Sunday, 12 February 2017

Tinggikan Kemanusiaan Dan Kemerdekaan Kita


Anak-anakku...


Titik ordinat kemanusiaan kita adalah pada KEMERDEKAAN. Artinya jika kemerdekaan kita nol, maka nilai kemanusiaan kita nol. Nilai insani kita tergantung pada kemerdekaan yang kita hayati.
Bila  mampu mempertahankan tingginya nilai kemanusiaan dan kemerdekaan,  itulah INSAN KAMIL, atau insan paripurna.

Ini ajaran islam, namun Albert Ainstain menerimanya. "The quality of human being"
Merdeka itu lepas dari segala, bahkan bebas dari dominasi dirinya sendiri.

Apa yang bisa menghambat kemerdekaan manusia? Cuma Tuhan!
Maksud tuhan di sini adalah Illah yang disebut dalam quran hingga 147 kali.
ILLAH artinya TUHAN.  Tapi TUHAN bukan berarti ALLAH.
Maka terjemahan TUHAN dalam kalimat Laa ilaaha illallah, adalah "Sesembahan"

Anak anakku...

Di luar sholat sunnat, kita mengucapkan kalimat tauhid itu 9x.
Berikrar bahwa kita ingin merdeka, tapi hati kita enggan melepas belenggu harta dan tahta yang populer sejak zaman nabi Adam.

Illah bukan berarti Allah. Buktinya dalam Quran kata itu berbentuk plural/Banyak. Ada Ilaahatun, Ilaahun dan ilaahain. Bermakna benda, abstrak, konkrit, bahkan manusia

Perlu kiranya kita memperbaharui lagi pemahaman dari kalimat syahadat.
Jika berpendapat bahwa tak bisa hidup tanpa pasangan kita, bersandar pada gaji, yakin tanpa obat dia pasti mati dll, artinya kemerdekaan kita hilang, dan alangkah lemah sandaran kita.

Mari nak, kita pentingkan Allah di atas segala, bahkan lebih dari diri sendiri (QS 45;32)
Mengutamakan hawa (Personal desire) atau  menuruti apa yang tercetus dalam hati kita, itulah hawa!

Tanpa diajarkan, fitrah kita  haqqul yaqiin bahwa Tuhan kita adalah Rabb pencipta langit dan bumi.

Apakah ada mahluk yang paling yakin melebihi yakinnya iblis akan adanya Allah sebagai rabbu'alamiin? Tapi iblis tidak islam, tidak pasrah pada ketentuan Allah.
Dengan rinci Allah mengurai dialogNya dengan iblis, di Surah Al-A'raf ayat 11 sampai 18.

Apa yang Mama tulis ini, semata-mata ingin mengingatkan. Beragama tak cukup hanya dengan yakin!  Ilmu, Islam dan Iman harus jadi akar hidup dan bekal hidup.
Lepas diri dari segala, agar ringan langkah saat pertemuan dengan Allah.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka belum diuji? (Al-Ankabut 2-3)

Ayo, sayang..

Tinggikan kemanusiaan dan kemerdekaan kita.

























No comments:

Post a Comment