Sabtu, 30 November 2019

Belajar Sabar


Kerap kali minta diberi sifat sabar.  Mohon agar Allah ingatkan saat ingiin sekali bertindak bar bar ketimbang sabar.

Kalau sudah ketelepasan, baru menyesal. Janji nggak mau mengulangi lagi lalu bertanya tanya, apa Allah masih mau dengar doa minta sabar ?

Sebab sabrun jamiil pahalanya nggak terukur, nggak terbilang, luas tanpa batas.
Kenapa nggak coba belajar dan meraihnya?
Siapa tau dosa segunung bisa terhapus dengan sabar se-pohon?

Nggak mudah, apalagi kalau dizalimi kerabat atau orang terdekat. Why Me??
Bisa saja kan, Allah jawab...Why Not?
Kan kamu minta dibimbing. Harus mau diajarin!

Ilmu sabar seperti apa?
Teory sih banyak.
Tapi yang langsung dari Engkau yang mana??

Lho, bukan kah tiap hari ada pelatihannya?
Sabar dalam wudlu.  Jangan berlari meski masbuq, nggak mendahului gerak imam.
Mau ngalah kalau saf depan kosong, maju ke depan, gratis !
Meski punya posisi wenak di belakang.

Trus apa lagi ya Allah?

Itu saja dulu !
Blajar nggak gampang koment, atau tahan mulut dari pertanyaan yang nggak perlu, bisa nggak?

Kan situ langsung keringetan kalau disuruh mingkem!





Sabtu, 23 November 2019

Anakku




Ingat kah, Nak?
Kita pernah bertukar kisah

Kau berkisah tentang Ayyub
Dan aku cerita tentang
Pemilik wajah tampan, bangsawan,
Keturunan 2 Nabi
Tiba2 terbuang dan turun derajat
jadi budak

3  bajunya menyimpan sejarah
Yang satu berlumur darah dusta
tercabik nafsu perempuan cantik ...
Dan 1 baju mengembalikannya kepada ayah yang lama merindu


Nak.
Mari berteduh dari terik tipu daya
Duka adalah berlian kehidupan

Tengadahkan wajah kita ke langit
Mari kita belajar
Merayakan kesedihan





















Selasa, 19 November 2019

A K U


Aku ini rumus
Aku ini formula
Aku ini resep
Aku adalah ringkasan, hukum, patokan,
dan tanda yang diyakini kebenaran,
dilambangkan oleh huruf angka dan tanda.

Aku menjadi bagian yang tak terpisahkan dari deretan semua itu

Terjerat
Tak bisa lepas lagi

*
Banyak wajah berusaha menangkap makna lirih eyang

Malam hampir larut..
Mata ku dan mata eyang berbenturan
Aku bahagia
Eyang melihat ada taman bunga di mataku.

Semoga cepat sembuh Eyang SDD


Senin, 18 November 2019

Allah Selalu Mengganti


Pikir-pikir, singkat benar kebersamaan dengan anak-anak. Lepas Sekolah Menengah mereka sudah punya keinginan sendiri demi masa depan dambaan. Kesibukan beruntun, banyak yang harus dipenuhi bikin orang tua lupa kala itulah jatuhnya  masa-masa kebersamaan secara utuh berakhir.
Berasa-berasanya pas beresin tempat tidur mereka di hari pertama kost... Kenapa sprei rumah ada di tempat asing gini?

Apalagi waktu meninggalkan anak di Asrama Pesantren. Meski luar biasa bahagia karna ada salah satu anak memilih jalan agama, tapi tetap saja sedih meninggalkan dia di tempat paling jauh dengan waktu tidur yang sedikit, sementara apa apa harus antri.
Perjalanan pulang di Bis ngerembeng air mata sambil menatap jendela Bis.

Sekarang setelah 2 berumah tangga makin jarang lagi bertemu. Jangan berharap lebih, yang penting mereka sehat dan baik baik saja rumah tangganya.
Rumah besar jadi lengang. Lihat kamar kosong paling nggak asik meski tetap rapih bersih. Kenapa dulu cerewet ya kalau liat kamar mereka berantakan?

Alhamdulillaaahh..
Allah masih izinkan anak no 3 masih bersama. Jadi pengobat sepi. Nikmat rasanya masih ada yg salaman rutin setiap dia mau berangkat ke kajian. Tetap ada kangennya juga sih, kalau dia  bermalam di gunung atau pantai dengan teman2 pecinta alamnya .

Allah pasti mengganti sesuatu jika ada yang berkurang. Hari kehari berdatangan terus ilmu baru, perasan baru, pengalaman baru.
Makin jelas pembuktian firman Allah yang intinya...

"Dulu kamu sendiri, kemudian  berpasangan dan Allah jadikan beranak pinak, lalu akan kembali sendiri sebelum dihimpun"

Kelak kita akan kembali sendiri meninggalkan yang ramai. Kepergian tak pernah sia-sia karna pasti Allah ganti dengan hikmah/nasehat  buat anak keturunan.
Anjuran berumah tangga sampai2 Rasul bilang bukan ummatku bila menolak untuk menikah.
Bisa jadi karna hasil dari berumah tangga akan jadi jalan atau alat yang Allah gunakan untuk "Mengganti" bila kita sirna. Doa-doa mereka jadi kendaraan terindah bagi orang tua dalam meraih ridhoNya.


Hiburan Allah selalu hadir. Ahlak anak yang cinta agama, cinta Allah dan RasulNya adalah anak yang Qurrota A'yun. Cahaya mata bagi kedua orang tuanya. Amiin ya Rabb.








Senin, 11 November 2019

Kalau Ibu Lagi Kangen


Jam 10 malam lewat sedikit buka WA, nulis...

Assalamu'alaikum  sayang..
Bagaimana kabarnya?
Ma harap kalian sehat2 saja seperti Ma, Pa, dan adikmu di rumah.

Ma cuma kangen..

Pulang kerja jam berapa,Nak?
Hati-hati di jalan ya..Fii amanillah.

Sayang dan doa Mama dr jauh.


Pegawai negeri yang bisa pulang sore bukanlah cita2 mereka sejak SMA.
Yg satu sempat kerja di Qatar, menyukai hospitality dan berlanjut di hotel Jakarta.
Adiknya fokus disain lighting. Karyanya  membuat saya haru , lampu2 warna warni menghiasi  jembatan Youtefa - Papua yang diresmikan Presiden tgl 28 Oktober 2019 lalu.

Trus melamun bayangkan mereka letih di atas motor menembus malam
Ahh!!  Tiba tiba berasa ngupas bawang merah banyak.

Gitulah rasanya punya anak lelaki yang jarang ketemu karna waktu mereka kini penuh untuk 2 tanggung jawab.
Beruntung istri2 mereka shalihah. Hati meleleh kalau lihat 2 mantu itu.
Nggak pernah berharap perlakuan husus dari mereka.
Asalkan bisa menghargai anak lelaki saya, memposisikan mereka sebagai pemimpin, cukup.

Seringkali iblis siapkan kayu bakar untuk hati saya saat selisih pendapat dengan suami.
Peredamnya cuma 1, saya hawatir polah buruk saya berbalas ke keluarga anak-anak.
Pasti shiook lah  lihat anak laki2 kita dilawan istrinya.

Sebelumnya siang jelang sore, WA pula ke si putri bungsu yang kost pas di sebelah kampus.


Mama kangen...
Lagi apa,nak?

Baru habis turunin jemuran,Ma.
Nanti jam 3 ada kuliah...

Lalu curhat curhit :)

Kata "Kangen" selalu saya ungkap. Melatih mereka agar mudah /terbiasa mengekspresikan perasaan cinta.

Inginnya tiap minggu saya ke kostnya. Bawa Abon, serundeng, atau sambal goreng kentang supaya tenang belajar nggak usah pikir makanan.
Ingin lihat dia di antara teman nya kerjakan karya seniman Thailand yang akan pameran di Musium seni.Tapi kalimat Papanya menahan langkah...

"Jangan perlakukan mereka seperti anak-anak!"

Duh!































Semoga kehidupan mereka penuh berkah.
Tetap menjadi cahaya dan penyejuk mata.