Wednesday, 23 August 2017

Sepotong Tulisan Pidi Baiq


Dia penulis pujaan yang menyebalkan.
Patahan unek-uneknya  bikin enek, tapi menuai senyum lebar.
Hari ini dia menulis...

Mengapa istri harus bisa masak?
Padahal itu rumah tangga
Bukan rumah makan!

(Pidi Baiq 1972- 2098)

*PD banget dengan umur ya


Betul! Setuju, sepaham, sepengertian dengan saya jaman baheula. Plis, para lelaki  jangan menuntut banyak deh!
Saya mendamba  dapat suami yang super mengerti, super menerima, dan kalau bisa  hobby masak sekalian!

(Eh, tetiba inget cerita obrolan 2 perempuan.
"Aku mau suami yang sabar, setia, mengerti apa yang aku mau, menerima aku apa adanya, kemana aku pergi dia mau menemani"
Lawan bicaranya menjawab dengan santai ... " Piara anjing saja!")


2 bulan setelah menikah dan mendekati perpisahan dengan ibu bapak, pertanyaan muncul.
Bisa apa saya? Cuma masak nasi goreng dadakan doang.
Memang sih, alhamdulillah banget Allah kabulkan keinginan punya suami hobby masak, tapi apa pantas dilayani suami? Masing masing pasti punya tugas yang pas.
Jadi saya beli beberapa buku resep sebelum diboyong ke pulau jauh. Nggak sangka pelan- pelan timbul sendiri keinginan membahagiakan perut suami.

Satu hari ceritanya mau bikin suprise. Saya ingat di masa pacaran pak suami pernah ketelepasan bilang,  kalau ibunya masak tumis Sayur Genjer dan tempe goreng, makannya pasti gembul.

Di dapur kontrakan saya masak menu itu sambil sesekali tengok buku. Perasaan kok lama banget ngerjainnya. Sandiwara Saur Sepuh di radio tetangga sampai sudah kelar, masakan 3 macam belum finish.
Panik juga waktu denger suara motor di teras, dia memang selalu pulang di jam makan siang.
Selain kesian dengan saya yang belum kenal tetangga ( Hehe, yakiiin??), ada niat ngirit juga.
Tanpa icip-icip kami langsung makan,  saya PD banget dengan tu resep. Toh sudah diuji coba di dapur penerbit.

Hampuuun...  Asinnya keterlaluan! Masakan apaan kayak gini?
Suami berusaha menghibur , tapi saya tetap kesel campur nyesel! Hidup lagi ngirit, kok malah buang sayur fresh sepenggorengan?

Baru tau lho, kalau bumbu taucho buat tumisan  ada dua macam. Asin dan tawar.
Taucho yang saya beli sudah asin, trus ditambah garam pula!

Tetap semangat masak setelah musibah itu. Sampai anak anak besar, kemampuan masak  biasa-biasa saja. Cuma satu hal  hampir  luput dari perhatian. Ada pertolongan Allah!
Dari beberapa menu kebisaan seorang ibu yang bodoh masak sekali pun, pasti ada beberapa yang jadi menu favorite keluarga. Mampu membentuk kangen saat suami dan anak jauh. Buktikan deh!

Jadi, biar saja ocehan si Baiq. Dia hanya mewakili sedikit perempuan lajang yang masih menganggap rumah tangga itu merepotkan.
Punteun yeuh, Kang!














No comments:

Post a Comment