Senin, 11 November 2019

Kalau Ibu Lagi Kangen


Jam 10 malam lewat sedikit buka WA, nulis...

Assalamu'alaikum  sayang..
Bagaimana kabarnya?
Ma harap kalian sehat2 saja seperti Ma, Pa, dan adikmu di rumah.

Ma cuma kangen..

Pulang kerja jam berapa,Nak?
Hati-hati di jalan ya..Fii amanillah.

Sayang dan doa Mama dr jauh.


Pegawai negeri yang bisa pulang sore bukanlah cita2 mereka sejak SMA.
Yg satu sempat kerja di Qatar, menyukai hospitality dan berlanjut di hotel Jakarta.
Adiknya fokus disain lighting. Karyanya  membuat saya haru , lampu2 warna warni menghiasi  jembatan Youtefa - Papua yang diresmikan Presiden tgl 28 Oktober 2019 lalu.

Trus melamun bayangkan mereka letih di atas motor menembus malam
Ahh!!  Tiba tiba berasa ngupas bawang merah banyak.

Gitulah rasanya punya anak lelaki yang jarang ketemu karna waktu mereka kini penuh untuk 2 tanggung jawab.
Beruntung istri2 mereka shalihah. Hati meleleh kalau lihat 2 mantu itu.
Nggak pernah berharap perlakuan husus dari mereka.
Asalkan bisa menghargai anak lelaki saya, memposisikan mereka sebagai pemimpin, cukup.

Seringkali iblis siapkan kayu bakar untuk hati saya saat selisih pendapat dengan suami.
Peredamnya cuma 1, saya hawatir polah buruk saya berbalas ke keluarga anak-anak.
Pasti shiook lah  lihat anak laki2 kita dilawan istrinya.

Sebelumnya siang jelang sore, WA pula ke si putri bungsu yang kost pas di sebelah kampus.


Mama kangen...
Lagi apa,nak?

Baru habis turunin jemuran,Ma.
Nanti jam 3 ada kuliah...

Lalu curhat curhit :)

Kata "Kangen" selalu saya ungkap. Melatih mereka agar mudah /terbiasa mengekspresikan perasaan cinta.

Inginnya tiap minggu saya ke kostnya. Bawa Abon, serundeng, atau sambal goreng kentang supaya tenang belajar nggak usah pikir makanan.
Ingin lihat dia di antara teman nya kerjakan karya seniman Thailand yang akan pameran di Musium seni.Tapi kalimat Papanya menahan langkah...

"Jangan perlakukan mereka seperti anak-anak!"

Duh!































Semoga kehidupan mereka penuh berkah.
Tetap menjadi cahaya dan penyejuk mata.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar