Jumat, 13 Juli 2018

Terus Berdoa



Apa yang dirasa?
Bila seseorang menggenggam indahnya susunan doa, harap, dan mimpi kita?


Dia sahabat muda kala dulu.
Berlesung pipit, ceria sedikit tomboy.
Suaranya riuh di lapangan basket.

Kadang asik bercanda di sela pilar taman masjid meski berpeluh.
Sambil sesekali memantulkan bola.

Ramadhan lalu..
Tubuhnya terbujur di pintu multazam
Tertutup kain hitam berkaligrafi putih.
Usai bimbing umroh ia tertidur panjang dalam sholat magribnya yang terakhir.

Ku susun terus doa tuaku











Minggu, 08 Juli 2018

Sambal Enak Menurutmu Seperti Apa?



Pelancong asing yang datang seringkali takjub dengan kebiasaan kita.
Salah satunya menu sambal yang kerap tampil di tiap hidangan.
Hitung punya hitung, kita punya 322 lho!
Jangankan yang enak maknyus, sambal  biasa-biasa saja bikin bule Australia rela antri di salah satu warung di Bali buat bawa pulang.

Sambal yang kamu suka seperti apa?
Sambal favorite saya seperti ini,nih! Pedasnya bikin penasaran, warna merah terang, tekstur agak kasar, nggak kering, manis dan rasa terasinya sedang. Apalagi kalau rada rada berminyak sampai cipratannya nempel di pinggir piring  putih sela sela nasi. Wuihh!
Meski bukan penggila sambal, tapi bagi saya sambal itu bukan sekedar  pelengkap melainkan  pembangkit selera  makan.

Mbak Almazia mengirimi saya sambal UTI . Terimakasih, Mbak cantik...
Kemasan berlabel tak biasa ini langsung terlihat teksturnya.  Persis sambal rumahan dengan sedikit biji cabe. Kalau nggak ingat ini harus saya ambil gambarnya dulu, pasti sudah saya icip. Minyaknya itu lho! Haha.. Merona merah. Asik kali ya, kalau disiram ke dendeng padang.



Si UTI mudah diingat namanya. Teman bilang  nama itu bagus untuk produk usaha saya. Amiiin ya Rabb.
Taplak husus saya gelar di halaman rumput sisi kiri rumah. Biar terkesan lagi piknik. Karna sambal UTI praktis dibawa ke mana mana selain buat oleh-oleh.

Bayangkan udara dingin puncak, rumput hijau segar, udara bersih, trus kita duduk rame rame di bawah pohon nikmati makan siang menu Timbel.
Lalapan hijau cerah ketemu si merah UTI!

Motret ini jelang siang, cukup makan waktu.
Begitu kelar langsung santap obyek foto. Terus terang, nasi bagian atas agak garing ketimpa  panas tadi :))  Untuuung si Uti menghibur.

Sekian laporan dari dunia persambelan.












Senin, 25 Juni 2018

Problem Tarik MoneyGram

Foto Su Rima.




MoneyGram salah satu cara pengiriman uang antar negara. Bisa ditarik melalui bank atau Kantor Pos.
12 tahun saya pilih via bank karna bisa langsung masuk rekening. Rasanya nggak tenang kalau terima cash seperti di Kantor pos selain banyak antrian.

Sebulan dua kali bertemu jadi kenal baik dengan custumer service dan pernah bangun tidur dapat telepon bahwa saya dapat hadiah kejutan *lumayan lah barangnya, karna pelanggan.

Tapi bulan lalu dapat masalah waktu adik saya kirim buat bapak.
Uang nggak bisa ditarik karna ada kode XXX di depan nama adik.
Cukup alot saya terangkan bhw xxx itu tanda kolom nama panggilan tidak diisi.
Hanya terisi first dan last name. Yang sudah-sudah nggak pernah dipermasalahkan.

Esok harinya saya diminta print buku kas tabungan. Dia mau lihat MG  yg pernah masuk
Lebih ngeselin dia minta supaya saya hubungi adik saya utk mengubah si xxx.
Bagaimana bisa? Bukan adik saya yg menulis tapi pihak Bank Paris. Pegawai dalamnya pula, yang nggak mudah ditemui.

Setelah dia serahkan berkas saya ke petugas lain. Kelar! Alhamdulillah.
Tapi kunjungan ke bank selanjutnya bikin nggak enak. Kalau pas nomor saya dipanggil oleh si Mbak  itu, kami sama sama nggak enak.
Untungnya dia masih sopan minta saya ke petugas lain.

Saya cuma berusaha berhusnuzon saja. Mungkin dia pegawai yg terlalu takut dengan peraturan, atau mungkin  pegawai baru?

Pengalihan ke petugas lain saya gunakan untuk bertanya apa solusinya.
Alhamdulillah dia petugas cerdas dan nggak ribet. Dia bilang cukup tambahkan xxx saja dibelakang nama adik saat isi isi form. Mudah kan?
Kesimpulannya, jangan cepat menyerah, mau bertanya. Yakin masih ada manusia yang mapu menyederhanakan masalah.
Apa jadinya kalau saya nggak sabar lalu  nulis kekecewaan di sosmed?

Semoga jadi pembelajaran.
Dan semoga pembaca terhindar dari problem tarik MoneyGram





Sabtu, 23 Juni 2018

Kehilangan



10 cahaya
Persembahan cinta sang raja
menerangi bilikku

Kemilaunya berbulir bening
Berirama haru.
Laksana gita rinai mengetuk kaca jendela
Tak butuh penterjemah

10 cahaya
Satu satu pamit

Bagaimana kukisah?
Lelehan sesal, menyakitkan

Aku hanya bocah
Berkaki kotor, akrab dengan mentari
Pulang tergesa jika ibu memanggil
terkadang datang dg setengah hati

Atau harus kuhibur diri?

Mentari  beringsut
Rembulan tak sepanjang masa
Agar tetap merindu















Kamis, 21 Juni 2018

Vakum Menulis


Lama ya, blog ini nggak terupdate.
Mulanya kesal karna foto-foto postingan banyak lenyap, saya harus banyak memback-up pict dari ponsel dan google plus ke media lain.
Lalu kesibukan datang. Selesaikan kerjaan rumah, ngajar, bimbing ibu-ibu pengrajin keset, tengok bapak dan sambut kegiatan rutin ramadhan.
Sok sibuk yah!

Banyak moment yang enak diabadikan sebetulnya, tapi lewat begitu saja. Misalnya waktu acara Baksos warga dhuafa pinggiran kali. Panitianya sedikit dan diluar dugaan masjid tempat acara dipakai buat mensholatkan jenazah.
Usaha keras supaya acara tetap berlangsung di lantai 2 tanpa suara. Anak anak lho yang disuruh silent! Ibu ibu peserta Cerdas Cermat saja harus saya peringatkan berulang ulang.

Bu Ma'ruf penjual makanan mateng di sampaing masjid meninggal. Baru kemarin siang kami saling senyum dan sapa. Begitulah, acara manusia terjadwal tapi bisa berubah cerita. Sedang kematian nggak berjadwal namun pasti.

Moment lain ketemu  Boncel lagi. Anak yatim itu sehari hari duduk dekat bangunan MCK dengan kaki terikat. 3 tahun menghilang sudah bikin ibunya trauma.
Baru saya sadar, dekat kakinya ada 3 boneka yang semua terikat. Manusia memperlakukan benda atau orang seperti dia diperlakukan.


Perjalanan ke BSD (Bumi Serpong Damai)  membesuk teman sakit juga bawa kesan. Lewati lahan yang dahulu sepi  mengerikan kini jadi kota modern , damai dan tertata rapih. Bikin malas masuk Jakarta.
Saya menamakannya Kota Internasional. Banyak flat, apartemen dan pemukiman warga asing dari  Jepang, China, Jerman, Afrika bahkan Palestina.

Anak2 kecil berhidung mancung  nikmati sore dengan bersepeda dan jajan di minimarket.Sebagian lagi bermain dengan pengasuhnya di pinggir rumput.
Wajah wajah cantik  yang mengisi lembar media.  Mereka ada di antara  debu puing serta tangis kehilangan.


Ok, semoga hari2  ke depan kesibukan saya mereda. Ingin menikmati lagi kegiatan menulis.
Btw Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga ibadah ramadhan dan silaturahiim kita dapat ridho Allah.
Dan paska ramadhan amal kita makin berkwalitas. Amiin ya Rabb..
Love you all


Rabu, 21 Maret 2018

Bertambah Lagi Oleh-Oleh Khas Bogor



Waktu Bandung ngetop  dengan munculnya oleh oleh baru , pelancong lokal bangga bisa menenteng pulang. Cukup lama nama kue itu bertahan jadi inceran tanpa saingan.
Sampai satu hari seorang kerabat yang kebetulan Chef  kaya pengalaman dan banyak berteman dengan pengusaha-pengusaha kuliner bilang bahwa, Bogor akan punya oleh-oleh camilan  has.

Benar,  kejutan itu muncul! 1 Outlet kue di pusat kota Bogor jadi buah bibir.
Talas biasanya cuma dijual mentah yang menggantung di warung pinggir jalan sekarang naik kelas jadi  cake modern dibalik etalase mewah.
Setelah booming  dengan  Bika Bogor, terbitlah Donat Talubi, Cheese cake, dan masih banyak lagi, hingga cake berbahan dasar pisang pun jadi pilihan.

Wisatawan  yang malas berlibur jauh-jauh dan  pakek acara macet, sekarang lebih suka ke Bogor. Selain tempat wisata bertambah, ragam wisata kuliner pun bertambah.

Harganya terjangkau, 38 000! Keruan saja saya jadi manja. Tiap silaturrahmi ke Jakarta selalu tenteng buah tangan yang terkemas dalam kotak dan tas cantik.
Tidak perlu lagi repot menebak nebak apa yang dimaui orang Jakarta saat orang Bogor bertandang.

Beberapa kali beli untuk dinikmati keluarga, tapi ahirnya jadi berpindah untuk tamu.
Sudah tersedia pun gagal makan.
Waktu itu komunitas Asinan Blogger niat belajar foto food dengan objek Banana Cheese Cake berbentuk bulan sabit aneka warna dan rasa. Motretnya pekek semangat juang '45 karna properti, cahaya dan tempat sangat mengizinkan.
Nggak mau kalah deh, dengan tampilan heboh penghuni Instagram.

Selama motret sudah ngincer mau santap Banana Cheese warna coklat yang nantangin sedari tadi.
Ehh... Setelah beberes baru sadar, sisa cake sudah masuk mobil teman yang bawa. Blom rejeki!


Si Ulam Tiba

Februari yang manis, kebanyakan muda mudi cari resto romantis dengan kueh cinta,  Bika Bogor malah mengirimi saya 3 kotak cake, Happy!
Baik sekali pengantar kuenya, meski gerimis tetap mengantar.Terimakasih yaa.

Mocachino Cream Cheese

Pecinta mocca seperti saya pasti memilih kotak ini pertama dibuka.
Lapisan luar renyah crunchy, bagian tengah lembut crem mocca, jadi musti pelan pelan memotong dan menata di piring. selesai ambil gambar saya nikmati dengan teh hangat.
Rasa kopi bertemu dengan moccachino bisa dibayangkan rasanya kan?  Apalagi di taburi remahan  kacang, manisnya jadi samar-samar bikin penasaran. Benar-benar nikmat yang tak terdustakan.




Oh ya, menurut hasil survey MIND, pasien depresi merasa lebih baik setelah makan pisang.
Ia mengandung tryptophan, sejenis protein yang akan diubah oleh tubuh menjadi serotonin yang akan membuat anda rilex, memperbaiki suasana hati (modd) dan membuat hati nyaman.
Senyaman saya menikmati hujan sore meski sisa flu masih ada dan bekas pemotretan masih berantakan di atas meja makan.


Si Pink Love

Bika Bogor Talubi tu kreatif  banget. Bulan Februari 2018 kemarin memunculkan cake unik limited edition. Cake warna pink berhias tulisan LOVE dengan harga husus, 35 000.
Toppingnya strawberry cheese cake, tapi tengahnya diberi cream coklat.

Entah kenapa tampilan si pink segitiga  menumbuhkan rasa romantis. Jemari begitu saja meronce manik mutiara, satukan dengan bahan kecintaan, renda pita. Semua berjalan begitu saja.

Produk inovasi terbaru ini bertekstur lembut. Aroma pisang hanya ada di tengah sedang topping harum strawberry. Lembut di dalam, legit di luar.

Classik cheese cake

Rasa chesse cream original ini menurut saya agak beda. Rasa pisangnya dominan, legit, lapisan luar berkeju tidak setebal cake rasa mocca  tapi terasa.






Penilaian saya :

Dari 3 cake dengan rasa strawberry, mocca dan  original, saya kasih nilai 9 untuk rasa mocca.
Si pink terlalu harum dan banyak manis menurut lidah saya. Mungkin lidah zaman old yaa.

Kelebihan lain :

Bika Bogor Talubi bisa awet tanpa pengawet. Di luar kulkas  tahan 4 hari, sedang dalam kulkas bisa sampai 1 minggu.

Saya tanya pada pengirim, pisang apa yang dipakai? Dia jawab, kami pakai Pisang Raja yang dibeli langsung dari petani lokal. Keren ya! Usaha yang menguntungkan banyak pihak.
Sepertinya saya nggak perlu tanya kenapa bentuknya segi tiga?
Biarlah, kan cuma kue, bukan cinta!

New York Style Premium Banan Cheese Cake bisa anda dapatkan di Outlet Talubi

Jalan Pajajaran 20 M .Bogor
Jalan Soleh Iskandar 18 B=Bogor
Jalan Raua Gadog Sebelah Vimalla Hills-Puncak Bogor

Informasi lebih lanjut:

Bika Bogor Talubi
WA: 0888-4829-626
Line: @bikabogor

Produk dapat dikirim menggunakan jasa JNE yes/grab/gojek


Sukses terus ya, Talubi Bogor. Kini bertambah lagi oleh-oleh khas Bogor.
















Rabu, 14 Maret 2018

Test...Test..






Ini postingan nggak penting sebenarnya.
Saya lagi nge-test foto blog.
Akhir-akhir ini, eh...sudah lama, deng! Apload-an foto blog saya selalu  menghilang.Share di G+ nggak ada penampakan. Sudah di-cek, di hp teman-teman pun nggak ada. Cuma di hp saya yang gambar masih kelihatan.
Sependek pengetahuan saya, mungkin karna file foto ada di sana.

Sahabat blogger kasih solusi, album foto di save ke komputer, baru apload ke kontent.
Saya coba foto boneka Albi ini.
Semoga nggak lenyap lagi deh!

Baydewey, ini foto boneka Albi  umur 4 tahun . Pagi tadi dia datang, gendong boneka di tangan kiri dan tangan kanannya pegang kape, ikut2an ibu bapaknya membersihkan rumput liar.
Sesekali dia masuk bergabung nonton film dengan 2 anak saya usia kuliahan. Kebetulan mereka senang kalau ada anak kecil.
Yang satu kasih bantal guling biar Albi duduk nyaman, yang satunya ambil wafer coklat di kamar.

Waktu ditanya, "Siapa nama boneka Albi?" Dia bilang, Lope Lope! Sambil mengunyah. bibir serta jari sudah penuh coklat.
Anak saya penasaran lalu googling. Boneka itu sebenarnya tokoh boneka polisi beruang dari Britain. Namanya Bobby. Ternyata  boneka populer, lho!

Yang bikin anak saya sedih, cerita mama Albi. "Boneka boleh dapet mulung!"








Catatan Dadakan


Waktu beberes,  ketemu tulisan acak2an di note book kecil ber-lem.
Seringkali saya mencatat di sembarang kertas kalau tiba tiba dapat info dari teman bicara, lihat quote di tv kereta , atau waktu sibuk urusan rumah sambil dengar ceramah di radio/tv.

Tanggal 7-8 Juli 2017, hehe... Nggak PD nulis tanggal ! :)
Isinya begini :

Akan datang suatu masa, aku hawatir dengan masa itu!


- Keyakinan tinggal dalam fikiran
- Keimanan tak berbekas dalam pebuatan
- Banyak orang baik tapi tak berakal
- Berakal tapi tak beriman
-.Ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis
- Ahli maksiat tapi rendah hati
- Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat
- Sedih menangis tapi kufur nikmat
- Murah senyum tapi hatinya mengumpat
- Ada pula yang hatinya tulus tapi wajah cemberut
- Berlisan bijak tapi tak memberi teladan
- Pelacur penolong yang  jadi figur
- Berilmu tapi tak faham
- Ada yang faham tapi tak menjalankan
- Pintar tapi membodohi
- Bodoh tapi tak tahu diri
- Beragama tapi tak berahlak
- Ada yang berahlak tapi tak bertuhan


Ini perkataan siapa ya? Rasulullah/sahabat/ulama??
Wallahu a'lam, namanya juga catatan dadakan





Waktu Dan Ilmu


Tadi, sebelum berhadapan dengan laptop, saya sarapan menghabiskan tahu isi, kue apem dan segelas teh hangat sambil baca WA grup kajian yang rutin share Shirah Nabawiah.
Kali ini tentang perjalanan kakek  Rasulullah SAW selagi muda. Pemimpin suku Quraisy ini tegar mencari titik mata air zam zam di seputaran Ka'bah. Lalu Allah membimbing beliau lewat gerakan seekor burung.
Maka bergembiralah penduduk negeri tandus, setelah hilang harapan bahkan sempat mencela tindakan Abdul Mutholib.

Bahasan sampai ke satu nama "Harits". Siapa dia? Tanya teman-teman. Saya temukan posisi dia sejajar dengan paman-paman Rasul. Jangan keliru dengan Haritsah pembantu setia Rasulullah.

Penasaran berkembang soal 2 paman Rasul, Abu Jahal dan Abu Lahab kok nggak ditemukan namanya? Siapa yang namanya disebut dalam Quran?
Tentu nggak ada di skema silsilah karna nama asli Abu Jahal adalah Amr Bin Hisyam, sedang Abu Lahab adalah Abid Al Uzza ibnu Abdul Mutholib.
Banyak yang mengira Abu Jahal adalah paman Rasul, padahal nggak ada hubungan darah.
Abu Lahab lah  paman Rasulullah yang namanya disebut dalam Qur'an.

Sambil sarapan  kita bisa juga dapat ilmu jika diniatkan. Atau di moment lain saat mood lagi bagus.
Paling semangat dan membekas, saya baca setelah sholat subuh. Kadang sampai nggak terasa sudah jam 8. Saatnya siapkan sarapan.
Saya targetkan beberapa bulan ke depan bisa menerjemahan kalimat2  pendek dalam quran, dan lewat Riyadus Shalihin bisa tahu macam2 ucapan  Rasulullah dalam percakapan hingga mudah diterima dan membekas di hati para sahabat.

Kita hitung, berapa banyak waktu dari jatah 24 jam yang niat disisihkan untuk memahami tentang agama kita? Sedikit sekali!
Ngaku muslim, berimam pada Syafii tapi  nggak kenal siapa beliau?
Berapa kitab karya beliau? Adakah salah satunya terselip di antara buku-buku sience/bacaan  kita?

Dulu rajin beli buku, tapi sudah umur segini baru punya 1 buku ttg ajaran Imam Syafii  (Ajaran Mazhab Syafii yang ditinggalkan). Buku Ar Risalah masih jadi inceran. Awal membelinya karna malu dengan pertanyaan-pertanyaan tadi, sama sekali bukan untuk bahan diskusi atau lain-lain.

Membaca tulisan para ulama memecut diri, bahwa kita ini hanya debu ringan di antara gugusan bintang ilmu.
Hati jadi lapang menerima perbedaan dalam masalah furu'. Jadi tahu betapa berkahnya waktu para ulama. 24 jam mereka bisa untuk memenuhi kebutuhan dapur, mendidik istri dan anak, mengajar murid-murid, belajar jauh-jauh mencari guru, menghafal quran dan hadis, meneliti buku buku rujukan, duduk diam-diam di masjid untuk belajar ahlak da'inya, bahkan melakukan perjalanan panjang 6 bulan ke negeri tabi'it tabi'in  hanya untuk membuktikan 1 hadist yang ia temukan shahih, lemah atau palsu?

Saya juga jadi tahu tentang azan. Azan yang berkumandang kini berasal dari mazhab lain. Kalimat azan yang syafi'i susun urutannya seperti yang dilantunkan Bilal.
So, fanataik bermazhab atau keyakinan bahwa cuma punya satu imam, nggak tepat.

Ilmu dunia makin dipelajari, makin kecil yang diselidiki. Sampai2 ada dokter yang belajar lagi ilmu sel darah. Sedang ilmu agama, makin dipelajari makin meluas, umur kita nggak akan sampai.

Bangga menguasai sience modern? Bangga bisa menikmati hidup?
Bagaimana  dengan 4 pertanyaan sederhana di kubur?
Nggak bisa bawa keplean contekan, sebab cuma ilmu agama dan ahlak kita di bumi yang bakal membimbing lidah.
Siapa Allah , ada apa di balik kehendakNya? Siapa Rasul? Hal hal apa saja yang bisa menggugurkan syahadat ?

Bicara Allah dan Utusan2Nya bukan sekedar cinta.
Kalau cuma ( Merasa)cinta , jangan-jangan... Kita termasuk orang yang disebut Allah panjang angan-angan, merasa beriman atau penghayal.

Umur terus maju, kesempatan makin sedikit. 1 hari 70 x malaikat maut mondar mandir di hadapan kita, nge-cek jatah umur. Sementara kita masih asik haha-hihi, make a wish, tiup lilin dan potong kue!
Waktu nggak akan mungkin berulang. Seenggak mungkinnya Allah mengembalikan orang mati ke bumi lagi. Beberapa menit  tadi  saya berjalan dari kamar ke ruang makan, saya nggak pernah bisa ambil lagi waktu yang tadi.

Wajib diniatkan, tiap hari tambah ilmu, meski sebesar bulir embun di ujung daun. Meski sebentar seperti hapusnya jingga tua di ufuk.

Katakan TIDAK  pada menunda. Biasanya yang jadi perisai; "Saya sibuk", atau "Besok saja", atau "Semua ada waktunya".
Kebiasaan menunda akan membelit diri sendiri, tersiksa rasanya. Saya pernah mengalaminya, sering kapok, tapi sering berulang. Harus tega sama diri sendiri kuncinya.

Cukup menghentak batin saat lihat angka di screen kamera saat merekam gambar.
Ada dua angka berganti cepat di pojok kanan atas. Angka di atas tanda durasi rekam bertambah dengan cepat , dan angka di bawah bergerak mundur seiring jatah waktu rekam.

Seringkali kita menunda sesuatu hal karena memikirkan "Harga" yang harus dibayar untuk  melakukannya. Namun seringkali lupa menghitung "Harga" yang harus dibayar ketika kita nggak melakukannya.

**Kuncinya terletak bukan bagaimana anda menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu anda  ( Stephen R.Covey)










Kamis, 22 Februari 2018

Pentingnya Optimasi Media Untuk Usaha Dhuafa




Saya alami sendiri bagaimana efek media setelah memperkenalkan satu produk.
Kegiatan ibu-ibu dhuafa bikin keset saya apload ke instagram. Nggak tunggu besok, teman  kuliah   pesan 5 keset, menyusul teman Blogger, dan komunitas. Ada 1 orang pesan 15 keset untuk sumbangan ke masjid. Alhamdulillah hari berikutnya tambah lagi, total 30.
Begitu cepat proses pengenalan disertai komunikasi langsung.







Jenis media sosial terus bertambah dan bervariasi. Tentu  menunjang pengenalan dan pengembangan bisnis besar mau pun kecil. Saya nggak menguasai strategi pasar, gaptek, plus sedikit follower, cuma 700. Tapi kata pakar, banyaknya followers belum tentu menjamin.


Adanya pesanan membuat ibu-ibu jadi semangat. 1 keset dihargai 35.000 .
Keset saya semprot pengharum pakaian sebelum dikemas dalam plastik yang bikin warna cerianya makin kelihatan cantik.
Bersyukur waktu lihat  Bu Siti dan Bu Fina sumringah terima uang.

Sekarang belum ada hitungan bagi hasil untuk perputaran modal. Kesepakatan teman-teman, biar mereka menikmati dulu.

Setelah dikenal pasti banyak yang harus difikirkan.
Bagaimana supaya keset bisa bersaing, mudah didapat dan memuaskan pembeli.
Umumnya kan pembeli mau CCM (Cakep, murah,cepat)

Hari minggu tanggal 3 Februari, teman-teman komunitas Asinan Blogger gelar workshop bertema "Mengoptimasi Media Sosial Untuk UKM" Ini  gawean pertama kami yang sarat ilmu. Pas pula dengan kebutuhan saya.


Meski hujan sejak subuh,  panitia sudah datang di taman koleksi kampus IPB. Saya kebagian tugas dokumentasi, jadi cuma mondar mandir cekrak cekrek sambil tunggu tamu.
Termint pertama  buat Kang Acuy, entrepreneur kesohor pemilik Mie Janda (Jawa-Sunda), dilanjut Mbak Shinta Ries lulusan UGM  jago networking yang namanya akrab di telinga blogger.

Di luar dugaan banyak pertanyaan penuh antusias dari tamu, nggak ketinggalan dari anggota penyelenggara sendiri. Mbak Een bercerita bagaimana usaha bantal bentuk kucing dan burung hantunya berjalan. Ia belum merasa interpeuner sejati . Rasa seni dominan hingga produknya limited 
Tamu lain pengusaha hijab bertanya bagaimana menghadapi kendala export?


PENGALAMAN KANG ACHOEY

Berawal dari ketagihan nge-blog sampai posting 2x sehari , ia rela keliling blog walking.
Begitu ide bisnis kuliner muncul, tanpa ragu digabunglah keduanya. "Mie Janda" dagangannya dengan cepat dikenal lewat blognya yang sudah menduduki rank 7.

Berikut tipsnya

1. Mulai dengan membuat blog
2. Kuasai  internet marketing berupa segmenting, targeting, dan positioning produk
3. Tentukan ceruk pasar produk
4. Kenali kelebihan dan kekuatan produk
5. Buat yang unik.

Masih ingat pesannya:

"Bisnis sukses adalah perusahaan komersil yang profitable, bisa bekerja tanpa kehadiran kita, dan membuat kita semakin mampu berbagi"


Usaha mandiri ibu ibu dhuafa binaan  KARISKA bisa dibilang masih piyik.
Minim SDM sementara pesanan banyak. Untuk menghindari kekecewaan pembeli ibu ibu harus kejar waktu sekaligus pelajari kesalahan.

Teman teman usul ada jeda promosi hingga stock tersedia. Alhamdulillah mereka pelaku bisnis faham segmen pasar dan  targeting.
Saya bagian positioningnya saja lah! Maksudnya merancang produk supaya dapat kesan spesial di benak konsumen.

Hari jum'at ini sudah janji ajari Bu Fina rajut croche. Cacat pinggiran keset / Alas sajadah bisa disiasati dengan renda croche. Kelihatan dia semangat, tekun dan sabar.
Mudah2an terlaksana apa yang Kang Achoey bilang... "Bisa bekerja tanpa kehadiran kita"
Positioning saya anggap tantangan, penambah ilmu,sekaligus penawar jenuh.

Insya Allah...Minta do'anya yaa.. :)





























Rabu, 14 Februari 2018

Waktu Menginap Di Capilano




2 malam di apartemen Capilano. Ada banyak tetangga tanpa kenal wujud di gedung 40 lantai ini.
Hanya gaung suara pintu buka tutup pas jam kerja dan sekolah.
Jika duduk di teras belakang baru bisa nikmati suara beberapa anak kecil meski yang itu-itu saja. Asik berenang sambil bercanda.

Beberapa balita tengah disuapi pengasuhnya yang bergelang kartu akses masuk.
Sarana senang-senang ada di lantai 9, selisih 2 lantai di bawah kamar saya. Jadi kedengaran jelas curhatan para ART.
Kala jenuh datang, mereka janjian nikmati singkong goreng bersama. Makan sambil buka dagangan jilbab. Mencuri bahagia sebelum tangan keriput ibu sang majikan menggapai, minta didorong keliling kolam renang di siang bolong.

Jam sekolah taman sepi. Saya buka buku bapak hasil ngoprek-ngoprek tumpukan buku di rumah kosongnya, kemarin.
Sepertinya belum pernah bapak baca, membelinya saja mungkin sudah lupa.

Bacaan tema sufi ini sebenarnya sudah saya tinggalkan 4 atau 5 tahun lalu. Tasauf memiliki macam macam aliran. Meski nggak mungkin lagi kembali, tapi jejak nafasnya masih terasa.
Isi buku tentang sanggahan sufi kepada mereka yang berseberangan.
Tiba-tiba diam.


Lalu pena rindu  merangkai ini...



Tepis sudah Hai'atul Maknuun
Seperti darah Layla menolak sembilu


Kataku tak terdengar
Pada  yang tak bertepi
Langit berputar karenanya

Ketundukan  atom
 jatuh cinta pada yang maha sempurna
Naik laksana tunas

Bagaiamana harus kukisahkan
duri berubah jadi mawar
Api ibrahim jadi embun
Luka Ka'ab jadi gula?

Bagaimana harus kuungkap
Alun rayu dayu hanya tangis dalam tawa?










Selasa, 13 Februari 2018

Kereta Tanpa Masinis



Bandara Soekarno-Hatta menyediakan juga kereta antar terminal (Sky Train).
Rail Link yang saya naiki dari stasiun Sudirman  berhenti pas di depan lorong menuju ruang tunggu. Tak ada jarak sama sekali hingga ruang kereta seolah bagian dari gedung.
Di ujung lorong langsung nampak Lounge . Sudah banyak orang  menunggu Sky train datang.

Gedung di area perkantoran ini lebih lengkap fasilitasnya. Ornamen arsitekturnya  transparan didominasi bahan baku kaca.
Ruang  tunggu berkursi empuk dilengkapi  TV, bisa nonton sambil lihat info penerbangan dan self  check in pemberangkatan.
Lainnya  ada Charge ponsel, ATM Center, ruang internet, dan Vanding Machine tiket otomatis dengan pemandunya







Persiapan acara pembukaan oleh Presiden



Tapi yang harus saya puji adalah ruang musholanya!  Beda jauuh dengan musholla  Stasiun Sudirman. Ruangan kecil hanya cukup untuk 6 jamaah perempuan dan 10 laki-laki. 2 Deret tanpa tabir/sekat sama sekali! Tempat wudhu bercampur bikin risih. Mending nunggu sepi dan sholat belakangan dari pada wudhu bersisian dengan laki-laki.




Mushola bandara bersekat, nyaman, bersih, harum. Bisa tenang duduk menunggu di sini sambil baca-baca. Speaker informasi cukup jelas.

Sky Train buatan Korea yang akan saya naiki nanti bisa mengantar ke terminal domestik mau pun luar negeri. Saya lihat relnya menempel pada dinding beton. Panjang tiap gerbonga 6 meter, lebar 2 meter,  punya 2 roda besar dan kecil.
Satu untuk berjalan, satunya mengarahkan sekaligus penjepit.


Sistem kerja mesin menggunakan AGT (Automated Guided Transit). Jadi roda-roda tadi dioperasikan oleh petugas khusus,OCC ( Operation Control Center). Dia duduk  diam mengawasi komputer di samping saya. Nggak ada penghalang kecuali  Standing Barrier atau tongkat berantai bahan stanless yang biasa kita lihat di antrian Bank. Sebagian besar penumpag berdiri karna perjalanan singkat.

Di luar langit cantik, magrib merayap. Detik-detik bertabur warna jingga romantis itu saya rebut.
Mesin derek yang menghalangi nggak mengurangi kecantikannya.
Mendadak sontak yang lain ikutan. Tapi selfian. Space saya jadi  makin kecil. 

Fabia ayyi 'alaa-i rabbikumaa tukazzibaan

Apa ini abad puncak  nikmat?
Seperti buku yang terbuka
Makin dekat tak berjarak, makin cepat, makin mudah, makin nyaman.

Jika datang saat 
si jingga  jadi mawar berminyak
Terputus tali angka, data.
Langit sepi, kuburan satelit.
Hancur tehnologi, sesembahan 

Manusia mabuk!



























Sabtu, 10 Februari 2018

Fasilitas Kereta Bandara Soekarno Hatta






Penumpang pesawat wilayah jakarta sekarang punya transporatsi pilihan baru menuju Bandara Soekarno - Hatta.
PT Railink sebagai pengelola fasilitas bandara,  menyediakan kereta mewah dan cepat. Berangkat dari Stasiun Sudirman Baru mulai jam 03:51 sampai 21:51 WIB.

Kereta buatan  PT INKA  dengan mesin buatan Swedia dan interior buatan Cina ini saya coba  sehari sebelum diresmikan Pak Jokowi. Mumpung masih mulus bersih di masa promosi dengan harga tiket 30.000, sekaligus mau tahu pemandangan lewat jalur lain.





Jam 11 siang saya sampai di stasiun Sudirman. Tanya-tanya sama orang kantoran, di mana stasiun Sudirman Baru?  Dia bilang "Di stasiun berikutnya, bu"
Walhasil saya nyangkut di stasiun Karet. Hampunn... Kenapa gengsi  ya, ngaku nggak tau?"

Saya yakin pasti nggak jauh dari stasiun Sudirman. Tapi kadung kelewat, saya nikmati minuman dingin saja di swalayan mungil si mart-mart itu sambil lihat stasiun sebelumnya dr kejauhan. Nah, kelihatan ada gedung baru di sebelah stasiun! Balik lagih!

Dia ada di sisi kanan, arah kereta dari Bogor.
Keluar pintu tiket  langsung jalan lurus 100 meter lewati fly over dan hotel Season.
Stasiun megah ini baru 75% kelar.  Bagi yang bawa kendaraan pribadi bisa parkir langsung di depan lobby. Lounge, pembelian tiket, resto dan musholla di lantai 2. Pintu menuju kereta malah di lantai bawah. Rada aneh memang. Penumpang dipaksa bolak balik naik turun.






Jangan bayangin ada loket ya. Begitu injak lantai 2 akan  ketemu mesin tiket  ukuran ATM lebih besar sedikit. Hanya pemegang kartu debit kredit yang  bisa beli tiket.
Screen otomatis menampilkan jumlah kursi yang masih tersedia.  Dan saya nggak dapat ,euy! Sudah diborong pemesan  online.

Terpaksa pesan yang berangkat jam 5. Habisin waktu ke mana?
Pengennya sih, ke hotel Season tempat anak sulung kerja. Sejak anak anak kost di Jakarta, hanya dia yang jarang pulang ke Bogor. Kangeeen.
Tapi kan, maluu! Anak saya kalau kerja hp nya off. Masa sih,  minta tolong satpam manggil dia di ruang komputernya?
Jadi saya putuskan ke rumah bapak.

Jam 4 hujan besar serta angin waktu saya kembali. Di stasiun Jatinegara ada rumah besar tertimpa pohon tua. Kejutan berikutnya di stasiun Manggarai. Penuh dengan penumpang yang tertahan.
Kereta jalur Sudirman  terhalang pohon tumbang.
 Kesian... Bukan kesianin diri, tapi kesian calon penumpang pesawat.
Pelajaran nih, supaya  siapkan alternatif lain kalau terjadi musibah kayak gini.

Jelang magrib Masinis berpakaian ala pilot baru siap di depan pintu. Karna 2 keberangkatan dijadikan satu, nomor kursi nggak berlaku lagi. Beberapa penumpang terpaksa berdiri sambil ngedumel marah.

Kereta mampir ke stasiun Duri, Batu Ceper, dan Pesing.
Kalau naik bis Damri biasanya lewati kebun pisang, danau-danau kecil, tumbuhan air, di pinggir jalan tol Grogol. Dengan kereta mewah ini, saya lewati padat lalu lintas manusia bermuka letih, jalan cepat lawan arus untuk berganti jurusan. Kereta  full tapi masih dipaksa sampai2 dorong badan penumpang biar pintu bisa tertutup.

Perjalanan  kereta dengan waktu tempuh 55 menit ini lewati Kampung Deret. Sudah lama cuma dengar nama, dan sekarang saya lihat sendiri. Kumuh, sesak, terlalu dekat  dengan laju kereta, atap seng berantakan dengan besi, ban-ban bekas. Anak anak kecil  gembira main di sedikit lahan, nggak peduli motor sliweran. Akrab benar dengan bising dan bahaya.
Saya jadi nggak enak! Terlalu kontras dengan suasana dalam kereta. Akh, pokoknya nggak tega lah!





Lewati kampung itu baru lihat hijau-hijau. Alhamdulillah masih ada luas sawah dan kebun. Burung-burung Bangau berkumpul nggak terusik dengan turun naiknya pesawat.




Fasilitas

Harga tiket kereta yang cukup untuk 272 penumpang ini nantinya akan dibandrol kisaran 100 sampai 150 ribu.
Kursi nyaman, tempat koper luas, ada USB di setiap kursi. TV LCD, AC berasa banget , siapkan jaket kalau nggak kuat.
Suara dan guncangan hampir nggak ada. Wi-fi high speednya sangat membantu penumpang yang masih punya tugas.
Dan nggak perlu tahan BAK. Toilet sama persis dengan toilet pesawat, semoga semua fasilitas tetap bersih dan terawat.

Ada yang cari tau jadwal? Semoga ini bisa membantu.




















Rabu, 07 Februari 2018

Limbah Jadi Cantik









Ini masih tentang craft berbahan limbah menyambung postingan lalu.
Limbah kain saya coba rajut dengan 2 haken atau Breyen kalau kata orang jaman dulu. Jalinan lebih rapat dan halus.

Supaya tampilan bagus saya menomor satukan pilihan warna.  Memadu warna favorit saya, 2 macam lila dan pink. Jadi ingat jaman percaya zodiac. Ini warna orang Virgo, warna bintangku! :)
Lumayan semangat bikinnya, kepingin gulungan bahan itu segera  jadi  keset warna soft bergradasi.
Kalau nggak diselingi pekerjaan rumah, beberapa hari bisa kelar.

Kira-kira terajut  1/4 bagian saya sambung dengan bahan warna lain. Di situ baru saya tahu kenapa keset bikinan ibu-ibu  nggak rata sisinya.
Pilihan tekstur amat penting ketimbang warna.
Kalau salah pilih, keset jadi mengerucut, ukuran dan ketebalan nggak seragam.
Pembeli pasti lebih memilih yang tebal dan berdaya serap.

1 karung saya temukan 4 macam tekstur. Ada bahan kaos lembut, kaos tebal kaku,  katun tipis dan katun tebal. 
PR nih, pisahkan 4 jenis ke dalam 4 karung dulu, baru  sortir motif.
Masker harus sedia menghindari  debu-debu  benang.

Rajutan breyen sudah selesai. Sayang kalau buat keset kata anak saya. Jadi buat duduk lesehan saja di depan komputer. *Jangan lupa, bayar! :)

Bahan kaos agak tebal dan kaku saya coba jadikan  alas gelas /piring anti panas  dan keranjang beauty case tapi yang ke dua ini saya pakai hakpen.
Semuanya masih percobaan jadi belum rapih-rapih amat. 
Niatnya buat sample, mudah mudahan saja ada beberapa ibu  yang tertarik dan mau sabar belajar.
Bentukan halus bisa masuk toko toko craft,  harga pasti lebih tinggi.

Langkah selanjutnya,  harus kompakan nih dengan pedagang limbah. Minta diperbanyak bahan katun.
Harga mahal sedikit nggak apa-apa deh. Dari pada harus bergumul dengan debu benang.







Selasa, 06 Februari 2018

Permintaan Sahabat


"Jangan belajar ke saya. Baiknya hadiri kajian atau cari guru khusus"

Saya bilang begitu ke sahabat yang sudah seperti adik sendiri. Ia minta diajarkan soal agama sendirian saja.
Haru dengar permintaan seriusnya. Tapi bicara pemahaman Islam kan luas banget! Saya ingin dia memastikan kebutuhannya. Soal guru dengan senang hati saya bakal bantu deh!
Meski dipaksa, saya belum bisa menerima, apalagi kasih jadwal ketemu.

Lalu ia jelaskan penyebab timbulnya semangat belajar.
"Makin terasa jatah waktu tinggal sedikit" Katanya. *Lho sama!
"Apa salahnya belajar ke orang terdekat?" *Iya sik! Tapi ilmu saya kan cetek banget!

Asatizah (Guru2), tu sama dengan dokter. Ada yang umum ada yang spesialis ilmunya. Guru-guru tawadhu' nggak akan sembarangan menjawab. Makin tahu makin takut, makin hati-hati.
Berani ngaku kalau nggak tahu alias nggak akan bangga jika bisa jawab semua pertanyaan.

Beda dengan guru kangen masyhur. Agak maksa jawabnya, tanpa dalil, ngomongin isi koran doang,  berapa persen becanda, berapa ayat dan hadis yang keluar. Gampang dihitung! 
Sayang, kebanyakan muslim gemar dengan ceramah retorika begini.

Memilih guru perkara penting. Jangan seperti saya yang pernah salah, nggak faham manhaj gurunya ke mana?
Jika pemahaman guru  jauh dari Rasul  atau gunakan hadis hadis yan meragukan, adis nggak jelas, tinggalkan tanpa nyinyir. Semua guru berniat baik, dan ada garis adab yg sudah Allah tegaskan.

Kagum dengan ustad yang masih mau jadi murid, duduk diam diam di saf belakang dengar kajian ustad lain.
Tujuannya mematikan ujub, belajar adab dari pengajar, menasehati diri bahwa makin dipelajari, ilmu agama makin luas.
Beda dengan dokter, makin pandai dia, makin kecil yang diselidiki. Ahli saraf, darah, bakteri dll.

Saya amat sangat sayang dan mensuport keinginannya. Melihatnya seperti melihat saya yang dulu.
Rajin kajian tematik sana sini tanpa tahu bahwa ilmu saling jalin itu akan runut  ke satu muara.
Cuma ikut kajian tematik  sama seperti  mengumpulkan keping puzzle tapi nggak tahu gambar apa yang akan dibentuk?? Mana awal mana ahir? 

Ahirnya saya bersedia dengan catatan, bukan jadi gurunya.
Saya hanya share apa yang saya tahu.
Basic banget sifatnya. Tujuan utamanya supaya dia tahu, di mana posisi pengetahuan agamanya selama ini ? Dan gambaran yang akan dituju seperti apa?

Polanya sederhana tapi esensi hidup banget. Jika dipelajari akan timbul penasaran kepengen tahu kelanjutannya, jika mempraktekannya  insya Allah jadi sumber kebahagiaan dan ketenangan.
Metode boleh beda, tapi muslim yang beda cara memahami pun akan angguk angguk kepala.

Kalau yang njelimet, disusah-susahin, apalagi bersifat rahasia dan bangga hanya segelintir yang memiliki ilmu itu, pasti... pasti.. bukan ilmu dari Allah.
Allah itu nggak akan merepotkan, memberatkan, apalagi mengkasta kastakan hambaNya.
Ilmu seperti cahaya, kecepatan tinggi dan mampu menyusup di celah sekecil apa pun. Kecuali ada pintu  tertutup.

Wallahu a'lam..
*Di belakang layar pontang panting bikin skema, demi permintaan Sahabat.







Senin, 05 Februari 2018

Program Kariska Membentuk Dhuafa Mandiri





Saya setengah yakin waktu menerima mandat teman teman alumni RISKA membentuk usaha mandiri ibu-ibu dhuafa, warga pinggir kali Cipinang di daerah belakang rumah bapak. Selain rumah saya jauuh dari lokasi, kerjaan kayak gini baru pertama kali.

Waktu blusukan, wajah wajah lama tinggal sedikit. Mereka yang tau masa kecil saya sebagian besar sudah meninggal.
Sisa tukang becak yang biasa mangkal di depan rumah, pemilik warung, dan keluarga pengurus jenazah. Selebihnya pendatang, kebanyakan penjual nasi goreng gerobak.

Apa ibu ibunya berminat? Senang hal baru? Punya waktu?

























Bulan November Bu RW berhasil mengumpulkan ibu-ibu.
Telah siap 1 kwintal kain limbah seharga 1 juta, 6 alat bahan kayu, 6 gunting, 6  pengait.
Belanja perlengkapan hampir 2 juta plus persiapan honor guru 2 juta untuk 8 kali pertemuan. Itu modal awalnya.

Acara pembukaan di halaman rumah Pak RW. Dihadiri bapak bapak wakil dari Kelurahan dan 3 orang alumni Riska.
Usai acara sambutan, ibu ibu langsung belajar. Kalau lihat sample keset, orang kira bikinnya rumit. Padahal mudah sekali.
Bapak bapak saja sampai antusias mencoba.

Karya awal memang rada mencang mencong (Nggak simetris) sisi keset.
Tapi setelah berjalan 3 bulan ini alhamdulillah keset sudah bagus dari tangan 2 ibu. Yang lain perlu teliti pilih jenis bahan.
Pokoknya gembira lah, lihat mereka senang menemukan bakatnya sendiri dan jadi penghibur di tengah ritme kewajiban rumah tangga.

Minggu lalu anak kecil laki-laki Bu Siti yang lagi asik main di jalan tiba-tiba datang saat kami mengelompokkan bahan. Sambil ngos-ngosan dan berkeringat dia  kasih ide padu warna buat emaknya.
Dan dengar kabar dari adik saya yang lewat rumahnya,  mereka selesaikan keset  di depan pintu rumahnya.
Pemandangan yang menyenangkan baginya, apalagi buat saya? Apalagi buat pengurus dan  donatur-donatur itu?

Mungkin pembaca  punya niat zakat atau infaq yang peruntukkannya belum tahu ke mana, semoga ini jadi ide. Mulai saja dari tempat terdekat. Membuat saudara kita mampu menghasilkan sesuatu hingga terbantu ekonomi keluarga, itu sumber bahagia kita juga.


Ada sih kendala kecil, misalnya saat semangat mereka turun, ada yang cepat bosan lalu tinggalkan kerjaan, ada yang cuma mau tau saja setelah itu...Wassalam!  Tanpa salam tanpa kalam juga ada!
Dan jangan kaget, ada yang belum bikin sudah tanya, saya dibayar berapa?
Nggak usah diambil hati! Kita akan mafhum kalau tahu kehidupannya.

Oh ya, biar irit biaya, jangan panggil guru bertarif. Panggil saya saja! :)