Thursday, 7 January 2016

Bahagia Adalah...



Kenapa sih, masih mengukur kebahagiaan atau kesuksesan dari uang?
Betul, semua orang butuh uang, orang mati pun butuh uang untuk penguburan.
Tapi sudah banyak riset dan fakta, bukan itu!

Saya termasuk yang yakin bahwa kebahagiaan bukan dari uang.
Uang tak bernilai lagi begitu saya lihat banyak orang tidur di emperan rumah sakit menunggu anaknya dioperasi, menyaksikan jenazah turun ke lubang, dan ada anak bunuh diri karna perceraian orang tuanya.

Jika harta dan kedudukan jadi ukuran, tentu Qarun dan Fir'aun jadi mahluk paling bahagia di dunia. Howward orang penting di perusahaan gas USA tak masuk Rumah Sakit Jiwa, Albert Fall si milyuner takkan mati bunuh diri.



Uang bukan tak penting, tapi ada batas (Threshold). Begitu lewat batas itu uang jadi tak penting lagi.
Allah yang paling cermat dan teliti melihat semua hati. Melalui RasulNya kita tau bahwa kebahagiaan materi itu hanya bertahan maksimal 6 bulan! 6 bulan,saudara-saudara!
Ibarat enaknya makanan, begitu lewat tenggorokan tak terasa lagi nikmatnya.

Jadi kalau ada yang baru beli rumah, dapat undian, beli mobil mewah, percayalah, setelah 6  bulan barang itu menjadi biasa-biasa saja.

Tak sedikit yang dikerja-in uang! Beli Villa cantik, dihuni 1 minggu. Setelah itu pemilik kembali ke kota besar berjibaku kumpul uang lagi. Pemandangan indah Villa, bath tub, air hangat, home theater, dinikmati oleh pembantu dan satpam rumah.


Tentu ada yang tak setuju. Tak apa...

So, bahagia itu nggak ribet, sederhana, easy! Kadang bisa direguk lewat secangkir teh hangat di sisi kaca jendela berbulir rinai hujan, menatap lalu lalang orang diluar sana yang tengah terbawa arus urusan dunia. Atau menikmati gemerisik serakan daun basah di langkah kaki,  menyentuh batu dingin berlumut, mengusap ranting pohon sebelum tunduk pada keinginan manusia...

Di dalam rumah pun ada aneka bahagia yang bisa di dapat. Apa yang membuatmu bahagia?

Saya sih, menemukannya saat melihat anak anak berangkat sholat jum'at, menyendokkan nasi ke piring suami, atau mengupas dan bersihkan jeruk untuk dia saat nonton tivi. Haha... Ya eyalaaah! Dari pada disuruh mbenerin genteng, mendingan gitu,kan?

Yang jelas... Bersyukur dengan apa yang ada, itulah kebahagiaan sesungguhnya.



9 comments:

  1. Setuju Mak Mutia. Banyak hal sederhana yg justru bikin kita bahagia. Dan apapun itu, kunci utamanya tetap bersyukur. Nice post ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mak Vhoy, semoga kita termasuk mahluk yg pandai bersyukur yaa...

      Delete
  2. mba Oti rajin banget ngeblognya hampir tiap hari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... karna saya beraninya cuma di sini, mau sering ikut lomba kayak Mak Arin, kok kadang kurang PD! Trimakasih hadirnya Mak...

      Delete
  3. Betul banget uang bukan segalanya. Buktinya gak sedikit artis Hollywood yang bunuh diri karena kebanyakan duit, bikin stress dan kebingungan mau diapain duitnya.. Bahkan ketenaran yang memberkan duit juga bikin runyam sehingga keputusan terakhir? Bunuh diri dweh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Bunda, dan kebahagiaan juga bisa seperti Bunda, tetap berkarya tak kenal usia.Senang Bunda bisa hadir di blog saya.. :)

      Delete
  4. setuju banget bun, yang penting keluarga kecil kita sehat, tercukupi kebutuhannya, semangaat....

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Kesehatan paling mahal dan paling sering dilupakan ya Mak...Smoga kita pandai mensyukuri.

      Delete