Monday, 30 May 2016

Tempat Kuliner Di Bogor Selatan







Kota Bogor sudah mirip dengan Bandung. Jadi pilihan aman ketika pelancong Jakarta malas terjebak macet menuju Bandung atau Puncak Cianjur.
Jika hari libur, kelihatan  di jalan jalan, utamanya stasiun, penumpang berdesakan menenteng tas oleh oleh makanan khas Bogor.

Postingan saya setiap sabtu minggu ramai dikunjungi pembaca yang cari info tempat  kuliner ( Di sini) dan tempat wisata  (Di sini).
Padahal itu tulisan 4 atau 5 tahun lalu. Belum up date lagi tempat tempat baru. Alhamdullillah jika bisa mempermudah.

Kebetulan belum lama ini saya survey tempat pengajian. Sampai di sana baru saya tau ternyata tempat itu jauuuh dari rute angkot .
Nah... Biar jalan kaki nggak terasa capek,  menghibur dirilah dengan  foto-foto  dan mencatat resto dan toko apa saja yang ada di jalan Pandu Raya- atau Jalan Ahmad Adnawidjaya -Bogor Selatan.

Kuliner

1.  Pecel Madiun, lengkap dengan gudeg komplit
2.  Mie Kota hujan, mie perpaduan antara soto Makasar dan Laksa
3.  Nasi Liwet Ayesha
4.  Alluca Dessert Shop
5.  Coffe Toffe
6.  Cullinare Van Bogor, macam macam jajanan khas Bogor
7.  Warung La Gitta (Menu serba Bebek, Ayam,Mangut Ikan)
8.  La Nang  (Aneka Cake berbahan Nangka), rencana mau pindah
9.  Rafitas Cake  (Aneka Kue cantik)
10. Ontel Cofee Djembar

11.  Toge Goreng dan Tahu Sumedang
12.  Pondok Sega Jamblang, Sega Lengko,Sate Maranggih
13.  Empal Gentong Mang Boim
14.  Bebek Lets Go
15.  Lasagna Bogor
16.  Kambing Bakar
17.  Iga Bakar, Sop Buntut, Sop Iga, Sop Buntut Goreng
       (Ada di Resto Mie Kota Hujan)

18.  Va Milk
19.  Ayam Kosek
20.  Pie Susu ( Di Mobil)
21.  Ruang Kopi
22.  Kongkouw (Cofee Shoop)
23.  Guava Tarta (Cake bahan dasar Jambu)
24.  Warung Pondok ( Bakso Rawit, Big Brider food+beverage)
25.  Bulaf Sosis
26.  De Journey Coffee
27.  La Gita Seafood
28.  RM.Padang, TRIO
29.  Dapur Kita (Insa Kitchen)- Seafood, Dim Sum, Roti Panggang,Bebek
30.  Alarus Nasi Goreng
31.  Resto And Cafe Terrace
32.  Sate Tegal LAKA LAKA
33.  Soto Lamongan
34.  Sate Maranggih APING
35.  Pondok Bakso Pak Min
36.  Coffe Combie
37.  Fresh Cup Coffee
38.  Mie Balok
39.  Karey-Ya Japanesse Cafe & Curry House
40.  Martabak Bandung
41.  Soto Bogor
42.  Bakmie Jogja dan Rawon
43.  d' Etre (Barbeque & Ice Cream)
44.  Ayam Goreng Remek
45.  Rumah Rawon





Non Kuliner

1.  Kylia Boutique
2.  Toko Bahan Kue Terkomplit GRACIA
3.  Toko Busana Syar"i
4.  Ruko grosiran Makanan Ringan (Cemilan)
5.  SLVR  Silver International Clinik
6.  Tempat Kursus Masak
7.  Tempat Yoga dan senam
8.   Toko khusus sepatu flat
9.   Griya Pesta (Party shop and organizer)









Ini cuma salah satunya ya... Yang 9 nya ada di ...

- Sepanjang jalan Pajajaran.
- Perumahan Villa Duta
- Terminal Damri
- Jalan Jasa Marga
- Arah Tajur
- Jl.Sukasari
- Surya Kencana
- Kampus Pakuan
- Daerah Empang Lolongok.






Saturday, 28 May 2016

Hidup Bermakna Dengan Kebaikan





Ketika kita berbuat baik pada orang lain, sebenarnya kita berbuat baik terhadap diri sendiri, dunia akhirat.
Mengharap balasan kebaikan dari sumber/orang yang kita tolong cuma  mengundang kecewa.

Sebab kebaikan tidak seperti pemancing yang gembira dapat hasil dari danau. Balasan kebaikan seperti hujan tak terprediksi, rinai tak terhitung, datang di saat tepat membasahi semua tempat hingga celah terkecil

Lakukan saja... Seperti menyapu halaman yang banyak daun kering. Hal rutin agar enak dinikmati mata sendiri, dan tak mengotori halaman tetangga saat angin datang.

Masih jelas diingatan, waktu pagi-pagi sekali dalam perjalanan ke stasiun , roda ojek yang saya naiki dengan cepat melilit  bagian bawah baju hingga kaki terjepit ketat . Susah payah tukang ojek berusaha memutar mundur roda. Mau merobek pun  tak berhasil karna bahan Spandex! Bergerak sedikit malah bikin kaki saya semakin kuat terjepit sampai mau menangis!

Jalanan sepi, hanya ada satu ibu berkerudung, jauh di belakang kami.  Melihat ada masalah segara ia datang, dan dengan sigap membuka tasnya. Ada gunting berbentuk aneh, runcing, tipis,  dan kelihatan tajam. Cuma beberapa kali sentuhan ujung gunting, kaki saya teraliri darah lagi. Enathlah kalau cuma gunting biasa, karna lilitan baju sudah seperti tambang buat lomba 17 an.

Rupanya ibu itu bekerja di garment bagian cuting. Alhamdulillah!
Saya bukan tergolong orang yang banyak menolong, maka menyaksikan pertolongan Allah datang di saat tepat saya anggap itulah syurga dunia!

Jangan pernah hawatir dengan biji kebaikan yang sudah ditanam. Gaungnya akan menyebar sampai ke keturunan kita. Seperti doa yang tak pernah terucap, tapi terijabah.
Dulu beberapa kali Almh. ibu membayar ongkos anak anak sekolah yang ia temui di kendaraan umum. Dia iba kalau lihat mereka sibuk menghitung kekurangan ongkos. Selain itu  ibu juga rela  sibuk-sibuk mendaftarkan seorang anak yang kami tak kenal, masuk pesantren.

Seingat saya  ibu tak pernah mewanti wanti agar saya melakukan hal serupa, tapi kenangan itu mendorong kuat langkah saya mendaftarkan Marwan ke pesantren. Ia anak tetangga saya yang baru ditinggal mati ayahnya.  Padahal rumah tangga saya yang baru terbentuk masih lemah keuangannya.

Sekarang pun saya tak mencereweti anak saya yang sudah berpenghasilan untuk sedekah.
Sudah saya sentuh hatinya  di usia 6 tahun dengan cara mengantar makanan ke dhuafa, agar ia lihat keadaan yang berbeda, lalu  bersyukur.


Lidah ini gatal sebenarnya!
Tapi satu saat kami jalan di taman Kota tak jauh dari kost-nya, bertemu pasangan  pemulung. Si Ayah mengeluh sakit gatalnya belum sembuh, meski sudah minum obat. Si ibu mengeluh gerobak barang rongsokannya  baru diambil Satpol. Tiba-tiba anak perempuan mereka yang usia SD teriak memanggil dan berlari dari kejauhan lalu mencium tangan anak saya. Barulah si Ayah bercerita bahwa anak saya yang membiayai sekolah anaknya. *Ah, jadi gerimisss!   

Anakku...
Waktu kau meraih Cumlaude, Mama bahagia. Tapi menolong, mencintai yang lemah, membuat haru campur bangga. Jangan sampai kita dicap Allah sebagai pendusta agama.

Keutamaan dan keistimewaan  muslim  adalah menolong orang yang bersedih.
Semua mahluk adalah tanggungan Allah SWT. Dan mahluk yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling manfaat untuk tanggunganNya.

Kita semua hakikatnya fakir yang menjadi tanggungan Allah. Allahlah yang mencukupi segala. 
Orang yang ihlas bersedekah akan aman di bawah naungan sedekahnya, di yaumil masyhar kelak.

Nak...
Allah akan menutupi aib hamba bila ia menutup aib saudaranya. Allah senantiasa  menolong hamba selama hamba   menolong saudaranya.
Ketika kau memiliki cinta, maka kau akan enggan berburuk sangka, dan senang berbagi. Kami membesarkanmu dengan cinta, maka sudah seharusnya cintalah yang kau tebarkan!


Hati tanpa cinta akan senang mempersulit sesuatu yang mudah, enggan memberi keleluasaan, membuat hati orang lain jadi sempit. Tanpa cinta hati akan gundah, menyebar hingga ke orang lain didekatnya.

Mencintai mahluk Allah sama dengan mencintai dirimu sendiri. Akan membuat hidupmu bermakna.
Sebagian orang merindukan cinta orang lain.karna kegagalannya mencintai diri sendiri.










Wednesday, 25 May 2016

Rajutan Setengah Jadi


Hihi...Biasaa, Bingung judul!

Sebetulnya kepala masih kliyengan,sesekali.  Tapi kalau diam saja kok rasanya nggak enak! Jadi saya teruskan saja rajutan sepatu yang baru  pertama kali ini saya bikin.
Biasanya saya membuat dompet, tas, dan syal.



Untuk Croche syal entah  kapan bisa bikin lagi?
Membuat syal selalu  mengingatkan saya pada Rifky (Keponakan). Penghangat dada warna biru laut kesukaannya, saya harap bisa membantunya  melawan dingin AC di ruang latihan  yang dia bilang terlalu kuat.
Hampir rampung saya rajut, tapi tak beberapa lama kemudian  Rifky  "Berpulang"

"I miss u honey...so much. Bunda hope you wear it when you sing!"


My Rifky




*Kembali ke laptop!

Sepatu rajut sangat menantang! Bagian atas jari yang melengkung ada hitungannya sendiri supaya belok dengan manis. Saya hanya pakai feeling saja, karna membaca pola malah nggak ngerti.
Lumayan ... 3 kali salah! Bongkar, tarik ulur benang lagi, rubah hitungan dari awal!
Hahaha.... Jadi inget nasehatnya Allah, kurleb begini...

 "Jangan seperti wanita yang suka merombak sulamannya"

Hik! Lemahnya kaum kami, tidak tetap pendirian, kurang fokus, dan selalu mengulangi kesalahan  yang sama. Hampuuun!

Saya mau bagi tips yaa, untuk bu ibu yang suka croche.

- Sekarang kan banyak dijual paket online sepatu cover croche plus tutorial.
Hendaknya pesan di awal,  supaya hak solnya rata. Karna yang saya dapat, miring. Rajutan bisa rapih, tapi kalau dipakek nggak nyaman, untuk apa?

- Pesanlah benang berbahan Nylon, selain kuat, tak mudah kusut saat pengerjaan, dan benang bisa berdiri kokoh.

- Tutorial sering kurang lengkap. Mintalah gambar, model croche dan hitungan yang jelas,khususnya di bagian atas jemari kaki.


- Bagi yang tak sabar membuat rajutan penuh, pilih saja yang minimalis. Sekarang banyak tas dan sepatu yang croche hanya sentuhan / variasi, dengan model model klasik eropa dan Jepang.

- Tempat pesan online bisa dapat alamatnya lewat inbox. Saran saya bergabunglah dengan komunitas croche yang bertebaran di FB

- Kalau ibu ibu Bogor kepingin punya tapi belum bisa, ada tempat kursusnya  di  toko  Mute, Pasar Anyar. Pendaftaran 100 ribu. sejam belajar bayar 25 ribu. 1 hari jatahnya 3 jam belajar.

- Mau belajar gratis? Silahkaaan, saya bisa kasih kursus harraatiss!!  Bulan ramadhan ini insya Allah rencananya mau  bagi ilmu di salah satu taman Bogor untuk anak anak perempuan dhuafa. Doakan nggak ada halangan yaa! Semoga saya sehat daan...*Jangan sampe diusir satpol, maksutnyaaahh!

Insya Allah, targetnya anak anak bisa bikin ini niiy! Kan lumayan, modalnya nggak sampai 25.000, tapi kalau dijual 50.000 di pameran, ibu ibu pada  mau!






Ini pola dasar yang saya buat untuk  coin purse, tinggal beli  handlenya saja. Di Pasar Mangga 2 aur-uran banyaknya, dan  model pun  unyu unyu romantis gitu!
Selera saya banget!   Nggak apa deh, selera saya dulu ...  Kalau sudah pada bisa, kan tinggal pilih sendiri.



Selanjutnya kepengen buat purse dengan variasi mutiara, perhiasan  yang paling saya suka.
Semoga rencana dan pekerjaan yang setengah jadi ini bisa terselesaikan semuanya. Amiin...







Sunday, 22 May 2016

Vertigo Dan Zikir



Vertigo itu rasanya seperti naik Jet Coster di Dunia Fantasi Ancol. Atau seperti mabuk perjalanan tapi mau muntah tidak bisa. Atau seperti kita berputar-putar kuat. lalu mendadak berhenti. Semua benda mengelilingi badan kita. Takut dan tak enak ,kan? Kita berusaha tak melihat dengan menutup mata erat erat.

Nah, vertigo sepanjang hari terus begitu. Hanya posisi tertentu yang bisa membuat putaran berhenti. Caranya  merubah rubah posisi kepala. Tegak, miring kiri/kanan, mendongak atau merunduk, dicoba coba semuanya pelan pelan sampai ketemu. Saat tidur,ke kamar mandi, harus dalam posisi itu terus. Lumayan tenang tapi kepala tetap rasanya seperti terisi banyak air.


Pengalaman pertama waktu terbangun tengah malam tiba -tiba lihat plafon kamar berputar, keringat dingin, mual, dan kepala berat, itu yang saya alami saat mengandung anak ke 5.
Dan sekarang datang lagi untuk ke 4 kalinya. Alhamdulillah lebih ringan, dan lebih bersyukurnya saya masih bisa sujud mencium bumi Allah.

Yang saya tau, Vertigo adalah gangguan syaraf keseimbangan (Sayaraf tengah).
Dia timbul bisa sebagai sign (Tanda) ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh yang berhubungan dengan penyakit lain, atau titiknya ada di pusat saraf keseimbangan yang ada di antara telingan kiri dan kanan. Saya berasumsi saraf tengahlah yang bermasalah, sebab cek lab Alhamdulillah OK. Alasan ke dua, kalau saya pasang headset, terdengar detakan di telinga, seperti ada sesuatu yang tidak lancar.

Memang kolestrol atau kalsium bisa memasuki salah satu saraf yang berpusat di batang otak. Seingat saya ada yang namanya saraf labirin dan saraf motorik.
Suhanallah yaa... Jangan melihat dan menilai nikmat besar dulu deh! Melihat benda diam di tempat saja, sebenarnya  itu sebuah kenikmatan. Kalau Allah mau, kita bisa di bikin mabuk semua tanpa alat apa apa. Cuma "Dikejain" sarafnya yang sehalus rambut dibelah 7.

Macam macam saran yang datang. Cara tradisional dengan menempelkan bantal hangat di belakang kuping dll. Sementara ini saya minum Vertigosan dan suplemen Neurobion. Kalau dulu lebih berat, ihtiarnya dengan obat Conneco yang woow harganya.

Setelah konsul via WA dengan sahabat karib saya si dokter yang salehah, namanya Lutfi, dia bilang cukup dengan obat tadi saja. Akh... kemana pun berobat dan minum obat apa saja, toh Allah juga yang menyembuhkan.

Soal merasa seperti  mabuk, kok jadi ingat (Di surat apa ya?) "Pada hari itu (Qiyamat) semua manusia mabuk"
Pokoknya di juz 30 deh! Nah, seperti ini saja sudah bikin panik, apalagi mabuk di hari dahsyat itu?


Saya baru beberapa hari lalu menengok teman dan tetangga yang sakit, mendoakan mereka dan mengingatkan mereka untuk sabar, tawakkal. "Allah sedang ingin berdua-dua denganmu" kata saya.
Lalu Allah menguji saya seminggu ini, "Apa benar ucapanmu? Apa kau mampu melaksanakannya?"

Saat hamba minta ampun, seringkali  Allah memberi  kesempatan/peluang untuk berbuat dosa lagi, sekedar nge-test, sejauh mana kesungguhannya dalam bertaubat.
Maka nasehat yang keluar dari mulut kita, perlu pembuktian juga, kan?

Ya Rabb...
Hamba ihlas menerima.
Jika tertusuk duri saja mengurangi dosa seorang hamba, maka kumohon  jadikan sakitku ini sebagai penebus dosa padaMu dan dosa pada orang lain yang tersembunyi dan  tak tersadari.


Dahulu ada Sumayyah yang bertahan dalam siksa derita dengan bibir basah zikir.
Kesempatan pembuktian hingga syahid itu tak ada lagi.
Jika ini pengganti dalam ukuran sebiji sawi, maka bimbing hamba untuk tetap mengingatMu, malah lebih banyak bersyukur.

Cabut rasa cemas, khawatir dan gundah dalam dada, gantikan dengan rasa tenang dan aman bersama nama dan sifatMu. Jadikan sakit ini pemberat timbangan kebaikan,nanti.
Jangan jadikan semua ini sia-sia, hanya sebuah erangan, sumpah serapah, apalagi  bersuuzon pada keputusanMu.

Bila Kau izinkan hamba sembuh, jadikan kesembuhan yang membarukan  lagi sel sel taqwa, menyegarkan lagi asa ibadah. Memberanikan lagi jiwa saya untuk lebih tega, lebih kejam dalam menghardik diri, untuk beramal

Ya Rabb...
Sungguh, zikir (MengingatMu) adalah obat
Hadirkan obat ini di masa senangku juga

Ammin Allahumma Amiin...

*Istirahat lagi ah...










Tuesday, 17 May 2016

Menyikapi Cinta


Wanita itu mencuri curi pandang saat makan berdua dengan suaminya.

Ah, siapa yang pernah menyangka, ia akan duduk di sini bersama pria yang dahulu hanya ia anggap teman, pengisi waktu agar punya cerita dengan lawan jenis, sekedar jaga gengsi di depan teman bahwa ia punya pengagum, dan malam minggu tak sepi.

Dia Ayah dari anak-anak yang di matanya seperti belahan nyawa.
Tanggung jawabnya terlalu banyak, kadang kesibukan membuat hari lewat tanpa perbincangan hangat.

Angka tahun terus bertambah, seiring bertambahnya kerutan di wajah.
Bahtera perkawinan bertahan meski sesekali oleng.

Entah percikan kekuatan dari mana, saat mereka menikmati sore di beranda, tetiba wanita  itu  melepaskan tanya.

"Apakah suatu saat Abang akan menikah lagi?"


"Mungkin, karna semua laki-laki mempunyai bakat untuk itu. Tapi secara praktis tidak akan menyenangkan.
Di dunia ini satu satunya standar moral yang aneh dan disepakati diseluruh dunia adalah moral dalam lembaga perkawinan.
Bayangkan! Semua transaksi sekarang harus bayar di muka, dan orang mendapatkan apa yang ia mau. Dalam perkawinan, pembayaran dan ikatan berlangsung selamanya.

Kalau bukanlah karena Tuhan, lembaga perkawinan adalah kontrak moral yang paling dungu. Itulah sebabnya Allah mengatakan "Silahkan polygami asalkan kamu bisa berlaku adil.
Hanya pria dungu yang tak paham bahwa izin polygami bukanlah free will, tapi by tight condition dan mungkin mission Impossible! Paham?"

"Bang... Pernahkah abang menyesali perkawinan?"

"Satu satunya yang ku sesali dalam hidup ini adalah karna aku tak pernah menyesali apa yang terjadi! Bahkan aku tak pernah menyesal, kenapa aku bukan jadi dokter, sosok  yang kau dambakan

Menyesal adalah hasil pikiran dan nalar, dan nalar tak mampu menjelaskan hal yang paling sederhana tentang cinta. Jadi ihlas melewati hidup adalah cara mudah untuk bahagia" Jawab suaminya dengan kalem

"Apa, karna cinta?"

"Ketahuilah olehmu, bahwa sebesar apa pun cinta laki laki atau perempuan kepada selain dari pada Tuhan, bukanlah cinta yang aman! Tuhan tak pernah meminta, Tuhan selalu memberi, sama dengan orang tua kita, tanpa cemburu mereka ihlas berkorban. Cinta aman!
Itulah sebabnya aku hormat dan sayang pada ibuku, karna cinta ibuku adalah cinta amanku, bayang bayang Tuhan..."

"Benarkah semata-mata karna rasa aman yang membedakan cinta sesungguhnya?"

"Ya, sesungguhnya cinta pada selain Tuhan hanya ada dalam pembesaran fikiran, di perasaan. Cinta tidak akan selesai dirumuskan dengan pemikiran.
Cinta aman takkan kau peroleh dari pasangan, anak, cucu, menantu, harta, jabatan. Seseorang hanya punya satu cinta, yaitu TUHAN. Yang bagaikan air sungai yang bisa mengalir ke mana-mana, membelokkan ke selatan atau utara, tapi sebetulnya satu arus saja, menuju Tuhan.

Ketika aku memutuskan untuk melamarmu  jadi istriku, maka itulah keberanian. Karna banyak cinta diutarakan tanpa keberanian menikah. Anugerah, itu hadiah besar dari Allah. Semua itulah harga yang harus kita bayar, sepanjang usia berbagi rasa, merawat, memanjakan dan dimanjakan.

Kita tak akan merasa aman, merasa tentram, hanya dengan menyewa, membeli, lalu memandangi, paham,kan?
Aku bisa saja mengagumi keindahan ikan berenang dalam aquarium.
Memandangi wanita cantik berlenggak lenggok di pinggir kolam renang. Tapi aku  tak merasakan cinta aman. Aku hanya bisa memandangnya.

Tapi... Kamu adalah takdirku yang dianugerahkan Allah, yang bukan hanya kupandangi, tetapi kamu memang amanah terindah dari pemberi cinta, Allah!"

Dan...
Ahirnya wanita itu sadar bahwa ia harus bersyukur, suami adalah anugerah, meski kadang terkesan seperti ikan yang berenang dalam aquarium. Ada kebebasan namun terhalang oleh  dinding tebal dalam bentuk budaya dan agama yang mengharuskan menjaga kehormatan suaminya dalam kondisi apa pun!

Menghindari fitnah, menjaga dan merawat semua yang diamanahkannya, dan menantikannya ketika pulang, karena Tuhan tentunya...

"Lalu, bagaimana sikapmu terhadapku?" Suaminya berbalik tanya

"Abang bukan pria sempurna, tapi yaaa...limited edition!"


















Sunday, 15 May 2016

Menjenguk Ali


Ali dan Ibu Sartinah

Sebelum pertemuan terakhir, saya dan Bu Otoh  masih bingung, ke siapa Ali (Anak angkatnya) akan dititipkan?
Sementara bu Otoh mengeluh sesak nafasnya makin sering datang.

Dari Dep.Sos saya dapat 2 alamat panti. Tapi keduanya menolak . Selain cacat, usia Ali tergolong dewasa.

Panti Asuhan Tiung Wanara-Kab. Bogor bisa menerima, tapi sayang ... Ali tidak bisa terima intruksi. Visi panti sudah jelas, setelah 3 tahun menetap padat bimbingan, siswa sudah bisa mandiri.t

Jelang lebaran saya bawa amanat ke rumah mereka, tapi kabar duka menyambut. Bu Otoh wafat!
Beberapa  tetangga menyesal tak bisa sampaikan berita karna tidak tau  alamat rumah saya.

Ali masih kelihatan ngambek, waktu itu. Terus terusan tanya ke mana emaknya? Sering memutus  pembicaraan saya dengan  bu Sartinah, satu satunya tetangga yang sama sama kekurangan tapi bersedia saya titipi Ali, sementara.

Hampir setahun Ali kelihatan sudah bisa menerima pelindung baru. Dengan manja dia minta dibuatkan kopi.
Syukur saya tak terkira.
Insya Allah kebutuhan pangan mereka tercukupi, entah lewat pintu mana? Tapi saya yakin!



Dalam perjalanan pulang, tidak sampai 10 langkah dari gubug itu, saya menziarahi makam Bu Otoh, rata tanpa tanda.

Bu Otoh...
Saya hanya bisa mendoakanmu.

Ali tetap jadi PR saya.
Meski Bu Sartinah  ihlas menengok Ali sesekali.

Bu...
Sekarang saya tak sendiri,
Banyak teman yang prihatin ingin membantu.
Sejak saya tak sengaja  menampakkan foto Ali.

Semoga tak lama lagi cita cita kita tercapai ya..

Ali tak sendiri
Allah selalu lihat Ali
Penuhi kebutuhannya.

Kita tak pernah tau kapan doa dan harap terijabah.
Semoga Ali dapat tempat dan perhatian yang layak, meski tanpa kehadiranmu..


















Friday, 13 May 2016

Menelusuri Nama Sendiri

Menelusuri nama sendiri?
Nggak tepat kali yaa..
Tapi bingung cari judul!


Iseng iseng  buka google . Mau tau, apa asal nama panggilan saya? Apa banyak warga medsos yang punya nama itu? Atau, siapa taau, ada yang membuat puisi untuk gadis pujaan bernama saya? *Hahaha, lumayan, buat mengasah rasa GR!

Eeh... Ketemu! Nama saya ada di tokoh komik, karya Bunbu


Seneng ga sih bisa punya temen akrab yang selalu nemenin disaat susah maupun sedih. Hehe ini bagi yang belum tahu tokoh baik hati ini namanya Otty. 

Gimana dengan kalian?? Menurut kalian apa makna teman itu sih?? Klo buat Bunbu temen itu..... yang selalu minjemin WCnya disaat kita butuh dengan atau tanpa paksaan fufufufu

Mention ato tag temen ato sohib lo !





Ada juga penyair yang pandai melukis, bernama Otty asal Maumere. Dia pendidik dan perhatian pada kemiskinan rakyat Maumere. Kegundahan terlihat dalam pusi puisnya yang begitu lepas, bebas, polos, percaya diri, dan romantis. 
Kalau kata orang Betawi, puisinya asal ngejeplak! Pokoknya yan penting keluar dari batin, tak berusaha membunga bungakan kata, Contohnya...



Pria:

Tak Usah kau tanam bunga
Karna kau sendiri adalah bunga

Wanita:

Tapi...
Aku kan tidak bisa meliat diriku sendiri...

******

Ia membubuhkan kalimat penting di  blognya,

 Perjalanan Segelas Susu

Keseimbangan adalah perokok yang tidak minum kopi
...Aku minum susu


Oh ya, bulan lalu saya baru tau,  kalau nama  pemberian sahabat karib bapak saya itu, diambil dari nama sebuah danau di Kanada.
Pak Ridwan adalah Kepala Urusan Pelabuhan, jaman dulu disebut Syah Bandar.
Suatu waktu dalam perjalanannya keliling dunia,  ia jatuh cinta pada danau hijau  dengan pulau pinus di tengah.

Nah, lucunya... *Nggak lucu deng! Sejak 5 tahun lalu , tanpa tau nama tempat, saya mengkoleksi gambar alam cantik itu. Pulau pinus, angsa putih, perahu, kursi dipinggir danau dan rumah kayu menyembul di rerimbunan pinus atas bukit. 

















Thursday, 12 May 2016

Menyikapi Waktu


Suatu hari Amir bin Abdul Qais berjalan melewati sahabat-sahabatnya yang sedang berbincang tanpa arah. Mereka pun memanggil "Kemarilah, duduk bersama kami!"

Amir menjawab : "Tahan dulu matahari! Baru aku akan duduk bersama kalian"

Kalau waktu itu benda, mungkin para peneliti, pengusaha mega proyek, pelajar yang kehabisan waktu mengisi soal ujian,   akan mengincarnya dari tangan orang-orang yang duduk bersedekap sarung tak tau apa yang hendak dikerjakan. Berapa pun mereka pasti berani bayar.

Mungkin para ulama menangis memohon, agar tinta ilmu bisa sepenuh usianya.
Mungkin Penduduk Barzah  menangis berusaha menggapai, meski secuil demi kesempatan beramal.

Waktu banyak berhambur, di rapat yang bertele-tele, obrolan dalam perjalanan, pesta, keramaian. Padahal waktu tak bisa mundur, apalagi berulang.

Saya belum pandai mengelola waktu. Salah satu kunci kesuksesan di dunia adalah kemampuan mengatur waktu.
Harusnya lebih banyak lagi yang saya perbuat. Karna saya bukan orang yang punya kesibukan hingga harus memikirkan, apakah bisa tidur sejenak sebelum berangkat ke bandara? Apa bisa tidur 2 jam sebelum bekerja lagi?

Anak pertama saya hanya punya waktu 5 jam di rumah, setelah itu harus tempuh perjalanan 4 jam (PP) naik kereta ke kantornya di Jakarta.
Adiknya yang design lighting, pagi pagi berangkat ke Bali atau Surabaya tengok proyeknya, sore sudah harus kembali ke Jakarta.
*Semoga mereka tetap mengutamakan waktu ibadah

Disadari atau tidak, kebodohan mengelola waktu, bisa menzalimi orang lain. Misalnya dokter yang sering datang telat, menyiksa pasien. Tambahan dosa pula karna bikin orang ngedumel  mencerca.

Begitu hebatnya sang waktu. Bisa jadi manfaat atau malah jadi musibah.
Bisa juga menguras dompet!

Ingat waktu saya lalai bersiap-siap, begitu sadar waktu sudah menipis.
Penampilan pergi jadi tak maksimal, tanpa sarapan, angkot terasa lamban. Muka setress, keringetan!
Akhirnya harus bayar  mahal untuk ojeg, dan sarapan mahal pula di stasiun.

Bagaimana dengan mereka yang ketinggalan pesawat, uang tak kembali?
Atau yang parah, telat periksa ke dokter, hingga perlu obat mahal dan menghadapi argo kuda perawatan Rumah Sakit?

Jawaban Amir Bin Abdul Qais tadi  mengajak kita berpaling dari orang bodoh (Penyia waktu).

Belum terlambat!
Yuk, susun planning keseharian, kewajiban  kecil hingga besar.
Bagi kueh waktu dengan adil, antara kepentingan umum dan diri sendiri.
Pasang niat dan kesadaran, supaya pekerjaan duniawi pun bernilai ibadah.
Minta pada pencipta waktu, agar semua terasa lapang meski jatah tetap 24 jam sehari.

Tentu perlu bijak dalam mengelola kegiatan, kelola waktu,prioritas dan kemampuan diri.
Baca buku akhir akhir ini saya merasa kurang. Maka biar beberapa lembar terbaca, buku tetap jadi teman perjalanan.

Fb-an sudah jarang,  menulis blog saya lakukan dengan cepat. Tidak perlu panjang, yang penting rutin. Darinya saya belajar disiplin.
Pokoknya diusakanlah, tidak luntang lantung di medsos

Kata ahli,  waktu paling banyak digunakan manusia adalah saat tidur.
Saya ingat bagaimana kwalitas tidur Rasulullah. Cuma sebentar tapi terasa lama/cukup

Orang yang banyak ilmu dan kurang ilmu, tetap punya waktu 24 jam. Yang banyak rejeki dan biasa biasa saja, sama jatah waktunya. Yang hafal quran dan dan tak bisa baca quran, punya nikmat waktu 24 jam.
Manusia beruntung atau merugi tergantung cara menyikapi waktu





























Sunday, 8 May 2016

Aku Malu Pada Asma




Di usia segar. ia tenggelam dalam peta menuju burung hijau
Surat Ayahnya membasahi  mata Recep Tayyip Erdogan

Kusimpan rapih bayang tubuh kurusnya
Diantara kerumunan dan riuhnya suara kebenaran
hanya 1 kali gerakan telunjuk snipper
Wajah cantik itu membentur aspal

Asma tetap berbalut jilbab meski  banyak selang di tubuh
Lingkaran matanya dari coklat lalu kehitaman
Keringat dingin mulai mengucuri wajah lembut cerdasnya

Asma nama diri,
Asma Allah  di dinding hati
Asma Allah di getar bibir

"Aku melihatmu dalam mimpi. Cantik berbaju pengantin, di pagi hari" Kata Ayahnya.

"Tidak Ayah, aku berbaju pengantin di sore hari!" Jawab Asma

Dan hari rabu sore, ia syahid (Insya Allah)

Asma...
Tak kenal  page rank
Tak butuh page view
Tak faham google analytic
Namun semua mata tertuju

 Air mata  muslimin di bagai penjuru
Terkirim berlimpah membanggakan darahnya

Asma mengajarkan sesuatu

Cermin diri kubuang
Manusia asing saja yang terbingkai
Bermain dengan tanda tanya
Sambil menghias nama


Ada waktunya...
Tapi aku tak tau kapan?
Aku menulis  demi "Sesuatu"




Thursday, 5 May 2016

Sekilas Hari Ini

Salam...Dari kamar yang berantakan.

Yess!! Buku buku sudah dipacking berdasarkan  tema. Paling banyak buku pelajaran anak anak dan buku agama.
Kepengennya di hibbahkan sebagian, tapi ada pemikirian yang tidak sunnah, kayaknya harus dibakar daripada menyesatkan. Kotak yang lain isi buku Psikologi dan Hobby.

Di rumah baru banyak lemari dan laci yang nempel  di dinding. Alhamdulillah... Jadi lemari lemari besar dan berat tetap di rumah lama saja.

Agak lega... Kamar nggak separah kemarin, acakadut kayak baru kedatangan petugas FBI yang cari cari Chip.

Oh ya... Hari ini libur panjang sampai minggu ya. Selamat berlibur, semoga selamat, aman dan nyaman dalam perjalanan. Pulang membawa kesan indah hingga letih terlupa.

Liburan saya ya begini... Pagi pagi sarapan buras, risol iris, mendoan disiram saus sambal kacang dan taburan kerupuk warung.
Enaknya sih, ditutup dengan minum teh manis suam suam kuku, tapi  karbohidrat plus kan bisa nambah glukosa. Urungkan sajalah!

Sebelum jam 8, ada ceramah bagus ustadz Erwandi di tv cable. Pelajaran ekonomi syariah, bahas kenyataan manusia yang terpuruk karna Riba. Catatan saya bertambah lagi. Orang yang cinta riba, dosanya sama dengan memperkosa ibu sendiri. Berkecimpung dalam riba sekecil apa pun sama dengan menantang perang pada Allah dan RasulNya!!!

Setelah itu...
Berhadapan dengan tugas rutin, keliling dengan sapu *Jangan dibayangin  kayak tukang sihir!

Sempat terhenti sebentar karna motret inkubator telur burung lovebird. Ah...berapa lama lagi menunggu semua netas??

Laluuu menyiapkan makanan siang tanpa butuh banyak waktu. Cukup menu sederhana siap saji tanpa daging/ikan, karna si putri  baru kena gangguan kulit.

Ikan buat si boncel saja deh! Kasihan... Sering di janjiin tapi tiap ke warung lupa terus. Biar dia cuma kucing liar tapi jangan dibohongi! Dia mengerti dan bisa mendoakan kita. Seperti pelepah kurma yang Rasulullah letakkan di atas makam.

Jelang sore, harus ke studio ambil foto keluarga. Sekarang kan sudah komplit dengan kehadiran Papanya, nggak ada salahnya pas anak wisuda kami abadikan.
Sebetulnya yang satu sudah 2 tahun lulus, tapi cuma saya sendiri yang mendampingi waktu itu.

Saya nggak tau bagaimana perasaan papanya. Kalau saya sih, haruuu banget plus syukur bisa difoto bareng. Sebab waktu LDR suka membayangkan jika Allah ambil salah satu dari kami di saat berjauhan .

Sampai studio, ternyata fotonya dibingkai bessarr! Haha...Kenapa nggak kepikiran bawa mobil ya? Haddehh!!
Ehh, editan fotonya lumayan! Wajah saya kelihatan lebih muda seminggu!

Mau dipajang di mana?
Foto keluarga di ruang tamu sajaaa, siapa tau tamu yang datang mau kenal anggota keluarga, kan anak anak lebih sering ada di kost.
Trusss... siapa tau ada yang ngajak besanan? Haha, Dipilih...dipilih..dipilih!!

Foto wisuda cukup di kamar tidur utama, sebagai alat pengingat rasa syukur. Nggak di ruang tamu, atau di antara gelas gelas pajangan. Dari dulu ruang tamu cuma disentuh 2 lukisan karya anak ke dua. Dan saya tak suka lemari pajangan.

Sholat magrib di Mall, waktu banyak terpakai untuk cari obat Gelly Gamat yang tokonya  jauh dari  swalayan tempat saya beli sandal suami, cengkeh (Untuk inkubator burung) dan kabel charge laptop.

Ada "Sesuatu" hari ini?
Ada... Tapi cuma sedikit.

1. Mengingatkan anak saya yang terlalu cemas dengan ruam kulitnya ( Kelihatannya seperti  Herpes)
Itulah kalau apa apa nanya sama Google ! Jadi kalut sendiri. Padahal dokter yang berilmu khusus pun akan hati hati mendiagnosa.

Ada bagusnya! Ini kesempatan buat mengingatkan  pondasi Tauhid buat dia.
Tak boleh takut pada segala sesuatu melebihi takut pada Allah. Tak ada penyakit datang tanpa izin Allah. Hitunglah penyakit berat yang menyusahkan hati dan dompet di luar sana.

Berprasangka baik pada Allah dan badannya sendiri perlu latihan.

2. Dengar curhatan pemilik toko software langganan kami. Anak pertamanya umur 5 tahun wafat setahun lalu, tapi dukanya masih segar. Sering bertanya pada Allah, apa kiamat bisa dipercepat?

Saya tak bisa berkata apa-apa untuk meneduhkan, apalagi menyelipkan sepatah pesan Allah  yang siapa tau bisa berakar, dan rantingnya sampai ke langit.
Blank!

Mau bilang, sabar... Adik sudah punya tabungan! Ah, Basbang! Basbang! *Basi Bangett!
Sudahlah, jadi pendengar yang baik saja, lalu diam diam mendoakan.
Semoga Allah angkat dukanya, di ganti dengan ihlas, cinta, dan keakraban dengan Allah lebih dalam lagi.
Ya Rabb... Himpun mereka dalam syurgaMu, kelak...













Tuesday, 3 May 2016

Belajar Dari Ikan


Masyarakat Jepang sudah terkenal dengan hobbynya makan ikan Salmon segar. Demi mempertahankan kesegaran, ikan harus dibawa hidup hidup ke resto. Tak peduli berapa lama menempuh perjalanan.

Penjual sering rugi besar, karna ikan mati sebelum sampai. Sementara solusi belum di dapat.

Satu saat tanpa disengaja bayi Hiu terjaring bersama Salmon. Kalau lihat fisik, tak mungkin ia menelan Salmon. Namun sifat predatornya membuat Salmon cemas. Dalam kotak kemasan mereka terus menerus sekuat tenaga menghindar demi mempertahankan hidup.

Walhasil, Salmon tetap segar sepanjang perjalanan.

Meski nggak tega, tapi bisa digambarkan bahwa kita bisa bertahan  hidup karna banyak tantangan dan pertanyaan akan hari depan.
Anak anak adalah ikan Hiu pemacu  semangat, pemantik keberanian.
Hingga kita sampai ke ridho Allah. *Bukan sampai penjagalan resto lho!

Waktu menikmati bersih dan nyamannya stasiun Jakarta-Bogor, pertanyaan sering muncul, kemana pedagang pedagang yang selalu bikin sesak,berisik, bau dan kotor  di sepanjang gerbong / stasiun?

Kekuatan telah bertambah, menggapai luasnya rejeki Allah. Mereka nggak pernah demo, kan? Nggak ada  berita tentang terpuruknya hidup mereka ba'da penggusuran.

Sama makna tapi beda cerita dengan saya. Setelah terzalimi, dada malah lapang, seribu ide bermunculan. Makin yakin dengan QS: Al Fushilat 30-31.
Laa Takhaff wa laa Tahzan!

We need predator. Thats life! 





Monday, 2 May 2016

Sumbangan Sepatu.


Sudah seminggu paket sepatu belum dibuka. Padahal anak anak sudah tanya "Kapan dapat sepatunya?"

"Sabar, nak!...Karna pengurus yayasan Kick Andy harus menyerahkan dulu secara symbolis!"

Dan hari ini... Saat kota terguyur hujan, Pak Ali datang bersama  rombongan alumni Smansa (SMA Satu) Bogor. Nggak sangka sebanyak itu.

Dari 10 anak yang mereka minta untuk mewakili, hanya 9 anak datang serentak  berpayung.  Saya lihat  Cipluk masih main hujan hujanan! *Hhmmm..

Akhirnya dia hadir juga dengan rambut membasahi jilbab.

Seperti biasa saya diminta beri sambutan. Dan seperti biasa pula saya nggak betah bicara lama. Sebab selalu berfikir tiap orang punya kepentingan.  Nabi saja baca ayat pendek  kalau dengar suara anak kecil di saf belakang.

Ehh..lho kok pas bener,ternyata di antara tamu memang ada dokter yang segera mau praktek.

Masih ada sisa waktu untuk 2  sambutan dari mereka plus acara  ngobrol langsung dengan anak anak, lalu sepatu pun sampai ke tangan mereka diiringi cetrak cetrek suara kamera. *legaaaa...

Anak anak lambai tangan lepas rombongan. Begitu mobil lewat langsung seru seru panik buka kotak masing masing.

Buuu..kebesaraan!! Buu Kekecilaaan!!

Mobil rombongan lewat lagi. Hlaaa... taunya mereka cuma aftret putar balik.
Senyum senyum di balik kaca lihat hebohnya anak anak.

Yaaa... Begitulah Bu...Pak!
 Sisa 38 pasang menyusul dibagi. Lebih rame lagi pastinya! :)

"Alhamdulillaah, nuhun pisan, katampih sumbanganana! ..."  (Orang Sunda bilang).
Semoga segala kebaikan ini kembali kepada Bapak dan Ibu.