Thursday, 21 January 2016

Konsisten Sesuai Pilihan Hati


Banyak orang yang saya kagumi punya kesibukan yang mengasilkan uang tanpa meninggalkan apa yang mereka suka. Kalau saya tanya rahasianya apa? Jawabnya karna mereka "Mengikuti Pilihan Hati" dan "Konsisten"

Ada sebagian orang yang senang  menjalani pekerjaan dengan jadwal ketat, rutin, tingkat teliti yang tinggi, berjumpa setiap hari dengan ruang, orang, barang dan cara yang sama.

Sebagian lagi ada yang senang bebas, diluar ruangan, waktu tak tentu, bukan barang atau manusia yang di hadapi, tapi binatang,tumbuhan, dll.
Nampaknya gigih menggapai impian menjadi faktor utama sukses mereka.

Kita dibekali sumber daya yang berbeda dari Allah. Bukti bahwa banyak pilihan dalam mencari rejekiNya, mungkin sebanding dengan sumber rejeki itu sendiri. Yang terpenting semua karna ibadah, bukan mempertuhankan Uang.

Benang merahnya, dengan  kesibukan diri merasa berarti, dan bertanggung jawab atas sesuatu.  Kita jadi punyai nilai kebajikan dunia akhirat.


Katanya, kekuatan seseorang bisa dilihat dari pekerjaannya. Apa iya?
Iya juga sih, sebab saya salut dengan orang  yang bisa konsisten dengan pekerjaan statis,

Saya tak bisa jalani pekerjaan yang tiap hari harus berangkat gelap, pulang gelap. Pergi jam 5 pagi, pulang jam 5 sore, mengerjakan pekerjaan yang sama, apalagi sampai membawanya ke rumah!
Allah tau banget, kekuatan saya sampe mana? Makanya cuma sebentar melamar pekerjaan kantor, habis itu keburu dilamar.

Walau pembosan, tapi saya bisa menjalankan  pekerjaan yang berhadapan dengan orang yang sama, asal tidak  monoton. Cerita berubah, gaya berubah, apalagi bisa menemukan sesuatu/ilmu dari sana. Tanpa kehilangan waktu untuk diri sendiri dan menikmati sajian Allah di sekeliling. Alhamdulillah, sejak tahun 90 saya  konsisten  mengajar dan menjalankan yayasan.

Pekerjaan menulis  juga saya suka, tanpa harus meninggalkan rumah tapi sesekali ada hasil.
Blog yang lahir tahun 2011 akhir  ini, seperti laboratorium tempat saya menguji konsisten.

Sepertinya aktivitas  mengajar, kegiatan sosial, dan menulis adalah formula yang pas dari Allah buat saya.
Menjalani semua serasa menyelam sambil minum air, ambil mutiara, makan ikan dan rumput laut!


Saya yakin banyak orang seperti seperti saya yang  tak bisa mengkalkulasi dengan akal. Pengeluaran diluar dugaan sering ada, tapi tercukupi! Cuma Allah yang tau caranya!

Menurut Ajahn Bram,
Banyak yang berprestasi tinggi  dalam pekerjaan, sering lembur,profesional dan merasa penting. Mereka bangga bila tak sempat istrahat. *Whaaaat??"
Tapi, ada tapinya... Di usia 40 atau 50 tahun ke atas si "Gila kerja" akan membayar adiksi mereka dengan kesehatan yang buruk.

Masih menurut Ajahn, mengangkat cangkir yang ringan dalam waktu lama akan jadi berat juga, Dengan rileks sejenak akan terhimpun lagi tenaga kita.Cangkir terasa ringan lagi.
















No comments:

Post a Comment