Jumat, 30 Agustus 2019

Percakapan Sore



Wajah renta itu maju mendekat

Apa?
Kau  sudah menulis buku wasiat?
Mengapa?

Bayangkan jika badan kita sudah terbujur kaku, bibir rapat terkunci, sementara  banyak pesan di kepala yang belum sempat disampaikan.
 Kata maaf  tak mungkin lagi terucap,  ungkap  sayang terahir hanya menggenang, amanat dan janji belum terlunasi.


Lalu apa lagi yang kau tulis?

Kutulis  surat cinta dan nama2 orang yang banyak jasa dalam kehidupanku,
Tak lupa beberapa nama yang kelak memandikanku.
Mereka  kupilih bukan karna tahu  ilmunya saja, tapi juga pandai menjaga rahasia.
Sudah semestinya tiap keluarga punya 1 orang yang faham.

Fikiranmu terlalu jauh !

Bukankah masa rahasia itu pasti datang cepat atau lambat?
Benci membicarakannya berarti tak suka pada "Pertemuan" .
Dan pasti, yang akan ditemui pun enggan berjumpa


Meski tertatih menjaga keseimbangan  Roja' dan Khauf
Rindu pertemuan harus selalu dilatih


Mata renta penyimpan seribu peristiwa itu tak bertanya lagi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar