Sunday, 22 May 2016

Vertigo Dan Zikir



Vertigo itu rasanya seperti naik Jet Coster di Dunia Fantasi Ancol. Atau seperti mabuk perjalanan tapi mau muntah tidak bisa. Atau seperti kita berputar-putar kuat. lalu mendadak berhenti. Semua benda mengelilingi badan kita. Takut dan tak enak ,kan? Kita berusaha tak melihat dengan menutup mata erat erat.

Nah, vertigo sepanjang hari terus begitu. Hanya posisi tertentu yang bisa membuat putaran berhenti. Caranya  merubah rubah posisi kepala. Tegak, miring kiri/kanan, mendongak atau merunduk, dicoba coba semuanya pelan pelan sampai ketemu. Saat tidur,ke kamar mandi, harus dalam posisi itu terus. Lumayan tenang tapi kepala tetap rasanya seperti terisi banyak air.


Pengalaman pertama waktu terbangun tengah malam tiba -tiba lihat plafon kamar berputar, keringat dingin, mual, dan kepala berat, itu yang saya alami saat mengandung anak ke 5.
Dan sekarang datang lagi untuk ke 4 kalinya. Alhamdulillah lebih ringan, dan lebih bersyukurnya saya masih bisa sujud mencium bumi Allah.

Yang saya tau, Vertigo adalah gangguan syaraf keseimbangan (Sayaraf tengah).
Dia timbul bisa sebagai sign (Tanda) ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh yang berhubungan dengan penyakit lain, atau titiknya ada di pusat saraf keseimbangan yang ada di antara telingan kiri dan kanan. Saya berasumsi saraf tengahlah yang bermasalah, sebab cek lab Alhamdulillah OK. Alasan ke dua, kalau saya pasang headset, terdengar detakan di telinga, seperti ada sesuatu yang tidak lancar.

Memang kolestrol atau kalsium bisa memasuki salah satu saraf yang berpusat di batang otak. Seingat saya ada yang namanya saraf labirin dan saraf motorik.
Suhanallah yaa... Jangan melihat dan menilai nikmat besar dulu deh! Melihat benda diam di tempat saja, sebenarnya  itu sebuah kenikmatan. Kalau Allah mau, kita bisa di bikin mabuk semua tanpa alat apa apa. Cuma "Dikejain" sarafnya yang sehalus rambut dibelah 7.

Macam macam saran yang datang. Cara tradisional dengan menempelkan bantal hangat di belakang kuping dll. Sementara ini saya minum Vertigosan dan suplemen Neurobion. Kalau dulu lebih berat, ihtiarnya dengan obat Conneco yang woow harganya.

Setelah konsul via WA dengan sahabat karib saya si dokter yang salehah, namanya Lutfi, dia bilang cukup dengan obat tadi saja. Akh... kemana pun berobat dan minum obat apa saja, toh Allah juga yang menyembuhkan.

Soal merasa seperti  mabuk, kok jadi ingat (Di surat apa ya?) "Pada hari itu (Qiyamat) semua manusia mabuk"
Pokoknya di juz 30 deh! Nah, seperti ini saja sudah bikin panik, apalagi mabuk di hari dahsyat itu?


Saya baru beberapa hari lalu menengok teman dan tetangga yang sakit, mendoakan mereka dan mengingatkan mereka untuk sabar, tawakkal. "Allah sedang ingin berdua-dua denganmu" kata saya.
Lalu Allah menguji saya seminggu ini, "Apa benar ucapanmu? Apa kau mampu melaksanakannya?"

Saat hamba minta ampun, seringkali  Allah memberi  kesempatan/peluang untuk berbuat dosa lagi, sekedar nge-test, sejauh mana kesungguhannya dalam bertaubat.
Maka nasehat yang keluar dari mulut kita, perlu pembuktian juga, kan?

Ya Rabb...
Hamba ihlas menerima.
Jika tertusuk duri saja mengurangi dosa seorang hamba, maka kumohon  jadikan sakitku ini sebagai penebus dosa padaMu dan dosa pada orang lain yang tersembunyi dan  tak tersadari.


Dahulu ada Sumayyah yang bertahan dalam siksa derita dengan bibir basah zikir.
Kesempatan pembuktian hingga syahid itu tak ada lagi.
Jika ini pengganti dalam ukuran sebiji sawi, maka bimbing hamba untuk tetap mengingatMu, malah lebih banyak bersyukur.

Cabut rasa cemas, khawatir dan gundah dalam dada, gantikan dengan rasa tenang dan aman bersama nama dan sifatMu. Jadikan sakit ini pemberat timbangan kebaikan,nanti.
Jangan jadikan semua ini sia-sia, hanya sebuah erangan, sumpah serapah, apalagi  bersuuzon pada keputusanMu.

Bila Kau izinkan hamba sembuh, jadikan kesembuhan yang membarukan  lagi sel sel taqwa, menyegarkan lagi asa ibadah. Memberanikan lagi jiwa saya untuk lebih tega, lebih kejam dalam menghardik diri, untuk beramal

Ya Rabb...
Sungguh, zikir (MengingatMu) adalah obat
Hadirkan obat ini di masa senangku juga

Ammin Allahumma Amiin...

*Istirahat lagi ah...










No comments:

Post a Comment