Friday, 24 February 2017

Tugas Baru

Sudah lama saya nggak bikin postingan blog. Kangen!
Alhamdulillah bukan karna kehilangan semangat. Tapi karna dapat Job menarik yang saya harap dapat jadi "Bekal Pulang" saya.

Saya diminta rutin menulis untuk satu media. Penghasilannya biasa-bisa saja, nggak Wow banget! Tapi... Dengan tulisan saya, anak anak yatim bisa dapat kebahagiaan. Panti Asuhan yan menampung mereka bisa lebih cepat lagi berhubungan dengan para donatur. Alhamdulillah.

Segala puji, untukMu wahai Allahku... Pemilik cinta terbesar melebihi cinta siapa pun!
Doa lama hamba yang bergelimang dosa ini, kelihatan jawabnya di ufuk timur. Cahaya kemilaunya menambah kecintaanku padaMu.

Izinkan, kemampuan menulis dariMu ini, mampu memberi manfaat banyak. Jadi penerang jalan sendiri yang paling utama. Amiin yaa mujibassaailiin...



** INI KIRIMAN ARTIKEL MINGGU KE 3



AYAH HEBAT

Ayahanda budiman...

Apakah ada sahabat atau kerabat Ayah yang baru kembali dari tanah suci?
Sudah jadi cerita umum, orang yang pulang dari tanah suci akan berkisah pengalamannya. Ada perbuatan buruk di tanah air terbalas di sana, atau dapat sesuatu yang indah disebabkan amalnya sebelum berangkat.
Kita dengarkan dengan takjub. Betapa Allah itu maha adil, tegas, dan memperingatkan dengan cinta.

Kalau dipikir, sebetulnya hal itu tidak hanya terjadi di sana. Dalam keseharian di negeri sendiri pun pembalasan itu ada. Mungkin karna di tanah suci full ibadah, jauh dari kesibukan duniawi, dan sedang berdekatan dengan Allah, jadi teguran kecil sagat cepat dan terasa.

Pak Ramli sopir mobil Online membentak bentak istrinya ketika akan berangkat kerja, karna sang istri dianggap lengah mengawasi anak balita mereka yang terluka karna jatuh.

Begitu sampai di jalan cari penumpang, mobilnya menyenggol mobil mentereng. Kontan si pemilik turun dan membentak-bentak Pak Ramli yang tak berani berkutik. Dalam perjalanan pulang, baru tersadar, ini mungkin balasan perbuatan buruknya pada sang istri.

"Tidak ada kesusahan yang muncul, tak ada kesulitan yang timbul, dan tak ada permasalahan kehidupan yang terjadi kecuali diri kitalah yang mengundang permasalahan datang"


BUNDA PINTAR

Bunda...

Mungkin bunda masih ingat dengan QS Al-An'aam 44...

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan pada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa"

Satu saat ada beberapa orang ibu dalam angkot. Suasana sunyi tak ada yang memulai pembicaraan. Hanya deru kendaraan yang terdengar.
Tiba-tiba sopir angkot menginjak pedal rem, ulah pengendara  motor yang seenaknya menyalip.

Salah seorang ibu jadi memulai percakapan.
"Haduh, itulah! Makanya saya malas bawa mobil sendiri. Kendaraan di jalan bikin saya stress!" Sambil menatap senyum pada ibu gemuk, usia  lebih tua di sebelahnya.

"Oo...Kalau saya sih, biasa suami yang setir mobil" Balasnya

Sejak pembukaan dialog itu, mereka asik ngobrol. Si ibu yang lebih tua tadi dengan bangga menceritakan kelebihan suami, kebaikan dan suksesnya anak-anak, mantu saleh, kiriman uang dari anak anak yang besar dan lain-lain.

Bunda yang baik,
Semoga kita diberi kesabaran lisan dan diberi kepandaian dalam merasa.
Menceritakan nikmat dengan mencolok di tengah orang, rasanya tidak elok.

Bagaimana kalau di antara penumpang lain yang mau tak mau, terpaksa mendengarkan itu, ada yang tengah dirundung kesulitan hidup?
Dan bagaimana jika nikmat itu ternyata "Istidraj"? Kenikmatan yang menipu.
Pemberian Allah tanpa ridho yang sengaja diberi agar hamba bertambah kesesatannya. Nauzubillahi min dzalik!

KELUARGA QURANI


Coba sesekali iseng, susun daftar  judul lagu favorite sejak kita kanak-kanak, remaja, hingga lagu terbaru. Kemudian tulis liriknya.
Kira kira berapa lembar halaman? Yang pasti lebih dari sepuluh lembar ya..
Bahkan ada yang bisa hafal ratusan lagu.

Saking cintanya, dengar musik intronya saja sudah bisa menebak dan meneruskan lagu.
Bila di tengah keramaian terdengar sayup1 lagu favorite, telinga langsung fokus.
Bibir bersenandung mengikuti, dan bisa jadi hari itu kita mengulang-ulangnya tanpa disadari.

Apalagi kalau pelantun lagu sangat menjiwai liriknya. Syair menyentuh membuat haru, seolah diri kitalah pelakon syair sesunggunya.
mendamba bertemu dengan penyanyinya.

Mari kita susun, sudah berapa surah quran yang kita hafal?
Sejauh mana kecintaan pada quran? Pernahkah rindu pada quran?
Umur bertambah, tapi bacaan sholat masih surat yang itu-itu saja.
Tak ada larangan membaca sedikit surah dalam sholat, tapi jika cinta pada pemilik kalimat Quran dan pembawanya, tentu timbul rasa puas bila mampu menghafalnya.

Mari kita tambah hafalan kita. Kata para ahli, hormon daya ingat dalam otak akan optimal dan mencegah pikun.
Tapi yang lebih dari itu, menambah kedekatan dan cinta pada pencipta kita.

Bayangkan kenikmatannya. Usai sholat di keheningan,  kita seolah sedang duduk di hadapan pemilik kalimah suci, lalu pelan-pelan Muroja'ah ( Setor hafalan). mengulang-ulang pesanNya.

Mari kita cicipi  manisnya menghafal. Kala dengar quran dibaca, refleks mulut kita meneruskan dengan kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Ingat lagi artinya, dan terbawa terus mengisi hari. Dan puncaknya adalah merindukan pertemuan dengan Allah.

Jadi jangan heran, kenapa Rasulullah sering meminta sahabat-sahabatnya membaca quran dan beliau mendengarkan. Jangan heran kenapa beberapa anak penghafal quran tuna netra, tak pernah berdoa minta disembuhkan.
Sebab dengan tidak melihat gemerlap dunia, mereka lebih mudah menghafal dan menjaga hafalannya.

Wallahu a'lam


ANAK JUARA

Sekarang ini kalau dengar orang mengucap kata "Jihad" kok jadi seram yaa.
Bayangannya pasti mujahid yang bajunya berdarah-darah karna perang di jalan Allah. Yang lebih parah dan sangat tidak masuk akal adalah membayangkan  sebuah pesawat terbang melesat menghantam gedung tinggi.

Padahal arti kata jihad adalah BERJUANG. Berjuang bukan dalam perang saja. Tapi berjuang dalam segala hal. Misalnya berjuang bangun pagi untuk sholat subuh dan bersiap-siap sekolah, meski pun air dingin, hujan, gelap dan jalanan banyak air tergenang. Berjuang mengusir rasa malas belajar, berjuang menjauhi teman-teman yang nakal, dan lain lain.

Dengar, bukan? Lima kali sehari azan menyeru, mengajak kita "Hayya 'alal falaaaah" . Artinya, Ayooo kita raih kemenangan! Ayo kita sukses! Ayo kita juara!
Yuk! Kita penuhi seruan itu, baik untuk ibadah mau pun untuk tugas kita menuntut ilmu!


Terimakasih Media MIZAN, sudah memberi saya kesempatan. Semoga jadi amal jariah. Selamat datang.... TUGAS BARU!!




























Sunday, 12 February 2017

Tinggikan Kemanusiaan Dan Kemerdekaan Kita


Anak-anakku...


Titik ordinat kemanusiaan kita adalah pada KEMERDEKAAN. Artinya jika kemerdekaan kita nol, maka nilai kemanusiaan kita nol. Nilai insani kita tergantung pada kemerdekaan yang kita hayati.
Bila  mampu mempertahankan tingginya nilai kemanusiaan dan kemerdekaan,  itulah INSAN KAMIL, atau insan paripurna.

Ini ajaran islam, namun Albert Ainstain menerimanya. "The quality of human being"
Merdeka itu lepas dari segala, bahkan bebas dari dominasi dirinya sendiri.

Apa yang bisa menghambat kemerdekaan manusia? Cuma Tuhan!
Maksud tuhan di sini adalah Illah yang disebut dalam quran hingga 147 kali.
ILLAH artinya TUHAN.  Tapi TUHAN bukan berarti ALLAH.
Maka terjemahan TUHAN dalam kalimat Laa ilaaha illallah, adalah "Sesembahan"

Anak anakku...

Di luar sholat sunnat, kita mengucapkan kalimat tauhid itu 9x.
Berikrar bahwa kita ingin merdeka, tapi hati kita enggan melepas belenggu harta dan tahta yang populer sejak zaman nabi Adam.

Illah bukan berarti Allah. Buktinya dalam Quran kata itu berbentuk plural/Banyak. Ada Ilaahatun, Ilaahun dan ilaahain. Bermakna benda, abstrak, konkrit, bahkan manusia

Perlu kiranya kita memperbaharui lagi pemahaman dari kalimat syahadat.
Jika berpendapat bahwa tak bisa hidup tanpa pasangan kita, bersandar pada gaji, yakin tanpa obat dia pasti mati dll, artinya kemerdekaan kita hilang, dan alangkah lemah sandaran kita.

Mari nak, kita pentingkan Allah di atas segala, bahkan lebih dari diri sendiri (QS 45;32)
Mengutamakan hawa (Personal desire) atau  menuruti apa yang tercetus dalam hati kita, itulah hawa!

Tanpa diajarkan, fitrah kita  haqqul yaqiin bahwa Tuhan kita adalah Rabb pencipta langit dan bumi.

Apakah ada mahluk yang paling yakin melebihi yakinnya iblis akan adanya Allah sebagai rabbu'alamiin? Tapi iblis tidak islam, tidak pasrah pada ketentuan Allah.
Dengan rinci Allah mengurai dialogNya dengan iblis, di Surah Al-A'raf ayat 11 sampai 18.

Apa yang Mama tulis ini, semata-mata ingin mengingatkan. Beragama tak cukup hanya dengan yakin!  Ilmu, Islam dan Iman harus jadi akar hidup dan bekal hidup.
Lepas diri dari segala, agar ringan langkah saat pertemuan dengan Allah.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? (Al-Ankabut 2-3)

Ayo, sayang..

Tinggikan kemanusiaan dan kemerdekaan kita.

























Monday, 6 February 2017

Semua Ada Masanya


Seperti bebenah rumah yang mau kedatangan tamu.
Sisir ruangan dari teras sampai tembok ruang paling belakang.
Menyapu dan pel  lantai, lap debu, rapihkan kamar
Cuci perabot yang manfaat, dan tata baik segala yang berharga
Warisan penerus kehidupan

Demikian juga yang saya lakukan di rumah blog ini.
Kemarin lebih dari seratus postingan dalam draft sudah saya delete
Selanjutnya...
Postingan yang sudah terpublish pun akan saya sortir.
Yang manfaat, dan kira kira dapat persetujuan dari pemilik
kemampuan menulis saya.

Capek juga ternyata mensortir itu. Nggak seperti waktu membuat.
Santai, asal jadi, asal keluar, asal asalan pokoknya!
Padahal semua ada tanggung jawabnya.

Its time for cleaning!
Jika sudah selesai, rehat sejenak.
Nikmati rumah bersih rapih, sambil meneguk minuman segar

Semua ada jatahnya
Semua ada ukurannya
Semua ada masanya




Pertemuan Kita


Ketika angka memudar
 Penghargaan  hambar
Tak butuh lagi pandang

Jari berkeringat mengumpulkan zam zam di sisa waktu
Demi senyuMu saat pertemuan

Kemarin pagi
Buih  kukira kapal berlayar putih
Kegaduhan kukira melodi terindah

Kupandang cantik domba cacat sekarat
Bermata buta denga satu telinga
seharga 1 dirham.


Jauhkan aku dengan kesalahan
Laksana Masyriq wal maghrib
Tercuci dengan tsalji wal barad.

Hibur aku
Seperti Kau hibur ibunda Musa
Tenangkan aku
Dengan bisikanMu di Jabal Tsur

Pertemuan kita 
titik uap kembali pada samudera
membawa serpihan rayhan 99
susuri celah batu
bersihkan  diri dan ilalang

Pertemuan kita
debu menuju Bima Sakti
Genapi  kendaraan Wala' dan Baro'ku

Perjalanan panjang

Semoga... Semoga
Tak ada daun kering berterbangan di sana
Tak ada lipatan yang dilempar ke wajah hina

Hanya
Seteguk air di sisi telaga
Dari tangan lembut kekasihMu
Pengantar
Pertemuan kita