Tuesday, 29 November 2016

We Are The Master Of Our Mind



Sebuah percakapan di Resto Baba Gendut.


Saya :
"Jadi gimana caranya supaya kita nggak jadi manusia  reaktif? Gampang  marah, mudah tersinggung, apa saja dikoment, trus cepat menshare berita.

Mbak Iwed:
"Bayangkan tubuh kita ada 2, satunya keluar jadi penonton sejenak. Netralkan hati, lihat jernih masalah, cek ricek data yang masuk di otak"

"Segala kejadian sebenarnya bersifat netral. Cara fikir kita akan membuatnya jadi cerah, suram, bahkan menakutkan. Kenapa kita mudah panik, marah, dan cepat melabelkan orang lain? Sebab kita tidak tahu bagaimana otak kita bekerja. Bagaimana persepsi terbentuk lalu menimbulkan emosi. Dan emosi mendorong manusia merespon peristiwa"


Mbak Iwed yang  ihlas berbagi ini sering menjadi trainer seminar Parenting di daerah dan luar negeri . Tulisannya bersama psikolog Okyna Fitriani laku di pasaran hingga cetak ulang (The Secret Of Lightening Parenting). Jadi ini  kesempatan emas menerima transferan ilmunya.

Mbak Iwed:

"Tau nggak? Karakter manusia tu berpola seperti binatang. Kalau orang suka pendam-pendam perasaan lalu dimuntahkan saat emosi memuncak, itu pola sapi yang memamah biak. Kalau orang langsung bereaksi setiap ada aksi, itu pola ular!"

Plaakk!! Serasa ditampar!

Acara kangen-kangenan ini  bikin benderang pandang. Selama ini banyak kesalahan internal external. Kok bisa yaa...sampe nggak nyadar gitu?

Mbak Iwed memberi tehnik-tehnik menyelesaikan emosi supaya tetap tenang dan berdaya dalam situasi apa pun. Lembutnya tutur kata, intonasi bicara, volume suara, akan membawa ketenangan buat semua.

Di dalam rumah saja kita bisa terpengaruh dengan emosi negativ, apalagi jika kaki sudah melangkah keluar. Banyak hal buruk mempengaruhi emosi.
Hidup harus berkwalitas dengan menjauhi kebodohan
Pantess... 37 kali Allah mengulang kata bodoh dalam Quran. Karna cuma orang bodoh yang lihai menzalimi diri dan orang lain.

Trus gimana supaya kita nggak cepat bereaksi  dengan berita medsos?
Mbak Iwed yang gemar berfoto mesra dengan suami ini, suatu hari baca artikel yang banyak mengundang komentar, judulnya "Pasangan Yang Bahagia Justru Tidak Suka Pamer Kemesraan di Medsos"

Bagaimana reaksinya? Apa tersinggung? Nggak!
Ada cara menghadapinya. Ia ciptakan percakapan di kepala. Istilahnya Meta Model, yang gunanya untuk mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan emosi.

"Pasangan Yang Bahagia Justru Tidak Suka Pamer Kemesraan Di Medsos" Itu kata siapa? Ada datanya nggak? Mana samplenya? Melalui penelitian kah? Mana hasil surveynya ?
Nggak berdasar, kan? Jadi itu murni pendapat subjektif penulis.

Ini sebetulnya sudah terpapar di QS Hujurat:6 tentang "Tabayyun" Check and recheck. Surah yang sarat dengan pesan etika , moralitas, prinsip muammalah  yang menunjukan kwalitas akal manusia.
Kita banyak makan nasehat tentang SABAR . Tapi dalam praktek, kita butuh ilmu terapan

Kesimpulannya:
Nggak usah dipikirin! So, terpancing emosi, mengkopas, mengomentari, menshare artikel tak berdasar, bukan tindakan cerdas.

Notted:

1. Listen and acknowledge
2. Make piece your mind
3. Realize your thoughts are just thoughts
4. Observe your own mind
5. Retrain your mind to rewire your brain
6. Practice self-Compassion



We are the master of our mind.
 Kita nggak bisa ngatur mulut orang lain. Maka yang diatur pikiran sendiri




Sunday, 27 November 2016

Today...




Pagi ini harusnya ke Kebun Raya, ikuti kursus gratis menanam Bunga Anggrek . Tapi bapak tiba tiba telepon, yayasan Jakarta butuh dana renovasi musholla wakaf Almh.Ibu.

Kok pas banget! Kas yayasan Bogor lagi miniiim. Amanatnya pun untuk pendidikan. *Binuuun.
Terus putar otak sambil menanti bantuan Allah entah lewat apa dan berbentuk apa?

Pada ahirnya dapet  "Rejeki Ide simple" , bapak ringan ... saya ringan. Bapak terbantu, amanah terjaga.
Semoga renov lancar. Musholla  di bantaran sungai itu bisa dimakmurkan pengajian anak-anak  dhuafa,  setelah  kurleb 6 atau 7 tahun  jagoan kampung menyerobot  jadi rumah tinggal, paska musibah kebakaran.

Beberes rumah dan ke ATM kelar. Matahari sudah tinggi, tapi tetap ke Kebun Raya. Ciaaan deh, panggung sudah kosong!
Untungnya rumah kaca angrek tetap terbuka.

Sepi pengunjung malah nyaman. Bebas pilih objek foto, nggak usah nunggu orang lewat baru cetrak cetrek kamera.
Beneran lhoo... Serasa dapat hadiah spesial dari Pencipta kebun ini!
Nikmati sendirian sisa hujan, dingin, daun dan batu  basah, pakis menjuntai di pohon tua, gemuruh deras sungai Ciliwung, kicau burung, kabut di kelok jalan, semua cantik segar! Kembalikan ingatan ke jalan setapak kaki gunung Gede-Pangrango.







Lempar tatap haru dengan menyebut nama kekasih. Seruput perlahan kehangatan pesanNya.
Nikmatnya memeluk diri sendiri, menghiburnya. Nggak ada yang menuntutnya  sempurna. Setiap kesulitan yang ditemui akan menjadi sumber bahagia nggak berbatas. Pahami takdir sebagai program satu satunya yang sempurna dan dirancang husus.


Today...
I choose to feel life
Not to deny my humanity, but embrace it










Wednesday, 23 November 2016

Teman Sarapan





Gara gara baca artikel perjalanan karirnya Panglima RI Jendral  Gatot Nurmantyo, yang namanya terinspirasi dari pahlawan Gatot Subroto itu , saya ketemu dengan komentar mantan Kepala Angkatan Perang RI Letnan Jenderal TB Simatupang, di bukunya yang berjudul "Report From Banaran : Experiences During People's War

"Saya tidak tahu mengapa, pimpinan militer banyak dari Banyumas dan Kedu. Seperti Sungkono, Sadikin, Bambang Sugeng, Gatot Subroto, dan tentu tak boleh dilupakan, Pak Urip"

Lantas dia bilang, "Pada masa itu muncul pembicaraan bahwa dialek Banyumas memang terdengar lebih militan dibanding dengan dialek masyarakat jawa lainnya.

"Saya kerap bercanda, menganggap orang orang itu (Para pemimpin militer  asal Banyumas) sebagai "Prussian of Java"

Kebetulan Pak Gatot Nurmantyo berasal dari Banyumasan bagian Utara.
Wah! Jadi penasaran dengan sejarah Prussia yang mempangaruhi Eropa di abad 16 hingga 19, dan apa hubungannya dengan para jendral kita?
Jadi browsing deh! Dan nggak lupa mencatatnya.

Saat sarapan pagi adalah saat paling enak mencatat informasi, istilah baru, dan ilmu apa saja. Buku kecil di meja makan selalu menemani saya sarapan.
Otak masih segar, sesegar sisa embun di luar.
Lagi pula suasana sepi. Pak suami dan anak-anak lapernya jam 10an.



Tentang Prussia

Wilayah Prussia sekarang, ada di antara wilayah Rusia dan Polandia,
Dahulu dia negara terkuat di Eropa. Berhasil menguasai Jerman negri asal nenek moyangnya (Arya Jerman), Polandia, spanyol, Prancis. Selisia, Bavaria, Frankfurt, Nurenburg dan  Austria. Hingga  Austria memberinya julukan "Negara Perampas"

Tentara Prussia terkenal kuat dan pemberani. Darah nenek moyangnya suku Barbaarian dan Suku Vandalis yang tinggal di tepian sungai Rhein - Jerman mengalir dalam tubuh mereka.

Unik juga alur ceritanya. Peranakan Jerman yang mengembara, balik memerangi Jerman, tapi ahirnya menyatukan negri pecahan Jerman sampai jadi Jerman besar.

Jumlah tentara sedikit, tapi punya tehnologi senjata terbaru saat itu, bernama Dreyse Needle Gun.
Memiliki keunggulan, pendek, mudah disimpan, nyaman dipakai ketika sembunyi atau tiarap, tapi memiliki jarak tembak jauh.


Suku Baarbarian.


Istilah "Orang Prussia" sering digunakan terutama di luar Jerman, untuk  menguatkan kesan dari profesionalisme, militerisme, dan konservatisme.

Raja pertama Prussia,Frederic The Great I. Saking hebatnya orang Prussia sampai-sampai  suksesor kemerdekaan Amerika atas Inggris pun dari imigran Prussia.

Yang bisa menyaingi Prussia hanya Rusia dan Turki Usmani.
Ketiganya kelak gagal, namun Prussia bisa dibilang sirna! Tersobek bagian negara itu ke negara tetangga (Polandia dan Sovyet) sejak Hitler berkuasa dan ingin mendirikan negara kesatuan Jerman, tahun 1941.

Asik  baca tentang Prussia ini. Sejarahnya nyambung ke penaklukan negeri-negeri Eropa oleh tentara muslim dari bani Utsmani hingga koalisi eropa yang menyerang Jerussalem dalam perang Salib.

Ada yang tragis dalam perang itu. Pasukan Eropa yang menjalankan serangan darat menderita panas dan kehausan. Mujur, di tengah gurun mereka dapati Oase.
Panglima perang amat gembira,  langsung turun berlari menuju air. Sampai ia lupa beratnya baju besi. Panglima mati dalam air.

Begitu ceritanya...
Teh manis saya dengan roti panggang yang rada-rada angus enak ini tinggal sedikit. Habisin dulu ah!
Kamu punya teman sarapan juga,kan?




















Thursday, 17 November 2016

"Lestari Wastraku, Lestari Negeriku".




Negeri kita ini  ajaib ya..
Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah bertanya di hadapan para presiden Badan Mahasiswa se Indonesia.
"Coba cari, daerah mana yang tidak punya senjata khas? Daerah mana yang tak punya tarian perang? Tidak ada!

Semua pulau di negeri ini punya sesuatu yang khas. Baik bahasa, rumah,  perhiasan, musik, makanan, buah-buahan, binatang dan lain-lain.
Dan kemarin saya melihat kekayaan lain .... 183 macam kain tradisional Nusantara, pada  acara "Seribu Nuansa Satu Indonesia" di Museum Nasional Jakarta.

Pameran yang melibatkan 34 museum dari 433 museum seluruh Indonesia ini mengundang   duta-duta museum dari berbagai daerah. Menginap 4 hari di satu hotel dan datang bersama  mengenakan baju khas daerahnya masing-masing.
Kami berdoa dan mengumandangkan lagu  Indonesia raya bersama dalam gedung putih berpilar.  Di hangatnya cuaca politik saat ini, tentu membawa perasaan tersendiri yang sulit dilukiskan. 

Tamu kehormatan telah  membuka Cenara bertutup beludru hitam payet emas,  tanda acara dimulai.  Disusul tari Sulawesi  berbaju Bodo yang warna dan modelnya selalu bikin saya jatuh cinta.

Dulu, waktu aktif menari di Taman Mini Indonesia, Bapak  Ibu wanti wanti berpesan, tarian adat apa saja, boleh! Asal jangan tari Anging Mamiri dan tari Pendet. Haha...kuciwa!





Dirjen Pariwisata sebagai pembicara kedua setelah Kepala Musium mengatakan, kain tradisonal kita sudah mendapat pengakuan badan dunia sebagai warisan budaya. Tinggal pengakuan dalam negeri saja yang belum maksimal.

Sebisa mungkin ajak dan biasakan anak anak berpakain  tradisionil pada acara khusus keluarga. Pendidikan tentang warisan budaya pun penting dengan cara mengajak mereka ke pameran-pameran.

Waktu pejabat dan utusan daerah memasuki ruang pameran. Undangan media seperti saya dan teman-teman dipersilahkan menikmati hidangan dulu.
Eh ... Belum sampai meja hidangan, di dekat pilar sisi gedung ada Mbok-mbok gesit tengah meracik pecel Madiun dengan asesories kerupuk gendar dan rempeyek kacang.
Wah... Menu lain dengan perangkat  mewah itu kalah deh!
Yang bikin lengkap menariknya, berdampingan dengan pendopo mungil. Seorang guru berblankon siap ajari kami membatik.








Ruang Pameran

Begitu masuk, teman teman belia yang cantik ajak selfie dulu, Ok lah! Karna tak ada tongsis, jadi "Tongmas"saja! *Tolong Mas! 
Satpamnya baik hati, sangat sabar, kayaknya nggak sekali dua kali deh, diminta tolong.





Pada dinding pintu masuk, pengunjung disambut  foto foto tua bertema baju adat dan peralatan menenun sederhana.
Kalau boleh saya kelompokkan, pameran ini menampilkan  3 fase pembuatan  pakaian. Masa  kulit kayu, serat alami, lalu kenal kapas.

Baju kulit kayu semula polos, lalu tersentuh seni,  hasilnya... lukisan unik dengan warna asli dari tumbuhan membuat baju tak sekedar penutup aurat dan pelindung saja, tapi keindahan dan kebanggaan.
Berlanjut terus hingga muncul  bordir, payet, manik manik, sulam, di atas kain yang makin lama makin lembut.


Decak kagum saya pada tetua kita dahulu. Di tiap alur dan warna , bisa kita dapati   sifat penenun, suasana hati dan suasana alam di mana mereka  tinggal.
Menempa kulit kayu super kasar hingga jadi lembaran lentur tentu  butuh proses panjang dan kesabaran.
Maka berdiri diantara alat tenun dan sampiran kain, seperti melihat kelincahan jemari perempuan rumahan yang taat, sabar dan punya cita rasa rasa seni tinggi.

Stand-stand cerah bersinar menyoroti busana kulit kayu, tenun ikat. Tenun Sederhana,  Lompat Lungsi, songket, Batik, Tapis, Jumputan, Sulam dan Aplikasi. Duh, pengen ngeborong aja bawaannya. *Baju kayu,nggak.

Masing masing punya filosophi, sejarah, dan peruntukkannya. Bicara Tenun saja ada 26 macam. Belum  bicara Batik yang sama sama dari Pulau Jawa tapi banyak beda. Pembahasan panjang, jadi si museum nggak mau repot, tinggal kasih buku tentang Kain dan putar film dokumenter kain nusantara di stand sudut. Jadi, ngasih saya PR nih, Pak?





Sepinya Museum Di Daerah

Habis sholat zuhur sempat diskusi santai dengan salah seorang ibu, pejabat museum Sumatra Barat.
Sejak benda asing bernama internet muncul, toko buku banyak gulung tikar, museum di daerah kurang menarik untuk dikunjungi, sepi, berdebu.

Sudah waktunya bikin  acara yang tak biasa, supaya pelajar tertarik mengenal peninggalan sejarah dan budaya, bukan sekedar membaca permukaannya  melalui ebook.

Mustinya...*Sok tau deh!  Museum menggunakan tehnologi canggih dalam eventnya. Seperti anjungan Ramayana atau Hello Kitty di wisata Dunia Fantasi.
Sambil berperahu, pengunjung dibawa ke alam fantasi,  masuk ke kerajaan Majapahit, ketemu suasana perang (Teatrikal)  lalu menggema sumpah Gajahmada. Ngayal dulu 

Nonton Film Durasi Panjang







Ruang auditorium berdampingan dengan Bazaar handy craft. Di ruang sejuk itu  peserta disajikan film dokumenter "Toraja Melo", artinya Toraja yang Indah.Mengisahkan perjuangan Ibu Dinny Yusuf (Pendiri Torajamelo), merangkap aktifis perempuan yang mengangkat derajat kain tenun Toraja ke pasar Internasional.

Diawal sih semangat, karna dengar ceramahnya Dr.Harry Widianto (Direktur Pelestarian Cagar Budaya) tentang tema seminar "Lestari Wastraku Lestari Negeriku".
Dengan santai kocak, ahli gigi tengkorak manusia purba ini menerangkan arti Wastra, yaitu Pelestarian Kain Tradisional yang bukan peninggalan bersejarah dalam bentuk benda saja, tapi juga non benda. Karna punya filosophi dan punya pengaruh psikologis. Tahun 2009  resmi diterima UNESCO.

Menyusul tayangan desa Toraja, perempuan dan ibu muda berjuang melempar kain tenun artistik ke pasar dunia sambil berkuat hati menghadapi mafia benang.

Cantik cantik corak tenun pada upacara pengantin, keagamaan, dan kematian. Siapa sangka, kesederhaan hidup di alam cantik itu menghasilkan kain bergengsi di Eropa.

Di tengah film, lebih banyak orasi dari pada actionnya. Peserta mulai letih. Tang ting suara cangkir dan harum kopi mbuyarkan konsentrasi. Apalagi bapak di sebelah saya sudah ambil serabi solo dan aneka rebusan.

Ingat, kan? Otak kita menghasilkan biokimia yang namanya endorphin. Dia terlibat dalam proses belajar dan mengingat di fase antara alfa dan Theta. Kalau kelamaan konsentrasi, kondisi gelombang otak jadi nggak menentu. Hihi, bilang aja mau ngopiii.

Oh iya,tau arti  corak batik ini ??

 Image result for batik tema awan


Dari pak Doktor tadi, saya baru tau, ini batik Mega Mendung asal Cirebon. Pesan batik... "Semoga Ada Perdamaian" . Manusia harus mampu meredam amarah dalam situasi apa pun.

Hmmm, seperti pekat awan yang menyimpan gumpalan es, kali yaaa.. Manusia di bumi nggak pernah bisa lihat prosesnya sampai jadi hujan yang menyejukkan dan manfaat bagi orang banyak. So, tahanlah amarah demi kebaikan. *Yang terahir ini ngarang bebas.

Begitulah hasil kunjungan saya...
Detil kain dan fungsi museum, saya tulis di lembaran lain saja, deh!
Nanti bacanya keburu boring.

Yang asik sih, datang saja ke pameran! Sampai tanggal 20 November,kok.
Nanti ada workshop membatik dan jumputan. Pameran ini akan membuka wawasan, selain meningkatkan  pemahaman serta kecintaan masyarakat hususnya generasi muda terhadap kekayaan budaya nasional, spesifiknya kain tradisional.




"Lestari Wastraku Lestari Negeriku". 



























Tuesday, 15 November 2016

Tempat Bernaung Kala Perang Itu Datang



Image result for reklamasi pantai indah kapuk


Ini cuma catatan kecil yang saya ambil dari beberapa rekaman penting pidato tokoh berpengaruh. Biasanya saya siapkan menjelang ketemu dengan bapak. 
Saya harus menceritakan keadaan politik teranyar, lantaran beliau sibuk baca buku buku agama.

Bapak suka senyum menertawakan jalan akal manusia, tapi kadang matanya berair,  melihat bukti ayat ayat Allah turun perlahan, membentang.

*****

Hanya ada 3 negara di garis equator bumi, yaitu Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Latin. Tanahnya subur dan kaya air bersih.
Di saat negara negara besar tak bisa mendapatkan energy fosil, banyak kerusakan alam, dan keringnya sungai Tiberias, maka 3 negara itu seperti gula yang dikerubungi semut. Bisa tejadi perang demi pangan, seperti  yang Presiden Soekano dulu ramalkan.

Dibanding dengan 2 negara lain, Indonesia paling menguntungkan dari kekayaan alam dan strategi politik internasional.  menurut Sri Bintang Pamungkas, China yang  selalu berani menantang aturan PBB itu  sejak tahun 1920 bahkan jauh sebelumnya, sudah  atur strategi ingin menguasai pangan Indonesia. Sementara bangsa kita masih asik mengandalkan energy minyak dan emas Papua.

Satu saja pulau kita dijadikan pangkalan militer, maka akan leluasa dia berekspansi. Misalnya Pulau Natuna yang kekeh surekeh ingin dijadikan wilayah China setelah penduduk china minoritas di sana mengadu pada  Presiden Deng Xiaoping di dekade 80an.

Jurnal the diplomat pada 2 Oktober 2014 sudah meramalkan akan ada konflik terbuka antara Indonesia dan China. Cepat atau lambat. Analis  politik Victor Robert Lee punya bukti bahwa ada permintaan resmi warga keturunan, agar China menganeksasi pulau itu.

Kalau dengar pidato Panglima Gatot yang saya kagumi itu dan orasinya Yapto, ada kesatuan arah. Strategi penguasaan pinggir pantai seperti membentuk satu benteng. Dari Natuna, akhirnya berani mencoba ke teluk Jakarta.

Kenapa properti Podomoro, Agung Sedayu, selalu laku keras sejak tiang pancang di tanam dalam laut? Padahal izin pemda belum di kantong! Mungkin pakai prinsip "Lebih baik minta maaf, dari pada minta izin"

Dari pengelola, Yapto dapat jawaban, bahwa warga keturunan di Batamlah pembelinya. Tapi setelah cek data penduduk, pemda setempat mengatakan jumlah penduduk masih sama, tak  berkurang! Nah lho!!

Daerah pantai sangat strategis untuk mengurung dan mempermudah penguasaan. Pendapat lain, agar mudah mengevakuasi warga keturunan itu bila terjadi satu hal di luar perhitungan.


Persoalan lainnya,  warga China berkedok tenaga kerja  beruntun datang dengan e-KTP palsu yang mereka buat di sana. Siapa yang bisa menjamin kalau mereka bukan tentara? Intelejen dan petugas imigrasi masih minim.

Mereka datang saat kita susah. Dilalahnya kaum mereka adalah pemilik  industri hulu. Bicara makanan dari mie, bumbu, kecap, minyak goreng, sampai tokonya, semua sudah dikuasai. Perjanjian awal perusahaan memperkerjakan warga asing terlanjur disetujui.

Konon, warga Melayu Malasyia dan Singapur amat iri pada Indonesia. Karna negeri kita masih mayoritas Melayu dan tak berdominion.
Menurut Guru Besar UI, di singapur ada 4 kasta. Yang pertama adalah China, kedua India, Arab, dan terakhir Melayu sebagai kasta Sudra. Padahal awal mula Singapur mayoritas muslim Melayu, Kemana mereka? Apa kita mau seperti itu?

Saya tak  membenci satu kaum, kecuali karna Allah yang murka  pada perbuatan mereka. Masa depan pun tak khawatir , sebab sudah janji Allah, jika kita beriman maka para malaikat akan datang menghibur. Laa Takhaf walaa Tahzan!
Rasul bilang ... "Sungguh indah perkara muslim, apa saja yang datang, selalu baik!"

Kalau menyatukan  Surah Al Kahfi, Al hadid dan pidato tokoh itu, kok cocok dengan kisah Ya'juj Dan Ma'juj. Saya lupa siapa penulisnya, ada satu buku yang meramalkan demikian.

Apa pun... Bagaimana pun, selalu ingat pesan  bapak di saat kami naik mobil berdua, atau ngobrol di rumah. 

"Wa makaruu wa makarullah, wallahu khairum maakiriin"

Orang orang kufar itu membuat makar, dan Allah pun membuat makar untuk mereka. Dan Allah adalah sebaik baiknya pembuat makar"


Berapa lama ada pemberontakan? Berapa negara disinggahi  Hasan Tiro untuk minta dukungan kemerdekaan? Jika Allah bukan jadi sandaran, lalu  kehendakNya sudah tetap, maka dalam hitungan detik, cuma satu sapuan tsunami,  semua hapus, berubah!

Bayangkan kalau sapuan itu datang di sentra bisnis dan kawasan hunian modern yang dibangun setelah mendepak  nelayan jelata. Rumput indah tamannya tumbuh setelah menggusur  paksa pemukiman kumuh, perusak pandang dari jendela kamar mereka.

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiiir...
Allah sebaik baiknya tempat kita benaung dan meminta pertolongan, sebelum mau pun  saat genderang perang pangan itu datang.

Wallhu a'lam...


Image result for reklamasi pantai indah kapuk