Monday, 15 August 2016

Surat Adik




Kemarin pagi, adik saya sibuk terima telepon, sms dan WA
Ucapan selamat Ultah dari teman dan saudara datang beruntun.
Senyumnya nggak lepas waktu bilang terimakasih dan aminkan semua doa.
Kelihatan bahagia sekali!

Jelang siang, masih ada telepon yang masuk. Herannya adik saya cuma diam.
Muka cerianya yang tadi entah ke mana?
Ponsel dia silent, dan  serius  menulis sesuatu.

Biasanya dia  gambar sketsa kalau dapat ide dadakan sebelum melukis.
Tapi lihat mukanya sedih muram begitu , saya yakin bukan karna itu!

Dan penasaran saya kemarin,  akhirnya terjawab hari ini.
Adik saya ternyata menulis surat untuk dirinya sendiri!


Dear Aas...
Sejak pagi buta Hp mu terus menerus berbunyi. Kamu bahagia,kan? Merasa diperhatikan kerabat dan sahabat. Merasa ini hari spesial, banyak yang memberi selamat, mengajak pesta, atau sekedar traktir-traktir sederhana untuk merayakan.

Dear Aas...
Mungkin kamu tengah terbuai, atau kamu lupa, atau memang kurang tanggap?
Bila quota internetmu berkurang, kau panik! Berusaha secepat mungkin isi ulang.
Tapi giliran quota usiamu berkurang, kamu senyum gembira. 
Pantaskah kau merayakannya? Layakkah kau menyebutnya hari spesial?

Paket quota internet bisa kau isi ulang kapan saja.
Sayang, layanan UNLIMITED USIA tak tersedia, dan tak akan pernah tersedia!
Jadi, berhati-hatilah  menggunakan sisa usiamu! Jangan pernah melupakan sabda Rasulullah Saw.

"Seandainya engkau tahu apa yang aku ketahui ( Yang terjadi setelah kematian), niscaya engkau akan lebih banyak MENANGIS daripada tertawa"



Dear Aas...
Perbanyaklah mantadaburi diri. Hisab dirimu sebelum datang hari hisab sesungguhnya! Tanya pada dirimu sendiri...
Pantaskah engkau merayakan "Peringatan" yang mengingatkanmu betapa kian mendekatnya  kakimu ke lubang yang gelap itu?

Terakhir untukmu Aas...
Mulai hari ini, belajarlah!
Belajar untuk menempatkan rasa bahagiamu di tempat yang benar
Bukan menempatkan rasa bahagia itu pada saat yang seharusnya engkau bersedih.



Sumber Gambar:  Ada di sini












.







2 comments:

  1. Kalau saya dulu sempet bikin mirip catatan mba Aas begini di buku harian mba

    ReplyDelete
  2. Hhmmm... Sepemikiran ya Mbak. Alhamdulillah.

    ReplyDelete