Kamis, 04 April 2019

Menyikapi Orang Yang Mau "Bundi"

Kejadian ini menimpa seorang teman  fb saya tadi malam dan memaksa untuk menulis.
Biasa, penulis receh seperti saya harusnya  nulis malah mikir, harusnya mikir malah nulis.

Wall fb  tiba tiba muncul gambar alur jalan kereta di buram malam. Posisi kamera  beberapa meter dari samping rel. Nampak lantai panjang 3 meteran seperti teras warung, atau pos ronda. Cahaya lampu jalan menyorot tajam jadi nggak jelas ada di wilayah mana?
Ya Allah Baca captionnya benar benar  mengaduk perasaan. Ngeri luar biasa! Ingat lagi pada 2 org  yg saya kenal dekat punya gejala sama hingga ahirnya berhasil mewujudkan keinginannya "Bundi" (Bunuh Diri)
Allahu yarhaam!
Sampai pagi ini postingan masih dihujani komentar bujukan dan peringatan dari  teman2. Tapi hanya sekali  ibu dari 2 anak yang masih kecil2  itu membalas koment dengan singkat.

Saya harap tulisan  singkat ini dapat mewakili rasa sayang saya untuk dia. Saya ingin siapa pun faham kondisi dia, setetes pun jangan terlintas dalam fikiran bahwa keinginan bundi itu sudah pasti, harga mati,  karna  dia kurang iman, pendosa, kwalat, kerasukan, dll. Belum tentu!





Banyak penyebab hingga seseorang bundi. Percaya nggak, di Korea sedang dibahas beberapa ahli medicine karna didapati anak kecil bundi bukan karna stress, bukan! Tapi karna obat flu dosis tinggi. Kerap diminum saat musim dingin extrim.

Penyebab bundi bisa karna

1. Depressi level 1 yang didiamkan. Keluarga menganggap sikapnya lebay. Dan masyarakat kita masih menganggap ke psikolog itu hanya untuk orang stress menjelang gila.

2. Meski ada yang berhasil di rukyah karna dianggap kerasukan, tp sembuhnya nggak permanen. Mereka betul- betul butuh makanan jiwa dari ahlinya

3. Orang sekelilingnya kurang kepo positif. Biasanya sebelum bundi mereka menarik diri dulu, susah dihubungi. Karna menganggap dirinya seperti perusak pesta, jadi harus cepat "Pulang"

4. Obat tertentu yang diminum menahun bisa berefek halusinasi. Seperti ada 1 suara di telinga yang orang lain nggak dengar. Lama lama 2,3, bahkan 4 suara sperti ngobrol terkadang menyuruh dia melakukan.

5. Kelainan Kimia tubuh/otak. Maka bawalah dia sedari awal. Ada obat yang bisa mengimbangi.

6. Kehilangan keseimbangan hormon juga bisa. Dialami oleh ibu2 yg habis melahirkan . Istilahnya Babby Blues. Dia bundi atau bayinya dibunuh.

Bagaimana sikap kita?
Jangan menghakimi. Kalau nggak bisa nolong langsung, kita doakan tanpa suuzon.
Berusaha mencari tau keluarga dekatnya via daftar pertemanan atau foto-foto keluarganya yg pernah di-tag nama2nya.

Biasanya psikolog memohon agar penderita jangan dibiarkan sendirian meski sudah rutin konsultasi.

Kalau sudah kejadian, tetaplah berhusnuzon pada penderita terlebih lagi pada Allah. Memang berdosa besar perbuatan itu. Tapi kita kan nggak tau apa penyebabnya? Jangan usik hak Allah dalam menilai dan memutuskan.

Di kitab "Urutan dosa dosa besar", bunuh diri ada di urutan 36 kalau nggak salah.
Urutan teratas diisi oleh pelaku syirik, munafiq, meninggalkan solat dengan sengaja, menghilangkan nyawa orang ...dan seterusnya.

Ya Rabb...
Bimbing sahabat saya.
Gerakkan hatinya untuk kembali ke anak anaknya dengan hati dan fikiran baru yang Engkau jernihkan.
Duhai Pengasih yang kasihNya melebihi luas langit meski dosa hambaNya menggunung, jauhkan kami dari perbuatan menzalimi orang dan manzalimi diri sendiri.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar