Senin, 05 Februari 2018

Program Kariska Membentuk Dhuafa Mandiri





Saya setengah yakin waktu menerima mandat teman teman alumni RISKA membentuk usaha mandiri ibu-ibu dhuafa, warga pinggir kali Cipinang di daerah belakang rumah bapak. Selain rumah saya jauuh dari lokasi, kerjaan kayak gini baru pertama kali.

Waktu blusukan, wajah wajah lama tinggal sedikit. Mereka yang tau masa kecil saya sebagian besar sudah meninggal.
Sisa tukang becak yang biasa mangkal di depan rumah, pemilik warung, dan keluarga pengurus jenazah. Selebihnya pendatang, kebanyakan penjual nasi goreng gerobak.

Apa ibu ibunya berminat? Senang hal baru? Punya waktu?

























Bulan November Bu RW berhasil mengumpulkan ibu-ibu.
Telah siap 1 kwintal kain limbah seharga 1 juta, 6 alat bahan kayu, 6 gunting, 6  pengait.
Belanja perlengkapan hampir 2 juta plus persiapan honor guru 2 juta untuk 8 kali pertemuan. Itu modal awalnya.

Acara pembukaan di halaman rumah Pak RW. Dihadiri bapak bapak wakil dari Kelurahan dan 3 orang alumni Riska.
Usai acara sambutan, ibu ibu langsung belajar. Kalau lihat sample keset, orang kira bikinnya rumit. Padahal mudah sekali.
Bapak bapak saja sampai antusias mencoba.

Karya awal memang rada mencang mencong (Nggak simetris) sisi keset.
Tapi setelah berjalan 3 bulan ini alhamdulillah keset sudah bagus dari tangan 2 ibu. Yang lain perlu teliti pilih jenis bahan.
Pokoknya gembira lah, lihat mereka senang menemukan bakatnya sendiri dan jadi penghibur di tengah ritme kewajiban rumah tangga.

Minggu lalu anak kecil laki-laki Bu Siti yang lagi asik main di jalan tiba-tiba datang saat kami mengelompokkan bahan. Sambil ngos-ngosan dan berkeringat dia  kasih ide padu warna buat emaknya.
Dan dengar kabar dari adik saya yang lewat rumahnya,  mereka selesaikan keset  di depan pintu rumahnya.
Pemandangan yang menyenangkan baginya, apalagi buat saya? Apalagi buat pengurus dan  donatur-donatur itu?

Mungkin pembaca  punya niat zakat atau infaq yang peruntukkannya belum tahu ke mana, semoga ini jadi ide. Mulai saja dari tempat terdekat. Membuat saudara kita mampu menghasilkan sesuatu hingga terbantu ekonomi keluarga, itu sumber bahagia kita juga.


Ada sih kendala kecil, misalnya saat semangat mereka turun, ada yang cepat bosan lalu tinggalkan kerjaan, ada yang cuma mau tau saja setelah itu...Wassalam!  Tanpa salam tanpa kalam juga ada!
Dan jangan kaget, ada yang belum bikin sudah tanya, saya dibayar berapa?
Nggak usah diambil hati! Kita akan mafhum kalau tahu kehidupannya.

Oh ya, biar irit biaya, jangan panggil guru bertarif. Panggil saya saja! :)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar