Thursday, 5 May 2016

Sekilas Hari Ini

Salam...Dari kamar yang berantakan.

Yess!! Buku buku sudah dipacking berdasarkan  tema. Paling banyak buku pelajaran anak anak dan buku agama.
Kepengennya di hibbahkan sebagian, tapi ada pemikirian yang tidak sunnah, kayaknya harus dibakar daripada menyesatkan. Kotak yang lain isi buku Psikologi dan Hobby.

Di rumah baru banyak lemari dan laci yang nempel  di dinding. Alhamdulillah... Jadi lemari lemari besar dan berat tetap di rumah lama saja.

Agak lega... Kamar nggak separah kemarin, acakadut kayak baru kedatangan petugas FBI yang cari cari Chip.

Oh ya... Hari ini libur panjang sampai minggu ya. Selamat berlibur, semoga selamat, aman dan nyaman dalam perjalanan. Pulang membawa kesan indah hingga letih terlupa.

Liburan saya ya begini... Pagi pagi sarapan buras, risol iris, mendoan disiram saus sambal kacang dan taburan kerupuk warung.
Enaknya sih, ditutup dengan minum teh manis suam suam kuku, tapi  karbohidrat plus kan bisa nambah glukosa. Urungkan sajalah!

Sebelum jam 8, ada ceramah bagus ustadz Erwandi di tv cable. Pelajaran ekonomi syariah, bahas kenyataan manusia yang terpuruk karna Riba. Catatan saya bertambah lagi. Orang yang cinta riba, dosanya sama dengan memperkosa ibu sendiri. Berkecimpung dalam riba sekecil apa pun sama dengan menantang perang pada Allah dan RasulNya!!!

Setelah itu...
Berhadapan dengan tugas rutin, keliling dengan sapu *Jangan dibayangin  kayak tukang sihir!

Sempat terhenti sebentar karna motret inkubator telur burung lovebird. Ah...berapa lama lagi menunggu semua netas??

Laluuu menyiapkan makanan siang tanpa butuh banyak waktu. Cukup menu sederhana siap saji tanpa daging/ikan, karna si putri  baru kena gangguan kulit.

Ikan buat si boncel saja deh! Kasihan... Sering di janjiin tapi tiap ke warung lupa terus. Biar dia cuma kucing liar tapi jangan dibohongi! Dia mengerti dan bisa mendoakan kita. Seperti pelepah kurma yang Rasulullah letakkan di atas makam.

Jelang sore, harus ke studio ambil foto keluarga. Sekarang kan sudah komplit dengan kehadiran Papanya, nggak ada salahnya pas anak wisuda kami abadikan.
Sebetulnya yang satu sudah 2 tahun lulus, tapi cuma saya sendiri yang mendampingi waktu itu.

Saya nggak tau bagaimana perasaan papanya. Kalau saya sih, haruuu banget plus syukur bisa difoto bareng. Sebab waktu LDR suka membayangkan jika Allah ambil salah satu dari kami di saat berjauhan .

Sampai studio, ternyata fotonya dibingkai bessarr! Haha...Kenapa nggak kepikiran bawa mobil ya? Haddehh!!
Ehh, editan fotonya lumayan! Wajah saya kelihatan lebih muda seminggu!

Mau dipajang di mana?
Foto keluarga di ruang tamu sajaaa, siapa tau tamu yang datang mau kenal anggota keluarga, kan anak anak lebih sering ada di kost.
Trusss... siapa tau ada yang ngajak besanan? Haha, Dipilih...dipilih..dipilih!!

Foto wisuda cukup di kamar tidur utama, sebagai alat pengingat rasa syukur. Nggak di ruang tamu, atau di antara gelas gelas pajangan. Dari dulu ruang tamu cuma disentuh 2 lukisan karya anak ke dua. Dan saya tak suka lemari pajangan.

Sholat magrib di Mall, waktu banyak terpakai untuk cari obat Gelly Gamat yang tokonya  jauh dari  swalayan tempat saya beli sandal suami, cengkeh (Untuk inkubator burung) dan kabel charge laptop.

Ada "Sesuatu" hari ini?
Ada... Tapi cuma sedikit.

1. Mengingatkan anak saya yang terlalu cemas dengan ruam kulitnya ( Kelihatannya seperti  Herpes)
Itulah kalau apa apa nanya sama Google ! Jadi kalut sendiri. Padahal dokter yang berilmu khusus pun akan hati hati mendiagnosa.

Ada bagusnya! Ini kesempatan buat mengingatkan  pondasi Tauhid buat dia.
Tak boleh takut pada segala sesuatu melebihi takut pada Allah. Tak ada penyakit datang tanpa izin Allah. Hitunglah penyakit berat yang menyusahkan hati dan dompet di luar sana.

Berprasangka baik pada Allah dan badannya sendiri perlu latihan.

2. Dengar curhatan pemilik toko software langganan kami. Anak pertamanya umur 5 tahun wafat setahun lalu, tapi dukanya masih segar. Sering bertanya pada Allah, apa kiamat bisa dipercepat?

Saya tak bisa berkata apa-apa untuk meneduhkan, apalagi menyelipkan sepatah pesan Allah  yang siapa tau bisa berakar, dan rantingnya sampai ke langit.
Blank!

Mau bilang, sabar... Adik sudah punya tabungan! Ah, Basbang! Basbang! *Basi Bangett!
Sudahlah, jadi pendengar yang baik saja, lalu diam diam mendoakan.
Semoga Allah angkat dukanya, di ganti dengan ihlas, cinta, dan keakraban dengan Allah lebih dalam lagi.
Ya Rabb... Himpun mereka dalam syurgaMu, kelak...













1 comment:

  1. Waaah, cakeeep, bisa panjang banget tulisannya mba, sip lah.
    Aku liburan atau nggak libur ya podo wae, hehehe.
    Menikmati rutinitas

    ReplyDelete