Saturday, 12 March 2016

Istilah Fase Kehidupan


Seringkali dalam lirik lagu, nama orang,  atau dalam satu buku bacaan sejarah, ditemui bahasa sastra Jawa.
Saya tak banyak tau tentang Sastra Jawa, tapi nampak unik, Beberapa sastrawan sering manjadikannya pilihan dixi bernuansa kejawen yang menggambarkan priyayi, abangan, serta transfomasi dunia pewayangan. Misalnya tulisan Kuntowijoyo dan Umar kayyam *Ini ngintip buku koleksi Bapak saya.

Bisa dibilang salah satu keindahan sastra adalah bagaimana kelihaian pengarang memainkan bahasa sebagai medium sastra, daripada  meniru niru tulisan kebanyakan hingga terasa statis.
Sama dengan  orang tua yang bangga kalau anaknya bernama unik, dan orang berusaha mengungkap makna di baliknya,

Yang saya temui kali ini, istilah fase fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa 

1. Maskumambang : 
Simbol fase dalam kandungan.  Dimana kita masih mengapung (Kumambang) di alam ruh dan kemudian di dalam gelapnya rahim.

2. Mijil:
Artinya keluar. Ini adalah fase bayi, kita mulai mengenal kehidupan dunia. Lalu belajar bertahan di alam baru.

3. Sinom:
Adalah masa muda, masa  tumbuh kembang. Serba ingin tau hal hal baru.

4. Kinanthi:
Adalah masa pencarian jati diri, dan makna diri.

5. Asmaradhana:
Masa paling dinamik  berapi api dalam pencarian cinta  dan teman hidup

6. Gambuh:
Fase dimulainya kehidupan keluarga dengan ikatan pernikahan suci (Gambuh).
Menyatukan visi dan cinta kasih.

7. Dhandang Gula:
Puncak kesuksesan secara fisik dan materi  ( Dhandang=Bejana ). Namun selain kenikmatan gula  ( Manisnya) hidup, seharusnya diimbangi pula dengan kenikmatan rohani dan spritual.

8. Durma:
Masanya untuk lebih banyak berbuat untuk orang lain, bukan mencari kenikmatan hidup ( Gula ) semata. Atau dengan kata lain fase bertindak sosial.

9. Pangkur:
Adalah fase Uzlah ( Pangkur-Menghindar), menyepi, kontemplasi, mendekatkan diri pada Allah.
Menjauhkan diri dari gemerlapnya hidup

10. Megatruh:
Disinilah fase penutup kehidupan dunia, dimana ruh meninggalkan badan (Megat: Memisahkan).
Fase awal dari perjalanan menuju keabadian 









No comments:

Post a Comment