Sunday, 8 May 2016

Aku Malu Pada Asma




Di usia segar. ia tenggelam dalam peta menuju burung hijau
Surat Ayahnya membasahi  mata Recep Tayyip Erdogan

Kusimpan rapih bayang tubuh kurusnya
Diantara kerumunan dan riuhnya suara kebenaran
hanya 1 kali gerakan telunjuk snipper
Wajah cantik itu membentur aspal

Asma tetap berbalut jilbab meski  banyak selang di tubuh
Lingkaran matanya dari coklat lalu kehitaman
Keringat dingin mulai mengucuri wajah lembut cerdasnya

Asma nama diri,
Asma Allah  di dinding hati
Asma Allah di getar bibir

"Aku melihatmu dalam mimpi. Cantik berbaju pengantin, di pagi hari" Kata Ayahnya.

"Tidak Ayah, aku berbaju pengantin di sore hari!" Jawab Asma

Dan hari rabu sore, ia syahid (Insya Allah)

Asma...
Tak kenal  page rank
Tak butuh page view
Tak faham google analytic
Namun semua mata tertuju

 Air mata  muslimin di bagai penjuru
Terkirim berlimpah membanggakan darahnya

Asma mengajarkan sesuatu

Cermin diri kubuang
Manusia asing saja yang terbingkai
Bermain dengan tanda tanya
Sambil menghias nama


Ada waktunya...
Tapi aku tak tau kapan?
Aku menulis  demi "Sesuatu"




No comments:

Post a Comment