Saturday, 27 May 2017

Ramadhan Praktis



Foto Su Rima.


Saya kapok dengan janji jelang ramadhan tahun lalu. Tekad untuk menggunakan waktu sebaik mungkin demi ibadah yang berkwalitas, menguap jadi hayalan.
Begitu ramadhan tiba saya sibuk berkutat di dapur pada jam-jam 4 sore hingga magrib. Padahal itu saat-saat mahal, semua doa bisa terijabah.

Ramadhan hadir kembali, akan kah janji cuma jadi catatan kaki? Tidak boleh!
Alhamdulillah, di event Philips tanggal 15 Mei 2017, saya dapat satu jalan yang bisa meraih beberapa keuntungan. Pakar gizi Rita Ramayulis  menerangkan bagaimana menyediakan asupan yang baik selama berpuasa.


Foto Su Rima.

Ternyata menu buka puasa dan sahur selama ini menghabiskan waktu pembuatannya cuma memenuhi selera mata alias "Lapar Mata". Hidangan kurang memenuhi syarat gizi, asal kenyang asal senang, besoknya badan lemas.
Pendapat lama orang-orang tua zaman dulu yang saya yakin  bisa menanggulangi rasa haus nyatanya tidak berpengaruh.

Memang ya, segala sesuatu harus diiringi dengan ilmu. Saya membaginya dalam 2 hal yang harus diketahui. Bagaimana keadaan tubuh saat berpuasa dan bagaimana menyiapkan makanan sehat tanpa kehilangan waktu beribadah.

Prinsipnya berpuasa itu memberikan kesempatan kita untuk hidup sehat. Organ tubuh beristirahat dari kerja kerasnya selama 11 bulan. Detoksifikasi  atau pembuangan zat racun dalam tubuh pun akan terjadi  secara alami. Akibatnya di awal awal puasa biasanya badan jadi lemas, pusing, sulit konsentrasi,ada juga keluhan kadar gula darah.

Siapa yang tidak mau tetap bugar saat puasa?
Rahasianya ada pada makanan apa yang dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Makanan harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, air serta serat sesuai dengan kalori masing-masing. Hindari makanan kalori tinggi, mengapa? Sebab akan menyebabkan dehidrasi dan seterusnya mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.

Tidak usah payah payah menyiapkan makanan. Pepaya, semangka, dan pisang bisa menggantikan cairan elektrolit dalam tubuh. Esok hari kita tidak terlalu kehausan. Selain itu gula darah akan stabil.
Makan buah-buahan ini jelang tidur atau sesudah sahur.


Gorengan paling asik dimakan saat berbuka, apalagi kalau minumnya teh manis hangat suam-suam kuku! Risoles, bakwan, pisang goreng, bisa ketemu di satu meja. Tapi ketahuilah, makanan nikmat itu harus melalui proses panjang sebelum sampai ke pencernaan. Enzim mulut, usus, empedu dan hati akan bekerja keras mengolahnya. Padahal jatah badan kita hanya cukup kira-kira  5 jempol minyak satu hari.

Yuk, kita ciptakan menu cepat saji yang memenuhi syarat sehat, dan sesuai sunnah (Thoyyiban).
Misalnya menyediakan buah-buahan yang manisnya mampu jadi pengganti gula.
Hindari gorengan yang berlebihan. Kurangi makanan bersantan, apalagi makanan yang berkali kali dipanaskan.


Event Philips yang penyambutannya selalu aduhai baik soal tempat, makanan, dan kesigapan panitianya ini, mengadakan demo memasak praktis juga.
Produk alat rumah tangga Philip  yang selalu berinovasi sering bikin ibu-ibu penasaran . Lihat saja  Philips Air Fryer, Fuzzy Logic, Dan Philips Blendder. Semuanya memudahkan ibu-ibu dalam menyiapkan makana sahur dan berbuka.


Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Foto Su Rima.
Add caption


Jangan sedih dilarang makan menu gorengan! Philps air fryer yang saya taksir ini memasak tanpa minyak. Saya dan teman mempraktekkannya langsung di meja per kelompok.
Kami masak Bola-Bola Ayam Sayur. Sama sekali tak beda rasa dengan yang digoreng menggunakan minyak. Aman, tidak perlu diremas dengan tisu sebelum dilahap.

Produk Philips disainnya apik dan langsing. Hasil tehnologi eklusif  hingga mudah digunakan. Seperti blender yang kami coba juga untuk membuat energizer Juice. Paduan beberapa buah seperti Melon, Mangga Manalagi, perasan Jeruk Pontianak, dan es batu. Si segar yang siap membentuk energi untuk esok hari.


Foto Su Rima.


Bapak Yongki Saputra sebagai Head Of Personal Health Philips Indonesia Sentosa Healthy menjelaskan bagaimana usaha Philips memudahkan pekerjaan ibu-ibu. Apalagi ibu-ibu yang sibuk dalam karirnya.


Ah, senangnya...  Bisa beribadah dengan tenang dan banyak waktu. Benar-benar ramadhan praktis!

















Tuesday, 23 May 2017

Si Risol Kampung


Foto Su Rima.


Bukan cuma saya lho, yang suka nambah risol saat beli Soto Bogor. Makanya Mamang penjual soto seperti Mang Bonin punya banyak persediaan sekantong besar.
Kulit risol tipis tu renyah di luar, empuk di dalam, pokoknya  bikin nagih! Apalagi kalau kesiram kuah pedas segar beraroma  jeruk limau!

Bulan ramadhan dia nampang seminggu sekali, eh! pernah juga deng sampe 2 kali di meja makan saya. Siramannya sambal kacang encer, di makan selagi hangat.
Orang Bogor sebut "Karoket". Teman-teman di Jakarta sebut  "Risol Kampung"
Memang sama penampakannya dengan Risol Belanda isi kentang dan daging.

Beberapa hari ini anak anak lagi kangen. Sementara warung sarapan di ujung kampung sebelah sudah beberapa bulan nggak pernah bikin lagi. "Capek,bu. Kan masaknya 3 kali" Kata penjual.
Memang sih, harus tumis isi, bikin dadar lalu goreng.

Yasud,  setelah intip resep  NCC, berangkatlah saya dengan PDnya ke warung nenteng bahan-bahannya.
Ibu warung suprise lihat keseriusan saya. Berulang dia bilang "Gampang kok!"

Ahamdulillah bapak bapak yang biasanya ngumpul ngobrol, jam segitu pada menghilang.
Kami  leluasa duduk  di bale. Sefeelingnya dia satukan semua bahan. Waah... Apa saya bisa takar pas kalau nanti bikin lagi?

"Adonannya lebih encer sedikit dari kue dadar,ya bu!" *Hik! Nggak pernah bikin.

Sampai rumah, saya timbang sisa bahan.
Ini rincian dan cara bikinnya.


Foto Su Rima.

Terigu                250  gram
Tepung beras     100  gram
Garam                2 sendok teh

Semuanya dicampur dengan air sedikit-sedikit sampai agak kental tapi tidak encer banget. Pokoknya kalau dituang dengan sendok sayur kelihatan bergelembung. Lalu buat dadar dengan sedikit minyak.

Isinya? Saya bikin sendiri di rumah.

1/2  Bungkus bihun direbus  lalu gunting.
2 Wortel parut kasar, direbus.
1 Batang daun bawang iris
1 Batang saledri ambil daunnya

Haluskan,
3 Bawang Merah
2 Bawang Putih
2 sdt merica
2 sdt ketumbar sangrai
2 sdt garam halus

Tumis semua bumbu halus . Setelah harum masukkan parutan wortel, daun bawang, saledri, plus bihun rebus yang sudah ditiriskan. Aduk sampai bumbu tercampur sempurna.
Finally, letakkan dengan rapih dalam lipatan dadar lalu goreng dengan minyak banyak.

Alhamdulillah percobaan pertama ini sukses. Kalau kata anak saya sih, enak! Mungkin karna bumbunya komplit. Apalagi kalau saya tambahkan royco yang mereka suka.
Atau... Mau senengin mamanya doang? Hehe, yang jelas dari 24 risol itu, saya cuma kebagian 2,sodara sodara! Teeerlaalu!

Karna bikin sendiri, jadi keluarga saya makan dengan cocolan sambal botol, dan mayonaise.
Kalau  men temen pecinta pedes, bisa tambahkan irisan rawit pada isi, atau pada saus kacangnya. Selamat mencoba si Risol Kampung.




Wednesday, 3 May 2017

Petir, Antara Takut Dan Harap




Suara guntur  sambung  menyambung sejak asar tadi. Angin menerbangkan horden kamar perlahan. Kelihatan pekat di luar  terbelah cahaya , cukup menyakitkan mata.

Putra terkecil saya sedang menyiapkan kamera. Untung-untungan kalau dapat gambar kilatan petir berserabut panjang, seperti akar raksasa.

Saya bilang...
"Mama takut! Pekat dan kilat selalu mengingatkan  mi'raj Rasulullah. Beliau lihat siksaan bagi manusia yang selama di dunia  kadang beriman, kadang kufur. Ia  tenggelam di kegelapan. Melihat tangannya  pun tak mampu.
Dalam perih sesal cuma bisa menanti cahaya kilat yang bisa menambah satu langkah. Entah  berapa ribu tahun lagi ia sampai ke tempat  aman dan terang? Atau tak akan pernah sampai?


"Kalau kamu ingat apa,Nak?"

"Saya ingat cerita Rasul tentang jenazah yang baru masuk kubur , Malaikat datang dengan suara gelegarnya melebihi halilintar" Jawabnya sambil siapkan tripot.

Saya membayangkan malaikat  memegang cemeti berbentuk akar raksasa seperti gambar di atas.
Nauzu billahi min zalik!


Kenapa doa saat hujan angin mudah terijabah?  Karna hati sedang dekat dengan penciptanya. Diri merasa keciil diantara dahsyatnya gelegar dan kecepatan cahaya. Sekejap kilatan mengandung 300 juta volt. Cukup untuk menyalakan lampu neon 100 watt selama setahun.

Entah di rumah, atau saat berteduh di pingir jalan, suara hujan petir melambungkan takut dan harap manusia.
2 rasa yang Allah suka  bila ada dalam dada kita. Bayna khauf wa roja'

Kata petir dalam surah Al-Baqarah, menggambarkan manusia yang  menutup telinga kuat-kuat dari  kebenaran. Sedang di surah Ar-Ra'd, petir  itu berzikir memuji kebesaran Allah. Manusia selalu berselisih tentang Allah. Padahal Allah maha keras siksaNya.

Ada petir dan kerasnya siksaan Allah dalam satu ayat..