Jumat, 30 Agustus 2019

Percakapan Sore



Wajah renta itu maju mendekat

Apa?
Kau  sudah menulis buku wasiat?
Mengapa?

Bayangkan jika badan kita sudah terbujur kaku, bibir rapat terkunci, sementara  banyak pesan di kepala yang belum sempat disampaikan.
 Kata maaf  tak mungkin lagi terucap,  ungkap  sayang terahir hanya menggenang, amanat dan janji belum terlunasi.


Lalu apa lagi yang kau tulis?

Kutulis  surat cinta dan nama2 orang yang banyak jasa dalam kehidupanku,
Tak lupa beberapa nama yang kelak memandikanku.
Mereka  kupilih bukan karna tahu  ilmunya saja, tapi juga pandai menjaga rahasia.
Sudah semestinya tiap keluarga punya 1 orang yang faham.

Fikiranmu terlalu jauh !

Bukankah masa rahasia itu pasti datang cepat atau lambat?
Benci membicarakannya berarti tak suka pada "Pertemuan" .
Dan pasti, yang akan ditemui pun enggan berjumpa


Meski tertatih menjaga keseimbangan  Roja' dan Khauf
Rindu pertemuan harus selalu dilatih


Mata renta penyimpan seribu peristiwa itu tak bertanya lagi




Selasa, 27 Agustus 2019

Jiwa Merdeka


Pemilik jiwa merdeka bangun pagi seperti senyum matahari
Suka ria simpan susah sedih.

Hanya pemilik jiwa merdeka yang mampu berkata benar.
Sanubari sesak dengan cinta
Membuat benci jadi malu

Ia telaga jernih di kokoh puncak bukit
Bertaburan semerbak sari sari fikir
Tetap teduh di riuh percakapan
Di kerumunan aneka sifat
Atau belantara duri debat tak berkesudahan

Jiwa merdeka tak kelu lidah
pengendali keadaan
Menenangkan dan memenangkan yang tersudut

Kemerdekaan nikmat terbesar
Tidakkah kau ingin jadi telaga?
yang kilaunya cantik tertimpa cahaya firman?

Kemerdekaan tak merasa istimewa
Ia tampil beda hanya karna banyak hati lalai
terbawa sandiwara pendek di siang hari

Hati merdeka selalu ingin menyesatkan teman
Sesat ke jalan yang benar








Selasa, 20 Agustus 2019

RINDU



Kala sepotong nada menjumpai sunyi
kata kata berserakan
memory menguasai


Aku jadi rindu menulis senja di sisa hari
Ridu yang rona
Rindu yang temaram
Rindu mengajarimu sepenggal doa

Cintaku dari musim ke musim
Iringi lengkung paruh ketabahanmu
menganyam sarang yang akan mengahangatkan
anak anak bersayap jingga

Sepertinya aku harus belajar
menghadapi kata kata rindu membisu
Semacam pesan yang tak pernah sampai

Senin, 05 Agustus 2019

Meski Mungil, Jadikan Rumahmu Nyaman Dan Dirindukan.





Hasil gambar untuk interior rumah minimalis sederhana
Dok: dekoruma




Sebetulnya saya sudah membatasi diri mengikuti event event Blogger.
Dari tahun 2013 meramaikan temu dan tulisan rasanya sudah cukup. Sekarang bermunculan blogger muda yang lebih layak bersaing tulisan, kaya ide mendisain template dan halaman kontent.

Tapi undangan dari Mbak Ani Berta selaku Moderator di event yang bertema SERBA SERBI MENATA RUMAH ini benar benar menarik saya untuk kembali.
Passion saya memang menata rumah dan  ilmu ini amat bermanfaat untuk 2 putera saya yang baru menginjakkan kakinya ke kehidupan berumah tangga.
Mereka belum terlambat untuk merencanakan lebih matang tema design rumah mereka kelak sesuai dengan kemampuan keuangan.

Awal berumah tangga saya seperti mesin Pom Bensin, dimulai dari Nol! Cara Allah memberi rejeki sangat halus sampai tak terasa ruangan demi ruangan terisi. Dari mulai bapak yang tiba tiba datang bawa meja makan, tempat strika, gantungan handuk, dan 1 set kursi tua. Lalu suami tiba tiba timbul semangat membuat tempat tidur sendiri, menyusul juga hadiah2 perlengkapan ringan seperti taplak meja, sprei, sarung bantal dan lain lain. Jadi hunian tanpa tema.

Tinggal PR slanjutnya adalah kreativitas saya menyiasati barang yang ada agar tidak terlalu ramai dengan warna yang saling bertabrakan. Referensi saya ambil dari majalah ditambah feeling seadanya.
Singkatnya feel and learn gitu lah, supaya ruang terkesan adem dan kalem.

Selera Hunian Kekinian

Akhir akhir ini semakin terang kita lihat generasi Babby Boomers telah mendominasi pasar jual beli properti dan menempati hunian baru di beberapa kota mandiri. Sementara generasi milenial memiliki daya beli yang tinggi pula di antara perubahan budaya dan lingkungan sosial.

Mayoritas generasi ini memilih hunian sesuai dengan kebutuhan mereka. Rumah type 33-60 banyak disukai. Alasannya harga terjangkau, bersifat ringkas,fungsional, perawatan ringan, tak memakan banyak waktu untuk membersihkan.

Semua terlihat pada penyelenggaraan Indonesia Properti Expo 2019 (IPEX 2019) yang berlangsung
dari tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus kemarin.
Pengembang  menawarkan promo dengan kisaran harga ada yang di bawah 400 juta-an. Hebatnya ditawarkan pula rumah bersubsidi

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Ani Berta, teks

Gambar mungkin berisi: 1 orangGambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri


Konsep Tiny Housenya Adelya Vivin

Di ruang lain gedung JCC tersebut designer Interior muda yang cantik membuka Talk Show ini dengan kalimat menarik."Jadikan hunian kecil nyaman dan dirindukan"
Memilih rumah mungil otomatis membutuhkan gaya hidup yang disederhanakan. Karna lebih sedikit  ruang berarti lebih sedikit space untuk barang tambahan.


Penting menentukan apa saja kebutuhan keluarga. Ibu menulis perlengkapan apa saja untuk diruang dapur karna banyak kegiatan ibu di sana.
Ayah menentukan barang barang di ruang kerja, sedangkan anak anak kita pikirkan kamar tidur dan tempat bermainnya.

Mengenal karakter diri masing-masing akan tercipta ruangan yang bikin betah dan dirindukan saat pergi jauh. Banyak referensi melalui media atau pengalaman kita bermalam di villa atau hotel.
Adelya Vivin yang acapkali ke Kedai Kopi karna addict kopi ini membawa suasan kedai ke dalam rumahnya. Ia lengkapi ruang dengan tumbuhan penghijauan. Olive tree, Palm, Kaktus tanaman yang tidak merepotkan. Kesan ruang jadi segar dan tidak kaku.


Jangan lupa menghitung budget. Dengannya kita bisa menentukan lampu lampu seperti apa, jendela  dan plafon yang bagaimana agar lalu lintas  cahaya dan udara bisa lancar.
Perlu diingat bahwa  rumah mungil harus mengutamakan pencahayaan natural agar ruang tidak panas dengan cahaya lampu di siang hari.

Ruang dapur yang menyenangkan adalah yang segar, tak berasap, dinding bebas minyak. Untuk menghindarinya pasang Coocker Hood atau Exhaust House yang lebih ekonomis.


Bagaimana dengan pemilihan warna cat?
Tentu tak kalah penting. Warna akan meninggalkan kesan luas atau sempit.
Putih, abu abu muda, coklat muda bersifat netral. Warna yang cocok dengan tema rumah apa pun baik Rustic, French Country, Bohemian, Modern Japanesse, atau Scandinavian. Dipadukan dengan warna furniture apa pun cocok.

Bagi saya warna netral ini tidak lekang oleh waktu dan menciptakan kesan tenang pada suatu ruang.
Pilihan saya selalu jatuh pada warna soft untuk ruang tidur. Meski dengan warna agak strong pun saya mudah  rilex dan langsung nyenyak.

Waktu bahas soal storage dan bagaimana penempatannya saya lebih fokus. Karna saya senang memudahkan siapa saja dalam mencari sesuatu. Penyimpanan yang baik dan keren buat saya adalah yang seorang tamu pun bisa mudah mencarinya.


Storage adalah perangkat penyimpanan. Ada yang suka dengan model terbuka (Open Storage), ada juga yang suka dengan model laci-laci, box, atau keranjang etnic seperti saya. Sortir barang-barang kenangan agar jumlah storage tak berlebihan .
Bagi yang kurang telaten bebenah pilih storage tertutup lalu letakkan di tempat tersembunyi atau sisa ruang misalnya bisa di atas pintu, bawah tangga, belakang sofa, atau di bawah meja makan.

Zata Ligouw Dengan Ide Sederhananya

Blogger muda yang pernah menjuarai lomba blog hingga menikmati hadiah perjalanan ke Jepang ini menuturkan pengalamannya membuat sudut tempatnya bekerja dengan biaya ringan.
Sadar betul bahwa kamar kerja harus menimbulkan rasa privasi selain nyaman. Anak anak akan belajar bahwa daerah itu milik Mamanya berkarya.



Saya senyum senyum waktu dia kisahkan  membuat ruang keja di sudut dapur dengan pertimbangan anggota keluarga lebih banyak beraktifitas di ruang tamu dan TV. Selamatlah ia dari gangguan.
Lho kok sama dengan saya ?

Tapi saya pilih ruang kerja di dapur karna bisa menulis sambil menunggu masakan yang proses matangnya lama dan lebih tenang sebab jauh dari suara kendaraan yang lewat.


Terkesan juga dengan idenya membuat meja kerja dari barang bekas yang dipoles, atau dari meja belajar anak yang sudah tak terpakai. Yang penting kan fungsinya, demikian jelasnya.
Agar menwan dan enak dipandang bisa letakkan koleksi pena aneka warna, atau Papan Mood tempat  kita bisa menaruh barang-barang Favorite, foto tokoh idola mau pun foto karya sendiri.
Pokoknya yang membuat mood kita tersegarkan kembali sesegar tanaman mungil yang ada di situ.


Sebagai penulis Zata Ligouw berpesan, buatlah ruang kerja yang rilex dan nyaman karna  akan membangkitkan mood dan kreativitas. Bila perlu letakkan kebutuhan di meja seperti minuman dan cemilan agar sesekali saja kita meninggalkan tempat.

Acara penuh kesan meski ada pertanyaan saya yang belum sempat dilontarkan karna waktu habis.
Bagaimana menyatukan ide kita dengan pasangan bila berbeda selera ?
Tentu jadi petunjuk untuk anak anak saya saat merencanakan hunian mereka.



                                                                                   Keterangan foto tidak tersedia.