Saturday, 4 June 2016

Mau Libur Lagi...


Macam macam pendapat teman tentang kecintaan menulis di blog. Opini dan rasa saya  terwakili saat baca coretan mereka di IG-nya "Warung Blogger".

Inilah ruang yang paling memberi kebebasan buat saya. Memasukinya nggak ada beban, nggak  takut salah. Ia setia menunggu, menampung , mendengar cerewetnya hati.

Giat blogging  memperkaya diri dengan pengalaman dan perasaan orang lain, meski nggak kenal dan nggak pernah ketemu! Membaca blog teman bisa merasa ikut mereka naik gendola  mengarungi  teduhnya sungai Vanice, atau meniti jalan setapak di sisi kebun berliput embun dan kabut di Puerto Rico (Baca: Purwokerto).

Postingan kulinernya  memaksa kita membayangkan nikmat rasa.
Share tips, nasehat, kejadian keseharian yang kocak, cerita unik, menambah darah penulis yang  dilanda lesu.


Keuntungan lainnya apa?
Begini... Kadang kita merasa hidup itu datar, bosan dengan keadaan, atau meremehkan apa  yang sudah dimiliki.  Sekian banyak daftar keinginan  yang ingin segera teraih. Dengan blog walking (Baca blog teman) barulah sadar, ada banyak orang mendamba, bercita-cita ingin seperti kita, memiliki apa yang kita punya. Begitu!

Blog tak pernah memaksa, kapan kita menulis.
Tak perlu jadi blogger sukses! Cukup menikmati proses menulis itu saja. Be What You Wanna Be 
Seperti menyusun kepingan mozaik, kelak menjadi lukisan diri kita seutuhnya.
Better to write for yourself and have no public, than to write the public  and have no self!

Pengunjung saya rata rata 150 orang perhari, insya Allah ada yang bisa mengambil manfaat meski secuil.
Blogger selalu punya teman baru,  dan... Punya fans tersembunyi. *Nikmati saja, meski itu cuma ilusi! 
Gimana kalau punya haters?? Haha...Jangan dipikirin!

Teman saya bilang, ngeblog itu seperti menyayangi anak, sepenuh hati sepenuh jiwa. Kalau blog  tiap hari dikasih perhatian, masa sih...kamu nggak??

Pokoknya Lets Blogging Until it becomes as natural as breathing!

Tapi sebentar lagi puasa kan?
So, I have to stop for a month. Sometimes we need to be alone. Not dependent on anything except  Allah.

FB sepenuhnya bisa saya tinggal.
Kalau blog?  Mungkin seminggu sekali saja buat postingan. Tapi kalau statistiknya aman... Nggak usah nulis dulu lah! Soalnya bisa keterusan mampir mampir.

Teman Blogger, teman FB, dan pembaca blog saya tersayang...
Dengan tulus, saya mohon maaf atas segala kekeliruan. Yuk! Rencanakan sebulan penuh ke depan sarat dengan ibadah spektakuler, tak hanya mengulang rutinitas ramadhan lalu. Jangan undang penyesalan lagi setelah ramadhan pergi.

Semoga benar benar terasa berkah yang Allah janjikan. Dan semoga Allah ridho atas ibadah, lapar haus kita. Amiin ya Rabb..

Apa teman teman ada yang mau libur juga?



Thursday, 2 June 2016

"Bu, Ini Mie Kota Hujan, Bukan Mie Ayam!"

















"

"Bu, ini bukan Mie ayam yaa..." Pelayan pria ramah rapih bersih  itu mencoba
meyakinkan, sambil kasih lembar daftar menu.
"Ya, makanya saya penasaran , Mie Kota Hujan itu seperti apa?" Kata saya.

"Mie ini  combain resep sop konro dan laksa khas Sunda"
Saya mengangguk senyum, meyakinkan dia bahwa saya sudah Ok dengan menu baru ini. Perut saya  sudah ada grup kroncongnya.

Resto masih sepi, jadi jelas kedengaran pria muda  tadi kasih komando di dapur. Setelah itu, dia keluar membuka pintu mobil  mengeluarkan sesuatu. Ups! Dia ownernya to??

Saya pilih teras belakang, sejuk hijau dengan kolam ikan dan tanaman dinding. Ada loket kecil tempat setor makanan dari dapur, dilengkapi tempat kerupuk warung . Oretan  kesan pesan tamu, di  dinding bawahnya.



Meja kursi sangat bersih. Di seberang saya ada tangga menuju lantai atas yang biasa dipesan untuk  meeting.
Ngancem dulu deh, buat acara Asinan Blogger nanti nanti!

Jreeeng! Muncul yang diharap.
Semangkuk Mie gepeng di mangkok besar,  porsinya pas buat lambung saya!
Nggak seperti Mie GM yang selalu bersisa.
Miie Terendam dalam kuah putih tapi  bukan santan.
Taburan hijau  kemangi dan saledri segar sangat kontras dengan merah tomat. Harum daun daun bercampur dengan harum gurih bawang goreng, bbeehh!! tambah  gurih aromanya. Trus siram sambal jeruk deh!


Kalau mie ayam ditaburi suwiran ayam, Mie Kota hujan ini diberi iga sapi, ukuran besar, lembut, dan kuah  meresap kuat.
Wahh... Kalau saya masih ada di masa perpacaran, pasti saya pilih menu ini untuk makan malam dengan kekasih.

Nggak perlu repot tusuk garpu kuat-kuat dan konsentrasi penuh sampe keringetan cuma untuk pisahkan daging dari tulang.
Nggak lucu kan, kalau penampilan sudah anggun harum tapi muka sibuk  di depan pacar. Apalagi sampai kuah pedas nyiprat ke baju dan mata!* Edisi Lebay


Panas mie nggak berlebihan, saya nggak perlu lama tunggu atau tiup tiup.
Suapan pertama sendok kuah, daun kemangi, dan tomat segar, Hhhmmm... Terus tergigit renyahnya bawang goreng yang sedikit terkena siraman jeruk sambal, Masya Allah,  nikmat sangat!

Nggak perlu tambah tambah bumbu lain deh! Ini yang masak tau persis rasa netral untuk semua lidah. Pecinta pedas maupun bukan bisa langsung menikmati.
Pantas meja bersih tanpa toples toples cuka, kecap atau garam seperti di Resto Mie yang lain! Ah, mangkok saya sampai bersih.

Kesan enak yang lain datang, penutupnya teh hangat suam kuku kegemaran saya! Sempurnalah!

Eh, nggak sampai situ saja!
Sang pemilik dengan Mamanya yang ternyata masak sendiri buat semua pengunjung, datang duduk bersama. Mereka minta pendapat saya akan rasa. Pertanyaan yang mudah, sebab tak ada yang mengecewakan!
Malah saya yang bertanya soal ide awal terciptanya menu ini. Senang lihat ibu cantik itu sumringah menceritakan semuanya.

Keluarga ini sebetulnya sudah sukses dengan Rumah Makan Sunda  mereka di Sulawesi sana. Omzet perhari besar, karna letaknya di area perkantoran dan Rumah Sakit.

Sekarang dengan modal 200 juta mereka bangun usaha kuliner di kota asal. Memilih  julukan Bogor untuk menunya, tanda tetap cinta Bogor meski sudah sukses di perantauan.

Obrolan jadi panjang sampai ke hal hal lain yang tak ada sangkut pautya dengan kuliner. Ibu dan anak berduet usaha dengan sajian   ramah, dan apa adanya.

Rasanya enggan pulang, masih banyak yang saya ingin tanyakan soal rahasia sukses  bisnis kuliner. Tapi itulah saya...
Selalu ingin pisah saat suasana sedang asik asiknya. Supaya ada kesan manis di penghujung. Berhenti makan sebelum kenyang,kan? Jangan tunggu sampai si jenuh datang di salah satu pihak. Nanti pisahnya nggak seru!

Yang belum coba, silahkan datang! Nggak bakal nyesel rasa dan harga.
Sampai sekarang saya masih mikir, kok murah banget ! Kan daging Iga tanpa apa-apa (Polos) saja, harganya bisa sampai 35 ribu atau 40 ribu !! Di sini masih kepala 2. Dagang atau sedekah ???

Oh ya, kalau mau dapat bonus ngobrol di Mie Kota Hujan ini, datang jam 10-an yaa...*Nggak janji! :)
Yang jomblo? Dateng deh! Mie nya enak,  ownernya  baik, ganteng pula!
Kalau  kamu mau beranjak pergi lalu dia mengingatkan, "Periksa lagi mbak, apa ada barang yang tertinggal?

Jawab saja..."Hati saya yang tertinggal di sini!" 
















Wednesday, 1 June 2016

Wanita Sunyi Berhati Karat


Alis kiri dan kanannya bertaut. Kerutan kesal bertimbun
Wanita itu terusik dengan urusan yang tak pernah tuhan puji
Padahal ia tau, tak boleh ada kemarahan kecuali agama tuhannya dihina.

Entah mengapa bangkai kambing bertelinga 1 lebih ia cintai
Dari pada "Mahligai pertemuan"

Jari jemari tak henti meraup sebisa mungkin gemerlap tipu
jangan sampai mengalir  di sela
Hitung punya hitung, cukuplah untuk membeli syurga
dan mengambil hati Tuhan...Menurutnya.

Segerombolan anak kecil berbaju lusuh mendekat
Seujung kuku dibelah 7, ia beri.
"Tapi kalian harus singkirkan debu di rumahku!"

Hidup tak ada yang gratis
Semua ada hitungannya
Sesuai pelajaran matematika yang sangat ia sukai
Herannya, hanya perhitungan  kali dan tambah.
Tak pernah mau kenal tanda kurang dan bagi

Kemarin ia sibuk cari cara
Bagaimana agar sinar lampunya tak terbagi ke tetangga.
Sudut sudut rumah tak lepas dari mata
Seekor semut pun tak boleh menitipkan makanannya di sana

Bu Sobri tetangga yang sesekali di sapa saat ada butuh
hanya menganga, melihat wanita itu ada di antara piring yang kotorannya sudah mengering berkerak
Makanan bercendawan di atas meja
buah keriput menyesakkan kulkas

Lihatlah! Aku bersih dan senang bersedekah! Katanya
Sambil mendekap pundi pundi uangnya

Tetangga yang sering di suruh suruh itu menutup wajahnya
Jijik dan malu!
Tubuh wanita di hadapannya penuh perhiasan
namun tak berbaju!!
Segera ia ambil seribu langkah
Tak hiraukan teriakan di balik punggung

"Bu!! "Tolong ... tolong aku sekali  saja!
Jika aku mati semayamkan aku dalam lahat kaca!
Aku benci debu!"

Hahh?? Sekali saja katanya??
Gila !!
Kakiku  pernah lecet karna urusan dia, berbayar roti sepenggal

Riuh hujan menyerbu bumi dalam jangkauan malam
Cemeti  petir membelah pekat
lamat lamat terdengar ratapan
Tetangga tidak tega meski pernah tergores lidah tajamnya

Kasihan.... Wanita sunyi!
Suami debu di kaki
Anak tak punya, saudara pergi
Teman tak  sehati

Ah, seharusnya tetangga tak perlu seprihatin itu!
lolongan tangis...
Lantaran setitik percikan hujan mengenai surat tanahnya.

Wanita sunyi berhati karat