Thursday, 11 February 2016

JARI EMAS




Yang lagi tranding topik  di kalangan Ibu-ibu mengandung dan melahirkan sekarang  adalah istilah "Jari Emas". Ini program pemerintah untuk memudahkan dan mempercepat pertolongan pada ibu-ibu  yang seringkali mengalami problem kesehatan dan proses bersalin.

Jari emas maksudnya, dalam keadaan darurat orang-orang terdekat ibu itu diharap bisa cepat mengirim sms ke Bidan terdekat. Nanti bidan akan kontak langsung dengan Dinas kesehatan, dari sini akan diketahui cepat Rumah Sakit mana yang paling siap menangani.

Jadi ibu dan keluarga tak usah panik, apa lagi mencari cari kamar rawat yang kosong.  selama belum di jawab panggilan penting tadi, sirine komputer akan berbunyi terus.

Demikian ucap  Ibu Dr. Camalia Wilayat Sumaryana MKM. Kepala Dinas Kesehatan Kab.Bogor, di acara Seminar yang saya hadiri kemarin. Temanya ...

"Mewujudkan Gizi Seimbang Menuju Bangsa Sehat Berprestasi"

Acara di Auditorium Thoyib Adiwijaya-Faperta-Kampus IPB ini diisi dengan ceramah para pakar gizi . Mereka dosen IPB dan utusan Dinas Kesehatan
*Ehh!! Baru nyadar setelah duduk, ini hari gizi too?


Di seminar ini kelihatan sekali bagaimana seriusnya pemerintah memikirkan kwalitas fisik dan psikis generasi bangsa yang akan datang sejak dalam kandungan, sampai dalam masa pertumbuhan.

Ada program, ada fasilitas, tinggal pengetahuan ibu tentang gizi dan informasi layanan  saja yang harus ditambah. Kalau mendengar penjelasan dari perangkat-perangkat  pemerintah ini, bukan waktunya lagi para ibu berkeluh kesah. Hak sehat bisa didapati siapa saja meski tak ada uang.
APBN sudah mengeluarkan  dana 400 milyar untuk Dinas Kesehatan 1 Kabupaten Bogor.

Apa saja bentuk layanan dari Kementrian Kesehatan?

-  Penanganan antenatal di 23 puskesmas yang tersebar di kabupaten Bogor. Penanganan antenatal  yaitu pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional kepada ibu selama masa hamil yang disesuaikan dengan standard pelayanan antenatal yang diterapkan.

-  Mengadakan kelas Ibu Hamil, bertujuan meingkatkan pengetahuan, merubah sikap dan prilaku ibu, agar faham akan kehamilan, perubahan badan, dan keluhan selama hamil. Diajarkan juga perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas,perawatan bayi, bahkan sampai ke masalah mitos.

-  Mewajibkan setiap kantor sediakan ruang menyusui
-  Ada Center Gizi untuk konsultasi gizi di seetiap Puskesmas
-  Melatih petugas konsuler menyusui.
-  Hak menyusui sedang dibahas, agar berpayung hukum.

Membicarakan masalah gizi tentu tak hanya fokus ke ibu hamil saja.
Masyarakat kita harus  pandai memilah-milih makanan yang baik . Tentang itu dibahas pada sesi ke dua . Tapi di postingan berikutnya saja yaa..:)

Hihi, suka berat nulis kalau lama-lama arahnya ke keilmiahan. Tapi ini kan banyak manfaatnya...

















1 comment:

  1. Program jari emas ini apa cuma di Bogor ato program nasional ya Mak? Kalo di daerah sy kayaknya belum pernah dengar -ato sayanya yg kudet hihihi

    ReplyDelete