Minggu, 08 Juli 2018

Sambal Enak Menurutmu Seperti Apa?



Pelancong asing yang datang seringkali takjub dengan kebiasaan kita.
Salah satunya menu sambal yang kerap tampil di tiap hidangan.
Hitung punya hitung, kita punya 322 lho!
Jangankan yang enak maknyus, sambal  biasa-biasa saja bikin bule Australia rela antri di salah satu warung di Bali buat bawa pulang.

Sambal yang kamu suka seperti apa?
Sambal favorite saya seperti ini,nih! Pedasnya bikin penasaran, warna merah terang, tekstur agak kasar, nggak kering, manis dan rasa terasinya sedang. Apalagi kalau rada rada berminyak sampai cipratannya nempel di pinggir piring  putih sela sela nasi. Wuihh!
Meski bukan penggila sambal, tapi bagi saya sambal itu bukan sekedar  pelengkap melainkan  pembangkit selera  makan.

Mbak Almazia mengirimi saya sambal UTI . Terimakasih, Mbak cantik...
Kemasan berlabel tak biasa ini langsung terlihat teksturnya.  Persis sambal rumahan dengan sedikit biji cabe. Kalau nggak ingat ini harus saya ambil gambarnya dulu, pasti sudah saya icip. Minyaknya itu lho! Haha.. Merona merah. Asik kali ya, kalau disiram ke dendeng padang.



Si UTI mudah diingat namanya. Teman bilang  nama itu bagus untuk produk usaha saya. Amiiin ya Rabb.
Taplak husus saya gelar di halaman rumput sisi kiri rumah. Biar terkesan lagi piknik. Karna sambal UTI praktis dibawa ke mana mana selain buat oleh-oleh.

Bayangkan udara dingin puncak, rumput hijau segar, udara bersih, trus kita duduk rame rame di bawah pohon nikmati makan siang menu Timbel.
Lalapan hijau cerah ketemu si merah UTI!

Motret ini jelang siang, cukup makan waktu.
Begitu kelar langsung santap obyek foto. Terus terang, nasi bagian atas agak garing ketimpa  panas tadi :))  Untuuung si Uti menghibur.

Sekian laporan dari dunia persambelan.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar