Kamis, 09 April 2020

Sebuah Pesan


Gemuruh mencengkeram awan
Pintu pintu terkatup di sepanjang jalanan basah
Cahaya kilat menyelusup di bilik hening
Beri pesan dari kerajaan langit

Menggigil di tepi jendela
Dan gelap semakin mengelam
Dalam kekerdilan, jiwa tertoreh
Pilu mengeja pesan

Dalam keterisolasian
Dalam ketakutan
Takjub akan caraMU
memadukan mahluk maha debu
dengan gelegar langit

Seketika taubat rapuh
Ritual nyatanya berdinding keegoisan
Beringsut payah menemuiMu
Namun menguap di keramaian

Maka layak mulut mulut Kau bekap
karna terlalu banyak kata sia sia
Kau kurung raga
sebab dunia berpenyakit
Putuskan diri dengan penyakit



Maka layak tangan tangan Kau ikat
Selaksa zaman telah buruk menimbang
Berjabat hanya untuk kepentingan
Menepuk dada mengakbarkan diri
Mudah menulis kedekatan2 semu dengan Mu


Maka layak Kau buat jarak dengan segala
Setelah kaki enggan rapat luruskan saf

Kau senyapkan rumah rumahMu
Yang selama ini diramaikan hanya untuk memuja diri
Kau sunyikan tempat kesibukan yang membanggakan kelompok

Hingga ahirnya tak ada yang lain
Tak ada yang bersisa
Hanya Engkau

Biar...
Mahluk kecilMu mengajari
Berpisah dengan panggilan agung adalah pilu

Semoga ini karna Cinta dan RinduMu
agar  cepat terkumpul bekal perjalanan abadi
Semua pintu boleh tertutup
Asal  pintu taubatMu tetap terbuka