Saturday, 26 March 2016

Pesan Hujan


1328172829314145249

Buliran bening meluncur deras
sejuknya mengendurkan kening dari kerutan
dinginnya merasuk ke ranggas hati
terus... terus menyelusup, bukan sekedar lenyapkan dahaga

Dibawah gelap kelam
buliran laksana limpahan permata
meluncur ke celah baju, ranting,
kaca mobil hingga selokan

Penghibur kaki telanjang mungil
bulu bebek riang secemerlang kapas
Lili putih mengangguk

Berkah... berkah..
Sampai sang nabi menengadahkan wajah ke awan
di buka kancing bajunya
dialog hujan menyampaikan pesan rahmat

Sebagian bibir menyambut dengan gerutu
Dibanting kesal tapak sepatunya di depan toko

"Cepat berbilas! Air hujan sekarang penuh asam"
Kata seorang ibu memarahi anaknya.

Suka tak suka
Air tetap membaluri wajah bumi
Serupa karpet hijau yang kelak mengisi perut mahluk

Buah  bunga aneka warna dan rasa
dari satu tetes air yang sama
sejak purba selalu begitu







No comments:

Post a Comment