali. Berapa banyaknya manusia sejak kelahiran Adam hingga akhir zaman? Hanya Allah lah yang tau. Anggota tubuh mereka lengkap kembali. Inila Kebangkitan Masyhar.
Kira kira 40 tahun lamanya  mereka menunggu lagi, kejadian apa selanjutnya?

Masa menunggu membuat mereka panik, letih, lesu , dahaga, lapar, dan panas. Kecuali bagi beberapa golongan manusia istimewa karena dapat perlindungan dari Allah swt.

4. Periode perhisaban. Akan dihitung semua perbuatan, perkataan. Dari masalah kecil hingga besar. Ini hari pengadilan yang prosesnya mirip dengan pengadilan dunia. Tapi hanya Allah hakimnya! Tanpa hakim pengganti atau hakim anggota.

Seluruh manusia dan jin menjadi terdakwa, para malaikat sebagai jaksa penuntut. Sedangkan para Rasul dan nabi menjadi pembela.

5. Periode pembalasan. Tak sedikit pun kezaliman  yang tak terbalas. Semua hak dikembalikan kepada pemiliknya.

Jika ada pertanyaan begini...
Kenapa sih, Allah sudah capek capek bikin alam dan seisinya, lalu dihancurkan? Jika Allah maha sayang, kenapa tak kembalikan saja hambaNya tanpa proses mati dan hisab yang menyakitkan?

Di buku ini ada uraian, betapa lebih menyakitkan bila tak ada  mati dan hisab.
Di daerah Potemon, Surabaya, beberapa tahun silam. Seorang nenek melarat punya beberapa cucu kecil-kecil dan yatim.

Di belakang gubug kecilnya ia menanam kacang. Jika panen, kacang itu direbus lalu si nenek menjualnya ke pasar. Hasilnya cukup untuk beli beras, sayur dan lauk pauk. Namun naas, seorang pemuda merampas uang, hingga nenek pulang dengan tangan hampa. Jadilah nenek dan cucu lapar sepanjang hari. Sementara si pemuda dapat masuk ke warung sate, makan enak dengan uang rampasan.

Berjalannya waktu si pemuda dan nenek pun  meninggal dunia.
Menurut pikiran anda, mungkinkah keduanya menjadi tanah dan tak ada persoalan? Yang merampok dan korban rampok sama sama jadi tanah, dan tak ada apa apa di kemudian hari?

Menurut pikiran yang sehat dan sadar akan Kebesaran dan Kebijaksanaan Allah yang telah menciptakan dan menghidupkan kedua insan itu, yakin bahwa keduanya akan diperlakukan Allah sesuai dengan perbuatan mereka selama di dunia.

Kehidupan sesudah mati dan hisab amat diperlukan untuk menegakkan keadilan, mengembalikan semua hak yang terlanggar.

Masih banyak contoh lain,bukan? Banyak koruptor pemakan harta orang tertindas, banyak yang tak menerima hak waris karna keserakahan, anak kecil yang tak berdaya di siksa keji, bayi lemah di bunuh  sebelum ia sempat menghirup udara. Bahkan para Nabi dan Rasul pun di bunuh!

Apakah adil, jika semua hamba kembali dengan aman, lalu dapat kelezatan syurga tanpa perhitungan?
Jadi kematian memang menakutkan, tapi kehidupan sesudah mati adalah harapan bagi orang yang sudah berpayah payah menjaga taqwa dan harapan bagi penuntut keadilan.

Wallahu a'lam...(Bersambung)














Thursday, 28 January 2016

Buku Dari Milly




Sejak suaminya mengajak pindah ke tempat  lebih tenang,  saya terpisah dengan Milly, sahabat sekompleks dan sepengajian.
Awalnya saya yang mengajaknya ke Majelis, tapi lama-lama, kok kenaapa jadi getol dan galakan dia ngajinya?  *Bikin Iri!

"Sejak SD sampai Kuliah, saya selalu dapat pendidikan di sekolah Katolik, ini saatnya menebus ketertinggalan saya"

Katanya satu hari saat kami menembus gelap subuh.

Tak ada obrolan lain dengannya selain masalah akhirat dan buku. Perpindahan buku dari rumah kami lancar! Saya sering malu, melihat buku-bukunya yang rapih, bersih, bersarung plastik, bertanda. Sementara buku buku saya ada yang tercoret pinsil warna anak-anak. * Untuuung nggak bau susu!

Rupanya cara Allah beda, Sambil terus mencatat langkah yang tak kesampaian, Allah bermaksud  membersihkan, memberi ilmu,  dan praktek langsung.
Milly terserang stroke sebelum setahun belajar memperbaiki bacaan quran.

Seperti biasa, penderita stroke sangat sensitif. Air matanya terus meleleh setiap menerima kunjungan saya. Bicaranya tak jelas, tapi saya faham, ia  bilang  ... Rindu jalan ke masjid.
Sungguh! Jika tak ada kata hiburan yang harus disampaikan, tentu bendungan air mata saya pecah juga!

Kemarin pembantunya datang beri kabar bagus, Milly yang masih duduk di kursi roda tengah bahagia, tangan kirinya sudah mampu digerakkan . Suami salehnya tak perlu lagi membantunya mandi. Masya Allah, Alhamdulillah.

Millly pecinta  buku, sebagai tanda rindu dan turut  bahagia, saya hadiahkan  buku "Menyingkap Tabir Sifat-Sifat Allah" by: Qurasy Shihab.

Dan sore ini Milly membuat haru...
ia mengirimi saya buku "Hidup Sesudah Mati" tebal 652 halaman. by: H.Bey Arifin.
Buku yang laris di 4 negara ini bersampul plastik agak kendur dan  tidak rapih.
Milly berusaha menunjukkan bahwa ia bisa melakukannya sendiri seperti dulu...

Insya Allah akan saya ukir kandungannya di blog ini, agar jadi ladang amalnya.
I miss u Milly ...







Sunday, 24 January 2016

Ada Toko Bahan Kue Baru di Bogor




Mau beli bahan kue ... Adanya di toko A, kemasannya... di Toko B. hiasannya ... di toko C.
Itu yang paling bikin ilfiil *Ilang feeling, kalau sedang persiapan bikin kue!
Kan asik, kalau semua ada di satu tempat, irit waktu dan ongkos.

Selain Toko YOEKS, ternyata di Bogor ada lagi toko bahan kue yang Kararomplit!  Namanya Gracia.

Niii...Bu ibu, siapa saja yang gemar coba resep ,  mau kasih gift, atau mau senengin anak di hari khusus, belanja saja di sini!
Tempatnya nggak  jauh dari pusat kota. Jalan Pandu Raya No 86.



Patokannya dari Jalan Bangbarung yang ada Bakso Sesepan itu, luruuuus saja sampe ketemu lampu merah, lalu belok kanan. Di Ruko jajaran kanan, berseberangan dengan kantor Catatan Sipil. Angkot yang lewat sana No 23 /08A.

Jalan lain bisa juga, jika lokasi rumahnya di Bogor selatan bisa masuk dari jalan Jasa Marga sebrang Barangsiang, setelah jembatan penyebrangan jalan tol (Kampus Pakuan), belok kanan, susuri jalan layang lurus saja arah warung Jambu. Kalau lewat jalur ini tidak ada angkot.

Keterangan saya nggak komplit? Ok, tanya sama tukang parkir saja yaa  :)

Eh ya, akhirnya saya dapat pisau khusus adonan pastry, di sini! *Emang penting,gituh? :)
Trus dapat info pesan kue bertopping foto, kayak gini...






Toko ini menurut saya memenuhi syarat, karna tempatnya nyaman, luas, bersih, harum, cari barang gampang, apa lagi yaaa..? Murah, komplit, mengatur barangnya rapih tidak berhimpitan, tidak antri panjang,dan ... AC terasa!

Pokoknya ke sana langsung aja deh! Kalau kurang yakin barang yang dicari ada apa ngga, telepon ke 0251-7556  229.




Saturday, 23 January 2016

Bisa Ihlas Karna Pertolongan




Untuk menjadi manusia yang ihlas itu tak mudah, sebab ranjau godaan sudah menunggu di awal niat, saat melakukan, dan setelah terlaksana.

Misalnya ... Waktu  niat sedekah pakaian , baju yang tadinya kita pandang sebelah mata tiba-tiba jadi indah.
 Jika lulus sampai pelaksanaan, bisikan bangga meniup, ujung ujungnya marah bila penerima tak mengucapkan terimakasih.

Sering kita lupa bahwa saat memberi dan menerima itu sebenarnya bukan antara hamba dengan hamba, tapi tangan kita dengan tangan Allah. Jika Allah tak menggerakkan hati, tentu kita enggan.

 Harusnya kita malu,ya... Barang yang diberi itu milik Allah, kita hanya punya Allah saja! Sedangkan Allah punya banyak.

Tentang Ihlas, ustad Firanda bilang ...

"Ihlas memang sulit, tapi berusahalah lagi, dan lagi... Mohon bantuan Allah agar hati terjaga. Cepat istighfar bila rasa riya /bangga muncul. Namun bila  kebobolan juga, percayalah ... Laa yukallifu nafsan illa wus"ahaa. Allah tak memberi beban melebihi kekuatan hambaNya...

Saya senang waktu berkunjung ke Panti asuhan beberapa waktu lalu, Kami datang tanpa sambutan rebana, tanpa suguhan. Kata sambutan pun hanya memberi semangat adik adik itu untuk belajar. Kan mereka sudah banyak nasehat dari Quran Hadis, justru kami yang harusnya belajar pada mereka.
Proud of them! Betul betul mereka membantu  kami menjaga hati dari lumut.





Usai acara kami sama-sama bawa bingkisan ke dapur, melewati kamar tidur yang bersih. Masya Allah.... Tanah 1 hektar sumbangan Madinah ini nyaman asri. Santri belajar tenang menghafal di gubug pinggir empang.

*Serasa membuka file saya yang berdebu, semoga tetap segar di mata Allah,dan diijabah someday...somewhere...

.






Efek Ganti Template



 Sudah Empat tahun saya menggunakan template dynamic, karna saya suka tampilan  sederhana, tidak rame, dan memberi keleluasaan  pada pengunjung untuk memilih, letak tulisan bagaimana yang nyaman bagi mereka.

Keburu betah pakai dynamic, sampe rela-rela in tidak ikut lomba menulis yang pakek persaratan pasang banner di tepi konten.

Awal tahun yang semangat, saya ganti tampilan ( Trimakasih mbak Alma yang baiik)
*Sok imut yaa... pakek pita segala kayak anak ABG! *Tapi saya memang suka pita sih...:)



Free!! sekarang bisa tempel banner selayaknya blogger lain.
Tapi bukan berarti tanpa resiko,lho ... Blog ini harus kekurangan pengunjung. 1 hari blog saya biasanya dikunjungi rata rata 400 orang. Paling rendah kunjungan 200. Setelah ganti template jadi melorot! 1 hari cuma sedikit di atas 100.

Sempat kaget meski inget tujuan utama nge-blog demi manfaat! Rasanya sayang saja ...  Liat statistik dan alexa rank yang sudah 1 jutaan.
Beruntung, hasil searcing memastikan memang harus begitu!

Ibarat orang pindah rumah, kerabat yang tadinya mudah berkunjung, kini harus mencar-cari alamat. Dan perlu waktu agar informasi alamat baru sampai ke telinga semua kerabat.

Sekarang hampir sebulan, angka pengunjung sdh naik jadi 200, tapi blm pernah dapat pengunjung kagetan hingga 1600  seperti yang sudah-sudah.

Jadi dont worry,bloggers! tak perlu ngambek lalu cepat cepat kembali ke gaya lama.

 Selamat berkarya!

Thursday, 21 January 2016

Belanja Di Pasar Inpres Senen




Sebenarnya rencana beli kaca mata masih beberapa hari lagi, tapi Ibu-ibu dhuafa yang kebanyakan janda itu datang ke rumah lagi bawa teman temannya.
Mereka semangat cerita, majelis ta'lim di kampungnya bertambah jemaah. Karna jamaah yang sudah bertahun tidak ngaji, sekarang hadir lagi sejak dapat sumbangan kaca mata. *Hik! Seandainya teman-teman saya tau...

Tulisan tentang kacamata itu ada di sini


Saya jadi semangat dong! Dana yang masih ada cukup untuk beli 2 lusin lagi.
Berangkat ke Pasar Senen Jakarta meski kesiangan (*maklum kudu masak dulu..) tapi lancar,car! Dapat tempat duduk luas di kereta dan  bisa tidur pulas kalau mau.

Pasar Senen sebagian masih asli seperti dulu, sebagian lagi sudah terbakar.
Perjalanan Nostalgia,euy! Lapak buku-buku dan majalah bekas masih eksis. Maunya cari majalah Tintin ,  Bobo lama, dan beli buku buku Agenda yang di toko bisa 50 ribu disini cuma 30.000. Kayaknya apkiran tahun lalu tanpa  tahun. Covernya kuat lembut. Sayang.... waktu! waktu!

Tempat kacamata ada di blok I Lantai 2. Tapi sebelum sampai di tempat,  suprise banget!! Satu lantai khusus arloji. Mau model dan ukuran apa saja ada. Ini grosiran untuk jual lagi. Jadi kalau jalan ke Mall ada jam tangan keren-keren harga hampir seratus ribuan, disini harganya nggak sampai 25 ribu!


Si engkoh ambil jam itu nggak satu satu lho! Tapi seraup! Bahasa Betawi yang artinya segenggam. Masih pretelan gitu ... Nanti kita yang kreasi sendiri, macang mecingin sendiri sesuai selera ortu ,ABG, atau bocah!


Selain itu ada kios yang menjual baju-baju perlengkapan militer (US ARMY), sampai kifayeh ala palestina juga tersedia. Duh! Kenapa jadi kayak cium bau  perang ya?

Terakhir baru ketemu bagian kaca mata, Sebetulnya banyak yang nantangin sih, ada yang model bulat kecil dengan bingkai motif kulit macan. Pati cantik kalau di padu dengan abaya hitam saya. Hihi, kayak mau Safari!

Beli kaca mata baca grosiran, service self. Ambil dan pilih sendiri di antara tumpukan kardus. Lumayan! 2 lusin Cuma 150.000 something. Kalau di Bogor  harga satuannya 20.000, sementara di Ambon lebih  lagi.

Oh Jakarta... Asal tau tempat, kita bisa terpancing ide bisnis.





Konsisten Sesuai Pilihan Hati


Banyak orang yang saya kagumi punya kesibukan yang mengasilkan uang tanpa meninggalkan apa yang mereka suka. Kalau saya tanya rahasianya apa? Jawabnya karna mereka "Mengikuti Pilihan Hati" dan "Konsisten"

Ada sebagian orang yang senang  menjalani pekerjaan dengan jadwal ketat, rutin, tingkat teliti yang tinggi, berjumpa setiap hari dengan ruang, orang, barang dan cara yang sama.

Sebagian lagi ada yang senang bebas, diluar ruangan, waktu tak tentu, bukan barang atau manusia yang di hadapi, tapi binatang,tumbuhan, dll.
Nampaknya gigih menggapai impian menjadi faktor utama sukses mereka.

Kita dibekali sumber daya yang berbeda dari Allah. Bukti bahwa banyak pilihan dalam mencari rejekiNya, mungkin sebanding dengan sumber rejeki itu sendiri. Yang terpenting semua karna ibadah, bukan mempertuhankan Uang.

Benang merahnya, dengan  kesibukan diri merasa berarti, dan bertanggung jawab atas sesuatu.  Kita jadi punyai nilai kebajikan dunia akhirat.


Katanya, kekuatan seseorang bisa dilihat dari pekerjaannya. Apa iya?
Iya juga sih, sebab saya salut dengan orang  yang bisa konsisten dengan pekerjaan statis,

Saya tak bisa jalani pekerjaan yang tiap hari harus berangkat gelap, pulang gelap. Pergi jam 5 pagi, pulang jam 5 sore, mengerjakan pekerjaan yang sama, apalagi sampai membawanya ke rumah!
Allah tau banget, kekuatan saya sampe mana? Makanya cuma sebentar melamar pekerjaan kantor, habis itu keburu dilamar.

Walau pembosan, tapi saya bisa menjalankan  pekerjaan yang berhadapan dengan orang yang sama, asal tidak  monoton. Cerita berubah, gaya berubah, apalagi bisa menemukan sesuatu/ilmu dari sana. Tanpa kehilangan waktu untuk diri sendiri dan menikmati sajian Allah di sekeliling. Alhamdulillah, sejak tahun 90 saya  konsisten  mengajar dan menjalankan yayasan.

Pekerjaan menulis  juga saya suka, tanpa harus meninggalkan rumah tapi sesekali ada hasil.
Blog yang lahir tahun 2011 akhir  ini, seperti laboratorium tempat saya menguji konsisten.

Sepertinya aktivitas  mengajar, kegiatan sosial, dan menulis adalah formula yang pas dari Allah buat saya.
Menjalani semua serasa menyelam sambil minum air, ambil mutiara, makan ikan dan rumput laut!


Saya yakin banyak orang seperti seperti saya yang  tak bisa mengkalkulasi dengan akal. Pengeluaran diluar dugaan sering ada, tapi tercukupi! Cuma Allah yang tau caranya!

Menurut Ajahn Bram,
Banyak yang berprestasi tinggi  dalam pekerjaan, sering lembur,profesional dan merasa penting. Mereka bangga bila tak sempat istrahat. *Whaaaat??"
Tapi, ada tapinya... Di usia 40 atau 50 tahun ke atas si "Gila kerja" akan membayar adiksi mereka dengan kesehatan yang buruk.

Masih menurut Ajahn, mengangkat cangkir yang ringan dalam waktu lama akan jadi berat juga, Dengan rileks sejenak akan terhimpun lagi tenaga kita.Cangkir terasa ringan lagi.
















Wednesday, 20 January 2016

Merasa Takjub




Jangan biarkan diri  didikte oleh kebiasaan rutin, pengulangan setiap hari, gerak yang sama, melewati tempat yang sama, berjumpa dengan orang yang sama, hingga menumpulkan indera kita. Melewatkan hal indah disekeliling kita, lama lama si takjub memudar. Seperti makan kue diirisan ketiga, semua jadi biasa...

Saya melihat "Takjub" seperti melihat hadiah, rejeki ! Perasaan terpana hingga kita diliputi oleh emosi yang sulit untuk dijelaskan.

Takjub di masa kanak-kanak  datang dari hal hal sederhana.
Seperti yang saya ingat, di perjalanan jauh, Bapak membawa saya mendekati jendela mobil, nampak istana putih megah dikelilingi rumput hijau segar. Rusa berjalan tenang, merumput dengan leluasa. Ketakjuban pertama!

Demikian seterusnya, rasa itu terlatih lalu mendorong semua indera untuk mencari. Ada di daun melayang lalu jatuh perlahan, deru ombak, merasakan lembut  pasir disela jemari, berdiri di antara kebun teh, bunga-bunga pegunungan, dan tau bahwa ada udara sejuk yang beda dengan suhu rumah.

Takjub adalah perasaan yang membuat kita benar-benar merasa hidup, badan yang kecil ini ternyata bagian dari sesuatu yang lebih besar!

Semakin tambah usia ketakjuban bertambah bentuk. Tak hanya lewat alam, warna, puisi, lagu, lukisan dan wewangian saja. Di tempat  kereta sesak tak nyaman  saya  terpana melihat seorang gadis belia membaca quran kecil yang lembarannya sudah bergelombang sambil bergelantunngan. Penarik becak yang menyelipkan pakaian terbaiknya untuk sholat. Atau pernah saya lihat di sisi tempat sampah besar, ada bocah tengkurap di sehelai plastik membaca majalah anak anak bersampul kotor hasil temuan ayahnya yang masih sibuk cari rongsokan.

Kalau saya ceritakan pada Bapak, akan meleleh air matanya. Dengan suara dari pilek dadakan dia pasti bilang "Itulah romantika hidup,nak!"

Ketakjuban selalu ada, kita adalah bagian dari seni atau syair hidup di planet bumi.
Dan setiap  ketakjuban yang kita rasakan memberikan kita kilasan rahasia tentang makna kehidupan.

Kapan terakhir Anda merasa takjub?




Salah Satu Kunci Sukses Usaha



Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya, di sini...
Terimakasih Mas Faris, yang sudah memberikan banyak kesempatan untuk belajar, bahkan diberi tambahan voucher belanja juga yang bikin "Woow!!

*****




Bayangkan kalau  jantung sebentaaar saja berdetak, apa yang terjadi?
Tiap hari jantung mengajari kita untuk konsisten walau apa pun yang terjadi.
Konsisten itu penting dan harus dijaga dalam menjalani  usaha.

Tak akan berhasil satu usaha jika melakukannya kadang-kadang, atau kalau ada waktu saja. Apalagi pakai kata-kata "Dari pada..."  Nanti hasilnya dari pada juga.

Menulis soal ini sebenarnya menasehati diri sendiri, setelah banyak ngobrol dengan Pak Heru dan Ny.Swan pemilik 13 Restaurant Dapur Solo.

Mereka mengurai perjalanan usahanya sampai seperti sekarang ini adalah karna konsisten.

Ny Swan memulai usaha dengan berjualan jus buah dan gado-gado  di teras rumah. Bermodalkan sedikit uang dan sedikit barang jadilah  2 menu yang diseriusi, ihlas capek, dan anti bumbu akal-akalan, akhirnya usahanya di kenal banyak tetangga.

Berawal dari teras rumah


"Biar sudah ramai,  jangan serakah dengan menu,Mbak" Katanya Pak Heru.
Sedikit menu asal konsisten,fokus, dan selalu ingat niat awal yang bagus, nanti karya kita akan bagus. Supaya ajeg, dan tak cepat bosan, baiknya menu yang kita suka.

GESIT GERAK DAN IDE

Pak Heru menjuluki istrinya "kupu-kupu"  karna tak tahan lama di satu tempat. Agar lebih banyak lagi pelanggan ia berkeliling ke parkiran mobil kantor-kantor, menempeli pamflet menunya.

Perlu sabar menanti hasil, sampai ahirnya datanglah pesanan yang bikin kewalahan , sementara alat masak tak punya. Namun saat berjalan di satu perumahan ia melihat plang iklan Catering. Ia memberanikan diri menyewa peralatan masak di sana.
Seusai mengantar pesanan, janji pun ia tepati untuk mengembalikan barang. Rupanya pemilik Catering kagum melihat kesunguhan Ny Swan, dan akhirnya ia bebaskan saja biaya sewa.

Ide setiap orang akan berbeda, tapi begitu dapat ide, itulah REJEKI!!
Bagi yang malas menangkap, maka ide akan menguap! Pak Heru menasehati

KONSISTEN RASA

Kenapa In**Mie laku terjual hingga ke manca negara? Karna rasa tak berubah!
Saat hujan , dingin , lapar, yang terbayang adalah semangkuk mie rebus. Dan setelah kita santap, rasanya persiiis dengan yang dibayangkan. Di situ kuncinya!

Maka jika brand sudah kuat, rasa standard, memiliki ekspektasi, makanan berkwalitas, insya Allah berhasil! Apalagi jika diiringi dengan tampilan menarik,  pandai mengambil hati pelanggan , dan siap menerima masukan/kritikan mereka.

MANAGEMENT

Pak Heru yang sedang asik-asiknya duduk di tempat penting bisnis properti sampai rela meningalkan pekerjaannya. Ia melihat bisnis istrinya bisa berkembang asalkan soal belanja, masak, mengatur anak buah, pemasaran, keuangan, dan ketepatan waktu ada yang mengatur. Management tak perlu muluk-muluk, yang penting berjalan benar.

Tahun 2003 Insinyur sipil manager properti itu memilih jadi manager usaha keluarga saja. Ia tak malu di tertawai istri dan teman-temannya karna teliti menimbang bumbu-bumbu seperti menimbang-nimbang semen atau paku.

Baginya itulah konsisten! Supaya menu tak berubah rasa meski juru masak tak ada, atau Ny Swan sakit.

Soal keuangan, harusbetul-betul  terpisah dari keuangan rumah tangga. Bila rumah tangga kehabisan uang boleh pinjam/hutang uang usaha, asal cepat di ganti setelah ada.

Oh ya, setelah usaha dikelola berdua, pasti ada masalah perbedaan ide dan cara.
Hadapi saja sambil saling belajar memahami.
Ny Swan mengingatkan, tak mengapa rugi waktu dan tenaga! Asalkan jangan keluarga yang dikorbankan.

"Bu, dalam menjalankan usaha, rasa bosan kadang muncul, bagaimana mengatasinya?" Tanya saya.

"Nda apa-apa! Rasa bosan itu manusiawi" Jawabnya dengan semangat seperti saat sedang memberikan seminar-seminar di UMKM.

"Saya jatahi masa bosan saya, cukup 2 hari! Saya jalan-jalan ke daerah, tapi ndak mau rugi! Saya ambil ilmunya, mempelajari menu baru dan cari tau bagaimana cara melayani yang baik"



Keliling stand ditemani Ny.Swan





JANGAN TAKUT BERSAING

Jangan kesal atau sedih melihat keberhasilan warung tetangga! Panca indra di asah bukan saat mengambil keputusan tempat saja, tapi juga pada saat mempelajari apa positifnya dari pesaing kita.

Tema harus jelas, bukan sekedar ikut-ikutan.
Supaya punya nilai lebih dibanding pesaing, beri kenyamanan pada pelanggan seperti tempat parkir yang luas dan aman.
Selain itu utamakan ketepatan waktu baik dalam melayani pengunjung resto mau pun pesanan instansi.

Pernah sekali waktu karyawan Dapur Solo terlambat satu jam mengantar makanan siang pegawai. Bu Swan dengan lapang dada mengakui kesalahan dan ihlas makanan untuk ratusan pegawai itu tak dibayar.
Kejadian pahit itu malah membuat resto Dapur Solo punya tempat tersendiri di hati pelanggan. Mereka tak mau pindah ke "Lain Hati"

Ada saatnya usaha sepi tapi tetaplah dalam keadaan postif thingking.






MENGHADAPI KARYAWAN

Layaknya keluarga, karyawan yang bandel dan berprestasi diperlakukan sama. Namun dalam pendekatan tentu berbeda.
Owner dana karyawan sudah seperti keluarga besar yang terikat dalam SOP  (Aturan Main) yang jelas.

Mengatur / Menginventarisir barang mana yang bebas diambil dan mana yang tersimpan khusus adalah kunci aman .
 Sering makan bersama sambil menasehati karyawan yang "Melenceng" adalah cara jitu pak Heru. Maka tak heran, ia sudah menikahkan beberapa karyawan karna sudah dianggap orang tua sendiri  oleh mereka.

Rasanya ingin lebih banyak lagi menggali  pengalaman mereka. Tapi melihat mereka mau menyediakan waktu untuk ngobrol, membuka rahasia suksesnya dengan ihlas, rasanya sudah lebih dari cukup.

Terimakasih Pak Heru dan Ny.Swan... Eh! padanannya harus "Ibu Swan" kan ya? Tapi karna keburu ngetop dengan nama itu, ya ok ok sajalah!












Sunday, 17 January 2016

Senyum Di Tengah Malam


Jam segini saya masih baca baca supaya ngantuk
Eh! bukannya ngantuk , malah ketemu dialog di blog sahabat saya yang bikin  senyum senyum sendirian.

 Dia menulis begini

Wanita untuk dimengerti

Lelaki untuk dicurigai


Waaahhh.... Langsung banyak nama laki-laki bermunculan, menyumbang pendapat . Ada yang bilang,

- Wanita menggunakan perasaan untuk membuat laki laki kehilangan akal, dan laki laki menggunakan akal untuk  mengelabui perasaan wanita.

- Laki laki itu buaya, tapi wanita penyayang binatang

- Sesungguhnya  tipu daya syaitan lemah, dan tipu daya wanita adalah besar

-Ada satu orang yang menggabungnya,

Wanita sulit dimengerti, nggak tau maunya apa? Trus... Kenapa laki laki yang di curigai?

- Lalu  muncullah nama wanita yang lantang menimpali,

Justru itu menariknya! Kalau nggak mau kayak gitu, pacaran saja sama cowok!

- Kata wanita yang lain, sebenarnya wanita itu cuma ingin dihargai kok!

Duuh, kocak juga yaa!
Bagi saya sih, sama saja. Soalnya kata yang bikin laki laki dan wanita,

"Sebagian kamu menjadi ujian bagi sebagian yang lain" 

Hari ini orang lain jadi bahan ujian kita, dan bukan tak mungkin di kemudian hari  kita lah yang jadi bahan ujian orang lain.

Buktinya, meski sehati sepengertian, sesama wanita pun  bertengkar.

Ssst!! Sudah dulu yaa... Bisa dimarahi suami kalau  begadang!

Eh !!!  Apa wanita juga untuk dimarahi selain di hargai? **Hehe ...










Tuesday, 12 January 2016

Mau Menulis Apa?



Sebetulnya ini hutang tulisan saya . Basi kah? Nggak dong, yang namanya ilmu dan pengalaman itu nggak ada limit waktu, nggak ada matinyeee kalo orang Betawi bilang.

Event Festival Pembaca Indonesia 2015 ini berlangsung pada bulan Desember, sebelum tahun baruan di Lantai 8 Tower Synthesis  *Ngeles, padahal mah lupa tanggal ! :)  Saya tertarik dengan temanya : "Jadikan Keunikanmu Sebuah Karya"

Bayangan saya, di sana akan tergali di mana keunikan tulisan saya.
Apa yang saya dapat ? Tak sampai 25%  masalah keunikan tulisan dibahas.

Hadir seorang Novelis membeberkan tulisannya, lalu di jadikan pembanding oleh  pembicara merangkap penerbit. Pembanding lainnya? Yaa... sejenis tulisan Raditya begitulah! Jadi saya benar-benar salah pilih kelas . Malu sama usia dong, kalau gaya tulisan saya ala Raditya. 

Yah, ambil ilmunya sajalah! Saya jadi tau, seperti apa selera penerbit hingga  tulisan kita naik cetak.

Apa Keunikan Tulisanmu?

Keunikan sebetulnya telah lahir sejak ide keluar . Bagi yang kreatif, gaya tulisan pun tersusun rapih gaya sendiri. Istilahnya PREMIS. Yaitu tulisan dalam satu kalimat + Tokoh Utama + Tujuan Cerita + Konflik .
Dari Premis kita akan tau, cerita layak ditulis atau tidak.

Lina, penulis novel LONDON amat lengkap menulis Outline atau kerangka karangan, dan itu sangat mempermudah proses penulisan.

Tulisan yang unik adalah, ceritanya tidak klise ( Tak biasa) , gokil (Gila), bodoh, banyak di share di Medsos . Semua itu akan jadi personal branding yang disukai penerbit dan pembaca.

Supaya Dicari Penerbit

- Memiliki personal branding

- Berisi satu pengetahuan yang kamu kuasai ilmunya

- Rajin menyebarkan tulisan ke berbagai media sosial agar dikenal

- Konsisten dalam berkarya. Ingat! "Memaku itu tak cukup sekali ketuk, mendaki gunung tak cukup 1 langkah"

Apa Motivasi Menulis?

- Hanya ingin diterbitkan?
- Menjadi terkenal?
- Dapat Royalti?
- Menginspirasi orang lain? Atau...
- Hanya menjawab keresahan diri?

Yang Harus Dipahami

Pelajari dulu genre tulisanmu. Jangan lupa riset, googling, banyak baca buku orang lain,karna meski pun  cerita untuk anak, harus masuk akal. Apalagi dalam  cerita ada lokasi yang tak pernah kita kunjungi.

Sahabat saya yang sering juara lomba menulis,  mampu ngebut semalam mengejar Deadline. Tapi pemilihan judul, bisa berhari-hari dia fikirkan. Bukankah kita sering jatuh cinta pada judul dulu, baru isi?
Pelajari judul-judul unik pada buku-buku yang tersusun di toko buku lengkap. Sekaligus mengenali siapa "Saingan" bukumu?

Jangan lupa pelajari tulisan macam apa yang sedang nge-trend, dan pahami karakter setiap penerbit. Apakah genre tulisanmu cocok dengan selera mereka?

Jika menerima jawaban penerbit, "Maaf... Untuk saat ini naskah anda belum banyak diminati pasar", tak usah kecil hati! Anggaplah itu ungkapan selamat datang ke dunia perbukuan.

Edit sendiri naskahmu, ketahui sisi lemah tulisan dan jangan ragu untuk memotong atau menghapus. Kalau saya sih, butuh banget yang namanya  Beta Readers atau First Readers. Dia yang mengkoreksi EYD, salah ketik, paragraf, kosa kata dan lubang plot. Selain itu saya suka kepo, kayak apa sih, tulisan saya di mata orang lain?

Begitulah ... Nulis ya nulis! ini bertempur di media. Jangan beri merk sendiri "Penulis Remaja" misalnya. Nanti kalau sudah tua, bagaimana?

Meski tak tertulis. Ada diskusi penulis dan penerbit seberapa besar kemungkinan naskahnya akan laku? Siapa pesaingnya? Siapa pembelinya? Setelah kelar, baru deh naik cetak.

Tapi jangan cepat bangga  dan lega dulu! Penulis pun harus membantu promosi dan memasarkan. Hanya buku yang pas dengan selera massal yang bertahaan di rak buku toko buku terkenal. Konon, setelah 2 minggu kurang peminat, buku-nuku kita masuk gudang. Ya iya doong... penulis-penulis lain sudah antri di belakang.

Maka beranikan dirimu! Dan Raih Kesempatan! Begitu pesan akhir yang saya dapat di pertemuan itu.

Mau tau lebih banyak ? Lihat saja 10 Tips Jadi Penulis



































Thursday, 7 January 2016

Bahagia Adalah...



Kenapa sih, masih mengukur kebahagiaan atau kesuksesan dari uang?
Betul, semua orang butuh uang, orang mati pun butuh uang untuk penguburan.
Tapi sudah banyak riset dan fakta, bukan itu!

Saya termasuk yang yakin bahwa kebahagiaan bukan dari uang.
Uang tak bernilai lagi begitu saya lihat banyak orang tidur di emperan rumah sakit menunggu anaknya dioperasi, menyaksikan jenazah turun ke lubang, dan ada anak bunuh diri karna perceraian orang tuanya.

Jika harta dan kedudukan jadi ukuran, tentu Qarun dan Fir'aun jadi mahluk paling bahagia di dunia. Howward orang penting di perusahaan gas USA tak masuk Rumah Sakit Jiwa, Albert Fall si milyuner takkan mati bunuh diri.



Uang bukan tak penting, tapi ada batas (Threshold). Begitu lewat batas itu uang jadi tak penting lagi.
Allah yang paling cermat dan teliti melihat semua hati. Melalui RasulNya kita tau bahwa kebahagiaan materi itu hanya bertahan maksimal 6 bulan! 6 bulan,saudara-saudara!
Ibarat enaknya makanan, begitu lewat tenggorokan tak terasa lagi nikmatnya.

Jadi kalau ada yang baru beli rumah, dapat undian, beli mobil mewah, percayalah, setelah 6  bulan barang itu menjadi biasa-biasa saja.

Tak sedikit yang dikerja-in uang! Beli Villa cantik, dihuni 1 minggu. Setelah itu pemilik kembali ke kota besar berjibaku kumpul uang lagi. Pemandangan indah Villa, bath tub, air hangat, home theater, dinikmati oleh pembantu dan satpam rumah.


Tentu ada yang tak setuju. Tak apa...

So, bahagia itu nggak ribet, sederhana, easy! Kadang bisa direguk lewat secangkir teh hangat di sisi kaca jendela berbulir rinai hujan, menatap lalu lalang orang diluar sana yang tengah terbawa arus urusan dunia. Atau menikmati gemerisik serakan daun basah di langkah kaki,  menyentuh batu dingin berlumut, mengusap ranting pohon sebelum tunduk pada keinginan manusia...

Di dalam rumah pun ada aneka bahagia yang bisa di dapat. Apa yang membuatmu bahagia?

Saya sih, menemukannya saat melihat anak anak berangkat sholat jum'at, menyendokkan nasi ke piring suami, atau mengupas dan bersihkan jeruk untuk dia saat nonton tivi. Haha... Ya eyalaaah! Dari pada disuruh mbenerin genteng, mendingan gitu,kan?

Yang jelas... Bersyukur dengan apa yang ada, itulah kebahagiaan sesungguhnya.



Tuesday, 5 January 2016

Keriuhan Di Kepala



Ada banyak suara di dalam kepala kita. Kecepatannya tak bisa diikuti oleh ahli mengetik sekali pun. Sulit menghilangkan suara -suara itu karna lama bersemayam di satu tempat . Ada nasehat orang tua dan guru kita, cerita pengalaman berharga teman, amarah orang di sekeliling, bacaan dan tontonan yang serpihannya mengena ke sanubari.

Pernahkah terserang macam macam suara?  Sekuat tenaga memilah, mana suara  yang meneduhkan dan mana suara yang kuat memberi sinyal bahwa keputusan dan cara pandang kita sudah benar?

Jika sudah menjadi raja di hati sendiri, perlahan gaduh akan sirna. Tentara "Bashirah"  atau Fu'ad si super jujur  bersuara lemah halus, akan tegas membimbing, menenangkan...

"Jangan menzolimi dirimu sendiri" kata satu suara

"Zon sedikit pun tak mendekati kebenaran" sahut yang lain

"Berfikirlah seporsinya"

"Kamu berhak bahagia"

"Tak pantas mengharap ridlo manusia!"

Dan tiba tiba saja, semua masalah jadi ringan...

Adakalanya ia mengeritik pedas demi menyelamatkan kita dari kepongahan

"Kau bukan apa-apa jika Tuhan tak menyembunyikan aibmu!"

"Begitu lemah tempatmu bersandar"

"Kau bertanya pada Tuhanmu "Why Me?" Bagaimana jika Tuhanmu menjawab "Why Not?"

Dan diri terpecut, mengomeli kekeliruan.

Suara-suara yang menggaung dari orang-orang terbaik, berfikiran postif, memberikan semangat, amat dibutuhkan di saat riuh menyerang. Bashirah akan terasah, suaranya akan sering muncul dengan nyaring.

Kepala-kepala manusia lain pun banyak kata-kata, bisa dibayangkan,bukan? Apa yang terjadi bila kita turut menyumbang keriuhan negatif, menghakimi, tanpa berusaha menenangkan...

Wallahu a'lam bissawab...




Saturday, 2 January 2016

Menulis Lagi...





Keluhan seringkali ada pada orang yang punya setumpuk kewajiban. Waktu terasa sempit hingga tak ada jatah waktu untuk diri sendiri.

Banyak buku bagus, ilmu yang menantang terlewat, bahkan sekedar secangkir teh hangat di keheningan, tanpa suara tivi. Hanya sentuhan ujung ceret ke bibir cangkir, menyusul lembut kericiknya.

Sebegitu pentingkah kesibukan hingga habis waktu kita?
Bila itu untuk orang orang yang kita sayangi, tentu penting!

Ada kesibukan yang tidak produktif, ada pula yang bernilai panjang, baru dituai puluhan tahun mendatang.
Kebersamaan dengan keluarga, membentuk kebaikan untuk kenangan indah nanti, adalah kesibukan yang butuh waktu, hati, dan kesungguhan.

Ada yang jago mengelola waktu, tapi jika hanya untuk materi, maka stress lah yang dituai.

Cemburu yaa... kalau ada wanita penguasa waktu, pandai mengelola pekerjaan kecil hingga besar. Mahir mengambil hati keluarga dengan sikap dan masakannya. Rata, adil, membagi sentuhan sayang. Namun tetap punya waktu untuk diri sendiri. Dalam keheningan yang ditakuti banyak orang, malah menjadi saat yang dinanti untuk merajut energynya. 

Dan, saya mencoba menjadi wanita itu...