Friday, 25 March 2016

Berbagi Informasi Tentang Tuberkulosis



Seperti yang telah saya tulis sebelumnya di sini , semula bingung harus memilih 2 moment penting, namun akhirnya dapat izin  juga hingga dapat keduanya.

Undangan via Kompasiana ini unik menurut saya. Undangan untuk blogger dijatah hanya 20 orang. Setelah nama saya masuk, harus mendaftarkan diri lagi via email Kompasiana.com. Itu pun belum tau, apa tema yang akan dibicarakan nanti?
Keesokannya baru diberitau via email.

Unik yang lain, biasanya setelah absen langsung acara. Tapi kali ini ada daftar edaran, harus isi nomor NPWP. Bagi yang belum punya NPWP honor menulisnya dipotong 25%, bagi yang lupa bawa kartu dipotong 5%. Dengan alasan agar peserta terbiasa taat pajak. *Trus yang statusnya Ibu Rumah Tangga kayak saya ini, apa arus bikin NPWP??

Never mind! Toh tujuan ke acara itu ada kepentingan saya juga. Mau menanyakan soal baksos RISKA awal bulan depan.
Semoga tulisan ini manfaat juga buat siapa yang singgah di blog saya, dan yang utama semoga bisa membantu Dinkes dalam menyebar luaskan informasi yang benar tentang Tuberkolosis .

*****



Dahulu orang memberi ciri pada penderita TBC. Badan kurus, batuk tak sembuh sembuh, bila  batuk dahaknya berdarah.

Sekarang tidak lagi! Di acara workshop Dinkes Jakarta, Dokter Telly mengatakan, penderita TBC bisa berbadan gemuk, tanpa batuk tanpa dahak berdarah. Dan, bukan masyarakat ekonomi lemah saja yang diserang.

Satu lagi yang harus diingat bahwa TBC bisa menyerang seluruh organ manusia, bukan hanya paru-paru. Ada TBC tulang, hati, ginjal, jantung, sampai TBC mata.

Dokter Telly  Kamellia SpPD,KP menerangkan lebih banyak lagi pada sesi Diagnosis dan Penatalaksanaan TB paru

Ada beberapa macam jenis TB diantaranya :

TB Loten Dormen.

TB ini samar terlihat, bisa bercampur dengan penyakit Lupus, Diabet, Timbul setelah Transplantasi organ, setelah Kemoteraphy dll.
TB juga bisa berbarengan dengan HIV hingga mempersulit, mana yang harus disembuhkan lebih dahulu.

Tentu ada pasien  yang tersinggung, tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya terkena HIV,  dengan  pemeriksaan fisik dan lab semua akan terdeteksi.
Selain itu dibutuhkan konseling khusus, dimana dokter mencari tau gaya hidup, aktivitas keseharian, dan lingkungan di sekitarnya.

TB Laten

Jenis kuman TB yang bersemayam dalam tubuh namun tidak nampak dan hanya bisa dibuktikan dengan test Igra. Foto Torax kurang bisa menjamin.

TB MDR

Adalah penderita TBC yang pengobatannya terputus. Bisa jadi karna bosan, atau efek obat TBC yang memang bikin badan tidak nyaman seperti lesu, mual, bahkan bikin dipresi dan tumbuh keinginan bunuh diri.

Minum obat rutin minimal 6 bulan. jika bisa melewatinya nafsu makan akan pulih, tapi ini juga bikin pasien lupa untuk menyambung ke pengobatan selajutnya.

Dikesempatan baik ini, 2 gadis tampil menceritakan pengalamannya selama perawatan TB MDR. Bagaimana dia dijauhi teman dan harus kuat melawan efek obat.

(Bersambung)



No comments:

Post a Comment