Minggu, 09 Juni 2019

Belum Ada Judul





Demikianlah,Nak
Aku belum yakin, sanggupkah ku duduk bersama sepukau sepi
Membeku bersama kenangan yang makin menyubur
sesekali membuka lipatan riwayat
sejak jemari kecilmu melingkari hangat telunjukku


Perjalanan menua
kusaksikan dengan rimbunan air mata
Di seberang sana
kau genggam jemari lentik cantik

Hati terapung apung di sungai harap
tengoklah aku sesekali
dengan senyum yang sama
ketika kau menatap sambil mengarang cerita aneh
di tikung jalan
Menuju sekolah


Remah remah letihku tetap putih
Doa-doa melayang tanpa batas

Katakan padanya..
Aku hanya meminta sedikit bagianku
Tetap  bisa mencium keningmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar