Saturday, 23 January 2016

Bisa Ihlas Karna Pertolongan




Untuk menjadi manusia yang ihlas itu tak mudah, sebab ranjau godaan sudah menunggu di awal niat, saat melakukan, dan setelah terlaksana.

Misalnya ... Waktu  niat sedekah pakaian , baju yang tadinya kita pandang sebelah mata tiba-tiba jadi indah.
 Jika lulus sampai pelaksanaan, bisikan bangga meniup, ujung ujungnya marah bila penerima tak mengucapkan terimakasih.

Sering kita lupa bahwa saat memberi dan menerima itu sebenarnya bukan antara hamba dengan hamba, tapi tangan kita dengan tangan Allah. Jika Allah tak menggerakkan hati, tentu kita enggan.

 Harusnya kita malu,ya... Barang yang diberi itu milik Allah, kita hanya punya Allah saja! Sedangkan Allah punya banyak.

Tentang Ihlas, ustad Firanda bilang ...

"Ihlas memang sulit, tapi berusahalah lagi, dan lagi... Mohon bantuan Allah agar hati terjaga. Cepat istighfar bila rasa riya /bangga muncul. Namun bila  kebobolan juga, percayalah ... Laa yukallifu nafsan illa wus"ahaa. Allah tak memberi beban melebihi kekuatan hambaNya...

Saya senang waktu berkunjung ke Panti asuhan beberapa waktu lalu, Kami datang tanpa sambutan rebana, tanpa suguhan. Kata sambutan pun hanya memberi semangat adik adik itu untuk belajar. Kan mereka sudah banyak nasehat dari Quran Hadis, justru kami yang harusnya belajar pada mereka.
Proud of them! Betul betul mereka membantu  kami menjaga hati dari lumut.





Usai acara kami sama-sama bawa bingkisan ke dapur, melewati kamar tidur yang bersih. Masya Allah.... Tanah 1 hektar sumbangan Madinah ini nyaman asri. Santri belajar tenang menghafal di gubug pinggir empang.

*Serasa membuka file saya yang berdebu, semoga tetap segar di mata Allah,dan diijabah someday...somewhere...

.






2 comments:

  1. Masyaa Allah. Semoga santrinya semakin bersemangat belajarnya

    ReplyDelete
  2. Amiin ya Rabb...Terimakasih doanya ya, senang mbak Elrani hadir di sini :)

    ReplyDelete