Saturday, 27 February 2016

Agar Mampu Melawan Fitnah




Pusing ya, semakin banyak baca, semakin banyak pertanyaan memenuhi rongga fikir kita. Mana kebenaran, mana yang fitnah, samar terlihat.

Pengertian fitnah dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia  sangat berbeda. Dalam bahasa Arab yang diambil dari 13 surah,  ada 13 arti fitnah. Kalau ke 13 itu dilebur ke dalam bahasa Indonesia, maka intisarinya

"Segala sesuatu yang tadinya tidak ada, menjadi ada"

Hasil googling saya, ketemu  Tafsir  Jami'ul Bayan yang menulis, kelak akan terjadi syubhat  atau kesamaran antara kebenaran dan kebathilan. Istilah bahasa Jawa, Wong ngerti mangan ati ,Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Ada juga yang mengibaratkan, Orang jahat naik pangkat, orang yang lugu dibelenggu, orang yang mulia dipenjara.

Fitnah berawal pada lalainya menjaga lidah. Kalau era globalisasi sekarang, sumbernya bisa pada gambar dan tulisan. Mereka lebih tajam menyakitkan  dari beribu pedang yang tertuju ke satu jantung.

Banyak dosa lisan kita dalam satu hari, keluar begitu saja tanpa rasa karna dianggap biasa. Padahal dampaknya besar bagi orang lain. Untuk menyelamatkan lidah,  Ustad  Zainal Abidin LC. menasehati...

"Tak semua pemikiran harus dikomentari, dan tak semua komentar harus dipikirkan"

Kata kata sederhana itu sangat membantu.  Mengingatkan saya bahwa dengan diam, paling tidak kita bisa menyelamatkan hati dan keadaan.


Ah, saya jadi ingat kisah ini ...

****

Seorang santri mendatangi Kiai yang amat disegani. Dengan sangat hati hati si santri bilang,

"Kyai, ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan-kesalahan  saya"

Kiyai tersenyum, "Apa kamu bersungguh-sungguh?" Dijawab santri dengan anggukan yakin. "Ya Kyai!"

Kiyai diam sesaat, nampak berfikir seperti ingin memberikan doa-doa khusus buat muridnya. Apakah sebuah tips tirakat? Atau amalan tertentu? Pokoknya yang bisa menghapuskan catatan dosa, begitu bayangan santri.

Tapi ternyata kata-kata yang keluar dari mulut Kyai sama sekali tak relevan dengan bayangan.

"Apa kamu punya kemoceng di rumah?" Tanya Kyai

Hahhh?? Kemoceng, apa hubungannya? Tapi karna kyai benar-benar serius, ia menurut saja.

"Ya, saya punya,Kyai. Tapi apa yang akan dilakukan dengan kemoceng itu?"

Kyai tersenyum..."Kau akan belajar sesuatu darinya"

"Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku" Katanya,"Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu, ingatlah-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalan yang kau lalui.

Si santri mengangguk. Barangkali maksud kiyai agar ia dapat merenungi kesalahan-kesalahannya dengan menjatuhkan bulu satu persatu. Maka kesalahan itu akan gugur diterbagkan waktu.

****

Keesokan harinya santri kembali menemui kiai dengan kemoceng botak yang tak sehelai bulu pun di tangkainya. Lalu ia serahkan pada Kyai.

"Ini Kyai, bulu bulu kemoceng sudah saya jatuhkan satu persatu sepanjang perjalanan saya, 5 kilometer dari rumah saya ke pondok ini. Saya mengingat semua perkataan buruk saya tentang kyai yang sudah saya ceritakan pada banyak orang. Maafkan saya kyai... maafkan saya!"

Sang kyai mengangguk angguk sambil tersenyum. Dada santri mengalir rasa hangat dan tenang di raut mukanya.

"Aku sudah memaafkanmu, seperti yang kukatakan kemarin. Barangkali kau hanya hilaf dan hanya sedikit mengetahui tentang aku. Tapi kau harus belajar sesuatu..." Katanya

Santri terdiam mendengar perkataan yang lembut menyejukkan itu.

"Kini , pulanglah!" Kata kyai

Baru saja santri berniat pamit dan mau mencium tangannya tapi kyai melanjutkan.

"Pulanglah dengan berjalan kaki  melalui jalan tadi"

Santri terkejut mendengar permintaan itu. Apakah ini syarat berikutnya?

"Disepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu bulu kemoceng yag tadi kau cabuti. Esok hari laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang dapat kau kumpulkan!"

Santri terdiam...

""Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini" Tutup Kyai.

****
Sepanjang jalan pulang santri berusaha mengumpulkan bulu. Hari yang terik, perjalan panjang melelahkan, betapa sulit menemukan bulu yang sudah terbang tertiup angin, atau menempel di kendaraan menuju kota jauh, atau tersapu kemana yang tak diketahui.

Tapi ia harus menemukan, mecari di setiap sudut jalanan, ke gang gang sempit,ke mana saja! Ia terus berjalan.

Setelah berjam jam, ia berdiri di depan rumahnya dengan baju basah keringat.Hari menjelang petang, hanya ada 5 helai yang berhasil ia kumpulkan.

Keesokan harinya dengan wajah murung ia temui Kyai lagi, dan menyerahkan 5 helai bulu kemoceng.

"Hanya ini yang berhasil kutemukan,Kyai"

Kyai terkekeh "Kini kau belajar sesuatu!"

"Apa yang kupelajari Kyai? Aku benar-benar tak mengerti"

"Tentang fitnah-fitnah itu" Jawab Kyai.

Tiba tiba santri tersentak, dadanya berdebar, kepalanya berkeringat.

"Bulu bulu yang kau cabut dan jatuhkan disepanjang jalan adalah fitnah yang kau sebarkan. Meski pun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya, fitnah itu telah menjadi bulu yang berterbangan entah ke mana.
Bulu bulu itu adalah kata katamu. Mereka dibawa angin waktu ke mana saja, ke berbagai tempat yang tak bisa kau duga duga. Ke berbagai wilayah yang tak kau bisa hitung!"

Santri menggigil mendengar petuah itu. seolah ada tabrakan pesawat di kepalanya. Banyak mata pisau menghujam dadanya. Ingin ia menangis sekeras kerasnya sambil memotong motong lidahnya.

Kyai melanjutkan...

"Bayangkan salah satu fitnah itu kembali pada dirimu. Barangkali kau akan meluruskannya, tak ingin mendengarnya lagi, tapi kau tak dapat menghentikan.
Kata katamu tersebar diluar kendalimu. Tak bisa dimasukkan dalam kotak atau dikubur dalam dalam. Tapi angin mengabadikannya"

"Fitnah fitnah itu telah menjadi dosa yang terus menerus beranak pinak tak berujung hingga kau wafat. Agama menyebutnya sebagai DOSA JARIAH, diluar kendali pelakunya. Mereka kelak akan jadi pemberat timbangan keburukan"

Santri menangis hebat sambil mengucapkan astaghfirullah berulang ulang.

"Kini , kau telah belajar sesuatu...Fitnah itu bukan hanya  tentang dirimu dan orang yang kau sakiti, tapi lebih luas lagi. Demikianlah anakku..."

Kyai mengatakan kalimat akhir dengan berbisik. Sebagian pipinya basah air mata.




















Wednesday, 24 February 2016

Tempat Belajar Masak Di Bogor



Keinginan lama yang belum kesampaian adalah punya dapur yang keren dan bersih untuk anak anak TK belajar masak .

Memasak itu kegiatan sederhana namun menyenangkan.
membuat anak anak teliti membaca resep, menghitung takaran, perkiraan, faham sains, menambah ilmu nutrisi, belajar menjaga  kebersihan, pandai meletakkan bahan pada wadah yang benar.

Selain itu anak  akan terasah indra penciuman, rasa, dan raba. 
Anak-anak juga jadi pandai bekerja sama, tumbah rasa percaya diri . Apalagi kalau dapat pujian hasil masakannya!

Tentu perlu waktu  serta dana besar untuk mewujudkan keinginan itu.
Beruntung sekarang ada tempat belajar yang menyediakan kelas anak anak di Kota Bogor!  Alhamdulillah...
Ini solusi juga buat Ibu-ibu yang hawatir putri remajanya  belum bisa masak, bahkan malas masuk dapur.





Letaknya di jalan Pandu Raya no 161 ada CHEF ( Cooking Healthy Education Fun).
Baru masuk ruangan sejuk itu, kita sudah disambut dengan foto-foto 12 chef. Di sudut  meja ada banner daftar kelas apa yang diminati. Bikin kue cantik? tradisional? Roti? Makanan Asia atau Eropa? Tinggal pilih!

Yang bertujuan buka usaha kuliner?
Silahkan ambil Bread Package 4x pelatihan. Benefit :

-Modul
-Apron
-Lunch
-Sertificate

Jam belajar dari jam 10 sampai jam 4 sore untuk beberapa resep.
Biar tau lebih banyak , bisa hubungi ke nomor 0251- 755 0663 atau line FB mereka,De Chef

Sesuai mottonya "Ways to be healthy,smart and fun, Chef yang gedung pertamanya  di Jalan Raya Pajajaran ini juga  menyediakan kelas Yoga, Aerobic, Hip Hop, Street Jazz, Ballet, Oshibana, Robotic, Taekwondo, dan fingerprints.









Sunday, 21 February 2016

Pertanyaan Dari Oprah




Tak sedikit wanita yang kenal  Oprah.
Dia adalah tokoh publik di Amerika Serikat. Dengan talentanya, banyak kesuksesan diraih.

Gara-gara acaranya, saya jadi tak berselera nonton acara talkshow tv lokal, *Kecuali acara Kick Andy.
Pertanyaan-pertanyaan cantik yang ia ajukan sering menggelitik tamu dan penonton.
Heran, pertanyaan yang keluar dari mulutnya seolah dilontarkan untuk saya juga. Tontonan yang sangat hidup menurut saya.

Membaca kisah acara Oprah, saya baru tau kalau setelah acara selesai, bintang tamu  duduk santai tanpa merasa diawasi kamera,Oprah dengan hati-hati bertanya pada tamunya. Konon pertanyaan itu kalimat yang abstrak hingga kebanyakan gagal menjawab.

Pertanyaan itu adalah : "Apa sesungguhnya yang kamu inginkan dalam hidup ini?"

Sebagian besar membutuhkan waktu untuk mencerna dan memahaminya. Setelah terjawab, Oprah memberi pertanyaan lanjutan,

"Apakah yang kamu lakukan sekarang sudah membantu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan?"

Hehe, ini bikin gelagapan! Karna apa yang akan dilakukan nanti, dipengaruhi oleh pertanyaan tersebut.

Menjawab pertanyaan semacam  itu memang sulit, karna pertanyaannya bermutu.
Orang terukur kecerdasannya dari bagaimana ia bertanya. So, bertanya perlu belajar.
Mahasiswa saja sulit melontarkan tanya bila di beri kesempatan. Ada kawan yang mau bertanya ke dosen dengan pendahuluan yang terlalu panjang. Ini mau nanya atau nerangin sih?

Saya jatuh cinta dengan pertanyaan ala Rasulullah, bikin lawan bicara tidak minder dan mau merenung.

Kapan kita mau belajar bertanya?













Tuesday, 16 February 2016

Adil Pada Tubuh Sendiri





Tulisan ini menyambung ulasan yang lalu....di sini

Kalau dengar ceramahnya  Dr.Ir. Basuki Budiman, Msc PH, Ketua Redaksi Jurnal Penelitian dan Makanan , pasti kita kesian deh, pada orang yang ketat memantang makanan.

Pantang makanan boleh, tapi badan juga membutuhkan makanan bergizi  seimbang. Konsumsi   untuk dewasa hitungannya  100-200 gram (2-4 porsi hewani).  300-400 gram (3-4 porsi) sayuran, dan 100-150 gram ( 2-3 porsi) per hari, agar  kebutuhan protein, vitamin, mineral, serta serat tercukupi.

Kenyataannya konsumsi sayur dan buah baru sperempat jumlah yang dianjurkan. Dan konsumsi pangan hewani baru tiga perempat jumlah yang dianjurkan.
Jika ada yang alasan, buah mahal! Lho, kok bisa beli rokok? Ujar Pak Pembicara.

Duluuu sekali, saya pernah kena Asam Urat. Punggung ibu jari kalau disentuh rasa panas dan pegal.
Hasil cek laboraturium kadar asam saya 7,9 . Yang normal untuk perempuan paling tinggi 5, kalau pria 7. Sebetulnya tidak mengganggu aktifitas sehari hari, tapi saya tak mau menabung penyakit. Saking ingin cepat cepat jauh dari si asam, berpantanglah saya.

Resep Prof. Hembing saya lakukan sesuai anjuran. 2 minggu berturut-turut minum air daun salam. Anti makan jeroan, nangka, bayam, tempe, emping, kangkung, dll. Dari berjuang keras menahan kangen, sampai biasa-biasa saja liat soto jeroan bertabur emping

Periksa Lab ke 2, hasilnya kadar asam hanya 2 , terlalu rendah kata dokter. Mungkin terlalu bersemangat ya, dietnya! Jadi harus dinaikkan lagi.
Jangan karna ketakutan sampai nasehat orang untuk pantang makan anu... anu..anu... diikutin semua! Kesian dong, sama organ lain yang tetap butuh asupan. Hehe, ternyata keadilan itu sampai ke jeroan juga!

Dari sana saya belajar, bahwa tak hanya alam, badan pun membutuhkan keseimbangan. Terlalu bebas makan tak baik, begitu juga  terlalu pantang. memang sudah pas yang Allah bilang "Perhatikan makananmu". Selain halal, thoyyiban, dan seporsinya, kita juga diminta Allah untuk perhatikan kandungannya. Jadi memang Allah ingin membedakan kita dengan binatang yang bebas sebebasnya memasukan apa saja ke dalam perut. Allah kita baik yaa...ingin hambaNya pinterrr!

Kembali ke Gizi,

Berbagai studi telah membuktikan bahwa knsumsi pangan hewani yang cukup dapat mencegah difisiensi gizi mikro, mencegah anemia, dan meningkatkan kemampuan belajar. Sefangkan konsumsi buah dan sayur yang cukup dapat menurunkan resiko penyakit pembuluh darah, kanker dan depresi.

Karenanya perlu berbagai kebijakan dan upaya untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral melalui peningkatan  ketersediaan dan konsumsi pangan hewani, sayur dan buah.
Demikian paparan Prof. Hardiansyah, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesai di  Sesi ke 2 .

Jatah Makan Kita Yang Normal

Beras          150 gram
Sayur            2 Mangkuk (Siang dan Malam)
Lauk Pauk  1/5 piring (minimal 1 macam)

Kekurangan gizi tak baik, kelebihan pun demikian.
Sayur dan buah  punya rendah energi, tapi kaya mineral. Mineral ini baik untuk mencegah obesitas.

Jangan Takut Telur Dan Daging

Tak sedikit orang khawatir akan kegemukan karna rutin mengkonsumsi daging dan telur . Asal tak berlebihan tak mengapa, tak ada hubungannya dengan jantung dan kolesterol.
Perlu diperhatikan juga cara memasaknya. Daging yang terlalu dimasak panas /berulang akan menghasilkan lemak jenuh yang tak baik untuk kesehatan.

Alhamdulillah orang Asia tak terlalu beresiko makan lemak dan susu, di banding orang Eropa. Pemerintah USA sudah melarang warganya minum susu segar. Karna bakteri cepat berkembang di alam sana.

Ada seorang ekspatriat wanita asal Australia yang lama bekerja di Jakarta. Dia cemburu karna teman teman kantor sangat bebas makan gorengan hampir setiap hari! Tapi badan dan kesehatan tak terganggu. Meski demikian harusnya tetap hati-hati, menjaga sebelum penyakit datang akan lebih baik.

Jangan Takut Lemak

Karna ada lemak baik yang bisa melawan secara dramatis  lemak jahat (Kolestrol Jahat), lalu dia meninggikan kadar lemak baik yang namanya Lipoprotein High-Density (HDL). Sirkulasi darah akan bagus, metabolisme tubuh sehat aktif dan bisa menurunkan berat badan.

Lemak ini ada pada biji bunga Matahari, Buah Alpukat, Ikan, Kacang kacangan, tahu dan minyak jagung.

(Bersambung)












Sunday, 14 February 2016

Anti Nama Itu





Ayu Ting Ting  dapat alamat palsu?

Bisa jadi bukan palsu! Tapi alamat yang dicari pakai nama pejuang! Sebab kalau kita keliling Indonesia, nama jalan dengan memakai nama pahlawan  yang sama bertebaran di mana-mana.

Memakai nama pahlawan semata mata karna ingin mengenang dan mencontoh semangatnya.
Nama jalan adalah identitas suatu wilayah, dan  berpengaruh terhadap psikologis penduduk.Ia merupakan identitas publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari sana terpatri  rasa  bangga.


Jangan coba coba mendadak ganti nama jalan. Buktinya tidak sukses rencana mengganti nama jalan wilayah istana presiden dari nama Jalan Merdeka diganti dengan jalan Soekarno-Hatta.
Jadi,  tidak tepat kalau soal alamat disandingkan dengan istilah "Apa arti sebuah nama?"


Tapi ada lho, masyarakat  yang menolak satu nama pahlawan untuk nama jalan! Padahal pahlawan itu punya jasa besar dan banyak dikenal orang. Kota Bandung menolak nama Gajah Mada. Kenapa?

Ceritanya begini...
Jaman baheula kan ada 2 kerajaan super power di Nusantara ini, yaitu kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Tahun 1350 mereka berperang. Raja Mapahit waktu itu Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Sementara Kerajaan Pajajaran di pimpin Prabu Maharaja Laingga Buana.
Konon perang ini di latar belakangi masalah Cinta dan dendam.

Ada satu lukisan yang dilukis diam diam oleh seniman besar kala itu. lukisan gadis cantik bernama Diah Pitaloka Citaresmi, putri Raja Lingga Buana. Lukisan itu  membuat Raja Hayam Wuruk jatuh cinta.Timbul niat sang raja ingin mempersunting gadis itu.

Kalau lihat silsilah, sebenarnya Raja Hayam Wuruk juga masih berdarah sunda. Sebab pendiri kerajaan Majapahit yaitu Raden Wijaya adalah keturunan Dyah Lembu Tal  yang bersuamikan Rakeyan Raja Darma, adik Raja Kawali bagian dari kerajaan Pajajaran.

Hayam Wuruk membayangkan, alangkah indahnya bisa menyatukan 2 kerajaan besar, karna perkawinan. Setelah mendapat restu keluarga kerajaan, maka dikirimlah utusan  untuk menyampaikan surat kehormatan sekaligus lamaran pada raja Pajajaran . Ia mengusulkan agar perhelatan perkawinan  dilaksanakan di kerajaan Majapahit.

Dewan kerajaan Sunda sebenarnya  keberatan, karna dianggap  tak lazim bagi adat Nusantara pada waktu itu, pengantin pria harusnya yang mendatangi dan melaksanakan pesta di tempat pengantin wanita.

Meski ada yang menentang, Maharaja Linggabuwana tetap memutuskan berangkat setelah mendengar dari ibunya sendiri Tribuawana Tunggal Dewi akan silsilah hubungan darah. Pergilah rombongan ke Pasanggerahan, suatu tempat yang telah disepakati.

Sang Patih  Salah Paham

Patih Gajah Mada sang  penasehat yang saat itu amat dibanggakan raja,rupanya salah mengerti. Ada juga buku sejarah yang menulis, sang Patih bisik bisik pada raja agar  rombongan yang datang itu dianggap telah tunduk di bawah panji Majapahit. Sebab Sumpah Palapa telah terucap, bahwa akan menyatukan seluruh kerajaan nusantra. Beliau mendesak  Raja menerima putri Citra resmi bukan sebagai calon istri, tapi tanda takluk

Raja bimbang , dalam kebimbangan dan belum ada keputusan, telanjur pecah  perselisihan antara Patih dengan rombongan pengantin wanita. Pasukan Bahayangkara di pimpinan gajah Mada sudah berangkat ke Pasanggrahan. Pasukan mengancam, rombongan itu harus mengakui superioritas Majapahit.

Merasa dihina dan dibawah tekanan, murkalah Raja Linggabuwana. Pasukan Balamati yang berjumlah sedikit rela mati demi harga diri. Peristiwa berakhir dengan gugurnya  Raja dan para pembesar. Kebahagiaan perayaan besar akhirnya tak terwujud. Pasukan Balamati dari Sunda cuma rombogan penngantin, teramat sedikit  untuk  melakukan perlawanan pada pasukan yang memang sudah siap perang.

Raja Majapahit amat murka, utusan Dharmadyaksa yang saat itu ada di kerajaan untuk menyaksikan pernikahan di utus untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pejabat sementara Sunda,Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati. Tapi sia-sia, hanya ada kemarahan dan korban perang.

Peristiwa itu membuat hubungan kedua kerajaan renggang. Sejak saat itu  di Sunda berlaku larangan kawin dengan rakyat kerajaan Majapahit. Dendam itu terbawa hingga ke pelarangan memakai nama jalan. Apalagi nama Gajah Mada.

Hadeeehh... sampe segitunya yaa...!
Tapi para moyang kita itu tidak pernah tau, bahwa satu saat  Sunda bisa menerima nama itu dengan lapang Dada dan suka cita. Bukan nama jalan sih ... Tapi nama Bak Mie Gajah Mada asal Jakarta yang baru buka cabang di sana.

Akh ... jadi ngebayangin semangkok mie ayam ngebul dan sepring pangsit goreng!

*Tulisan ini untuk mengikuti Giveaway.












Friday, 12 February 2016

Pikiranmu Tidak Benar


Waktu Bogor bebenah kota, taman cantik di mana-mana. Kolong jalan layang tadinya becek, dekil, kosong, sekarang jadi hijau, bersih, dindingnya berlukis tema alam, separuh tumbuhan merambat, mampu mencegah tangan Vandalist.

Tapi apa komentar orang yang saya temui di kendaraan umum? Mereka menggerutu... "Pemda harusnya jangan urusi taman dulu! Jalan masih banyak yang bolong-bolong kok! Gimana sih??"

Padahal itu cuma pikiran mereka saja, mereka tidak tau pemerintah Jepang menyumbang dana 400 milyar khusus untuk lingkungan alam kota Bogor,bukan jalan.

Saya pernah berfikir salah. Waktu menjaga anak di Rumah Sakit, saya pinjam gelas pada suster. Baru sebentar pinjam, beberapa saat kemudian dia  cari cari saya sampai ke apotik cuma mau minta kembalikan gelas. Gerrah dong! Masak sih, perkara gelas doang sampe segitunya??

Akhirnya baru tau setelah anak saya yang belajar management hotel bilang. Memenej peralatan Rumah Sakit itu sama dengan Hotel. Setiap barang ada penanggung jawabnya. Petugas sip1 harus tepat waktu  menyerahkan barang dengan jumlah sama pada petugas sip 2.

Tapi saya juga pernah jadi sasaran orang yang berfikir salah.
Sejak gadis saya tak pernah jatuh cinta apalagi berniat punya pasangan seniman, meski demikian saya suka puisi! Karya siapa pun saya cari dan baca! Setiap puisi punya sajian sendiri sendiri yang sama nikmat. Lalu ada seseorang bilang saya jatuh cinta pada  penulisnya, lhaaaa kok gitu?  Salah benerr dan bener bener salah!!

Tak apalah! itu sih, masalah kecil. Saya anggap angin  lewat saja.karna mau dibuktikan dengan apa?

Yang berat waktu saya mengantar Bapak ke Rumah Sakit. Kaki beliau sudah tak kuat, tapi bersikukuh tak mau di tuntun, dan menolak kursi roda! Terpaksalah saya jalan perlahan ikuti maunya.

Problemonya, dari kecil sampe tua begini, bapak selalu menyuruh 5 anak perempuannya berjalan di depan. Paling anti membelakangi anak !
Nah, jadilah sepanjang jalan orang memandang. Bisik terdengar, saya anak yang tega membiarkan orang tua berjalan tertatih di belakang.
Haddoh!! Hari itu rasanya saya kayak putri durhaka, berjalan dengan dagu terangkat di depan orang tua lemah.

Kita tak pernah tau sesuatu terjadi  karna apa??
Menduga-duga sama sekali jauh dari fakta. Parahnya jika tampilan mendukung pemikiran salah.

Saat begitu  orang lebih suka  cari  PEMBENARAN, bukan KEBENARAN (Yang haq).







Thursday, 11 February 2016

JARI EMAS




Yang lagi tranding topik  di kalangan Ibu-ibu mengandung dan melahirkan sekarang  adalah istilah "Jari Emas". Ini program pemerintah untuk memudahkan dan mempercepat pertolongan pada ibu-ibu  yang seringkali mengalami problem kesehatan dan proses bersalin.

Jari emas maksudnya, dalam keadaan darurat orang-orang terdekat ibu itu diharap bisa cepat mengirim sms ke Bidan terdekat. Nanti bidan akan kontak langsung dengan Dinas kesehatan, dari sini akan diketahui cepat Rumah Sakit mana yang paling siap menangani.

Jadi ibu dan keluarga tak usah panik, apa lagi mencari cari kamar rawat yang kosong.  selama belum di jawab panggilan penting tadi, sirine komputer akan berbunyi terus.

Demikian ucap  Ibu Dr. Camalia Wilayat Sumaryana MKM. Kepala Dinas Kesehatan Kab.Bogor, di acara Seminar yang saya hadiri kemarin. Temanya ...

"Mewujudkan Gizi Seimbang Menuju Bangsa Sehat Berprestasi"

Acara di Auditorium Thoyib Adiwijaya-Faperta-Kampus IPB ini diisi dengan ceramah para pakar gizi . Mereka dosen IPB dan utusan Dinas Kesehatan
*Ehh!! Baru nyadar setelah duduk, ini hari gizi too?


Di seminar ini kelihatan sekali bagaimana seriusnya pemerintah memikirkan kwalitas fisik dan psikis generasi bangsa yang akan datang sejak dalam kandungan, sampai dalam masa pertumbuhan.

Ada program, ada fasilitas, tinggal pengetahuan ibu tentang gizi dan informasi layanan  saja yang harus ditambah. Kalau mendengar penjelasan dari perangkat-perangkat  pemerintah ini, bukan waktunya lagi para ibu berkeluh kesah. Hak sehat bisa didapati siapa saja meski tak ada uang.
APBN sudah mengeluarkan  dana 400 milyar untuk Dinas Kesehatan 1 Kabupaten Bogor.

Apa saja bentuk layanan dari Kementrian Kesehatan?

-  Penanganan antenatal di 23 puskesmas yang tersebar di kabupaten Bogor. Penanganan antenatal  yaitu pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional kepada ibu selama masa hamil yang disesuaikan dengan standard pelayanan antenatal yang diterapkan.

-  Mengadakan kelas Ibu Hamil, bertujuan meingkatkan pengetahuan, merubah sikap dan prilaku ibu, agar faham akan kehamilan, perubahan badan, dan keluhan selama hamil. Diajarkan juga perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas,perawatan bayi, bahkan sampai ke masalah mitos.

-  Mewajibkan setiap kantor sediakan ruang menyusui
-  Ada Center Gizi untuk konsultasi gizi di seetiap Puskesmas
-  Melatih petugas konsuler menyusui.
-  Hak menyusui sedang dibahas, agar berpayung hukum.

Membicarakan masalah gizi tentu tak hanya fokus ke ibu hamil saja.
Masyarakat kita harus  pandai memilah-milih makanan yang baik . Tentang itu dibahas pada sesi ke dua . Tapi di postingan berikutnya saja yaa..:)

Hihi, suka berat nulis kalau lama-lama arahnya ke keilmiahan. Tapi ini kan banyak manfaatnya...

















Monday, 1 February 2016

Yang Terjadi Setelah Kematian

Lanjutan dari tulisan sebelumnya , di sini, dan di sini

Apa Yang Terjadi Setelah Kematian?

Yang terjadi adalah , semua  ruh-ruh berkumpul di Alam Barzakh (Alam Penantian).
Menurut Ibnu Qayyim, ruh ruh itu tidak sama kedudukannya. Masing-masing  sesuai dengan amal perbuatan di dunia.

Tempat yang tertinggi adalah disediakan untuk para Nabi dan Rasul. Dan di antara mereka pun ada tingkatan-tingkatannya atau derajatnya, seperti yang Rasulullah SAW saksikan pada saat Mi'raj

 Ada ruh yang diumpamakan burung burung hijau yang berterbangan , yaitu ruh ruh para syuhada. Namun ada yang masih tertahan di pintu, karena hutangnya di bumi belum terlunasi. Bahkan ada mujahid yang tempatnya di Neraka karna ia  mencuri harta ghanimah (Harta Rampasan Perang), padahal yang dicurinya cuma 1 lembar pakaian.

Dalam surat Al-A'raf  , Allah memberi gambaran, bahwa ruh ruh yang  baik sesudah bercerai dari jasad, di alam barzah ini mendapat bentuk dan rupa seperti di dunia. Mereka saling bergaul dan berkasih sayang lagi.
Dan ruh penentang Allah, akan tersiksa tak putus putusnya selama menanti hari akhir (Kiamat). Fisik menderita, tapi lebih menderita lagi perasaan menyesal.

TERJADINYA KIYAMAT

Kiamat adalah kejadian maha dahsyat yang pasti  terjadi. Sehingga Allah memberinya beberapa nama.

- Al Haqqah               (  Sesungguhnya  yang Pasti Terjadi)
- Al-Qaari'ah              ( Sesuatu yang mengguncangkan)
- Al Faz'ul Akbar       ( Kegemparan yang maha dahsyat)
- Al-Zalzalah              ( Kegoncangan bumi)

Orang beriman tak bersedih hari itu,  karena mereka sudah ditemani dan dihibur malaikat sejak di kubur. Mereka juga  tak khawatir karna sudah memegang janji Allah.

Hari itu semua baru merasa betapa  singkatnya hidup di bumi. Bagi orang bercatatan baik, ia menyesal mengapa tak berbuat kesalehan lebih bayak lagi? Sebaliknya bagi pendosa, ia meyesal mengapa tak pandai menggunakan waktu?

Bila ditanyakan pada si miskin, apakah penderitaannya di dunia panjang? Dia menggeleng.
Si kaya  tertunduk, kebahagiaan menikmati harta ternyata seperti sehari saja. Dan untuk mendapatkan harta itu ia korbankan kebahagiaan akhirat.

Melihat Wajah Allah

Setelah melewati tahap goncangan dahsyat , mizan,  shirot, dan puncak kenikmatan syurga sudah di dapat, maka puncak bahagia  akhirat adalah menatap wajah Allah.
Jika di bumi Nabi Musa pingsan meliat sebagian kecil cahaya Allah dan isi jagat bisa terbakar bila melihatnya, maka di hari akhir ini, melihat cahaya Allah adalah kesenangan.

*******

"Wahai yang janji dan ancaman Allah tidak berpengaruh dalam dirinya, tak bergeming oleh ancaman dan peringatannya. Wahai yang terlepas bebas, kau akan dirantai dengan tanganNya, setelah itu kau akan lenyap  usang.  lalu tercipta lagi

"Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan mengulanginya"....

"Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya".

Kematian mencerai beraikan yang kita satukan, mengoyak oyak yang kita tinggalkan, setelah itu kebangkitan berkuasa. Berapa banyak penyesalan di hari penyesalan? Kita susah payah membangun dan memperkuat, akhirnya  runtuh di batas waktu

."Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya"



Hari penuh huru hara yang menakutkan! Kesibukan yang berbeda dari segala kesibukan. Hati nurani terguncang mencengangkan akal. Tak ada lagi yang memanggil nama anak-anaknya.


Air mata deras berderai, orang berdosa resah gelisah, ingin kembali ke dunia. Sekali kali tidak!
Sungguh celaka orang yang dimurkai. Rabb tak ingin melihatnya.

 Pada hari itu semua raja tertunduk, yang terbelenggu susah lepas. Sementara bagi  hamba mukmin berhati taqwa. Itulah hari rayanya.

Saudara-saudaraku, kembalilah dengan kerinduan dan taubat yang baik. Basuhlah dosa-dosa lampau dengan air mata. Tak mengapa kita puasa di sini, asalkan bisa berbuka di sana...

(By.Ahmad Musthafa  Mutawalli)