Thursday, 23 March 2017

Tulisan Buat MIZAN


AYAH HEBAT

Seseorang bertanya pada anak kecil "Bagaimana ayahmu?" Jawabnya; "Auk ah, gelapp!!" Karna dia benar- benar bertemu ayah saat gelap saja.

Kata seorang penggagas Komunitas Ayah Hebat, Bendri Jaisyurahman, minimnya keterlibatan ayah dalam mengasuh bikin anak mengalami masalah psikologis. Salah satunya, anak akan minder, anak lelaki condong feminin atau sebaliknya, yang wanita cenderung tomboy. Ada pula yang sampai reaktif dan lambat dalam memutuskan sesuatu.

Nampak jelas ya, seorang ayah dituntut mampu mengatur waktu supaya padat manfaat meski sedikit kesempatan.
Terlalu banyak beban hidup, memang. Semoga terbantu dengan cara bermuhasabah sambil cari tau lebih banyak akan  hak Allah, badan dan keluarga.

Apalagi harum ramadhan sudah tercium, mari kita rubah! Rencanakan dan atur  waktu dengan detil agar manis ibadahnya teraih tanpa melepaskan tanggung jawab di bumi. Jangan tunggu esok.


BUNDA PINTAR

Bagaimana keadaan Bunda hari ini? Semoga Bunda masih tetap semangat menjalankan rutinitas keseharian penuh keihlasan, dan dianugerahi kesehatan .
Bicara kesehatan jadi teringat akan datangnya ramadhan yang tak akan lama lagi.
Apa Bunda masih punya hutang puasa di ramadhan lalu?

Mumpung kita sehat lahir bathin, kita bayar hutang-hutang itu dengan perbaikan berdasarkan ilmu. Benahi kekurangannya agar sempurna, dan mengumpulkan sebanyak banyaknya informasi apa saja yang merusak amal ibadah kita. Agar ramadhan berikutnya kita lebih siap.

Seperti doa-doa para salafusshalih...

"Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya dengan kerelaan"


KELUARGA QURANI

Pagi masih dingin, sisa embun menyelimuti dedaunan. Lampu di gubug gecil di bawah rimbun pohon masih menyala. Tapi suara sapu lidi  di halaman sudah terdengar. Sementara  lantunan quran terdengar syahdu dari radio mereka. Selalu begitu setiap hari.

Bu Rohaye, membiasakan keluarganya menikmati anugerah pagi. Semua kegiatan jika di awali pagi hari akan membawa berkah, begitu katanya.
Anak anak bergerak merapihkan kamar, Bu Rohaye membersihkan halaman, suaminya mengayuh sepeda ke pasar selepas sholat jamaah di masjid.


Jelang magrib, lantunan quran tak terdengar. Jika kita masuk ke dalam gubug itu, seperti ada suara lebah. Masing masing mengaji di kamarnya.
Betapa indah rumah yang dihiasi quran. Membawa ketenangan hingga ke para tetangga.



ANAK JUARA

"Ma, sekarang aku mau rajin makan sayur, nggak cuma daging dan tempe terus!"
Begitu kata Dito sepulang mengaji dengan nafasnya  yang terengah-engah karna berlomba dengan anak tetangga di perjalanan.

"Alhamdulillaaah, Mama senang sekali mendengarnya" Jawab sang mama tak mampu membendung kegembiraan. Sambil senyum sang mama mengikuti Dito yang hendak mengganti baju kokonya.
"Eh! Tapi kenapa begitu tiba-tiba,nak?"

"Gini Ma, Pak ustad bilang, kambing punya susunan gigi yang rata karna dia pemakan nabati. Sedangkan ikan dan binatang buas punya gigi runcing-runcing karna pemakan hewani. Karna gigiku ada yang rata dan runcing, jadi aku harus makan keduanya  keduanya"

Masya Allah, Demikian sempurnanya Allah. Tak ada yang sia-sia dalam ciptanNya.






1 comment:

  1. waah... betul ya tidak ada yg sia2 Allah dlm menciptakan ciptaanNya. Makasih sharing-nya ya... :)

    ReplyDelete