Friday, 29 April 2016

Percakapan WA Jelang Pagi


Dewi :

Mba otty..
Setelah aku banyak berdoa utk penyelesaian masalahku pada Allah. Di saat Allah memberi begitu banyak harapan akan dikabulkan, Bolehkah aku berhenti berdoa?

Maksudnya, aku mau menyerahkan hasil nya kepada Allah... dan jika terkabul itu adalah kehendak Allah...

Andai gagal, aku ikhlas dan yakin itu pilihan Allah yg lebih baik untuk aku

Aku merasa kalau aku terus2an berdoa agar doaku dikabul, yg ada di pikiranku bukan Allah lagi.. tapi dunia dan segala tujuanku itu...

Makanya justru aku berenti berdoa untuk itu.

 Salah ngga ya aku mbak ??

Saya:

Sependek pengetahuan saya, doa adalah zikir, tanda ketergantungan kita pd Allah dan salah satu cara membina hubungan baik dengan Allah. Doa mengingatkan diri sendiri bahwa kita lemah.

Nggak apa apa banyak minta dunia.
Saya ingat perkataan Allah pada Nabi Musa... " Mintalah padaKu walau pun hanya tali sepatu"

Allah tetap suka dengan permintaan hamba meski hal duniawi. Tapi nggak sampe situ doang.

Dewi:

Iya mbak.. maksudnya, awal nya aku meminta....
Tapi pada saat titik akhir, justru aku diam aja... biar hasil akhir aku serahkan sama Allah
Ibaratnya aku ga mau ngatur2 Allah gitu


Saya:
Bener...jangan mendikte Allah.

Dewi:
Makanya... jadi bener kah aku diem aja....walau hati ga berenti berharap ??

Saya:
Tetap berdoa dengan teks berbeda  namun berhubungan. Krn kita suka nggak jeli.

Eeh...subuh. Nanti lagi y deek

Dewi:
Baiklah

Setelah Subuh

Saya: 
Misalnya doa gini. Ya Allah, luaskan hati hamba bila hasilnya tak seperti yang di harap. Atau...

Ya Allah bila dapat keuntungan, berilah petunjuk agar saya mampu menggunakannya sesuai dengan ridhoMu.

Tunjuki  jalan demi kelangsungan usaha ini.

Beri petunjuk agar usaha ini dikenal luas. Atau...

Saya ingin banyak bersedekah ya Allah, semoga usaha inilah pintunya.

Beri semangat ya Allah, krn sering naik turun. Dan beri ilham usaha lain yg mengiringi usaha ini dll.

Rupanya kita kudu kreatif dlm berdoa yaa.. Kalau doa dg kata kata yg selalu sama pun, lama lama loncer ngomongnya, jadi  nggak pake rasa.
 Ah.. ini mah nasehat untuk saya  sebenernya

Dewi:
Gitu ya mbak.
Baiklah.... syukron katsiron buat ilmu nya mba

Saya:
Ya say...doakan ot juga yaa, biar istiqomah ihtiarnya seperti Dewi


Dewi:
Aamiin...
Yah, mba oty jauh lebih sabar dari aku kayaknya

Saya:
Nggak juga say! Allah deh yg tau..hehe

**Ikh...Kayak Mamah Dede aja ya, pagi pagi sok nasehatin! Hihi...
Ayo kerja kerja!



Saturday, 23 April 2016

Banyak Hafal Lagu, Tapi...


Lagu apa yang paling anda cinta dan hafal?
Kalau lagu pop jadul, saya cinta berat dengan nada dan syair lagu "Melodi Air Hujan"
Penyanyinya Broery dan Christin Hakim. ** Yaah...ketebak deh!
Nggak gitu sik! Saya hafal lagu itu sejak masih kecil. Korban selera Ortu.

Kalau mau susun daftar, paling nggak, kita hafal seratus lagu. Lagu daerah, anak-anak,dewasa, Barat, Pop Indonesia Dangdut dll.
Saat santai, sedih,gembira, ada kejadian yang pas, sering bermunculan patahan syairnya.
Dengar musik intro yang mirip-mirip langsung nyambung ke memory simpanan, menebak, dan benar!

Bahkan kalau ada lawan bicara mengucapkan kalimat yang sama, langsung teringat utuh lirik  lagu, dan niat  akan putar dan nikmati lagu itu.

Hal yang sama pada hafalan quran.
Jika menelusuri firman Allah tak semua hati sama reaksinya. Tapi saya berani memastikan pasti ada 1 surat yang punya keindahan tersendiri di hati anda.

Di awal awal, saya jatuh cinta dengan surah Arrahman. Karna ngeri! Allah menceritakan langit berwarna merah mawar saking panasnya jelang qiyamat. Lalu Allah menghibur dengan warna kehijauan dalam syurga, lambang sejuk segar, indah, bikin ademmm..
Selain itu, ada yang misterius. Kenapa Allah mengulang ayat sampai 31 kali?

Ketertarikan membawa semangat menghafal. Kebetulan saya hamil anak ke dua waktu itu.
Orang bilang bagus! Supaya anaknya cinta Quran, dan terbebas dari pikun, kelak.
 Ok... Tapi saya benar benar karna cinta surah itu.

Berangkat dari ayat kecintaan, akan Allah tawarkan lagi surah selanjutnya pada anda.
Seperti guru yang puas melihat murid mengerjakan semua soal dengan benar. lalu dengan cinta dan bangga ia mencoba lagi muridnya dengan soal lain.

Cling!! Potongan ayat akan muncul saat anda milihat  masalah atau kejadian.
 Air mata meleleh bersumber dari air hati begitu dengar imam sholat  membacakan ayat itu dengan suara parau , bergetar. Apalagi kalau ia berhenti, menunggu isaknya usai!
lalu bayangkan itulah sholat terakhir anda. Ahhh....Hati makin terseok seok rasanya!

Entah dari menara mesjid mana, sayup sayup terdengar ayat itu, hati refleks menyambung.
Tapi terputus di tengah, begitu sadar anda ada di kamar mandi.

Jadi mencobalah menghafal meski ayat pendek. Bukan menghafal karna ada kepentingan.
Nanti Allah cuma kasih sebatas kepentingan, tak lebih!
Menghafal dengan berharap, semoga ayat ayat itu yang menemani kita saat sakarat.

Perlu malu pada Allah...
Masak sih, Nebak lagu bisa, menghayati lagu bisa, menghadiahkan orang dengan  lagu bisa, nangis karna lagu bisa. Setelah itu tak berbekas. Lenyap dikegersangan!

Hayuuu, dicoba!
Saudara saya bilang, dari dulu bacaan sholatnya Cool In The Gank melulu *Nama group Jazz
Maksudnya Surah Ihlas, Annas, dan Falaq.
Nah, kenapa nggak dicoba dengan ayat pendek juga? Kapan lagi? Perlu dialami, bagaimana bantuan Allah datang saat menghafal.
Dan Insya Allah nyaman, kalau tercatat mati saat hafalan belum usai.










Tuesday, 19 April 2016

Renungan Jelang Sore


Lukisan mahal sapuan kwasnya lembut. Peralihan dari satu objek ke objek lainnya sangat  halus tak kentara. Makin natural, makin dicintai.

Musik berkelas tidak serta merta muncul keras. Pendengar beradaptasi dulu lewat kelembutan nada. Di pertengahan perlahan nada naik..meninggi.. puncak dari ungkapan rasa. Kemudian dengan halus menurun ke nada asal.

Make up termahal sentuhan warnanya samar . Si empunya wajah seperti tak tersentuh pewarna. Mata yang memandang cuma menangkap kesan cerah, mata hidup, pipi merona segar.

Make up murahan teramat  kasar. Polesan warnanya tajam, persis badut!

Saya sedang berusaha menggambarkan dengan sederhana akan ahlak mulia. 
Halus tapi tak lembek. Tegas tapi tak menyakiti. 

Seperti lebah yang hinggap dan pergi... Bunga tak bergoyang.

Tak ada suatu kebaikan yang dihasilkan kecuali dari kelembutan dan kesabaran.

Saya fikir, orang yang enggan berdoa minta diberi ahlak baik adalah orang yang  "merasa" pribadinya sudah sempurna.

Rasul pemilik ahlak paling terpuji, quran berjalan, panutan ummat. Tetap berdoa diberi ahlak mulia.

Ceritanya ini renungan jelang sore saat hujan menyelimuti Bogor...

Monday, 18 April 2016

Potong Kuku




"Pak Potong kukunya yaa...Sudah panjang panjang tuuh!"
"Nggak usah, Nanti saja!" Kata Bapak dengan gaya khasnya.
"Ayo lah paak!" Saya dan adik sedikit memaksa.

Karna saya sudah terlanjur pegang pemotong kuku, langsung saya gerser kakinya ke pangkuan. Bapak nggak bisa nolak lagi. Mulai jari kelingking saya potong. Lumayan keras!
Sampai di Ibu jari, lebih keras lagi rupanya.

Keringetan ngerjainnya, sebab harus bertahap sedikit demi sedikit, sambil hati hati takut melukai.
Bisa bisa bapak ngambek, lalu suruh stop.

Putri saya inisiatif, pakek cara salon

- Ambil baskom isi air hangat,
- Campur sedikit sabun cair
- Masukkan 2 sendok makan garam
- Handuk
- Minyak Zaitun

Kaki bapak direndam dulu kurleb 10 menit. Kami siram siram supaya cepat efeknya. Baru pemotongan saya lanjutkan kembali.

Wahh...Pekerjaan jadi ringan. Kuku bapak melunak. Satu satu dipotong dan dirapihkan yang tadi bergerigi saat memotong dalam keadaan  kering.
Nggak diduga, campuran dalam air mampu juga melepaskan kotoran lapisan kulit yang sulit dibersihkan.
Kesiaaan...Bapak sulit menopang badannya saat siram wudhu bagian kaki, jadi kurang bersih disela sela jari.

Pekerjaan berlanjut, melepaskan kotoran dengan washlap (Handuk kecil). Bapak keihatan nggak mau berlama-lama. Dia paling risih kalau bikin anak anak sibuk. Kelihatan betul!
Tapi anak dan cucu kompak dijadikan candaan saja.

"Bapak kuteknya mau warna apaa?" Nanya sok serius tapi campur nahan ketawa.
"Hussh!! Jawab bapak sedikit galak, tapi senyum juga.
" Many Pady di sini murah lhoo... Sering-sering ke salon sini yaa..!"
"Ayo cepat! Bapak mau istirahat" 

At the end... kaki bapak diletakkan lagi dipangkuan saya yang sudah beralas handuk. Sebetulnya masih penasaran kepengen lebih bersih lagi. Tapi...ikut maunya aja deh!

Adik saya memijit bahunya, sementara saya membaluri kaki dengan minyak zaitun.
Saya pandangi kaki bapak, sudah berapa kilo jalan yang dia tempuh untuk membela kami?
Semoga kaki ini mampu menjawab pertanyaan Allah dengan cepat dan lancar. 
Perasaan halus merayap ... Beruntung memegang kaki beliau bukan saat di Rumah Sakit, atau ...Akh! *speechless

"Tuuuh...Pak, kakinya tadi keriiing sekarang sudah lembab dan kinclong!" Kata saya
Bapak puas, lalu mengaku selama ini ia menolak jika Ibu kedua ( Baca : Tiri) kami ingin melakukan.

"Waahh... Terimakasih naak! Kata bapak

"Laahh kok terimakasih?  Bayar Pak! Tarif Many Pady 75 000!" Jawab adik saya

'Kamu nih! Hehehe..." Bapak tertawa .













Saturday, 16 April 2016

Kenapa Berulang?


Lagi inget surah Arrahmaan...

31 kali kalimat "Fabiayyi 'alaa irabbikumaa tukazzibaan" diulang.
Katanya, itu cara Allah agar hamba serius fokus,memperhatikan firman. Ada juga cara lain dengan bersumpah, dan mengawali dengan pertanyaan.

So, jangan anggap enteng kalau sampai 31 kali Allah mempertanyakan rasa syukur hamba.
Di sana ada kata "Kumaa". Berarti ditujukan untuk 2 mahluk, jin dan manusia.

Kenapa ada di surah Arrahman yang berarti Pengasih?
Mungkin... mungkin.. Karna Allah sayang.
Dia ingin hambanya bahagia. Orang yang pandai bersyukur adalah orang yang bahagia, bukan?

Tidak benar,  bahagia dulu, baru bersyukur!
Tapi dengan bersyukur manusia jadi bahagia.

Hikmah lainnya?
Mungkin supaya saya ( Sebagai orang tua) nggak bosen dan capek menasehati anak anak. Jangan berhenti sebelum 31 kali. *mengarang bebas.hehe

Renungan kecil... sambil menahan  perut yang lagi kurang sehat. Makanya nggak bisa nulis banyak.

Tetap bersyukur cuma perut yang sakit, bukan jiwa.

Demikian sekilas info...
Selamat berhari libur teman teman... love u all!

Monday, 11 April 2016

Kemudahan Kegiatan Baksos




Ingat  lirik lagu Gundhul Gundhul Pacul?
Saya membayangkan petani berkepala botak sedang mencangkul, lalu entah kenapa nasi dalam bakul terbalik.  

Melalui MH Ainun Najib saya jadi tau kalau lagu karangan para wali itu bernafaskan Ma'rifat.
Kepala adalah anggota badan paling tinggi, melambangkan pemimpin negeri sampai  ke tiap diri. Pemegang peran sebagai khalifah, pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri, sedangkan gembelengan ( jangan sombong). Nyunggi wakul (menjunjung amanat kesejahteraan rakyat)

Mencangkul adalah kegiatan membalik tanah bagian atas ke bawah dan sebaliknya hingga tanah merata. Tanah subur bagian bawah harus angkat ke permukaan, dan sebaliknya tanah gersang diletakkan di bawah. Orang yang mampu secara finansial harus membantu, memuliakan dan .mengangkat derajat saudaranya yang tergolong marginal.

Kalau menuurut Chodjim , bagian lingkar pangkal pacul disebut Bawak, dimaknai obahing awak atau geraknya badan. Berzikir dengan perbuatan, selain zikir lisan dan qalbu.

Muslim akan sadar bahwa geraknya diawasi Allah, maka ia tak menyia nyiakan waktunya untuk menjadikan energi dalam tubuh  bermanfaat bagi orang lain.

Sekarang nggak repot kalau ingin berbuat sesuatu untuk saudara kita.
Kalau dulu saya dan teman teman cari dana ke banyak perusahaan untuk mengadakan sunatan massal atau Anjang Sana Sosial, sekarang banyak LSM yang bersedia bekerja sama dengan komunitas apa saja.

Saya mau kasih bocoran bagi yang ingin mengadakan acara Bhakti Sosial.

1. Hubungi YAT

YAT, Yayasan Amanah Takafful yang dikukuhkan negara ( Kep.KemenagRI  No 440 Th 2001) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang berhubungan dengan Bank Muammalat,
Milyaran uang zakat yang masuk ke kasnya dan dinikmati oleh dhuafa di 16 propinsi seluruh Indonesia. Tak hanya perorangan yang menyumbang, dari perusahaan-perusahaan pun mempercayai YAT mengelola ZIS (Zakat Infaq Sadaqah) mereka. Tentanag YAT bisa dibaca di sini

YAT bisa membantu dalam hal Pertolongan Bencana Alam, Korban Perang, Kesehatan dan Pendidikan. Selain program  beasiswa ia juga membuka sekolah sekolah keterampilan seperti sekolah komputer gratis.

Kami menemui Pak Ernawan Priarto Pemimpin YAT di kediamannya yang asri, di daerah Cimanggis.
Notes saya siap mencatat apa saja yang dibutuhkan anak buah Pak Er saat di lapangan nanti.
Lhaaa...Ternyata kami malah banyak membicarakan hal lain. Soal pohon cemaranya yang saya taksir, kolam ikan sederhana berlapis plastik, Ditemani putri putri santunnya yang kebetulan kuliahnya sama dengan anak saya yang di ITB.

Memang tak perlu banyak persiapan. Karna dari sarung tangan, dokter, sampai ambulance sudah disiapkan pihak YAT. Paling yang kita siapkan


- Surat permohonan
- Keterangan perkiraan jumlah pasien
- Keterangan penyakit apa yang dominan
- Pasang  tenda dan meja kursi untuk dokter.





2. Hubungi Shabawana

Shabawana sebenarnya nama grup pecinta Alam SMA 3 Jakarta. Sahabat saya yang alumni sana masih aktif berkumpul dan membentuk sarana untuk gerak sosial mereka, salah satunya  Fogging.
Biasanya kalau ada endemi DBD, masyarakat membayar urunan samapi 4 juta untuk penyemprotan nyamuk, dari Shabawana bisa gratis.

Yang kita siapkan,

- Surat permohonan
- Keterangan luas wilayah penyemprotan,  karna menyangkut perhitungan bahan
- Makan siang untuk petugasnya , kalau ada. Kemarin saya menyiapkan 15 bungkus nasi rames.

Kebetulan kami mengirim 2 surat permohonan  penyemprotan. Untuk pesantren di  TPA Bantar Gebang Bekasi dan Lapas Pondok Rajeg- Cibinong.















Senyum Mereka Senyum Kita Juga





Seringkali apa yang dihawatirkan pada kenyataannya tak terbukti.
Tanpa disadari kita  (eh, saya..) lebih menuruti sangka sebelum fakta.

Pantas ada yang bilang, berprasangka berarti tak menghargai otak sendiri. Karna ada beribu kemungkinan. Paling tidak buatlah 70 kemungkinan sebelum tau yang sesungguhnya.

Meski saya bukan ketua panitia, sudah 2 kali rapat , dan konfirm terus lewat WA, masih saja terus berdoa penuh harap semoga saya mampu amanah,  pelaksanaan baksos berjalan baik, lancar, semua terlayani. Jangan sampai ada panitia yang lalai dari tugas lalu jadi berantakan!

Perjalanan ke lokasi sampah  pagi itu  teramat lancar untuk ukuran orang yang masih buta alamat. Dokter Lutfi menjemput di ujung jalan tol. Kami berpelukan hangat karna jarang ketemu.
Baru tutup pintu mobil dia sudah beri 3 bungkusan. Kopi biji kurma, permen kurma dan bross bunga warna pink yang langsung saya sematkan di jilbab. *Fi...kamu kok baik terus!?

Akh...Saya jadi mengungkit cerita lama tentang pemberian kalung mutiara putih mungil hadiah ultah saya  ke 20 kalau tidak salah. Pokoknya masih imutlah!
Bu dokter itu tersenyum senang. Nggak sangka saya masih menyimpannya. *Hehe cuma duit yang nggak awet!

Lokasi baksos masih 1 km lagi.. Tapi bau sampah mulai tercium saat saya mampir ke tempat foto coppy. Ajib juga ... Di mana-mana toko masih tutup. jelang sampai di lokasi ketemu ini toko. Apa jadinyaa kalau klinik buka tanpa kertas pendaftaran? Ini tugas teman yang terlupa, nggak apalah! Yang penting ada bantuan Allah.

Di Lokasi

Mengharukan...Para santri sudah duduk rapih berbaju putih bersih. Grup rebana sambut dengan shalawat, padahal cuma kami ber 2 yang datang lebih awal.

Para ibu  tenang menunggu. Lihat tenda dan kursinya terlalu resmi buat klinik gratisan! Trimakasih Pak Ustad Abdul Azis...

Rombongan lain masih dalam perjalanan. Wahh, padahal petugas pendaftaran harusnya datang lebih pagi.

Tiba tiba seorang ibu mendatangi  saat saya menulis name tag.

"Bu, supaya tidak repot, saya bisa menulis daftar pasien"

Nggak pakek lama, meja itu dikerumuni lalu tersusun 85 nama pasien dan bertambah terus..
Masya Allah!

Begitulah seterusnya... Anak anak santri sigap membantu apa pun yang disuruh Pak Ustad. Tak terasa Jam 12 saat azan, semua kelar!

Dokter Ossy bertuga memberi penyuluhan DBD dan TB. Ada hadiah buat ibu ibu jika mampu menjawab kwis. Senang liat mereka gembira terima hadiah yang anak saya bungkus tadi malam *Bungkusnya unik sih!

Barakallah..
Untuk apa cemas? Untuk niat baik, pertolongan Allah sudah menunggu. Semoga kecemasan saya hanya karna ingin menyempurnakan ihtiar. Bukan karna tak yakin akan uluran tanganNya.

Amanat terselesaikan. Banyak waktu untuk alumni Riska  sambung rasa, sambung kangen, berbagi cerita.

Ini bonus kali yaa... Kan  silaturrahminya lewat jalan Allah. Bonus lainnya sahabat saya yang sinusitis berat, hanya sebentar pilek, setelah itu sibuk membagi bagikan obat.Lupa dengan sinusnya.


Lalu, saya yang biasanya  cepat bosan dan gelisah kalau berada di antara orang banyak, bising, dan berantakan. Kali  ini nggak lho!! Alhamdulillah...

Senyum mereka senyum kita juga. Membahagiakan orang lain sama dengan membahagiakan diri sendiri.
Semoga Allah ridlo, berkenan menjadikannya syafaat pada hari di mana buku amalan sudah ditutup!














PENGOBATAN








PENYULUHAN




PARA UNDANGAN



Akad Pembelian Lahan Untuk MCK



BERBAGI















SAMPAI JUMPA DI KEGIATAN BERIKUTNYA...

Sunday, 10 April 2016

Istirahat Dulu


Hari ini kepengen santai kolokan setelah  kemarin  capek di Bantar Gebang.

Sebetulnya kurang nyaman santai kayak di pantai sambil makan satai  begini. Sementara rumah berantakan.  Tapi tanggung juga sih.. percuma beberes karna sebentar lagi pindahan rumah. Lebih baik tenaganya buat packing nanti.


Problem saat packing , gampang pilek kalau banyak debu, keringet banyak, pelupa, penampung barang masih kurang.

Kayaknya harus

1. Menyusun daftar barang apa dulu yang utama.

2. Beli kardus-kardus dan pollybag ukuran besar.

3. Minta bantuan bu Ami atau Sandy untuk kerjaan yang berdebu. Eh...bu ibu aja deh, biar saya g usah pakek jilbab.

4. Kipas Angin dan beberapa t-shirt buat gonta ganti.

5. Karungin dan kasih orang  barang-barang  yang sdh setahun nggak dipakai.

6. Bikin jadwal beberes stelah disesuaikan dengan waktu yang mau bantu.

Okeh..istirahat lagi!






Thursday, 7 April 2016

Sibuk... Sibuk


Beberapa bulan lalu bingung berjamaah. Saya dan teman teman banyak nganggur. Kapan ada proyek lagi? Masak sih, gini gini aja?

Setelah kumpul di Flat Kemanggisan tercetuslah ide, yuk! Bikin kerjaan di Bantar Gebang. Jreeeeng... Mulai deh.

Ide mau fogging doang akhirnya berkembang jadi penyuluhan DBD+Tubercolosa, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Beli lahan, bangun MCK, santunan dhuafa, bagi kaos untuk santri. Haduhhh... Kurang tenaga nih!

Tarik teman sana sini, alhamdulillah dapat. Rekening menggendut, terpaksa ungsikan tabungan pribadi ke bank lain. Biasanya saya paling malas jadi bendahara, tapi yaa sutralah! Ini kan proyek akherat.

Waktu baru mulai masih sepi. Dekati hari H transferan makin banyak beruntun. Haddoh! Tak bernama pula pengirimnya. Kemarin dan tadi malam masuk 21 juta. Total sementara 60 juta something. Sulit ngucapin terimakasih karna beberapa  grup WA sudah terhapus.

Scrolling 1  WA cari aplotan struk pengirim kejauhan, susah ketemu. Akhirnya antri lagi di CS bank buat ngeprint rekaban rekening.

Di acara Ngunduh Mantu sodara jadi mojok terus, periksa WA nan penuh intruksi plus cari data pengirim.  Asik juga ya... Alat modern bisa meeting online kapan saja. *Kecup ah!

Uang kaos butuh rekening tersendiri, tapi nyerah deh! Biar teman yang buka kantong lagi.

Hari ini tambah tugas. Lapas Pondok Rajeg minta bantuan fogging. Sebenarnya urusan pengawasannya teman di Jakarta, berhubung saya yang terdekat  jadi kebagian tugas deh!
Untuuung tugasnya cuma anter makan siang saja buat 15 petugas fogging.

Semoga nggak perlu masuk ke pintu besi pendek tebal kayak waktu urus sumbangan Quran tahun lalu. Memang sih ... Ada yang kawal, tapi tetep aja nggak nyaman liat sekampung laki laki semua.
Meskipun banyak yang ganteng dan wangi kayak tersangka koruptor2 itu..

Waktu mepet, tapi subahanallah bantuan Allah sering membuat tercengang. Ada yang tiba tiba sumbang ubin toilet dari sahabat yang kerja di perusahaan keramik.

 Sementara teman pebisnis EO weding dalam waktu 20 menit telepon rekanan catering, langsung dapat 100 nasi kotak harratiiisss!

Yang alumni SMA 3 punya pasukan fogging. Biasanya kena charge 4 juta, haratiis juga.

Tinggal pelaksanaan puncak sebentar lagi. Semoga lancaar dan tak ada yang tak terbagi. Soal bingkisan sudah disepakati disembunyikan dulu, khawatir diserbu.

Tugas saya di tenda medis. Apa perlu satpam? Saya bersedia! *Jiwa Ambonnya keluar.

Hmm..Lebih baik bingung karna banyak kerjaan dari pada bingung nggak ada kerjaan. Eh, salah deng! Mending nggak bingung karna banyak kerjaan  :)

Jreng lagi ah!










Monday, 4 April 2016

Efek Arisan Share Link


Nggak nyangka deh! Efek dari arisan share linknya Asinan Blogger sangat baik.

1. Anggotanya jadi menyediakan  waktu untuk menyelami blog  sahabat

2. Jadi tau, blog yang diunjungi cenderung ke mana bahasannya

3. Tambah ilmu lagi, dengan mempelajari gaya khas  pemaparan

Keuntungan buat pemenang arisan,

1. Mengerti selera pengunjung

2. Tau kekuatan postingannya di mana

3. Satu kebahagiaan bila postingan di share / retweet .

4.  Kalimat pembuka/ Pengantar dari sahabat sahabat sangat menarik. Hingga kita tau dimana titik kalimat postingan  yang menyentuh.

5. Dan... Sangat mendongkrak jumlah visitor.

Alhamdulillah, jumlah kunjungan kemarin, 463 . Postingan "8 Hari Sebelum Ajal Menjemput" Paling banyak dikunjungi ( 385).
Mungkin ini biasa biasa saja  bagi blogger lain, tapi saya amat mensyukurinya. Jadi penyemangat untuk lebih ingin bermanfaat dalam hidup.
Terimakasih teman teman sehati  #Asinanblogger! Love you all...Verry Verry!

Sangat senang... Tapi ada sedihnya juga,
Komentnya membuat saya haruuu, hingga batal memberi koment di statusnya Mbak Donna Imelda yang telah menshare.

Terimakasih Mbak Donna, semoga bermanfaat, terutama saya sendiri.
Harus banyak muhasabah nih...Semoga jadi pahala besar buat Mbak Donna yaa...
*Big Hug untukmu, Mbakkuu... :)





Kematian masih menjadi hal yang selalu membuat saya tak nyaman untuk membicarakannya, tak heran bila saya saya selalu menghndar menulis soal ini.
Tapi membaca tulisan Mbak Oty Mutiah Ohorella yang menuliskan hal-hal apa yang akan ia lakukan seandainya ia mengetahui ajal akan menjemputnya 8 hari ke depan, membuat saya punya perspektif yang lain tentang kematian.
Kalau kamu? akan melakukan yang Mbak Oty lakukankah?
Tulisan lengkapnya ada di sini nih....


Imelda Mel Fransiska Mba Donna Imelda, kok gue nangis bombay ya bacanya 
SukaBalas22 jamDonna Imelda Ceu Imelda Mel Fransiska menyentuh banget yaaa...
SukaBalas22 jamImelda Mel Fransiska Sanggup ngga ya kita kayak gitu 
SukaBalas22 jamRetno Arumdati Mbaaak....

Aku meweeek...
Padahal baru ngantri di apotek.

Aku meweeek...
Padahal baru ngantri di apotek.
SukaBalas22 jamIndri Juwono Aku jadi inget Chicken with Plum-nya Marjane Satrapi. Tentang 8 hari sebelum kematian juga.
SukaBalas21 jamNetty Amin self reminder sih... cuma agak2 gimana juga ya bacanya......
SukaBalas19 jamMutiah Ohorella



Tulis komentar...




Postingan saya yang  banyak dibaca.

EntriPenayangan
31 Mar 2016, 10 komentar
385
121
26 Mar 2016, 9 komentar
78
7 Mar 2015, 10 komentar
76
27 Feb 2016, 9 komentar
38
17 Jan 2016, 7 komentar
36
30 Okt 2013
22
20
13 Nov 2015, 14 komentar
19
12 Jan 2016, 8 komentar
18