Sunday, 17 July 2016

Ambil Bunga saat Resepsi Usai



Seperti biasa kalau resepsi pernikahan usai, tamu anak-anak, wanita muda,sampai usia tua mengincar bunga-bunga segar dekorasi ruang. Saya juga pernah begitu, tapi beraninya kalau  perkawinan keluarga. Bunga Krisan yang berasal dari Italy dan bunga  Lily  paling bikin jatuh hati dibanding segar dan meronanya bunga Mawar.

Saya fikir, empunya hajat pasti terlalu sibuk untuk memikirkaan bagaimana kesudahan bunga bunga itu. Seperti waktu adik bungsu saya menikah, kami cuma bawa pulang sedikit bunga pelaminan untuk hibur mata. Tak ada beban melihat tamu melepas lepas  bunga dari partisi maupun vas meja makan.

Hari ini seusai acara resepsi di masjid  Baiturrahman Gedung DPR, saya lihat pemandangan yang menyentuh.

Seorang ibu dan anak perempuannya usia kira-kira 5 atau 6  tahun terpesona memandangi  karangan bunga di sisi kanan pintu masuk. Pelan pelan sang ibu mencabut 2 bunga krisat pink untuk mereka seorang satu.

Anaknya menggeleng sambil cemberut.  Si ibu berinisiatif pilih bunga lain. Tapi tetap saja anak merengek sambil buang bunga.
Dengan sedikit kesal si ibu memungut lalu  menggamit anak menuju parkiran.

Di sana ada  bunga ucapan pada  bord besar. Si Ibu memberinya bunga-bunga warna kuning.
Namun diluar dugaan, usaha ibu bukan menghibur malah membuat anak marah sambil menangis.

"Nggak Mauuu, nggak Mauuu! Ini punya orang!"

Ibunya tertegun sebentar, lalu membuang semua bunga yang sudah dikumpulkan dan berlalu dari situ.

*Ambil bunga Bank hukumnya haram. Hukumnya apa ya kalau  ambil bunga pesta?  :)





No comments:

Post a Comment