Tuesday, 3 January 2017

Saya Dan 2016


Di ujung 2016, nggak ada resolusi-resolusian. Malam gembira (Bagi orang)  lewat begitu saja seperti tahun tahun kemarin.
Yang enak sebetulnya menulis di blog yang hampir berlumut ini. Tapi masih banyak urusan. Urusan hati!

Ada sedih...
Beruntun 2 orang sahabat wafat. Menyusul  (Ambang 2017) putra tetangga yang sejak bayi suka main di rumah, termasuk korban kecelakaan kapal Express Zahroh yang terbakar.
Hari ini jenazahnya masih ditunggu karna proses panjang di Rumah Sakit dan Kantor Polisi.

Ya Allah, terbayang terus senyum ramahnya sembari panggil-panggil dari jauh di mana pun kami ketemu.
Menurut sahabatnya yang selamat, ia sempat menolong orang lain sebelum  terjun.

"Kamu baik bener! Serasa kamu hadir waktu papamu kasih lihat tante 2 foto besarmu"

Ada problem...
Rumah kami mau dibeli. Jadi harus cari rumah lagi.
Susah ya cari rumah tuh! Seperti cari pasangan hidup. Harus bener bener klik di hati.

Rumah baru banget pasti Ok di mata. tapi begitu diketok, dinding berasa kopongnya. Hehe, nggak bisa becanda dorong-dorongan dong ya! Udah gitu sempit ( type 120). Kurang seru kalau lagi ngambek sama pak suami, nanti cepet baikan! Hihi

Semoga dapat yang terbaik. Harga murah, model nggak norak, adem, strategis, enak buat beribadah dan bermuamalah. Amiin.

Ada Takut...
Hmmm... Nggak usah diceritain deh. Manusia kan diuji dengan kepalaparan dan ketakutan. Jadi keep aja soal ujiannya. jawab diem diem.

Alhamdulillah masih punya bahagia.
Pagi petang lihat pak suami dan anak anak sudah kelar mandi dan berangkat ke masjid sama sama. Nggak ada yang melebihi dari itu.

Selamat tinggal 2016!
Entah cerita apalagi di depan? Bagaimana pun cuaca hati, semoga Allah beri kepandaian  menghitung matematikanya sabar syukur dan selalu ingat ucapan yang Dia ajarkan "Innallaha ma'anaa"














No comments:

Post a Comment