Thursday, 28 January 2016

Buku Dari Milly




Sejak suaminya mengajak pindah ke tempat  lebih tenang,  saya terpisah dengan Milly, sahabat sekompleks dan sepengajian.
Awalnya saya yang mengajaknya ke Majelis, tapi lama-lama, kok kenaapa jadi getol dan galakan dia ngajinya?  *Bikin Iri!

"Sejak SD sampai Kuliah, saya selalu dapat pendidikan di sekolah Katolik, ini saatnya menebus ketertinggalan saya"

Katanya satu hari saat kami menembus gelap subuh.

Tak ada obrolan lain dengannya selain masalah akhirat dan buku. Perpindahan buku dari rumah kami lancar! Saya sering malu, melihat buku-bukunya yang rapih, bersih, bersarung plastik, bertanda. Sementara buku buku saya ada yang tercoret pinsil warna anak-anak. * Untuuung nggak bau susu!

Rupanya cara Allah beda, Sambil terus mencatat langkah yang tak kesampaian, Allah bermaksud  membersihkan, memberi ilmu,  dan praktek langsung.
Milly terserang stroke sebelum setahun belajar memperbaiki bacaan quran.

Seperti biasa, penderita stroke sangat sensitif. Air matanya terus meleleh setiap menerima kunjungan saya. Bicaranya tak jelas, tapi saya faham, ia  bilang  ... Rindu jalan ke masjid.
Sungguh! Jika tak ada kata hiburan yang harus disampaikan, tentu bendungan air mata saya pecah juga!

Kemarin pembantunya datang beri kabar bagus, Milly yang masih duduk di kursi roda tengah bahagia, tangan kirinya sudah mampu digerakkan . Suami salehnya tak perlu lagi membantunya mandi. Masya Allah, Alhamdulillah.

Millly pecinta  buku, sebagai tanda rindu dan turut  bahagia, saya hadiahkan  buku "Menyingkap Tabir Sifat-Sifat Allah" by: Qurasy Shihab.

Dan sore ini Milly membuat haru...
ia mengirimi saya buku "Hidup Sesudah Mati" tebal 652 halaman. by: H.Bey Arifin.
Buku yang laris di 4 negara ini bersampul plastik agak kendur dan  tidak rapih.
Milly berusaha menunjukkan bahwa ia bisa melakukannya sendiri seperti dulu...

Insya Allah akan saya ukir kandungannya di blog ini, agar jadi ladang amalnya.
I miss u Milly ...







2 comments:

  1. Mengharukan, ini yang disebut persahabatan yang menmbus dimensi manusia. Persahabatan karena Allah, dan itu jarang mba

    ReplyDelete
  2. Seperti dirimu juga mbakku, Alhamdulillah... semoga berkah dan saling menjadi saksi kebaikan kelak di akhirat, amiiin.

    ReplyDelete