Tuesday, 15 November 2016

Tempat Bernaung Kala Perang Itu Datang



Image result for reklamasi pantai indah kapuk


Ini cuma catatan kecil yang saya ambil dari beberapa rekaman penting pidato tokoh berpengaruh. Biasanya saya siapkan menjelang ketemu dengan bapak. 
Saya harus menceritakan keadaan politik teranyar, lantaran beliau sibuk baca buku buku agama.

Bapak suka senyum menertawakan jalan akal manusia, tapi kadang matanya berair,  melihat bukti ayat ayat Allah turun perlahan, membentang.

*****

Hanya ada 3 negara di garis equator bumi, yaitu Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Latin. Tanahnya subur dan kaya air bersih.
Di saat negara negara besar tak bisa mendapatkan energy fosil, banyak kerusakan alam, dan keringnya sungai Tiberias, maka 3 negara itu seperti gula yang dikerubungi semut. Bisa tejadi perang demi pangan, seperti  yang Presiden Soekano dulu ramalkan.

Dibanding dengan 2 negara lain, Indonesia paling menguntungkan dari kekayaan alam dan strategi politik internasional.  menurut Sri Bintang Pamungkas, China yang  selalu berani menantang aturan PBB itu  sejak tahun 1920 bahkan jauh sebelumnya, sudah  atur strategi ingin menguasai pangan Indonesia. Sementara bangsa kita masih asik mengandalkan energy minyak dan emas Papua.

Satu saja pulau kita dijadikan pangkalan militer, maka akan leluasa dia berekspansi. Misalnya Pulau Natuna yang kekeh surekeh ingin dijadikan wilayah China setelah penduduk china minoritas di sana mengadu pada  Presiden Deng Xiaoping di dekade 80an.

Jurnal the diplomat pada 2 Oktober 2014 sudah meramalkan akan ada konflik terbuka antara Indonesia dan China. Cepat atau lambat. Analis  politik Victor Robert Lee punya bukti bahwa ada permintaan resmi warga keturunan, agar China menganeksasi pulau itu.

Kalau dengar pidato Panglima Gatot yang saya kagumi itu dan orasinya Yapto, ada kesatuan arah. Strategi penguasaan pinggir pantai seperti membentuk satu benteng. Dari Natuna, akhirnya berani mencoba ke teluk Jakarta.

Kenapa properti Podomoro, Agung Sedayu, selalu laku keras sejak tiang pancang di tanam dalam laut? Padahal izin pemda belum di kantong! Mungkin pakai prinsip "Lebih baik minta maaf, dari pada minta izin"

Dari pengelola, Yapto dapat jawaban, bahwa warga keturunan di Batamlah pembelinya. Tapi setelah cek data penduduk, pemda setempat mengatakan jumlah penduduk masih sama, tak  berkurang! Nah lho!!

Daerah pantai sangat strategis untuk mengurung dan mempermudah penguasaan. Pendapat lain, agar mudah mengevakuasi warga keturunan itu bila terjadi satu hal di luar perhitungan.


Persoalan lainnya,  warga China berkedok tenaga kerja  beruntun datang dengan e-KTP palsu yang mereka buat di sana. Siapa yang bisa menjamin kalau mereka bukan tentara? Intelejen dan petugas imigrasi masih minim.

Mereka datang saat kita susah. Dilalahnya kaum mereka adalah pemilik  industri hulu. Bicara makanan dari mie, bumbu, kecap, minyak goreng, sampai tokonya, semua sudah dikuasai. Perjanjian awal perusahaan memperkerjakan warga asing terlanjur disetujui.

Konon, warga Melayu Malasyia dan Singapur amat iri pada Indonesia. Karna negeri kita masih mayoritas Melayu dan tak berdominion.
Menurut Guru Besar UI, di singapur ada 4 kasta. Yang pertama adalah China, kedua India, Arab, dan terakhir Melayu sebagai kasta Sudra. Padahal awal mula Singapur mayoritas muslim Melayu, Kemana mereka? Apa kita mau seperti itu?

Saya tak  membenci satu kaum, kecuali karna Allah yang murka  pada perbuatan mereka. Masa depan pun tak khawatir , sebab sudah janji Allah, jika kita beriman maka para malaikat akan datang menghibur. Laa Takhaf walaa Tahzan!
Rasul bilang ... "Sungguh indah perkara muslim, apa saja yang datang, selalu baik!"

Kalau menyatukan  Surah Al Kahfi, Al hadid dan pidato tokoh itu, kok cocok dengan kisah Ya'juj Dan Ma'juj. Saya lupa siapa penulisnya, ada satu buku yang meramalkan demikian.

Apa pun... Bagaimana pun, selalu ingat pesan  bapak di saat kami naik mobil berdua, atau ngobrol di rumah. 

"Wa makaruu wa makarullah, wallahu khairum maakiriin"

Orang orang kufar itu membuat makar, dan Allah pun membuat makar untuk mereka. Dan Allah adalah sebaik baiknya pembuat makar"


Berapa lama ada pemberontakan? Berapa negara disinggahi  Hasan Tiro untuk minta dukungan kemerdekaan? Jika Allah bukan jadi sandaran, lalu  kehendakNya sudah tetap, maka dalam hitungan detik, cuma satu sapuan tsunami,  semua hapus, berubah!

Bayangkan kalau sapuan itu datang di sentra bisnis dan kawasan hunian modern yang dibangun setelah mendepak  nelayan jelata. Rumput indah tamannya tumbuh setelah menggusur  paksa pemukiman kumuh, perusak pandang dari jendela kamar mereka.

Hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiiir...
Allah sebaik baiknya tempat kita benaung dan meminta pertolongan, sebelum mau pun  saat genderang perang pangan itu datang.

Wallhu a'lam...


Image result for reklamasi pantai indah kapuk







No comments:

Post a Comment