Wednesday, 5 April 2017

Tulisan Untuk MIZAN


AYAH HEBAT

Ponsel berbunyi dari nomor asing. Suara di seberang sana kedengaran tergesa-gesa dan singkat. "Tolong informasikan ke teman dan saudara, supaya nomor saya dihapus dari grup WA dan daftar nomor telepon. Saya kehilangan Hp dan si pencuri menghubungi nomor yang ada untuk  meminta uang!"

Musibah datang tak kenal siapa dan di mana.  tak hanya dia yang kena musibah kehilangan, teman teman pun mendapat imbas buruknya.

Al Hasan seorang 'alim memohon : "Ya Allah, kami tak berdaya menolak bahaya dari diri kami, meski datang dari arah yang kami ketahui dan dengan cara apa yang kami ketahui"

Semoga doa ini bisa jadi penguat para ayah ketika harus  melapangkan  hati istri dan anak dalam menghadapi kehilangan baik kecil mau pun besar.


IBU BIJAK

Peristiwa ini sering terjadi tanpa disadari.  Begitu penumpang perempuan masuk ke dalam kendaraan umum, langsung mata penumpang perempuan lain tertuju ke sana. Dilihat dari pakaian, sepatu, tas, sampai saat orang itu membuka dompetnya. Cukup satu sapuan mata, semua terangkum.

"Ah, nggak apa-apa. Kita kan nggak menggibahi dia. Nggak berdosa, kan?"

Mungkin itu yang tercetus dalam hati. Namun kalau mempelajari "Jebakan jebakan Iblis"  Kebiasaan itu sesungguhnya membuat hati jadi terlatih lihai menghisab orang lain.

Muhasabah (Hisab diri sendiri) lah yang harusnya dilatih. Ia pencuci jiwa yang kotor. Jika minta pertolongan Allah, pasti diberi. Akan Allah ilhamkan kepada hamba2Nya dengan cara yang tidak sama. Misalnya ada yang  langsung menolak dan bilang pada dirinya , "Siapa tahu orang itu lebih panjang umurnya dan lebih baik amalannya?"

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri" (QS.Attaubah 108).
Bulan suci sebentar lagi datang, alangkah baiknya bila kita bebersih dulu sebelum memasukinya. Semoga masih ada jatah usia.


KELUARGA QURANI

Assalamualaikum keluarga besar Mizan? Bagaimana semangatnya jelang Ramadhan? Semoga  sudah punya rencana untuk lebih baik ya..
Bulan ramadhan adalah bulannya Quran pula, sebab diturunkan pada bulan tersebut. Ada satu kisah nyata mengenai Quran.

Jamaah satu pengajian  tak  menyangka, dari murid 10 orang akhirnya sampai ratusan jadi ratusan karna ihlas dan sabarnya ustazah Maimunah mengajar.

Dalam grup yang duduk melingkar, ia telaten membenarkan bunyi huruf yang keluar dari mulut anak didik. Setiap huruf ada tempat keluarnya masing-masing. Salah ucap bisa salah arti. Begitu kata bu ustazah.

Satu hari matanya kelihatan sayu. Muridnya meminta supaya ustazah  istirahat saja. Tapi usul itu ditolak. "Saya cuma sedikit ngantuk, teruskan saja bacaannya! Saya masih bisa mendengar dengan baik" Ujarnya dengan senyum berusaha meyakinkan.

Beberapa murid meneruskan sementara yang lain melihat ustazah menutup mata sambil mendengar dan membetulkan bacaan. Tapi beberapa waktu berselang kelihatan Ustazah seperti tertidur dengan quran masih dalam dekapan.
Pelan-pelan seorang murid berusaha membangunkan, namun ia kaget setengah menjerit, ustazah sudah tak bernyawa.

Keluarga tentu terkejut dan duka mendalam karna tak ada sedikit pun tanda-tanda . Sang suami yang shaleh tak mampu membendung tangisnya. Kata-katanya sempat terdengar oleh pelayat, "Aku ridho atas ketaatanmu. Dan aku harus ihlas  karna inilah cita-citamu, wafat pada saat memegang quran"

ANAK JUARA

Siapa pahlawan Idolamu? Pernahkah mendengar nama Abdurrahman Bin Auf? Ia salah seorang sahabat Rasulullah yang dijuluki "Manusia Bertangan Emas"
karena ia seorang pemberani dan pemurah.

Sejak ia mengikuti ajaran Rasulullah, selalu dapat tekanan dan siksaan dari orang kafir Qurasy, bangsanya sendiri. Namun dirinya tetap sabar dan teguh memegang keislamannya.

Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah mempersaudarakannya dengan penduduk asli Madinah bernama Sa'ad seorang muallaf kaya raya. Hati Sa'ad yang lembut ingin membantu keuangan Abdurrahman Bin Auf, namun dengan sopan ia menolak. Ia hanya punya satu permohonan, minta ditunjukkan letak pasar.

Sejak berdagang Abdurahman makin hari makin makmur saja. Meski demikian ia tetap cinta pada perjuangan. Pada perang Tabuk dimana Rasulullah meminta  sumbangan untuk perlengkapan perang, ia menyerahkan semua harta bendanya hingga tak bersisa. Rasulullah bertanya, apa yang ia tinggalkan buat keluarganya? Jawab Abdurrahman ...

"Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik dari yang kusumbangkan. Sebanyak rejeki, kebaikan dan pahala yang dijanjikan Allah"

Salah satu mental juara adalah, keyakinan tinggi akan sifat Allah yang Maha Kaya dan tidak bergantung pada orang lain.







6 comments:

  1. cerita inspiratif, wafat saat beribadah semoga kita semua seperti cerita tersebut mbak, kembali kepada Allah dalam keadaan baik. aamiin

    ReplyDelete
  2. Makasih remindernya, mba Oty. Soal mengghibah ini masih sering keceplosan. Hiks.

    ReplyDelete
  3. kumpulna cerita yg jleb dan reminder bgt nih mak, makasih ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasiih Mbak Desi yg baik. reminder juga buat saya :)

      Delete