Rabu, 26 Juni 2019

Kesah



"Ia akan mengayuh sampan ke tengah samudera, tembus badai kabut!
Bukankah terlalu rumit angka angka kehidupan?
Bukankah terlalu banyak tunas pilihan?
Ia belum sesempurna pinus yang ramping dan kokoh!"

Kesahku bersama derasnya luncuran hangat

"Ia bukan camar belajar terbang
Percayalah!
Ia bintang kecilmu juga kunang-kunangmu
Bermain...Menari...Melintasi rimbunan pohon,
ribuan pucuk dedaun
yang bertasbih di malam hening bening.
Ia dikelilingi cinta dari dada2 seputih pualam"

Demikian katamu
Bukan kata-kata kering berhamburan, hilang di desau angin
Bukan kata-kata di sesobek kertas

Kau ..
Sumber mata airnya air mata
Memancar lembut
Bermuara hikmah
Lebih manis dari air susu Ibu
Lebih sejuk dari embun


"Akan selalu ada awan putih dan awan hitam di langit sebagaimana adanya.Ihlaslah!"

Kau berlalu sembari meninggalkan senyum.

Mataku hangat
Tubuhku ringan

2 komentar: