Wednesday, 20 January 2016

Salah Satu Kunci Sukses Usaha



Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya, di sini...
Terimakasih Mas Faris, yang sudah memberikan banyak kesempatan untuk belajar, bahkan diberi tambahan voucher belanja juga yang bikin "Woow!!

*****




Bayangkan kalau  jantung sebentaaar saja berdetak, apa yang terjadi?
Tiap hari jantung mengajari kita untuk konsisten walau apa pun yang terjadi.
Konsisten itu penting dan harus dijaga dalam menjalani  usaha.

Tak akan berhasil satu usaha jika melakukannya kadang-kadang, atau kalau ada waktu saja. Apalagi pakai kata-kata "Dari pada..."  Nanti hasilnya dari pada juga.

Menulis soal ini sebenarnya menasehati diri sendiri, setelah banyak ngobrol dengan Pak Heru dan Ny.Swan pemilik 13 Restaurant Dapur Solo.

Mereka mengurai perjalanan usahanya sampai seperti sekarang ini adalah karna konsisten.

Ny Swan memulai usaha dengan berjualan jus buah dan gado-gado  di teras rumah. Bermodalkan sedikit uang dan sedikit barang jadilah  2 menu yang diseriusi, ihlas capek, dan anti bumbu akal-akalan, akhirnya usahanya di kenal banyak tetangga.

Berawal dari teras rumah


"Biar sudah ramai,  jangan serakah dengan menu,Mbak" Katanya Pak Heru.
Sedikit menu asal konsisten,fokus, dan selalu ingat niat awal yang bagus, nanti karya kita akan bagus. Supaya ajeg, dan tak cepat bosan, baiknya menu yang kita suka.

GESIT GERAK DAN IDE

Pak Heru menjuluki istrinya "kupu-kupu"  karna tak tahan lama di satu tempat. Agar lebih banyak lagi pelanggan ia berkeliling ke parkiran mobil kantor-kantor, menempeli pamflet menunya.

Perlu sabar menanti hasil, sampai ahirnya datanglah pesanan yang bikin kewalahan , sementara alat masak tak punya. Namun saat berjalan di satu perumahan ia melihat plang iklan Catering. Ia memberanikan diri menyewa peralatan masak di sana.
Seusai mengantar pesanan, janji pun ia tepati untuk mengembalikan barang. Rupanya pemilik Catering kagum melihat kesunguhan Ny Swan, dan akhirnya ia bebaskan saja biaya sewa.

Ide setiap orang akan berbeda, tapi begitu dapat ide, itulah REJEKI!!
Bagi yang malas menangkap, maka ide akan menguap! Pak Heru menasehati

KONSISTEN RASA

Kenapa In**Mie laku terjual hingga ke manca negara? Karna rasa tak berubah!
Saat hujan , dingin , lapar, yang terbayang adalah semangkuk mie rebus. Dan setelah kita santap, rasanya persiiis dengan yang dibayangkan. Di situ kuncinya!

Maka jika brand sudah kuat, rasa standard, memiliki ekspektasi, makanan berkwalitas, insya Allah berhasil! Apalagi jika diiringi dengan tampilan menarik,  pandai mengambil hati pelanggan , dan siap menerima masukan/kritikan mereka.

MANAGEMENT

Pak Heru yang sedang asik-asiknya duduk di tempat penting bisnis properti sampai rela meningalkan pekerjaannya. Ia melihat bisnis istrinya bisa berkembang asalkan soal belanja, masak, mengatur anak buah, pemasaran, keuangan, dan ketepatan waktu ada yang mengatur. Management tak perlu muluk-muluk, yang penting berjalan benar.

Tahun 2003 Insinyur sipil manager properti itu memilih jadi manager usaha keluarga saja. Ia tak malu di tertawai istri dan teman-temannya karna teliti menimbang bumbu-bumbu seperti menimbang-nimbang semen atau paku.

Baginya itulah konsisten! Supaya menu tak berubah rasa meski juru masak tak ada, atau Ny Swan sakit.

Soal keuangan, harusbetul-betul  terpisah dari keuangan rumah tangga. Bila rumah tangga kehabisan uang boleh pinjam/hutang uang usaha, asal cepat di ganti setelah ada.

Oh ya, setelah usaha dikelola berdua, pasti ada masalah perbedaan ide dan cara.
Hadapi saja sambil saling belajar memahami.
Ny Swan mengingatkan, tak mengapa rugi waktu dan tenaga! Asalkan jangan keluarga yang dikorbankan.

"Bu, dalam menjalankan usaha, rasa bosan kadang muncul, bagaimana mengatasinya?" Tanya saya.

"Nda apa-apa! Rasa bosan itu manusiawi" Jawabnya dengan semangat seperti saat sedang memberikan seminar-seminar di UMKM.

"Saya jatahi masa bosan saya, cukup 2 hari! Saya jalan-jalan ke daerah, tapi ndak mau rugi! Saya ambil ilmunya, mempelajari menu baru dan cari tau bagaimana cara melayani yang baik"



Keliling stand ditemani Ny.Swan





JANGAN TAKUT BERSAING

Jangan kesal atau sedih melihat keberhasilan warung tetangga! Panca indra di asah bukan saat mengambil keputusan tempat saja, tapi juga pada saat mempelajari apa positifnya dari pesaing kita.

Tema harus jelas, bukan sekedar ikut-ikutan.
Supaya punya nilai lebih dibanding pesaing, beri kenyamanan pada pelanggan seperti tempat parkir yang luas dan aman.
Selain itu utamakan ketepatan waktu baik dalam melayani pengunjung resto mau pun pesanan instansi.

Pernah sekali waktu karyawan Dapur Solo terlambat satu jam mengantar makanan siang pegawai. Bu Swan dengan lapang dada mengakui kesalahan dan ihlas makanan untuk ratusan pegawai itu tak dibayar.
Kejadian pahit itu malah membuat resto Dapur Solo punya tempat tersendiri di hati pelanggan. Mereka tak mau pindah ke "Lain Hati"

Ada saatnya usaha sepi tapi tetaplah dalam keadaan postif thingking.






MENGHADAPI KARYAWAN

Layaknya keluarga, karyawan yang bandel dan berprestasi diperlakukan sama. Namun dalam pendekatan tentu berbeda.
Owner dana karyawan sudah seperti keluarga besar yang terikat dalam SOP  (Aturan Main) yang jelas.

Mengatur / Menginventarisir barang mana yang bebas diambil dan mana yang tersimpan khusus adalah kunci aman .
 Sering makan bersama sambil menasehati karyawan yang "Melenceng" adalah cara jitu pak Heru. Maka tak heran, ia sudah menikahkan beberapa karyawan karna sudah dianggap orang tua sendiri  oleh mereka.

Rasanya ingin lebih banyak lagi menggali  pengalaman mereka. Tapi melihat mereka mau menyediakan waktu untuk ngobrol, membuka rahasia suksesnya dengan ihlas, rasanya sudah lebih dari cukup.

Terimakasih Pak Heru dan Ny.Swan... Eh! padanannya harus "Ibu Swan" kan ya? Tapi karna keburu ngetop dengan nama itu, ya ok ok sajalah!












4 comments:

  1. Tulisan yang saya tunggu tunggu Mbak

    ReplyDelete
  2. Asiiik... Tapi ini kok, gambarnya pada ngilang ?? Hik! :(

    ReplyDelete
  3. Iya mak, kemana gambarnya ya.. hehe.. Inspiratif bgt nih mak tentang Dapur Solo.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih Mak Arifah. Ni saya tempelin gambarnya lagi, semoga nggak hilang berulang.:)

    ReplyDelete