Selasa, 13 Februari 2018

Kereta Tanpa Masinis



Bandara Soekarno-Hatta menyediakan juga kereta antar terminal (Sky Train).
Rail Link yang saya naiki dari stasiun Sudirman  berhenti pas di depan lorong menuju ruang tunggu. Tak ada jarak sama sekali hingga ruang kereta seolah bagian dari gedung.
Di ujung lorong langsung nampak Lounge . Sudah banyak orang  menunggu Sky train datang.

Gedung di area perkantoran ini lebih lengkap fasilitasnya. Ornamen arsitekturnya  transparan didominasi bahan baku kaca.
Ruang  tunggu berkursi empuk dilengkapi  TV, bisa nonton sambil lihat info penerbangan dan self  check in pemberangkatan.
Lainnya  ada Charge ponsel, ATM Center, ruang internet, dan Vanding Machine tiket otomatis dengan pemandunya







Persiapan acara pembukaan oleh Presiden



Tapi yang harus saya puji adalah ruang musholanya!  Beda jauuh dengan musholla  Stasiun Sudirman. Ruangan kecil hanya cukup untuk 6 jamaah perempuan dan 10 laki-laki. 2 Deret tanpa tabir/sekat sama sekali! Tempat wudhu bercampur bikin risih. Mending nunggu sepi dan sholat belakangan dari pada wudhu bersisian dengan laki-laki.




Mushola bandara bersekat, nyaman, bersih, harum. Bisa tenang duduk menunggu di sini sambil baca-baca. Speaker informasi cukup jelas.

Sky Train buatan Korea yang akan saya naiki nanti bisa mengantar ke terminal domestik mau pun luar negeri. Saya lihat relnya menempel pada dinding beton. Panjang tiap gerbonga 6 meter, lebar 2 meter,  punya 2 roda besar dan kecil.
Satu untuk berjalan, satunya mengarahkan sekaligus penjepit.


Sistem kerja mesin menggunakan AGT (Automated Guided Transit). Jadi roda-roda tadi dioperasikan oleh petugas khusus,OCC ( Operation Control Center). Dia duduk  diam mengawasi komputer di samping saya. Nggak ada penghalang kecuali  Standing Barrier atau tongkat berantai bahan stanless yang biasa kita lihat di antrian Bank. Sebagian besar penumpag berdiri karna perjalanan singkat.

Di luar langit cantik, magrib merayap. Detik-detik bertabur warna jingga romantis itu saya rebut.
Mesin derek yang menghalangi nggak mengurangi kecantikannya.
Mendadak sontak yang lain ikutan. Tapi selfian. Space saya jadi  makin kecil. 

Fabia ayyi 'alaa-i rabbikumaa tukazzibaan

Apa ini abad puncak  nikmat?
Seperti buku yang terbuka
Makin dekat tak berjarak, makin cepat, makin mudah, makin nyaman.

Jika datang saat 
si jingga  jadi mawar berminyak
Terputus tali angka, data.
Langit sepi, kuburan satelit.
Hancur tehnologi, sesembahan 

Manusia mabuk!



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar