Senin, 01 Oktober 2018

Pentingnya Journal Harian




Ada yang menarik saat saya perkenalkan buku Journal untuk murid pengajian.

"Kenapa buku journal penting dan menghibur?
Karna bukan hanya menulis daftar rencana dan hutang janji saja. Tapi kita bisa bebas menulis keinginan dan impian. Yang hobby menggambar bisa menghiasinya dengan doodle  warna warni supaya nggak bosan mencatat  hikmah dari kejadian yang ditemui hari itu" Jelas saya.

Tahun ini saya punya buku journal harian warna ungu.  Apa adanya menulis daftar kesalahan, catat  ilmu baru, idea unik, tugas rumah yang belum dikerjakan, hingga masalah ibadah. Misalnya lajur jadwal sholat. Jika kolom bertinta merah, itu tanda sholat nggak tepat waktu atau nggak mengerjakan yg sunnat.
Selain itu mewajibkan 1 hari  mencatat ringkasan sejarah 1 ulama besar plus pendapatnya yang terkenal.

Mencurahkan pikiran dan perasaan dengan menulis bikin hormon kortisol malas mendekat, demikian kata psikolog universitas California, Lyubomirsky.
Benar, menulis planning yang tercapai, memotivasi ( Menasehati) diri,  otomatis jadi fokus pada rasa syukur . Tulisan  singkat tapi selalu memercikkan perasaan baru dan hidup jadi ramai berwarna.

Coba lihat journal harian orang-orang "Luar" sana yang lebih detil lagi mencatat.
Misalnya referensi film yang sudah ditonton, daftar makanan sehat/ harus dijauhi, tempat  yang sudah dikunjungi , daftar kegiatan bebersih rumah, dan perkembangan hasil diet.
Yang terakhir ini buat saya nggak perlu deh. Berat badan nggak jauh-jauh  dari 54- 55 terus.


Jadi begitulah.
Sonja mengungkapkan, menulis perasaan adalah salah satu cara membuat hati bahagia.
Dan saya lihat murid-murid suprise  menerima buku mungil bercover tebal. Sambil senyum senyum dan takut tulisannya terlihat, mereka urai impian, cita-cita  hingga makanan yang nggak disuka.

Waktu temannya menulis kejadian yang nggak menyenangkan di sekolah, Varrel diam nggak mencatat.

"Nggak apa Varel, tulis saja! Siapa tau nanti hati Varrel jadi lega?" 

"Aku nggak ah, Bu! Soalnya setiap hari aku udah siapin maaf untuk siapa saja"

Jawaban manis itu jadi catatan hati saya . Indeed!


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar