Rabu, 31 Oktober 2018

Boston Brownie Buat Bu Guru


Sudah lama saya niat berkunjung ke rumah guru ngaji.
Guru sederhana,  sabar, Qanaah (Selalu merasa cukup). Rajin mengajar ngaji anak anak tetangganya.

Masih ingat betul bagaimana tawanya  waktu saya utarakan keinginan untuk belajar , dia anggap saya bercanda. Yakin betul saya sudah kuasai hukum bacaan dan bunyi huruf.

"Betul memang saya pernah menamatkan kelas  tahsin, tapi saya tetap butuh guru yang mau teliti mendengar dan membetulkan makhraj bacaan saya" Saya berusaha meyakinkan.
Barulah beliau bersedia serta minta  saya menganggapnya adik, bukan ustazah.

Pertemuan 3x seminggu. Setelah sholat isya saya segera siapkan makan malam buat Pak Suami . Setelah itu susuri jalan kecil lewati 2 area pemakaman.
Beberapa kali ia membuat saya haru, dalam remang kelihatan  ia  menunggu di tangga pintu masuk ruang majelis sebelah masjid. Padahal saya sudah berusaha datang lebih awal.

Kalau membenarkan kesalahan  sangat hati hati seperti takut menyinggung perasaan saya. Perbincangan selalu ada setelah quran ditutup. Kadang berbagi resep masakan, berbagi pengalaman, hingga konsultasi mengenai  keluarga dan lain lain *  Makin berasa tuanya, saya 😀

Target 12x pertemuan ahirnya sampai di penghujung. Kami ketemu terahir beberapa bulan lalu saat besuk suaminya yang baru mengalamai kecelakaan motor. Niat bersilaturrahmi  lagi selalu batal.Undur lagi ... undur lagi!
Penyebabnya karna keinginan saya membawa buah tangan yang spesial. Cake Lemon kebisaan saya bertekstur lembut dan tidak bikin haus alias seret. Tapi saya belum sempat juga belanja bahan.

Alhamdulillah. Kebetulan  saya dapat kiriman produk baru dari Bika Bogor Talubi. Namanya Boston Brownie. Untuk kali ke 2 Talubi memberi nama kota di Amerika setelah New York Style.
Brownies Kukus berbahan dasar Ketan Hitam pada lapisan dasar  ini punya 2 rasa yaitu Original  ( Ungu- Hitam), dan rasa pandan (Hijau-Hitam).






Kotak pertama saya buka Brownies Kukus Ketan Hitam Talas Original. Pak Suami ingin cicip sebelum difoto. Iringannya teh hangat. Sementara saya menikmati rasa pandan yang harumnya memikat dengan minuman jeruk segar sambil ambil gambar.

Tekstur kue lebih lembut dari produk sebelumnya. Manis sedang cocok untuk semua lidah.
Yang bikin ketagihan taburan kacangnya itu lho! Crunchy gurih berkaramel. Krim yang mendasarinya selain enak juga membuat taburan kacang tetap di tempatnya alias tidak  rontok.

Brownies yang sudah terdaftar kehalalannya di MUI ini di jual dengan harga 38.000 rupiah dengan berat 550 gram. 4 Hari bisa tahan di suhu ruang. Jadi dari harga dan ketahanannya benar-benar pas buat buah tangan. Tanggal expirednya pun tidak perlu repot mencari. tertulis besar di bagian belakang.

Outlatenya mudah didapat. Dipinggir jalan utama dengan parikiran luas.

- Jl. Padjadjaran 20 M, Bogor
- Jl. Sholeh Iskandar 18B, Bogor
- Jl. Surya Kencana no 278, Bogor
- Jl. Raya Gadog sebelah Vimalla Hills-Puncak Bogor

Info jelasnya bisa lihat
Line: @bikabogor
Instagram: @bikabogor
Whatsapp: +628884829626


Selesai sudah hutang niat saya. Bisa bersilaturrahmi sesuai keinginan.
Keluarga juga dapat menikmati. Alhamdulillah, terimakasih Talubi-Bogor :)

















2 komentar:

  1. yaah di tempatku belum ada nih mbak...
    padahal dah ngecess nih, hihihi
    disini baru amanda sama lapis kukus surabaya aja

    BalasHapus
  2. Wahh sayang yaa... Tapi, saya baru dengar kukus Surabaya,Mbak. Jadi pengen cicip deh! :)

    BalasHapus