Saturday, 28 May 2016

Hidup Bermakna Dengan Kebaikan





Ketika kita berbuat baik pada orang lain, sebenarnya kita berbuat baik terhadap diri sendiri, dunia akhirat.
Mengharap balasan kebaikan dari sumber/orang yang kita tolong cuma  mengundang kecewa.

Sebab kebaikan tidak seperti pemancing yang gembira dapat hasil dari danau. Balasan kebaikan seperti hujan tak terprediksi, rinai tak terhitung, datang di saat tepat membasahi semua tempat hingga celah terkecil

Lakukan saja... Seperti menyapu halaman yang banyak daun kering. Hal rutin agar enak dinikmati mata sendiri, dan tak mengotori halaman tetangga saat angin datang.

Masih jelas diingatan, waktu pagi-pagi sekali dalam perjalanan ke stasiun , roda ojek yang saya naiki dengan cepat melilit  bagian bawah baju hingga kaki terjepit ketat . Susah payah tukang ojek berusaha memutar mundur roda. Mau merobek pun  tak berhasil karna bahan Spandex! Bergerak sedikit malah bikin kaki saya semakin kuat terjepit sampai mau menangis!

Jalanan sepi, hanya ada satu ibu berkerudung, jauh di belakang kami.  Melihat ada masalah segara ia datang, dan dengan sigap membuka tasnya. Ada gunting berbentuk aneh, runcing, tipis,  dan kelihatan tajam. Cuma beberapa kali sentuhan ujung gunting, kaki saya teraliri darah lagi. Enathlah kalau cuma gunting biasa, karna lilitan baju sudah seperti tambang buat lomba 17 an.

Rupanya ibu itu bekerja di garment bagian cuting. Alhamdulillah!
Saya bukan tergolong orang yang banyak menolong, maka menyaksikan pertolongan Allah datang di saat tepat saya anggap itulah syurga dunia!

Jangan pernah hawatir dengan biji kebaikan yang sudah ditanam. Gaungnya akan menyebar sampai ke keturunan kita. Seperti doa yang tak pernah terucap, tapi terijabah.
Dulu beberapa kali Almh. ibu membayar ongkos anak anak sekolah yang ia temui di kendaraan umum. Dia iba kalau lihat mereka sibuk menghitung kekurangan ongkos. Selain itu  ibu juga rela  sibuk-sibuk mendaftarkan seorang anak yang kami tak kenal, masuk pesantren.

Seingat saya  ibu tak pernah mewanti wanti agar saya melakukan hal serupa, tapi kenangan itu mendorong kuat langkah saya mendaftarkan Marwan ke pesantren. Ia anak tetangga saya yang baru ditinggal mati ayahnya.  Padahal rumah tangga saya yang baru terbentuk masih lemah keuangannya.

Sekarang pun saya tak mencereweti anak saya yang sudah berpenghasilan untuk sedekah.
Sudah saya sentuh hatinya  di usia 6 tahun dengan cara mengantar makanan ke dhuafa, agar ia lihat keadaan yang berbeda, lalu  bersyukur.


Lidah ini gatal sebenarnya!
Tapi satu saat kami jalan di taman Kota tak jauh dari kost-nya, bertemu pasangan  pemulung. Si Ayah mengeluh sakit gatalnya belum sembuh, meski sudah minum obat. Si ibu mengeluh gerobak barang rongsokannya  baru diambil Satpol. Tiba-tiba anak perempuan mereka yang usia SD teriak memanggil dan berlari dari kejauhan lalu mencium tangan anak saya. Barulah si Ayah bercerita bahwa anak saya yang membiayai sekolah anaknya. *Ah, jadi gerimisss!   

Anakku...
Waktu kau meraih Cumlaude, Mama bahagia. Tapi menolong, mencintai yang lemah, membuat haru campur bangga. Jangan sampai kita dicap Allah sebagai pendusta agama.

Keutamaan dan keistimewaan  muslim  adalah menolong orang yang bersedih.
Semua mahluk adalah tanggungan Allah SWT. Dan mahluk yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling manfaat untuk tanggunganNya.

Kita semua hakikatnya fakir yang menjadi tanggungan Allah. Allahlah yang mencukupi segala. 
Orang yang ihlas bersedekah akan aman di bawah naungan sedekahnya, di yaumil masyhar kelak.

Nak...
Allah akan menutupi aib hamba bila ia menutup aib saudaranya. Allah senantiasa  menolong hamba selama hamba   menolong saudaranya.
Ketika kau memiliki cinta, maka kau akan enggan berburuk sangka, dan senang berbagi. Kami membesarkanmu dengan cinta, maka sudah seharusnya cintalah yang kau tebarkan!


Hati tanpa cinta akan senang mempersulit sesuatu yang mudah, enggan memberi keleluasaan, membuat hati orang lain jadi sempit. Tanpa cinta hati akan gundah, menyebar hingga ke orang lain didekatnya.

Mencintai mahluk Allah sama dengan mencintai dirimu sendiri. Akan membuat hidupmu bermakna.
Sebagian orang merindukan cinta orang lain.karna kegagalannya mencintai diri sendiri.










2 comments:

  1. hidup harus penuh cinta ya mbak supaya lebih bermakna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeh...Mbak Lidya muncul lagi! Sebisa mungkin ya Mbak, meninggalkan dunia nanti dengan kebaikan. Dunia akhirat nikmati hasil kebaikan.

      Delete