Sunday, 15 May 2016

Menjenguk Ali


Ali dan Ibu Sartinah

Sebelum pertemuan terakhir, saya dan Bu Otoh  masih bingung, ke siapa Ali (Anak angkatnya) akan dititipkan?
Sementara bu Otoh mengeluh sesak nafasnya makin sering datang.

Dari Dep.Sos saya dapat 2 alamat panti. Tapi keduanya menolak . Selain cacat, usia Ali tergolong dewasa.

Panti Asuhan Tiung Wanara-Kab. Bogor bisa menerima, tapi sayang ... Ali tidak bisa terima intruksi. Visi panti sudah jelas, setelah 3 tahun menetap padat bimbingan, siswa sudah bisa mandiri.t

Jelang lebaran saya bawa amanat ke rumah mereka, tapi kabar duka menyambut. Bu Otoh wafat!
Beberapa  tetangga menyesal tak bisa sampaikan berita karna tidak tau  alamat rumah saya.

Ali masih kelihatan ngambek, waktu itu. Terus terusan tanya ke mana emaknya? Sering memutus  pembicaraan saya dengan  bu Sartinah, satu satunya tetangga yang sama sama kekurangan tapi bersedia saya titipi Ali, sementara.

Hampir setahun Ali kelihatan sudah bisa menerima pelindung baru. Dengan manja dia minta dibuatkan kopi.
Syukur saya tak terkira.
Insya Allah kebutuhan pangan mereka tercukupi, entah lewat pintu mana? Tapi saya yakin!



Dalam perjalanan pulang, tidak sampai 10 langkah dari gubug itu, saya menziarahi makam Bu Otoh, rata tanpa tanda.

Bu Otoh...
Saya hanya bisa mendoakanmu.

Ali tetap jadi PR saya.
Meski Bu Sartinah  ihlas menengok Ali sesekali.

Bu...
Sekarang saya tak sendiri,
Banyak teman yang prihatin ingin membantu.
Sejak saya tak sengaja  menampakkan foto Ali.

Semoga tak lama lagi cita cita kita tercapai ya..

Ali tak sendiri
Allah selalu lihat Ali
Penuhi kebutuhannya.

Kita tak pernah tau kapan doa dan harap terijabah.
Semoga Ali dapat tempat dan perhatian yang layak, meski tanpa kehadiranmu..


















No comments:

Post a Comment