Senin, 30 September 2019

Ada 2 Cinta


Sedekit sedikit ...
Pamit manis lalu undur dari grup grup WA.
Bukan hanya karna selipan-selipan video guyon, tips, segala rupa yang nggak nyambung sama visi misi grup, tapi juga karna baru nyadar kalau printilan2 curhatan orang tu bisa jadi beban juga.
Sedikit demi sedikit lama lama jadi Busyet, kata Bu Sumiati blogger kondang.


Pernah coba berbulan jadi penonton, tahan jempol tahan koment, sadar diri di sana mayoritas penghuninya pendukung "Sana". Ya sudah!
Dengan tetap berhusnuzon mereka tetap terbuka menerima perbedaan pandang. Terbiasa di lingkungan heterogen, berjiwa pluralis, moderat, modern.
Aissh! Telan kecewa. Haha..
Cuilan kecil saya jadi pedang . Wahh!!

Kenapa?
Sebegitu menusukkah?
Sehebat itukah cintamu pada mahluk?

Sama politik biasa-biasa saja lah! Politik bukan segala-galanya. Nggak perlu jadi raja di hati. Santai saja!
Cukup ingat dan catat bahwa kecurangan mengundang bencana. Mengharap puji dan ridho manusia berbuah hinaan.



Dek, ada cinta IBADAH , ada cinta TABI'AT.
Tiap hari Kekasih kita, pemilik baju kemuliaan itu selalu bertanya halus.
Sejauh mana cinta kita?
Sekeren apa cara menunjukkan cinta?

Cinta idola, cinta harta, keluarga, pekerjaan, itu tabi'at. Boleh boleh saja
Tapi ingat, mata sang Maha Cemburu tajam mengawasi .
Sangat ingin melihat bagaimana kita memposisikannya  (QS 2: 165 -  9:24)
Yuk, rasakan serunya perjuangan kita waktu  2 cinta bertemu saling mengalahkan!

Dek, kita latihan berlapang dada saja yah!
Biar kubur kita nanti lapang..  :)

Buat warga WA yang tersisa,
MAAF, JANGAN GANGGU DULU.
Saya lagi mau fokus nggak ngapa-ngapain.











Selasa, 24 September 2019

Puisi Ntsana






Kelihatannya pena Ntsana  menari lugu, spontan, padahal tawanyaa menoreh luka.
Begitu mudah  manusia dikelabui. 

Banyakan mahasiswa kemarin di dalam goa. 
Sibuk memoles diri, lupa tugas, kuliah setengah hati, pulsa cuma buat game, malas jawab panggilan ortu. 
Lalu muncullah monster jadi jadian memancing. Sakti lho! Mampu bikin si introvert ikut demo, si apatis jadi idealis, padahal kalau nanti bergabung di lingkup politik bakal berubah juga jadi pragmatis.

Konon yang pernah  hilang diculik pas muncul  jadi tajir!  gonta ganti  mobil mewah dan punya  apartemen dengan  lift pribadi. Ujung ujungnya masuk bui karna  tertangkap tangan. Skarang dicintai lagi karna sudah  hijrah, katanya.

Undang undang yang lagi heboh ini kok seperti disengaja.  Apakah trik menjadikan luapan amarah jadi tabir  pelanggaran  UUD 45  pasal 6A ayat 3. Atau hands up, balikin arah !? 
"Gue udah banyak salah kebijakan nih, loe aja yang terusin deh! Tolong benahin yeh!"

Itu yang saya saya tangkap dari sepotong puisi Ntsana, gadis belia yang cerdas mengolah kata sampai  Eyang Sapardi Djoko Damono mau  berkolaborasi. 
Kita sepikiran banget ya, Ntsana! :) *Kalau betul 















Sabtu, 21 September 2019

Claudia Emmanuella Santoso





Gadis sederhana berambut panjang asal Cirebon. Wajah tanpa polesan, segaris lipstik pun tidak.
Berjuta mata terpaku menunggu suaranya.
Entah kekuatan dari mana yang mampu mendobrak rasa minder orang  Asia ini di laga adu suara Eropa ?
Langkahnya tenang dan lembut selembut gaun beludru yang menutup lengan.
Judul lagu masih asing, bikin tambah penasaran sajian apa yang akan dia beri untuk 4 juri Jerman .
Di sudut stage seorang sahabat memegang notebook. Lewat skype keluarga di Cirebon menyemangati dan berfoa. Dada mereka pasti bergemuruh melebihi saya.

Never Never Again adalah petikan dari sinema nge-hit  tahun 2017.
Nada ceria kah?  Atau seromantis back sound  film2 yg dihiasi vokal  Phil Collins dan Elton jhon?
Eh, sudah lama banget saya tdk nonton bioskop, hehe  takut kalau malaikat maut tiba tiba dapat tugas menjemput saya di sana.

Jeda waktu cukup panjang sejak gadis itu berjalan, berhenti dan menatap juri, tenang ia memastikan mikrophon pd posisi tepat, lalu  samar kedengaran  4x ketukan sebelum tuts piano disentuh.

Suara lembut membuai.
..Hening.

I'm trying to hold my breath...

Lirik pertama sudah membawa saya ke alam rasa dia
denting henti ... suara gadis  menyelam dengan cantik ke semua hati.

ku mencoba menahan nafas..


  Kadang lagu tak hanya lagu. Ia dapat  menjelma jadi puisi indah di telingan .

Can't late this moment end..

Gilak! suara rendahnya terkontrol lurus! Lalu menyambung dengan nada harap penuh cinta...

Take my hand.

Mulai menyeret perasaan perempuan2. Tak hanya si  juri cantik itu!
Serasa  kami lah yg mengulurkan tangan pada kekasih pujaan sambil bilang

Aku tak sanggup
membiarkan moment ini berlalu
Tidakkah kau dengar?
Gema mimpiku semakin membahana

Semua kilau
Seluruh gemintang

Semua tak pernah cukup

Menara emas terlalu sedkit
Tangan mampu menggegam bumi
Tapi semua tak akan pernah cukup
 Tak akan pernah...
Tak akan pernah...

Vibranya  tak tajam, mengayun halus  meski ke high not !
Dan yang bikin salut,  dia tak terpengaruh suasana sekitar. Hanya asyik berenang di gema mimpi tadi. Hentakan tombol juri pertama yang cukup bikin saya kesal karna takut mengganggu konsentrasinya, ternyata tak mempengaruhi kestabilan suara Claudia Immanuela Santoso..

Coba perhatikan bagaimana dia beru tekanan di lirik Never...Never ...Enough! Lantang tapi mbulet dan masih tetap kontrol.

Tiap penyanyi punya ciri has masing  masing dalam mengolah rasa ke dalam lagu .
Claudia punya sesuatu yang tak ada pada penyanyi orignal ( Loren Allred)  mau pun penyanyi di film ( Jenny Lind)  Claudia lebih dalam penjiwaannya. Perasaan orang Asia memang tdk bisa dibohongi yaa...lebih halus, lebih sensitif.
Tampilannya beri pesan, bhw pernak pernik  kemasan adalah penipu dan perusak konsentrasi.

Detik detik ahir bakal temui nada tinggi. Apa sanggup?
Dengan manis, tidak jomplang, tanpa bocor, Claudia beralih dari  (Head Voice) ke Falset voice tanpa mampir dulu ke chest voice. Manteepp!! Layaknya sungai tenang menerima air dari puncak gunung.

Terimakasih Claudia pembawa nama bangsa di sela kesibukan menuntut ilmu.
Tampil memukau. Ada madu dalam lagumu sejak lantunan awal  hingga pecah air matamu.
Jarang ada  juri menangis dan hadirin minta ulang.
Kini kau bukan lagi perantau kesepian. Banyak mata dan harapan tertuju padamu.

Ah, gara gara kamu pekerjaan rumah saya terbengkalai, asik nonton film lama ..THE GREATES SHOWMAN. Menyaksikan dua tangan bertaut di sana.


















Rabu, 18 September 2019

Lembutnya Spikoe Kuno's, Cake Legendaris







Aneka ragam makanan Indonesia banyak dipuji wisatawan Eropa mau pun Asia.
Tak sedikit vlog atau youtube bertema kuliner jajanan Indonesia  mendapat banyak subcriber.
Mengapa makanan kita menarik dan cepat cocok untuk lidah siapa saja sampai-sampai dirindukan?
Ternyata tak lepas dari sejarah.

Kedatangan Belanda ke sini membawa resep resep mereka yang tak asing di telinga, misalnya kue Kaasatengels, Klappertaart, yang lainnya telah berganti dengan nama khas Indonesia.

Kini ada cake nikmat teman minum teh atau kopi. Tak terlalu manis dan harum rempah terasa.
Namanya Spikoe Kuno's . Terinspirasi dari kue  tradisional Eropa. Harumnya berasal dari campuran Kapulaga, Kayu Manis, Cengkeh, Bunga Pala dan  Adas Manis.

Cake seharga Rp 90.000 ini  berbahan baku istimewa yaitu Talas asli Bogor.
Resep kuno 1952 dipadu dengan talas menjadikan Spiko Kuno's berwarna ungu dan kuning. Tampilan menarik dan  aroma rempahnya menggugah selera.


Tak terasa Outlet Tallubi dengan bayak pilihan cake ini sudah memiliki 4 tempat..

- Jalan Pajajaran 20 M Bogor.

- Jl.Soleh Iskandar 18 B Bogor

- Jl Raya Gadog Bogor

- Jl.Surya Kencana 278 Bogor




Beberpa hal yang saya suka dari kue kue produk Tallubi

* Memanfaatkan komoditi lokal. Sudah saatnya masyarakat mengalihkan ketergantungan pada bahan makanan dari gandum hasil impor

* Berlabel MUI hingga tak meragukan kehalalannya.

* Menyehatkan.
Hasil penelitian 2 dosen Ubaya Endang Srihari  dan Farid Sri Lingganingrum, talas memiliki kandungan kalori dan  lemaknya rendah sekitar 0,2 % sedangkan seratnya tinggi 5,3 gram. Cocok buat yang sedang diet bahkan anti diabetes.

* Lembutnya menyenangkan karna tekstur talas yang pulen membuatnya beda dengan cake tepung gandum.

* Kemasan kokoh dengan disain  menarik

* Aroma dan rasanya enak, cukup awet karna terjaga kelembabannya.

* Cocok untuk  hadiah, antaran, oleh-oleh, atau snack seminar. Dibawa piknik pun aman karna terjaga dalam kemasan.

Satu lagi! Cakenye bergaris mempermudah pemotongan. Kan saya bukan orang Libra, sulit potong dengan adil !  :)

Cepat beli ya, mumpung dapat discount 20% bagi yang menggunakan kartu debet Bank MANDIRI.


Untuk keterangan lebih rinci, klik saja medsosnya.

Line  :  @bikabogor

IG     :  @bikabogor , @warunktallubi

FB    :  Bika Bogor, Warunk Tallubi

WA  :  0888  4829  626














Selasa, 10 September 2019

Jadi, Tak Usah Kecewa


Kenapa ada manusia berpendidikan tinggi lulusan Univeraitas Islam disertasinya malah melecehkan hukum Allah?

Kok ulama ternama dari organisasi besar malah menganggap remeh malaikat dan siksa kubur?

Mengapa lahir manusia macam Abu Janda yang setiap muncul kata2nya berbau busuk, menikam setiap jantung muslim?

Kecewa...Pedih.. Ingin berontak melawan.

Tapi teringat..

Manusia seperti mereka memang harus hadir di bumi agar isi Quran terbukti benar. Perkataan Allah adalah kebenaran.

Kita duga ini kejadian luar biasa zalim, gejala ahir zaman di mana banyak penantang Tuhan.
Padahal hanya sejarah yang berulang.

Hidup singkat dan tak enak.
Tak satu pun ayat mencantumkan pujian Allah pada dunia.
Maka cukup 1 skenario saja diberi untuk mahluk kreatif ini.