Senin, 25 Juni 2018

Problem Tarik MoneyGram

Foto Su Rima.




MoneyGram salah satu cara pengiriman uang antar negara. Bisa ditarik melalui bank atau Kantor Pos.
12 tahun saya pilih via bank karna bisa langsung masuk rekening. Rasanya nggak tenang kalau terima cash seperti di Kantor pos selain banyak antrian.

Sebulan dua kali bertemu jadi kenal baik dengan custumer service dan pernah bangun tidur dapat telepon bahwa saya dapat hadiah kejutan *lumayan lah barangnya, karna pelanggan.

Tapi bulan lalu dapat masalah waktu adik saya kirim buat bapak.
Uang nggak bisa ditarik karna ada kode XXX di depan nama adik.
Cukup alot saya terangkan bhw xxx itu tanda kolom nama panggilan tidak diisi.
Hanya terisi first dan last name. Yang sudah-sudah nggak pernah dipermasalahkan.

Esok harinya saya diminta print buku kas tabungan. Dia mau lihat MG  yg pernah masuk
Lebih ngeselin dia minta supaya saya hubungi adik saya utk mengubah si xxx.
Bagaimana bisa? Bukan adik saya yg menulis tapi pihak Bank Paris. Pegawai dalamnya pula, yang nggak mudah ditemui.

Setelah dia serahkan berkas saya ke petugas lain. Kelar! Alhamdulillah.
Tapi kunjungan ke bank selanjutnya bikin nggak enak. Kalau pas nomor saya dipanggil oleh si Mbak  itu, kami sama sama nggak enak.
Untungnya dia masih sopan minta saya ke petugas lain.

Saya cuma berusaha berhusnuzon saja. Mungkin dia pegawai yg terlalu takut dengan peraturan, atau mungkin  pegawai baru?

Pengalihan ke petugas lain saya gunakan untuk bertanya apa solusinya.
Alhamdulillah dia petugas cerdas dan nggak ribet. Dia bilang cukup tambahkan xxx saja dibelakang nama adik saat isi isi form. Mudah kan?
Kesimpulannya, jangan cepat menyerah, mau bertanya. Yakin masih ada manusia yang mapu menyederhanakan masalah.
Apa jadinya kalau saya nggak sabar lalu  nulis kekecewaan di sosmed?

Semoga jadi pembelajaran.
Dan semoga pembaca terhindar dari problem tarik MoneyGram





Sabtu, 23 Juni 2018

Kehilangan



10 cahaya
Persembahan cinta sang raja
menerangi bilikku

Kemilaunya berbulir bening
Berirama haru.
Laksana gita rinai mengetuk kaca jendela
Tak butuh penterjemah

10 cahaya
Satu satu pamit

Bagaimana kukisah?
Lelehan sesal, menyakitkan

Aku hanya bocah
Berkaki kotor, akrab dengan mentari
Pulang tergesa jika ibu memanggil
terkadang datang dg setengah hati

Atau harus kuhibur diri?

Mentari  beringsut
Rembulan tak sepanjang masa
Agar tetap merindu















Kamis, 21 Juni 2018

Vakum Menulis


Lama ya, blog ini nggak terupdate.
Mulanya kesal karna foto-foto postingan banyak lenyap, saya harus banyak memback-up pict dari ponsel dan google plus ke media lain.
Lalu kesibukan datang. Selesaikan kerjaan rumah, ngajar, bimbing ibu-ibu pengrajin keset, tengok bapak dan sambut kegiatan rutin ramadhan.
Sok sibuk yah!

Banyak moment yang enak diabadikan sebetulnya, tapi lewat begitu saja. Misalnya waktu acara Baksos warga dhuafa pinggiran kali. Panitianya sedikit dan diluar dugaan masjid tempat acara dipakai buat mensholatkan jenazah.
Usaha keras supaya acara tetap berlangsung di lantai 2 tanpa suara. Anak anak lho yang disuruh silent! Ibu ibu peserta Cerdas Cermat saja harus saya peringatkan berulang ulang.

Bu Ma'ruf penjual makanan mateng di sampaing masjid meninggal. Baru kemarin siang kami saling senyum dan sapa. Begitulah, acara manusia terjadwal tapi bisa berubah cerita. Sedang kematian nggak berjadwal namun pasti.

Moment lain ketemu  Boncel lagi. Anak yatim itu sehari hari duduk dekat bangunan MCK dengan kaki terikat. 3 tahun menghilang sudah bikin ibunya trauma.
Baru saya sadar, dekat kakinya ada 3 boneka yang semua terikat. Manusia memperlakukan benda atau orang seperti dia diperlakukan.


Perjalanan ke BSD (Bumi Serpong Damai)  membesuk teman sakit juga bawa kesan. Lewati lahan yang dahulu sepi  mengerikan kini jadi kota modern , damai dan tertata rapih. Bikin malas masuk Jakarta.
Saya menamakannya Kota Internasional. Banyak flat, apartemen dan pemukiman warga asing dari  Jepang, China, Jerman, Afrika bahkan Palestina.

Anak2 kecil berhidung mancung  nikmati sore dengan bersepeda dan jajan di minimarket.Sebagian lagi bermain dengan pengasuhnya di pinggir rumput.
Wajah wajah cantik  yang mengisi lembar media.  Mereka ada di antara  debu puing serta tangis kehilangan.


Ok, semoga hari2  ke depan kesibukan saya mereda. Ingin menikmati lagi kegiatan menulis.
Btw Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga ibadah ramadhan dan silaturahiim kita dapat ridho Allah.
Dan paska ramadhan amal kita makin berkwalitas. Amiin ya Rabb..
Love you all