Thursday, 2 June 2016

"Bu, Ini Mie Kota Hujan, Bukan Mie Ayam!"

















"

"Bu, ini bukan Mie ayam yaa..." Pelayan pria ramah rapih bersih  itu mencoba
meyakinkan, sambil kasih lembar daftar menu.
"Ya, makanya saya penasaran , Mie Kota Hujan itu seperti apa?" Kata saya.

"Mie ini  combain resep sop konro dan laksa khas Sunda"
Saya mengangguk senyum, meyakinkan dia bahwa saya sudah Ok dengan menu baru ini. Perut saya  sudah ada grup kroncongnya.

Resto masih sepi, jadi jelas kedengaran pria muda  tadi kasih komando di dapur. Setelah itu, dia keluar membuka pintu mobil  mengeluarkan sesuatu. Ups! Dia ownernya to??

Saya pilih teras belakang, sejuk hijau dengan kolam ikan dan tanaman dinding. Ada loket kecil tempat setor makanan dari dapur, dilengkapi tempat kerupuk warung . Oretan  kesan pesan tamu, di  dinding bawahnya.



Meja kursi sangat bersih. Di seberang saya ada tangga menuju lantai atas yang biasa dipesan untuk  meeting.
Ngancem dulu deh, buat acara Asinan Blogger nanti nanti!

Jreeeng! Muncul yang diharap.
Semangkuk Mie gepeng di mangkok besar,  porsinya pas buat lambung saya!
Nggak seperti Mie GM yang selalu bersisa.
Miie Terendam dalam kuah putih tapi  bukan santan.
Taburan hijau  kemangi dan saledri segar sangat kontras dengan merah tomat. Harum daun daun bercampur dengan harum gurih bawang goreng, bbeehh!! tambah  gurih aromanya. Trus siram sambal jeruk deh!


Kalau mie ayam ditaburi suwiran ayam, Mie Kota hujan ini diberi iga sapi, ukuran besar, lembut, dan kuah  meresap kuat.
Wahh... Kalau saya masih ada di masa perpacaran, pasti saya pilih menu ini untuk makan malam dengan kekasih.

Nggak perlu repot tusuk garpu kuat-kuat dan konsentrasi penuh sampe keringetan cuma untuk pisahkan daging dari tulang.
Nggak lucu kan, kalau penampilan sudah anggun harum tapi muka sibuk  di depan pacar. Apalagi sampai kuah pedas nyiprat ke baju dan mata!* Edisi Lebay


Panas mie nggak berlebihan, saya nggak perlu lama tunggu atau tiup tiup.
Suapan pertama sendok kuah, daun kemangi, dan tomat segar, Hhhmmm... Terus tergigit renyahnya bawang goreng yang sedikit terkena siraman jeruk sambal, Masya Allah,  nikmat sangat!

Nggak perlu tambah tambah bumbu lain deh! Ini yang masak tau persis rasa netral untuk semua lidah. Pecinta pedas maupun bukan bisa langsung menikmati.
Pantas meja bersih tanpa toples toples cuka, kecap atau garam seperti di Resto Mie yang lain! Ah, mangkok saya sampai bersih.

Kesan enak yang lain datang, penutupnya teh hangat suam kuku kegemaran saya! Sempurnalah!

Eh, nggak sampai situ saja!
Sang pemilik dengan Mamanya yang ternyata masak sendiri buat semua pengunjung, datang duduk bersama. Mereka minta pendapat saya akan rasa. Pertanyaan yang mudah, sebab tak ada yang mengecewakan!
Malah saya yang bertanya soal ide awal terciptanya menu ini. Senang lihat ibu cantik itu sumringah menceritakan semuanya.

Keluarga ini sebetulnya sudah sukses dengan Rumah Makan Sunda  mereka di Sulawesi sana. Omzet perhari besar, karna letaknya di area perkantoran dan Rumah Sakit.

Sekarang dengan modal 200 juta mereka bangun usaha kuliner di kota asal. Memilih  julukan Bogor untuk menunya, tanda tetap cinta Bogor meski sudah sukses di perantauan.

Obrolan jadi panjang sampai ke hal hal lain yang tak ada sangkut pautya dengan kuliner. Ibu dan anak berduet usaha dengan sajian   ramah, dan apa adanya.

Rasanya enggan pulang, masih banyak yang saya ingin tanyakan soal rahasia sukses  bisnis kuliner. Tapi itulah saya...
Selalu ingin pisah saat suasana sedang asik asiknya. Supaya ada kesan manis di penghujung. Berhenti makan sebelum kenyang,kan? Jangan tunggu sampai si jenuh datang di salah satu pihak. Nanti pisahnya nggak seru!

Yang belum coba, silahkan datang! Nggak bakal nyesel rasa dan harga.
Sampai sekarang saya masih mikir, kok murah banget ! Kan daging Iga tanpa apa-apa (Polos) saja, harganya bisa sampai 35 ribu atau 40 ribu !! Di sini masih kepala 2. Dagang atau sedekah ???

Oh ya, kalau mau dapat bonus ngobrol di Mie Kota Hujan ini, datang jam 10-an yaa...*Nggak janji! :)
Yang jomblo? Dateng deh! Mie nya enak,  ownernya  baik, ganteng pula!
Kalau  kamu mau beranjak pergi lalu dia mengingatkan, "Periksa lagi mbak, apa ada barang yang tertinggal?

Jawab saja..."Hati saya yang tertinggal di sini!" 
















8 comments:

  1. aih dimana ini? mau doong diancem suru kesinii

    ReplyDelete
  2. Hayuuu,Mbak Inna !! Siapa takut!? Hehe... Ini di jalan Pandu Raya-Bogor Selatan. Tetanggaan sama kantor Catatan Sipil. Bisa lewat Bogor Baru, atau Bangbarung.

    ReplyDelete
  3. aaahhh, mauu yuukk ke sinii... bikin ngiler ini mie kota hujan

    ReplyDelete
  4. Buat penggemar mie, mabtep tuuh, nyuss banget kayanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benerr Mbak, Tempatnya nggak jauh dari Taman Corat coret itu lho,Mbak. Saya nggak nolak kalau diminta temenin makan. Hehe..

      Delete
  5. Bisa jadi pilihan buat makan siang ama keluarga kalau ke Bogor nih mbaa :)

    ReplyDelete
  6. Teppat, Mbak! Carinya pun nggak susah, karna dekat dengan pintu keluar tol.

    ReplyDelete